Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
H-1 Ulang tahun.


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


Esok hari, adalah hari ulang tahun Keyza. Rangga meminta pada Davian, ingin merayakan hari ulang tahunnya di rumah Davian, karena jika di apartemen Rangga, akan sangat sempit dan tak memungkinkan mengadakan acara di apartemennya.


Davian mengizinkannya walaupun ia terpaksa. Hatinya belum sepenuhnya menerima Keyza. Namun, Davian tak bisa berbuat apa-apa, ia tetap mengizinkan Rangga merayakan ulang tahun Keyza di rumahnya.


Bagusnya lagi, Mama dan Papa Davian seminggu ini sedang pergi keluar negeri, jadi Rangga akan merasa leluasa, tanpa ada kedua Kakaknya. Rangga telah berada di rumah Davian, dan ia meminta batuan para asisten rumah tangga Davian untuk mendekorasi rumah besar itu.


"Lu sok berkuasa banget di rumah gue. Kenapa lu gak berani ngerayain di rumah lu sendiri?" ucap Davian.


"Gue mau acara ulang tahun Keyza, berkesan untuknya, tanpa ada lirikan mata tajam dari kedua orang tua gue. Gue gak mau, kalau acara di rumah gue, nanti kakek lu gimana responnya?" ucap Rangga.


"Tanpa lu beritahu pun, Kakek pasti udah tahu. Aneh-aneh aja sih lu, Ga. Anak orang sok-sok mau di bahagiain. Kenapa gak bahagiain anak sendiri aja?" ejek Davian.


"Eh, dodol. Gue kan gak punya anak!" tegas Rangga.


"Ya makanya, kawin lu Ga! Trus hamilin istri lu, biar lu gak usah susah payah ngurusin anak orang! Kan ada emaknya ini, kasih aja lagi tuh anak ke emaknya!" tegas Davian.


"Gue gak bisa. Hidup Melisa aja udah hancur berantakan. Gue gak percaya ngasih Keyza ke Ibunya sendiri. Gue udah janji sama diri gue, kalau gue bakalan merawat Keyza dengan baik dengan sepenuh hati." jawab Rangga mantap.


"Serah lu, deh. Eh, lu besok kan sewa rumah gue nih, jangan lupa, biaya sewa dan jasa tukang segala macamnya, transfer ke rekening gue ya!" tegas Davian.


"Bjirrr. Dav, lu kok perhitungan banget sih? Kenapa lu nyebelin banget? Mau berapa lu? Gue kirim sekarang." Rangga menantang.


"Kirim 50 juta kek, biar rekening gue tambah gendut." Davian tertawa.


"Parah lu, dasar pelit!"


...***...


Di kamar Rangga.

__ADS_1


Keyza akan menginap di rumah Davian malam ini. Rangga sedang menemani Keyza membaca cerita. Rangga meminta Tira untuk menyelesaikan pernak-pernik untuk acara besok, sehingga dirinyalah yang menemani Keyza malam ini.


"Key?" tanya Rangga.


"Yes, little Opah?" jawabnya.


"Key ingin kado terindah apa dari Opah kecil?" tanya Rangga.


Keyza terdiam. Ia menatap Rangga dengan pekat. Ada rasa takut untuk Keyza mengatakannya. Namun, dalam hatinya gadis kecil itu ingin sekali bertemu dengan kedua orang tuanya


"Key ingin bertemu Mommy dan Daddy." Keyza menunduk.


"Key, mereka sangat sibuk. Jika mereka sudah tak sibuk, mereka juga pasti akan menemui kamu. Percaya sama Opah kecil." tegas Rangga.


"Ini adalah ulang tahun paling menyedihkan, Opah. Aku rindu Mommy, aku rindu Daddy. Kenapa mereka tega ninggalin aku yah?" Keyza sedih.


"Sayang, sudah jangan dipikirkan. Key akan tetap bahagia bersama Opah kecil. Jika Key benar-benar merindukan Mommy, Opah kecil usahakan, agar Key besok bisa bertemu dengannya. Bagaimana?" ucap Rangga.


Keyza beranjak duduk, "Apa? Benarkah? Opah bisa mengajak aku bertemu dengan Mommy?"


"Yeayyy! Asyik. Opah kecil memang terbaik." Keyza memeluk Rangga.


"Nah, sekarang Key tidur ya, Opah kecil mau cari Mommy. Biar besok Key bisa bertemu sama Mommy." bujuk Rangga.


"Baik, Opah. Tapi janji ya, Opah harus bawa Mommy ketemu sama Key." Keyza tersenyum.


"Baik sayang, kamu tidur ya, nanti Opa kecil suruh Kakak Tira menemani Key tidur." ucap Rangga.


"Baik, Opah."


"Good night, and have a nice dream my sweet heart!" Rangga mengecup kening Keyza.

__ADS_1


Rangga harus memastikan pada Melisa, agar besok ia mau datang pada Keyza dan menemuinya. Rangga segera turun kebawah, dan meminta Tira untuk menemani Keyza tidur, karena dirinya akan pergi ke tempat hiburan malam tempat Melisa bekerja.


"Bang Rangga mau kemana?" tanya Arini yang kebetulan masih di ruang tamu.


"Mau ke Diskotik."


"HAH? Mau ngapain?" Arini kaget.


"Biasa aja kali, Rin. Ekspresi kamu itu nyeremin banget." jawab Rangga.


"Abisnya mau ke diskotik. Ngapain coba? Jangan macem-macem loh, kalau Abang frustasi mikirin Tira, kan ada jalan lain menuju roma. Jangan hanya karena wanita, Abang jadi keblinger kayak gini." protes Arini.


"Buset deh, kamu pikirannya kemana-mana aja. Aku mau nemuin Melisa. Keyza ingin sekali bertemu dengannya. Gak apa-apa kan kalo besok dia datang kesini? Aku mau buat surprise untuk Keyza. Tolong bilang pada Davian ya, aku menjamin Melisa tak akan berbuat macam-macam disini. Aku hanya ingin mempertemukan dia dengan anaknya." ucap Rangga.


"Kenapa harus dipertemukan lagi? Itu berarti, Bang Rangga akan membiarkan Melisa masuk kedalam keluarga kita lagi, begitu? Aku tak yakin, Keyza akan bisa puas bertemu Ibunya esok hari. Ku yakin, di lain waktu pun jika Keyza tahu Ibunya masih ada, dia pasti ingin selalu menemui Ibunya lagi dan lagi. Dan itu pertanda, Bang Rangga mempersilahkan Melisa masuk lagi kedalam keluarga besar kita. Apa jangan-jangan, Bang Rangga memang akan...." ucapan Arini terpotong.


"Sudah. Jangan diteruskan. Sugesti kamu gak masuk akal sama sekali. Aku hanya ingin mempertemukan mereka saja. Aku pergi, Arini. Tolong sampaikan pada Davian." Rangga berlalu.


"Bang, tapi.. Ah, sudahlah. Hati-hati dijalan." ucap Arini.


...***...


Rangga segera melajukan mobilnya menuju tempat kerja Melisa. Sepanjang perjalanan, ia memikirkan perkataan Arini. Ia pun sadar, jika ia terus menerus membuat Keyza bertemu dengan Melisa, mungkin saja Keyza ingin selalu bersama Ibunya. Ia baru terpikir, bahwa ia telah membuat masalah baru jika membawa Keyza kembali dalam pelukan Melisa.


Namun, ia sudah janji pada Keyza, bahwa dirinya akan mempertemukan Keyza dengan Ibunya. Ia tak mungkin mengecewakan keinginan Keyza dihari ulang tahunnya. Tak lama, Rangga pun sampai di tempat kerja Melisa. Rangga segera masuk kedalam, berharap dirinya bisa segera menemukan Melisa.


Rangga mencari-cari, ternyata Melisa sedang membawakan minuman untuk para tamu. Rangga kesal, ketika ada laki-laki hidung belang memegangi tangan Melisa, dan Melisa pun malah diam saja diperlakukan seperti itu. Melisa diminta duduk oleh laki-laki hidung belang tersebut, hingga Rangga kesal, dan segera menghentikan aksi pria tersebut.


"HEY! Lepaskan dia! Atau kau akan berurusan denganku!" ucapan Rangga membuat mereka kaget, terutama Melisa yang langsung berdiri melihat Rangga berada didepannya.


*Bersambung*

__ADS_1


Ada yang mau crazy up? Kalau ada, balas di komentar ya, walaupun cuma komen "lanjut" aku udah bahagia banget๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


Malam ini ku buat lanjutannya, kalau kalian mauโค


__ADS_2