Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Tentang Tasya


__ADS_3

Tasya tertangkap lagi. Tasya ternyata tak bisa lari dari jeratan lelaki itu. Lelaki itu sudah seperti Mafia yang menerkam Tasya demi rencananya. Tasya tak menyangka, bahwa lelaki yang dijodohkan oleh orang tuanya adalah lelaki yang jahat.


"Apa mau mu Aldric?" Tasya tak dibekap, namun ia duduk di kursi dengan keadaan tangan dan kakinya yang di ikat.


"Kamu wanita penggoda-ku, Natasya. Aku tak suka kamu pergi begitu saja. Urusan kita belum selesai, dasar wanita jal*ng!" umpat Aldric


"Untuk apalagi kamu menggangguku? Bukankah semua utang Ayahku telah lunas? Kenapa kamu harus menggangguku? Tega sekali kamu, Aldric!!!" Tasya menangis


"Aku tak suka, bukan kau yang melunasinya!"


"Yang penting kan sudah lunas, dan aku tak mempunyai beban lagi." Tasya meronta-ronta


"Aku mulai mengagumi tubuh indah mu. Aku tak bisa melupakannya!"


"Kenapa tak kau nikahi aku saja? Kenapa aku malah dijadikan boneka s*ks kalian? HAAHH? Apa salah dan dosaku padamu, Dric?" Tasya terus menangis sambil memohon keadilan untuknya


"Aku tak suka menikah! Menikah sangat merepotkan dan membebaniku. Aku lebih suka menikmatinya saja. Untuk apa menikah, aku tak menginginkan istri dan anak. Yang aku inginkan hanyalah kesenangan dan kepuasan. Hahahahaha!!!" Aldric tertawa puas


"Dasar lelaki baj*ngan!" Tasya berteriak.


"Berani sekali kau mengatai ku seperti itu. Tasya, perlu kau tahu. Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu!" ucap Aldric.


Tasya melotot. Ada apalagi ini, dirinya tak mungkin harus terus-terusan berhubungan dengan Aldric, si mafia kejam yang jahat. Tasya ingin segera terlepas dari jeratan manusia jahat ini.


Tiba-tiba, seorang lelaki bertubuh tinggi keluar dari belakang pintu gudang. Tasya kaget, Tasya tak mengetahui siapa lelaki tersebut dan untuk apa lelaki itu menemui Tasya.


"Apa namamu benar Tasya?"


"I-iya, aku Tasya." jawab Tasya gugup


"Apa kamu adalah wanita yang dikagumi Davian?" tanyanya lagi


"DAVIAN? Darimana kau mengenal Davian? Dia tak ada sangkut pautnya dengan urusan ini. Jangan bawa-bawa dia dalam masalah aku dan Aldric!!!" cegah Tasya

__ADS_1


"Hahahahahah, dia mengira kita ini bodoh! Ternyata dirinyalah yang lebih bodoh!" ucap Arkan.


"Maksud kalian apa HAH?" Tasya bingung


"Kenalkan, aku adalah Arkan. Aku adalah sepupu Davian. Dan aku tahu, Davian-lah yang telah melunasi semua utang-utangmu. Benar begitu kan? Jangan coba membohongi kami." Arkan tertawa puas


"Lalu, apa urusannya dengan kalian? Kalian tak perlu menyeretnya dalam masalah ini." ucap Tasya terus membela Davian


"Tentu saja itu akan menjadi urusanku. Aku sudah lama sekali, ingin menghancurkan Davian, tapi rasanya sulit sekali karena dia mampu menghandle semua perusahaan. Aku iri akan hal itu. Dan Aldric, dia adalah anak buah ku. Aldric sedang menjalankan misi rahasia yang aku berikan. Dia bertanya padaku, siapa yang melunasi utang keluargamu, dan aku sangat tercengang saat mengetahuinyaq. Dengan begini, akan mudah bagiku untuk menyingkirkan Davian. Apa kau mau bekerja sama untukku, dan menyingkirkan Davian bersama-sama? Kalau kau setuju, Aldric akan membebaskan mu. Bahkan aldric akan menikahi mu. Bukan begitu Dric?" jelas Arkan


"Tentu saja, Tuan." Aldric sangat patuh pada Arkan


"Apa maksudmu? Aku tak mau, kalau harus membuat Davian tersiksa! Aku tak mau dia terluka. Apalagi sampai kau menghancurkan perusahannya!" bantah Tasya


"Kalau begitu, siksa terus Tasya seumur hidupnya!!! Jadikan dia boneka s*ks kalian semua. Sampai dia benar-benar tak berdaya! Hahahahahah" Arkan tertawa puas


Anak buah Arkan dan Aldric mendekati Tasya. Mereka menggerayangi tubuh Tasya lagi, sepertinya Tasya memang hanya dimanfaatkan oleh mereka.


"Bagaimana? Bisa tolong aku, dan bantu aku menghancurkannya bukan? Kalau kau setuju, aku akan membebaskan mu, dan kau akan hidup tenang!!!" ucap Arkan


Tasya berpikir. Dirinya juga tak mungkin harus terus-terus diperlakukan tidak adil seperti ini. Membuat Davian hancur? Bagaimana mungkin? Kenapa rasanya itu sangat menyakitkan hati Tasya? Tasya tak ingin membuat Davian jatuh, Tasya ingin hidup Davian bahagia, walaupun dirinya tak bisa bersama Davian.


"Kumohon, HENTIKAN! Baiklah, aku akan bekerja sama dengan kalian, tapi kumohon, lepaskan aku, biarkan aku hidup tenang kembali." Tasya menangis


"LEPASKAN DIA." perintah Arkan


Semua anak buahnya melepaskan Tasya. Tasya terpaksa menerima permintaan Arkan, karena dirinya juga tak mungkin jika harus terus mendapatkan perlakuan menjijikkan tersebut.


"Bagus, kamu memang wanita yang pintar. Ada hal yang harus kamu perhatikan dan kamu lakukan."


"Apa? Kumohon jangan menyakiti Davian, aku tak mau dia terluka." Tasya terus memohon


"Aku tahu kelemahan Davian. Dia kini telah jatuh cinta pada pembantunya yang cantik itu. Kamu! Tugasmu adalah membuat wanita itu pergi dari kehidupan Davian. Mulai besok, melamar lah kembali ke perusahaan Davian. Kamu harus bisa membuat semuanya berantakan. Apa kamu mengerti?" tegas Arkan

__ADS_1


"Ta, tapi.." Tasya benar-benar keberatan


"Tak ada tapi, kau harus menuruti semua perintahku. Sementara kau bekerja untukku, kau harus tinggal bersama Aldric, agar kau tak lari." ucap Arkan


"Dric, bawa wanita ini. Dengarkan perintahku, dan jangan sampai dia kabur!" Arkan menunjuk Tasya


"Baik, Tuan!" jawab Aldric


Arkan meninggalkan Tasya dan Aldric. Anak buah Arkan semuanya mengikutinya pergi. Hanya tersisa Adric dan ketiga anak buahnya.


"Kau tahu, siapa Arkan?" tanya Aldric


"Saudaranya Davian." jawab Tasya


"Bukan! Hubungan dia denganku?" tanya Aldric lagi


"Aku tak tahu, dan aku tak ingin mengetahuinya!"


"Kau harus tahu! Arkan adalah Bos terbesarku. Dan Ayahku pun takut dengannya. Dia adalah pencuri ulung didalam perusahaan. Dia adalah penjahat yang berkedok pebisnis. Perusahaan Davian sangat sulit untuk dia retas dan diambil aset-asetnya, karena Davian sangat jeli. Sulit bagi Arkan untuk mengambil alih perusahaan Davian. Karena itulah, dia sangat membenci Davian."


"Kenapa kalian tega? Kenapa kau tak membebaskan ku saja? Kukira, kau akan menikahi ku, Dric! Kukira, Ayahku benar. Cinta akan datang setelah pernikahan. Tapi kenapa? Aku malah dijadikan kacung oleh kalian. Kenapa aku harus mengalami hal pahit seperti ini?" Tasya terus menangis


"Karena kamu dan keluargamu adalah orang-orang yang bodoh! Kamu bisa dengan mudahnya untuk aku tiduri dan aku permainkan. Aku suka sekali dengan tubuhmu. Apalagi, Bos ku Arkan, sangat ingin menghancurkan Davian, dan Davian? Dia adalah orang yang pernah mencintaimu. Mudah sekali bukan? Semuanya akan mudah jika kau ikut bekerja sama!!!" ucap Aldric


"Apa tak ada rasa belas kasihan dari dirimu padaku, Dric? Aku akan mencoba mencintaimu, asal kau lepaskan aku, jangan biarkan aku membuat Davian hancur. Aku kasihan padanya. Kumohon, Dric." ucap Tasya


"Aku tak bisa melawan keinginan Bos ku. Dan lagi, jika aku berhasil menghancurkan Davian, aku akan menjadi orang kaya, dan aku bisa berdiri sendiri, tanpa bantuan Arkan lagi."


"Aldric, kumohon. Cari lah cara lain, agar Davian tak terluka."


"Semuanya, bawa Tasya menuju rumahku. Dia banyak sekali bicara, lebih baik aku mendengarnya mendesah merasakan kenikmatan, daripada harus memohon seperti ini." perintah Aldric


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2