SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 180


__ADS_3

Waktu pulang kerja, dan Steven sudah menunggu di depan gedung tempat Lisna bekerja.


"Sore Stev. " sapa William.


"Sore juga William. " balas Stev.


"Enak ya, pulang udah ada yang jemput. " ledek William.


"Maka nya cari pacar donk. Percuma tampan kalau jomblo. " ledek Lisna sambil tertawa kecil.


William cemberut.


"Ya udah... pulang gih... besok jangan telat. " ucap William.


William masih harus keparkiran mobil untuk mengambil mobil nya.


"Ayo. " ajak Steven.


**************


Eva memandikan Lucifer. Menggosok punggung dengan spons halus. Lucifer membelakangi Eva dengan duduk di kursi kecil dan memakai handuk kecil di pinggang nya.


Eva masih berpakaian lengkap, hanya saja sudah sedikit basah.


"Sayang, ini bekas luka nya banyak banget. Dapat dari mana aja? " tanya Eva menyentuh bekas luka suami nya.


"Itu dulu waktu sering berkelahi. Kalau kau takut, jangan di lihat. " ucap Lucifer.


"Mmuuaacchh.. " Eva mencium beberapa bekas luka yang di punggung Lucifer.


"Aku gak takut kok. Justru aku salut sama kamu. " ucap Eva.


"Salut? " Lucifer melirik Eva.


"Dengan luka yang banyak ini, kamu masih hidup dan bisa bertahan. Kalau itu aku, luka gores kecil aja udah mewek. " ucap nya.


"Karena dulu aku tidak tahu rasa sakit di fisik. Hanya ada kemarahan, balas dendam dan kebencian. " jawab Lucifer.


"Oh ya... di sini juga ada bekas luka, apa kau mau mencium nya juga? " tunjuk Lucifer pada bagian dada dan perut nya.


Memang ada bekas luka di tempat itu. Eva sangat serius dan merasa sedih melihat nya.


"Kenapa melihat seperti itu? apa kau kasihan pada ku? " tanya Lucifer.


Eva tidak menjawab, hanya menatap sedih suami nya.


"Hey... " dia mencolek ujung hidung Eva.


Membuat nya terkejut.


"Kau pasti sangat menderita dulu." ucap nya sedih.


"Itu dulu... sekarang kan udah beda. Sekarang udah bisa bahagia, senang karena memiliki mu. " Lucifer memegang kedua pipi Eva.


Eva tersenyum, dengan kedua tangan nya pum menyentuh kedua pipi Lucifer. Sama seperti yang di lakukan Lucifer.


"Sini, biar aku shampoin rambut nya juga." Eva membalikkan tubuh Lucifer sehingga membelakangi nya.


"Sayang, apa kau mau kita pergi bulan madu? " tanya Lucifer.


"Gak usah. " jawab Eva.


"Kenapa? waktu itu kan aku udah janji sama kamu. " tanya nya.


"Aku gak butuh kok sayang." tolak nya halus.


Lucifer membalikkan badan nya.


"Kamu yakin? " tanya Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya.


"Cepat selesaikan mandi nya, nanti kamu masuk angin loh. " Eva dengan cepat menggosok kepala suami nya.


"Kamu gak mandi? " tanya Lucifer.

__ADS_1


"Nanti, setelah kamu selesai mandi." jawab nya.


"Kenapa harus menunggu ku selesai mandi? kita kan bisa mandi bersama. " goda nya.


Eva melihat dari samping kalau Lucifer sedang menahan senyum.


Lucifer membalikkan badan nya lagi, menghadap Eva, wajah mereka sangat dekat.


Dia membuka kancing baju yang di pakai Eva.


"Pertama-tama, kancing baju nya di lepas dulu, lalu baju nya ikut di lepas. " tangan nya turun perlahan-lahan.


Eva hanya pasrah ketika pakaian nya di lepas suami nya. Tinggal memakai pakaian dalam saja.


"Sekarang aku akan menggosok punggung mu. Berbalik lah. " pinta Lucifer.


Sama seperti yang di lakukan isteri nya, dia pun mengulangi yang sama.


Hanya saja, dia tidak menggunakan spons, melainkan kedua telapak tangan nya. Langsung menyentuh punggung Eva.


Sesekali Eva merasa merinding karena kegelian.


"Hehehehe.... geli ya. " bisik Lucifer di telinga.


Eva mengganggukkan kepala nya.


Lucifer menggoda lagi dengan memijit pelan kedua telinga hingga turun di batang leher Eva.


"Apa kamu sedang menggoda ku, suami ku? " ledek Eva.


"Tentu. Apa kau suka, isteri ku? " balas Lucifer.


"Suka sih... cuma...


"Cuma apa?" tanya Lucifer.


Tidak ada jawaban dari isteri nya.


"Sekarang bagian depan nya. Sini" Lucifer membalikan badan Eva.


Sebenar nya Eva merasa sangat malu.


"Gak usah malu sayang. Aku sudah melihat semua nya kok. Mulai dari ini.... ini... ini.... " Lucifer menunjuk bagian-bagian tubuh Eva.


"Hentikan. " ucap Eva pelan.


Lucifer hanya membalas dengan tersenyum.


"Apa kau mau melihat ku telanjang juga? biar adil. " Lucifer berdiri, hendak melepas handuk yang menutupi bagian vital nya.


Eva menutup mata nya, benar-benar sangat malu.


"Kenapa mata nya di tutup. Lihat lah.. " pinta nya.


"Iihh... kenapa sih laki-laki tuh gak malu kalau tubuh telanjang nya di lihat. " ucap Eva yang masih menutup mata nya.


"Kenapa harus malu, kan yang lihat bukan orang lain." jawab Lucifer.


"Ayo buka mata nya.. " goda nya sambil menarik tangan Eva.


"Hhhmm.... tangan nya sih udah di lepas, hanya saja mata nya tertutup ya. Kalau begitu.... " Lucifer mencium dada Eva.


Eva terkejut dan membuka mata nya.


Lucifer malah tersenyum kesenangan. Wajah Eva sangat merah. Benar-benar merah.


Lucifer berdiri, mengisi bath up dengan air hangat dan menuangkan sabun cair sehingga menimbulkan busa.


"Nunggu air nya cukup, sini aku lanjutin menggosok rambut mu. " Lucifer sudah duduk di belakang Eva, dengan serius menggosok rambut Eva. Mereka sama-sama telanjang sekarang.


*****************


"Tuan, saya sudah menyiap kan topeng nya. Dan sudah sangat cocok. " ucap anak buah Marvel.


"Bagus. Tunggu aba-aba dari ku selanjut nya. " ucap Marvel.

__ADS_1


"Baik tuan. " jawab nya.


*****************


"Hey bro.. " sapa Aris pada Hendra.


Hendra melihat Aris.


"Ngapain kamu di sini? merindukan ku? " ledek Hendra.


"Pppfffuuuttthhh. " Aris menahan tawa.


"Kalau boleh jujur sih,......iya. " jawab Aris.


"Kita kan biasa nya bersama-sama dengan tuan Lucifer. Bagaikan upin dan ipin. Hehehehehe. " ucap nya lagi.


"Maka nya cari pacar... biar gak jomblo. " ucap Hendra.


"Gaya mu... emang nya kamu ada? " tanya Aris.


"Sudah ada donk. Di kenalin sama orang tua di kampung. " ucap Hendra.


"Hah??? " Aris terkejut.


"Mingkem. Lalat masuk nanti. " suruh Hendra.


"Seriusan? " tanya Aris merasa tidak percaya.


"Sebenar nya sih masih tahap pedekate an. Cuma sejauh ini masih asik aja. " jawab Hendra.


Aris cemberut.


"Kenapa wajah mu keriting gitu. Jangan bilang kamu cemburu lagi. Normal kan? " tanya Hendra.


"Sembarangan. Aku normal lah. Hanya.... " Aris membuang nafas berat nya.


"Hhmm..... semenjak kamu bilang kalau kamu sedang pedekate, aku merasa kesepian dan sedih sih. " ucap Aris.


"Hahahahahaha.... dramatis banget sih. " ledek Hendra.


"Hen, aku menganggap mu sudah seperti saudara ku sendiri. Kita ikut tuan Lucifer sudah lima tahun. Suka duka sudah kita alami bersama. " ucap Aris serius.


"Bro... begitu lah hidup. Suatu saat kau juga akan bertemu dengan pasangan mu. Sama seperti tuan kita, Lucifer. Aku malah berpikir kalau dia akan hidup menyendiri selama nya. Ternyata?? kita bisa melihat nya sendiri kan? " ucap Hendra bijak.


"Aku juga sudah menganggap mu saudara ku, hhiikkss... hhiikks... hikkss... " Ucap Hendra mengusap air mata dan menarik cairan hidung nya yang keluar.


"Eh buset.... kenapa kau pula yang nangis?" Aris kaget melihat banyak nya air mata Hendra yang mengalir di pipi nya.


"Hahahahaha.... ini karena kau yang mulai duluan... hhhiikkksss.... hhhiiikksss.... " ucap Hendra, tertawa sambil menangis mengusap air mata nya.


Akhir nya mereka berdua tertawa bersama. Hendra yang paling cengeng namun paling bijak.


.


.


.


.


.


.


ADA YANG INGAT GAK, NAMA ADIK NYA VICKY? DAN UMUR NYA BERAPA??


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE N VOTE NYA YA...


TERIMAKASIH..

__ADS_1


__ADS_2