
JANGAN DIBACA, KARENA MENGANDUNG ADEGAN DEWASA. BACANYA NANTI MALAM SAJA, ATAU DI SKIP SAJA LANGSUNG KE EPISODE YANG LAIN. TERIMA KASIH....... SELAMA BULAM RAMADHAN, JANGAN BACA ADEGAN YANG MENGANDUNG SYAHWAT, YA...
Harap bijak dalam membaca. Ini area 21+ ya. Dibawah itu, mohon SKIP saja episode ini. ❤
Davian dan Arini sudah berbaring di ranjang bersama. Namun, sebelum memulai pergulatan panas mereka, Arini dan Davian terlibat perbincangan kecil yang menarik.
"Sayang, ketika aku jauh darimu, mungkin aku tak akan bisa seperti ini." ucap Davian tiba-tiba
"Apa Mas nanti akan merindukanku?" tanya Arini
"Tentu saja, sepertinya aku akan kembali pada kehidupan bujang ku,"
"Maksudmu?" Arini salah mengartikan
"Dengerin! Masak, masak sendiri. Makan, makan sendiri. Cuci baju sendiri, tidurpun sendiri. Gitu sayang maksudku! Aku bujang lagi kan? Kamu pikirannya udah jelek aja sih!" Davian terkekeh sambil menirukan lagu Chacha Handika
"Jiah, kirain apaan! Tapi, ada yang salah tuh! Nyuci kan gak sendiri, Mas nyuci sama pembantu." cibir Arini.
"Ya kan lagunya seperti itu, sayang. Aku mengikuti lagunya. Intinya, aku bakal ngerasa kesepian jauh dari kamu." ucap Davian
"Apa tak ada cara lain?" tanya Arini serius
"Tak ada, menurutku ini sudah yang paling terbaik. Aku memastikan kamu tetap aman dalam perlindunganku meskipun kita jauh." jelas Davian
"Tapi, kamu sendiri keberatan kan jauh dari aku?"
"Tentu saja, tapi itulah cinta. Sejauh apapun raga kita, hati kita akan tetap selalu dekat! Aku pasti menantikan masa-masa kita saling merindukan saat kita berjauhan. Rasanya, cinta itu sangat hidup ketika kita jauh, ada sensasi yang berbeda antara kisah kita. Aku sudah membayangkannya, betapa aku akan sangat merindukanmu, Arini."
"Memang benar, ketika kita jauh, cinta itu terasa benar-benar hidup dan lebih menggebu." tambah Arini
"Karena kita sekarang sedang dekat, ayo kita buat cinta kita lebih menggebu dari sebelumnya dan dengan sebagaimana mestinya."
"Apaan sih, Mas. Ucapan Mas Davi itu ngawur banget!"
"Jangan pura-pura polos kenapa Rin! Kamu juga mengerti kan apa itu arti cinta yang menggebu? Uh, Arini. Tubuhmu benar-benar membuat aku kecanduan. Rasanya, aku bisa gila jika tak bertemu sweety-mu selama seminggu."
"Bukankah hal ini sudah deal kita bicarakan? Jangan berubah pikiran lagi." timpal Arini
__ADS_1
"Tentu saja, aku hanya ingin mengubah jadwal kedatanganku padamu. Aku batalkan jadwal mengunjungimu dua minggu sekali." ujar Davian
"Lalu?"
"Aku akan mengunjungimu seminggu sekali. Dan, ketika seminggu sekali itu tiba, kamu harus mengganti hari-hari yang terlewatkan. Kita lakukan 7 ronde, sebagai pengganti hari pertama sampai hari keenam. Bagaimana?" Davian mengedipkan matanya
"HAH? 7 Ronde? 3 Ronde saja aku sudah kewalahan, aku tak mungkin kuat kalau begitu! Mas Davi, sepertinya kamu sakit! Otakmu benar-benar sakit. Apa aku harus membawamu ke Rumah sakit Jiwa?"
"Haish! Kamu ini, sudah kubilang kan? Kemolekan tubuhmu telah menjadi candu bagiku. Apalagi, jika melihat bola duniamu yang indah itu, membuat mataku melotot tak mau berkedip rasanya!"
"Mulai deh, ngaco!"
"Oke, ayo kita mulai, kalau kamu bilang mulai." Davian berbalik, tubuhnya berada di atas tubuh Arini.
"Eh, eh, Mas. Bukan gitu maksudku," Arini tak siap
Davian menindih tubuh mungil Arini. Arini terlihat gugup dan tak siap. Perlahan tapi pasti, Davian mulai mendekatkan wajahnya, ia mencium bibir mungil Arini, Davian bermain-main dengan lidahnya, Arini masih tak bisa berciuman, ia masih kaku.
Davian terus melahap bibir mungil Arini, sambil sesekali meremas gundukan indah istrinya itu. Arini mendesah, Aaaah.. Ia benar-benar terangsang akan ciuman yang Davian berikan.
Davian mulai menciumi telinga dan leher Arini, sehingga desahan Arini mulai terdengar lebih keras, Arini tak bisa menahan kenikmatan yang Davian berikan.
"Memangnya kenapa sayang?"
"Aku takut mau pipis," jawab Arini polos
"Pipis? Itu bukan pipis, kamu pasti sudah sangat terangsang! Kamu ingin aku buru-buru ya?" tanya Davian
"Eh, eh! Enggak kok Mas." Arini malu, wajahnya memerah
"Baiklah, aku akan mempercepat permainan awal ku, seperti yang sudah kubilang, aku akan melakukan goyangan 7 ronde, karena sebentar lagi kita akan berpisah!"
"APA? Kenapa harus sekarang?" Arini menolak
Davian tak menjawab perkataan Arini. Ia terus bermain-main lagi dengan tubuh istrinya yang menggoda. Perlahan-lahan, Davian membuka kancing baju tidur Arini, Davian menanggalkan semua baju Arini.
Arini menutupi bagian sensitifnya, Arini benar-benar malu. Davian terus bermain-main dengan buah dada Arini yang menawan. Erangan demi erangan terus Arini ucapkan, karena hisapan Davian sangat lembut dan teratur, Arini semakin tak bisa mengontrol dirinya.
__ADS_1
Davian mulai menanggalkan bajunya. Kini, Arini dan Davian sama-sama tak mengenakan pakaian apapun. Davian terus mengarahkan kejantanannya menuju surga dunia milik Arini.
Sambil sesekali memainkan buah dada istrinya. Davian memaksakan kejantanannya masuk. Milik Arini sudah basah, mudah bagi Davian untuk menerobos masuk.
Davian terus menghentakkan miliknya kedalam milik Arini, hingga Arini benar-benar kewalahan. Arini mendesah, sambil memegang tangan Davian. Di atas ranjang, Davian benar-benar panas dan hareudang.
"Aaaah, Mas, pelan-pelan, aku sakit." keluh Arini sambil merasakan kenikmatan
"Gak bisa pelan sayang, sebentar lagi aku akan mengeluarkan benih-benihku. Aku gak kuat, sebentar lagi sayang. Aarrgghhhh, sayang.." Davian mengeluarkan semua miliknya
"Aaahhhh, Mas, basah."
Davian merebahkan tubuhnya disebelah Arini. Pelepasan pertama telah mereka lakukan. Davian kelelahan, begitu juga Arini.
"Mas, aku capek." Arini terkulai lemas.
"Istirahat dulu saja," jawab Davian santai.
"Istirahat dulu? Kenapa harus ada kata dulu?" Arini mengeluh
"Kan masih tersisa 6 ronde lagi, sayang!" Davian tersenyum nakal.
"HAHHHH? Jadi, ini sungguhan?" ucap Arini tak percaya
"Tentu saja, kamu tahu bukan? Aku tak pernah main-main dengan ucapan ku sendiri." jawab Davian
"Bener-bener gila kamu Mas!" Arini sedikit kesal
"Kamu di atas ya? Gak akan capek kok, cuma maju mundur, maju mundur, syantikkkk, syantikkk! Eh, kok aku malah nyanyi. Xixi." Davian tertawa
"Aku pasrah deh Mas."
"Bagus, kamu memang istri-ku yang penurut! Ayo, gas lagi sayang."
"APA? SEKARANG? YA ampun, Mas!"
*Bersambung*
__ADS_1
Selamat malam Jum'at semuanya 😘😘😘
Selamat berpelukan 😝