Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Calandra series 5


__ADS_3

Selamat membaca..


Like dulu sebelum membaca ya guys, biar gak lupa πŸ₯°


Calandra adalah orang yang cuek dan masa bodoh. Dulu, ketika Nisha menghilang setelah kejadian itu, Andra hanya diam saja dan mengira semua itu hanya masalah sepele. Andra tak pernah sedikitpun menanyakan kabar Nisha, karena Andra tak peduli.


Dirinya selalu berpegang pada rasa tak peduli. Memang, ia bersalah pada Nisha, tapi ia tak pernah ingin mencarinya ataupun menyelediki hilangnya Nisha. Semua orang di kampus tahu, tentang rumor Andra dan Nisha, tapi tak ada satupun orang yang berani menghardik Andra. Karena Andra adalah anak yang paling berkuasa di kampus ini.


Ketika Nisha muncul kembali di hadapannya, rasa bersalah itu tiba-tiba muncul kembali. Melihat wajahnya seperti sedang menanggung beban berat, dan tak ada senyuman tulus di wajah Nisha, kini semua itu membayang-bayangi pikiran Calandra. Tiba-tiba saja, Andra ingin mengetahui tentang Nisha, karena kini Nisha selalu ada dalam bayang-bayangnya.


"Lo kenapa sih, Ndra? Kok ngelamun terus!" tanya Vino.


"Gue lagi mastiin sesuatu. Gue nunggu si Diki datang." ujar Calandra.


"Si Diki kan emang suka siang kalo ngampus. Emangnya kenapa sih?" Vino penasaran.


"Ternyata, si Diki itu tetanggaan sama temen cewek yang dulu pernah gue cium di lorong kampus. Gue penasaran kenapa itu cewek pergi ngilang waktu itu." jelas Calandra.


"Cewek polos itu? Itu kan udah lama banget, Dra. Lu juga ngebiarin hal itu terjadi, bukan? Kenapa sekarang elu malah mau nyari tahu tentang dia? Lagian, orangnya juga udah gak ada. Lu juga gak ngapa-ngapain dia, cuma sekedar cium doang." tegas Vino.


"Awalnya gue emang gak merasa bersalah. Karena gue cuma nyium dia aja, dan gue gak ngelakuin apa-apa. Gue niatnya cuma mau minta maaf aja, udah selesai kan. Tahunya tuh cewek ngilang bak ditelan bumi Gue nyari juga ngapain, rasanya percuma. Makanya gue biarin. Tapi, setelah beberapa hari kemaren ..." Calandra terdiam.


"Kenapa?" Vino penasaran.


"Dia jadi guru les adik gue di rumah. Gue kaget dong, ketemu dia lagi. Gue heran, kemana dia selama ini? Gue jadi penasaran. Dia selalu menghindar, Vin. Mungkin dia kecewa sama gue. Nah, pas kemaren gue tanya si Diki, katanya temen ceweknya si Diki tuh temennya dia di kampus. Makanya, gue mau cari informasi ke si Diki." jelas Calandra.


Vino menatap Andra, "Apa lu mulai tertarik sama cewek itu?" tanya Vino.


"Enggak! Gila aja lo. Gue cuma penasaran aja. Kenapa dia gak kuliah lagi, dia pindah kemana, dan kenapa sekarang dia malah jadi guru les adik gue." ucap Andra yang masih juga belum menyadarinya.


"Kenapa gak lu tanya sama orangnya aja? Gimana sih lu Dra?"


"Dia gak jawab. Dia kayak benci gitu sama gue. Apa semua ini karena ciuman itu? Ah, tapi masa sih! Cuma ciuman biasa aja kok, gak mungkin terjadi masalah besar bukan?" Andra menerka-nerka.


"Mana gue tahu. Elo emang parah sih, bebek bukan, tapi maen nyosor aja jadi orang! Parah lu." Vino geleng-geleng kepala.


"Ah, sialan lu emang. Bukannya bantuin gue, malah ngata-ngatain gue." Calandra kesal.


Tak lama, Diki pun datang, ia berlari menghampiri Calandra dan Vino yang sedang duduk di bawah pohon rindang.

__ADS_1


"Pagi Bro ..." sapa Diki.


"Pagi, Ki. Gimana? Lo dapet informasi apa?" tanya Andra.


"Sabar dong. Gue capek! Dra, lu salah kalau nanyain tentang cewek itu sekarang. Kenapa gak dari dulu sih lu nanyain dia? Semua udah terlambat. Nasi udah jadi bubur, Dra." jelas Diki.


"Hah? Maksud lo apa? Dulu gue juga mau minta maaf, kok. Cuma dia nya aja ngilang gitu aja. Bukan salah gue juga dong, Dik? Ya udah, buat apa gue cari dan minta maaf sama dia. Toh, dia aja malah menghindar dari gue." Calandra membela diri.


"Emang dasar cowok egois kang sosor nih si Andra!" Vino geleng-geleng kepala.


"Eh, dasar cowok nyinyir lu. Dah lah, jelasin Ki. Informasi apa yang lu dapet dari temen lu itu." ucap Calandra.


"Gini, Dra ... dia itu sebenernya anak panti asuhan yang diadopsi sama pasangan suami istri yang belum juga dikaruniai seorang anak. Nisha namanya, dia di adopsi sejak masih SMP. Sampai kuliah, dia dibiayai oleh orang tua angkatnya itu. Hingga suatu hari, kejadian elu ciuman sama dia, terdengar oleh kedua orang tua angkatnya, Dra. Nisha diamuk, ia dimarahi oleh kedua orang tuanya, hingga ia memutuskan untuk pergi, entah orang tua angkatnya memang menyuruhnya pergi. Karena itulah, dia berhenti kuliah dan dia gak tahu tinggal dimana sekarang. Secara tidak langsung, semua ini karena ulah elu, Calandra." jelas Diki.


DEG. Hati Calandra hancur. Ia merasa seperti laki-laki tak tahu diri dan tak bertanggung jawab. Ia baru tahu sekarang, ternyata hal ini sangat membuatnya terkejut. Calandra mengira, hanya sekedar ciuman saja tak akan berdampak apa-apa. Tapi ternyata, ini diluar dugaannya.


"Gak mungkin. Lo gak salah ngomong kan Ki? Gak mungkin sejauh itu!" Calandra tak percaya.


"Bener, Dra. Rika namanya, dia temen Nisha di kampus ini. Kita juga bisa ketemu dia. Tapi, dia gak mau ketemu elu. Dia takut sama lu." ucap Diki.


"Kok takut sama gue sih? Ngaco aja." Andra heran.


"Eh, Dra ... Asal lu tahu ya, dulu itu kejadian elu ciuman sama tuh cewek udah beredar di kampus. Cuma, elu gak tahu aja. Hari setelah kejadian itu, si Nisha itu dibuli habis-habisan oleh Sheila the geng's. Keesokan harinya dia menghilang. Dan gak ada orang yang berani mengganggu lo. Mereka semua diem aja, karena mereka tahu lo siapa. Setelah lo bilang, biarin aja, ya udah, gue juga ngebiarin aja ini berlalu. Gue juga gak berpikir sejauh itu soal tuh cewek." tegas Vino.


"Ya, betul. Ciuman yang lu kira sepele dan gak akan berdampak apa-apa, ternyata sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup cewek itu. Lu harus minta maaf sama dia, Dra. Kasihan dia, semua ini gara-gara lu yang maen sosor-sosor aja." ucap Diki.


Perasaan dan hati Calandra kalut. Ia bingung, ia merasa bersalah, dan ia sungguh ingin segera meminta maaf pada Nisha atas perbuatannya. Calandra melihat jam tangannya. Waktu sudah menunjukan pukul satu siang. Itu berarti, Nisha pasti akan berada di rumahnya, karena jadwal les Livia dimulai pukul satu.


"Gue cabut dulu! Makasih atas informasinya, Ki. Gue akan selesaikan semuanya." Calandra menggendong tas nya, dan segera berlari menuju parkiran.


"Dra, Calandra. Mau kemana lu?" Diki heran.


"Biarin dia. Dia pasti mau pulang dan nemuin cewek itu. Karena sekarang, cewek itu ada di rumahnya, kerja jadi guru les untuk adiknya." tegas Vino.


"Astaga ... kasihan banget nasib tu cewek. Semua gara-gara si Andra," ucap Diki.


"Biarin dia beresin urusannya. Dia harus tanggung jawab dan menyesali semua perbuatannya. Biar Calandra gak jadi Calandra yang egois, cuek dan masa bodoh. Tuhan sedang mengujinya." ucap Vino.


"Semoga saja Calandra berubah. Dia terlalu memikirkan dirinya sendiri, hingga tak pernah memikirkan perasaan orang lain." ucap Diki menatap Andra yang telah jauh dari pandangannya.

__ADS_1


...🌸🌸🌸...


Rumah Davian dan Arini.


Arini telah berada di rumah, karena siang ini ia tak ada jadwal memeriksa pasien. Hanya nanti sore hari ia harus pergi ke kliniknya karena banyak janji dengan pasiennya. Arini sedang menemani Livia yang sedang belajar. Arini melihat Nisha begitu cerdas dan cekatan, Arini pun penasaran dan mengajaknya berbincang.


"Nisha ..." sapa Arini.


"Iya, Bu?" jawab Nisha ramah.


"Kenapa gak kuliah lagi?" Arini tahu dari Siti.


"Mm, itu Bu, Nisha udah gak ada biaya lanjutin semester berikutnya. Makanya sekarang ngajar les dulu, mau ngumpulin buat biaya masuk kuliah lagi." jawab Nisha.


Arini tak tahu menahu tentang silsilah keluarga Nisha. Itu bukan urusan Arini untuk tahu, karena Siti pun hanya bertetangga dengannya, dan berteman karena Siti suka jajan di tempat Nisha berjualan.


"Apa kamu mau, kalau saya kuliah kan di universitas tempat anak saya kuliah? Dosen dan rektornya adalah rekan sejawat Daddy-nya Calandra. Kalau kamu mau, saya akan membiayai kuliah kamu, sampai kamu lulus sarjana." Arini tersenyum.


Ya Allah. Gak mungkin. Jangan, jangan sampai aku kuliah lagi di universitas itu. Aku terlalu malu untuk kembali. Aku gak mungkin menerima tawaran Bu Arini, walaupun sebenarnya aku sangat-sangat ingin kuliah lagi. Batin Nisha.


"Maaf, Bu. Bukannya saya menolak kebaikan Ibu. Tapi, saya mau berusaha sendiri untuk melanjutkan sekolah saya. Mohon maaf sekali, saya tak bisa menerima kebaikan hati Bu Arini." Nisha menolak dengan halus.


Dan, .....


"Iya Mom. Biarkan dia kuliah di universitas yang sama denganku. Aku ingin dia kuliah bersamaku!" tegas Calandra yang mengagetkan Arini dan Nisha.


Tiba-tiba, Andra datang dan masuk kedalam ruang keluarga. Andra mendengar perbincangan antara Arini dan Nisha ketika ia masuk pelan-pelan kedalam rumah.


"Calandra ..." Arini kaget, karena Andra tiba-tiba datang.


Mata Nisha memerah. Ia kaget, mahluk penghancur hidupnya datang lagi. Ini sangat membuat Nisha tak tahan berada di rumah ini. Semuanya karena ulah Andra. Nisha sangat terpaksa berada disini. Jika bukan demi kelangsungan hidupnya, dan kebaikan Arini padanya, ia pasti sudah meninggalkan rumah ini.


"Iya, Mom. Biarkan dia kuliah bersamaku!" tegas Calandra lagi, yang baru saja tiba.


"Maaf, Bu Arini. Jangan dengarkan, saya tetap tidak bisa menerima kebaikan Ibu. Maafkan saya." Nisha meyakinkan Arini.


Arini bingung dengan Calandra dan Nisha yang sama-sama mempertahankan ucapannya. Ada apa dengan mereka?


*Bersambung*

__ADS_1


Masih ada lanjutannya ya....


Beri vote hadiah juga ya buat cerita ini. makasih..


__ADS_2