
Beberapa hari setelah Eva melahirkan anak kembar nya dan sudah keluar juga dari rumah sakit.
Sekarang di dalam rumah yang besar itu bertambah lagi dua anggota keluarga.
Dokter Isabell, Vicky dan kekasih nya juga jadi sering datang, hampir tiap hari.
Suara tangisan bayi tidak menjadi suatu kebisingan untuk mereka dengar. Tidak ada yang terganggu.
Bukan cuma suara bayi yang terdengar, suara orang dewasa pun ikut bersahutan berebutan untuk menggendong bayi kembar yang menggemaskan.
Lebih bayak waktu bersama keluarga lain dari pada dengan orang tua sendiri.
“Revand, gentian donk gendong nya. Kok kamu terus sih. Lagi pula kamu kan masih satu rumah dengan Eva, dan pasti lebih sering kamu yang gendong.”pinta Vicky.
“Sebentar lah. Siapa bilang, bapak nya tuh gak mau anak-anak nya di gendong sama paman nya yang tampan ini.” Ucap Revand memeluk erat keponakan perempuan nya.
“Ck…. Narsis mu itu loh. Bikin jijik.” Ledek Vicky.
Putera pertama Eva dan Lucifer bernama Abraham Evano Rameses dan puteri nya Arshinta Kirani Rameses.
Dari pagi sampai sore hari, Lucifer lebih banyak waktu dengan Eva selama masa nifas nya. Kalau sudah jam untuk menyusui, paman dan tante nya akan membawa bayi nya untuk di berikan pada mama nya.
Hanya 20 menit waktu yang terkadang di berikan Lucifer berkumpul dengan anggota keluarga nya yang lain.
Pokok nya, setelah Eva menikah dengan Lucifer sampai sudah melahirkan dan menjadi seorang ibu pun , sifat untuk memanjakan isteri nya tidak pernah berubah. Bukan berarti dia tidak menyayangi dan mencintai bayi nya. Hanya saat untuk saat ini dia berpikir memberikan waktu pada ipar dan adik nya menghabiskan waktu dengan anak
nya.
**********
“Aaakkhhh lucu banget. Kau sangat menggemaskan Vano.” Ucap Cleo yang menggendong anak pertama Eva.
Isabella dan Cleo bergantian menggendong Abraham, sedangkan Revand tidak mau bergantian dengan Vicky menggendong Arshinta. Itu membuat Vicky sangat kesal.
“Aaakkhhh… kemungkinan permusuhan di antara kita akan terjadi lagi ini Revand.” Ledek Vicky.
“Kenapa?” tanya Revand yang tersenyum bermain dengan keponakan nya.
“Ya gara-gara kau tidak mau memberikan kesempatan pada ku untuk menggendong keponakan ku.” Jawab Vicky kesal.
__ADS_1
“Ck…. Kau pikir aku takut. Silahkan…” Revand yang keras kepala itu tidak mengerti maksud ledekan Vicky.
Vicky jadi lebih makin kesal.
“Vicky, ini. Kau gendong Abraham saja.” Cleo yang sadar betul keinginan calon suami nya dan sekaligus merasa kasihan pun yang jadi nya mengalah.
“Benarkah… sini… sini, berikan pada ku.” Dengan sangat senang Vicky menyambut keponakan laki-laki nya.
Setelah Abraham ada dalam gendongan Vicky, Cleo memberi isyarat pada Isabell, dan wanita itu mengerti maksud nya.
“Ehhemmm… Revand gentian donk. Aku juga ingin menggendong Arshinta.” Ucap Isabell.
Revand melihat Isabell. Sebenar nya dia masih ingin memeluk bayi yang ada dalam gendongan nya. Tapi karena tidak ingin mengecewakan Isabell, dia pun mengalah. Perlahan dia oper pada calon ibu anak nya nanti.
“Hhhmm…. Sudah ku duga, kalau Isabell yang minta, pasti kau akan mengalah.” Ucap Cleo nyindir.
Revand sekarang melemparkan tatapan nya pada Vicky, Vicky merasa firasat buruk dengan tatapan itu. Dengan cepat dia pindah posisi agar dia tidak merebut bayi yang ada dalam gendongan nya.
************
“Selamat ya Va, akhir nya kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu. Oh iya, siapa nama anak mu?”tanya Lisna.
“Abraham Evano Rameses dan Arshinta Kirani Rameses.” Jawab Eva.
“Jangan Lis, kamu juga kan sebentar lagi akan melahirkan.” Jawab Eva yang khawatir.
“Iya. Makasih ya Va, kamu udah memberikan semangat buat aku, sampai aku sudah merasa lebih baik ini. Mertua dan orang tua ku juga ada di sini. Jadi aku tidak kesepian dan kerepotan.” Ucap Lisna dengan senang dan bahagia.
“Syukurlah. Aku sangat senang sekali.” Eva melihat Adam yang juga melihat nya duduk tidak jauh dari nya.
“Apa kau sudah bisa memandikan bayi mu?” tanya Lisna.
“Sudah, awal nya sih di bantu Isabell, dan kemudian aku ingin melakukan nya juga. Bahkan adam yang lebih tenang dan santai memandikan mereka. Aku juga sempat merasa tidak enak sebagai seorang ibu.” Ucap Eva tersenyum kecil.
“Hahahaha….itu karena naluri kebapak an nya Va. Biasa nya megang pistol dan pisau kecil nya, sekarang kanan kiri sudah menggndong bayi kembar nya. Kalau aku membayangkan nya itu sangat lucu.”Lisna tertawa sambil
membayangkan.
Eva pun ikut membayangkan suami nya yang duduk di hadapan nya. Lalu dia pun ikut tertawa kecil.
__ADS_1
**********
Adam keluar dari kamar untuk membawa bayi kembar nya.
“Sudah cukup ya, sekarang berikan anak-anak ku, karena dia harus di susui dan tidur siang.” Pinta Lucifer. Waktu saat itu sudah pukul 2
siang.
“Ya ampun, sebentar lagi donk. Baru beberapa detik aku menggendong nya.” Ucap Vicky.
Adam melihat adik angkat nya dengan tatapan tajam.
“Oh Tuhan, nak. Nanti kalau kamu sudah besar, jangan berikan tatapan tajam seperti bapak mu ya. Mengerikan.” Ledek Vicky pada Abraham.
Abraham seperti mengerti maksud paman nya, malah menatap nya dengan tajam juga. Seperti nya dia tidak suka kalau papa nya di ledekin.
“Apa kau bisa menggendong mereka berdua Lucifer?” tanya Cleo.
“Tentu saja. Otot tangan ku sangat kuat. Tidak usah di ragukan lagi.” Jawab Lucifer.
Abraham dan Arshinta pun di berikan pada papa nya. Di kiri dan di kanan.
Sekarang suasana sedikit sepi. Tidak ada yang menggemaskan.
“Lucu sekali mereka ya. Rasa nya aku ingin menculik nya dan membawa nya ke Indonesia.” Ucap Cleo.
Mereka melihat Cleo yang berani berbicara seperti itu.
“Apa kau berani? Kau bisa di cincang-cincang bapak nya yang buas itu nanti.” Ucap sinis Revand.
Semua yang mendengar tertawa lucu dengan logat Revand yang menjawab.
Di dalam kamar, Eva bergantian memberikan susu pada bayi nya. Itu karena hanya salah satu dada nya yang lebih banyak mengeluarkan ASI. Tapi dia tetap berusaha agar kedua nya lancar.
“Apa sakit sayang?” tanya Lucifer melihat Abraham yang lebih dulu di susui.
“Sedikit sih. Tapi nanti juga akan terbiasa.” Jawab Eva tersenyum kecil.
“Loh, si Arshinta udah tidur duluan. Padahal tadi masih terdengar suara tawa nya deh.” Eva melihat bayi perempuan dalam gendongan suami nya yang tertidur dengan pulas.
__ADS_1
“Dia nyaman dengan bapak nya. Hahahahaha….. padahal aku belum mandi loh.” Ucap Lucifer tertawa kecil.
Mereka berdua sangat senang dengan kelengkapan dalam pernikahan dan hubungan mereka.