Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Calandra series 23


__ADS_3

Selamat membaca.. Sebelum membaca, aku minta kesediaan kalian untuk tekan jempolnya ya, like dulu hehe. Maacih semuanya❤😘


SATU JAM SEBELUM DAVIAN PULANG KE RUMAHNYA DAN SEBELUM IA BERTEMU NISHA ...


Sekretaris Dika segera memasuki ruang kerja Davian setelah ia mendapatkan informasi penting. Ia telah bertemu dengan seseorang guna menguatkan dugaan mereka selama ini. Davian telah menyuruh sekretaris Dika menyelidiki semuanya. Tak butuh waktu lama bagi sekretaris Dika untuk mengungkap semuanya.


"Bos ..." Sekretaris Dika masuk kedalam lalu duduk di sofa.


Davian menyambut kedatangan Dika dan ia pun berjalan menuju sofanya. Davian siap mendengarkan penjelasan sekretaris Dika mengenai informasi apa yang ia telah dapatkan.


"Memang itu disengaja, Bos. Dia ingin menjebak anakku. Kurasa, awalnya Rena itu memang ingin meminta pertanggung jawabannya, tapi si Adi ini menolak, dan meminta Rena untuk menikah dengan pria lain, yang ternyata anakku lah korbannya. Kurasa, dia memang liar. Dia pedofil ganas, dan anak angkatnya sendiri pun pernah akan menjadi korban. Aku sudah membuktikannya." jelas sekretaris Dika.


"Jadi, hal itu benar adanya? Itu bukan isu saja?" tanya Davian.


"Ya, dia memang sengaja mengadopsi Nisha, karena ia tertarik pada gadis itu. Namun, karena Nisha adalah gadis yang baik dan penurut, dia jadi tak tega melakukan aksinya pada Nisha dan akhirnya dia mengincar gadis lain. Kurasa, dia frustasi karena istrinya tak jua mendapatkan anak." ucap Davian.


"Memang dasar lelaki baj1ngan. Kurang ajar sekali dia." Davian kesal.


"Bos, ada untungnya anakmu mencium Nisha saat itu!" ucap sekretaris Dika.


"Untungnya? Untung apa maksudmu? Mana ada untungnya, Dik!" Bantah Davian.


"Bos, menurut informasi yang aku dapat dari orang yang bisa aku percaya, dia memang pernah kepergok memeluk Nisha saat Nisha tidur. Tapi, hal itu langsung ketahuan oleh istrinya. Hingga Si Adi ini jadi takut untuk mendekati Nisha lagi, karena mereka serumah." ucap Davian.


"Sudah kuduga hal itu dari kemarin. Saat kamu bilang, emang dia laki-laki yang patut dicurigai." tambah Davian.


"Satu hal lagi, Bos. Saat Nisha ketahuan ciuman sama Calandra, orang tua nya marah besar kan, sampai-sampai Nisha diusir. Padahal, istrinya itu gak rela kalau Nisha pergi, tapi karena ancaman dari si Adi ini, membuat Nisha tak tahan dan memutuskan untuk pergi." tegas sekretaris Dika.


"Ini aku belum tahu. Ancaman apa, Dik?" tanya Davian.


"Dia ini memarahi dan memaki Nisha. Dia meminta Nisha untuk pergi. Padahal, dibelakang istrinya dia mengancam Nisha. Nisha boleh tetap tinggal di rumah itu, tapi Nisha harus mau melayaninya saat istrinya sedang di restoran, karena mereka mengelola restoran juga. Nah, Nisha menolak dengan tegas, dia tak mau melakukan hal itu, dan Nisha memutuskan untuk pergi saja. Nisha sepertinya tak menyangka kalau Ayah angkatnya bejat seperti itu. Tapi, beruntungnya Nisha belum pernah di apa-apakan olehnya, hanya pernah dipeluk saja, dan itu pun ketahuan oleh sang istri." sekretaris Dika menjelaskan.


"Gila, emang tuh tua bangka. Kamu tahu darimana informasi sedetail ini? Gak mungkin kan kamu nyogok pembantunya atau pekerja di rumahnya?" tanya Davian.


"Supir pribadi istrinya itu kebetulan temen kuliahku dulu. Tak sulit untukku menggali informasi mengenai kehidupan mereka. Kali ini, aku tak akan membiarkan Rena menjebak anakku. Aku akan menikahkan si Elang secepatnya. Aku akan menjodohkan dia, Bos." ucap Sekretaris Dika.


"Informasi ini bisa aku terima. Aku tanya sekarang padamu, Kamu akan menikahkan Elang dengan siapa? Jangan bilang, kamu akan menikahkan Elang dengan Nisha. Jika itu benar terjadi, akulah orang pertama yang akan menentangnya!" tegas Davian.


"Santai aja lagi, Bos. Aku pun tahu, tak mungkin Nisha mau dekat dengan Elang lagi, setelah kelakuan bejadnya kemarin. Aku akan menjodohkan Elang dengan anak temanku, yang jadi supir istrinya si Adi." ucap sekretaris Dika.


"Oh, syukurlah. Aku tenang kalau kamu tak berniat menjodohkan anakmu dengan Nisha. Tapi, apa si Elang bakalan nerima?" tanya Davian.

__ADS_1


"Itu konsekuensi atas semua perlakuannya. Mau tidak mau, dia harus mau aku jodohkan." tegas sekretaris Dika.


"Jadi, sekarang rencana kita gimana?" tanya Davian.


"Bos, kita sesuai rencana saja. Kau pergi meminta maaf ke rumah mereka, pastinya bawa anakmu dan Nisha juga, aku malam ini akan bertemu dengan si Rena, aku pastikan dia akan mengaku dan memohon-mohon di kakiku. Kalau dia sudah jujur, aku pasti membantu si Rena biar si pedofil itu mengakui perbuatannya. Mungkin, ini akan menghancurkan rumah tangga mereka, tapi apa boleh buat, itu semua perbuatannya. Aku hanya memastikan mereka akan kembali pada tempatnya masing-masing. Seperti si Rena, yang harus berada pada lelaki yang telah menghamilinya, bukan malah melempar batu sembunyi tangan pada Elang. Sungguh penghinaan bagi diriku, Bos! Aku tak mau, anakku mendapatkan jal4ng seperti itu, sekalipun anakku memang salah." sekretaris Dika emosi.


"Oke, mungkin aku akan mendekatkan Nisha dengan Ibu angkatnya, karena jika Ibu angkat Nisha tahu semua kebenarannya, mungkinkah dia masihmau menerima si baj1ngan Adi itu? Oleh karena itu, akan kubiarkan Nisha di samping Ibu angkatnya. Kini aku sadar, Calandra tidak sepenuhnya salah. Ternyata, anak itu membawa wanitanya dengan cara seperti ini. Secara tidak langsung, Andra telah menyelamatkan Nisha dari Ayah angkatnya yang biadab. Semoga, Andra bisa bersama Nisha. Karena kurasa, anakku sudah mulai tertarik pada gadis malang itu ..." ucap Davian.


"Iya, Bos. Nisha memang pantas untuk anakmu. Aku sadar, karena dia betul-betul melindungi dan menjaga Nisha. Maafkan kesalahan Elang ya, Aku sebagai orang tuanya benar-benar malu sama kalian sekeluarga. Tapi, semua sudah terjadi, menyesal pun hanya tinggal kata." ucap sekretaris Dika.


"Ya, kamu tak salah. Anakmu yang salah. Biarkan dia mendapat pelajaran atas kisah ini. Satu yang aku banggakan dari Calandra, dia mencintai wanita bukan dengan nafsunya, tapi dia mencintai Nisha dengan hatinya. Sebagaimana wanita yang perlu diperlakukan dengan istimewa, dan tidak disakiti. Anakku memang hebat, dia tak berani menyentuh Nisha sedikitpun. Aku sangat bangga padanya, Dik." jelas Davian.


"Tentu saja, Bos. Aku pun bangga pada Calandra. Aku juga berterima kasih padanya. Karena dia yang telah membuat Elang sadar dan tak jadi melakukan aksi gilanya pada Nisha. Andra memang seperti dirimu, bisa menjaga wanita dengan baik." sekretaris Dika tersenyum.


"Dika, kamu pun lelaki hebat. Kamu Ayah yang baik untuk anak Elang. Hanya, Elang salah mengartikan kasih sayang dan kebaikan kamu sama Nadia selama ini. Pada dasarnya, Elang anak yang baik. Mungkin saja pergaulan yang merubahnya." jelas Davian.


"Makasih, Bos. Bos telah mengerti kan anakku. Aku sungguh malu padamu." ucap sekretaris Dika.


Davian menepuk pundak Dika, "Ayahnya saja hebat seperti ini. Aku yakin, anakmu kelak akan hebat sepertimu, asalkan ada wanita yang setia mendampinginya dan menyayanginya. Seperti Nadia yang selalu ada untukmu."


"Ah, Bos. Kamu membuat aku merona." sekretaris Dika tersenyum geli.


"Gila kamu, Dik. Bahas-bahas merona. Geli rasanya!" balas Davian.


"Gue tegang kalau ada Arini di samping gue!" timpal Davian.


"Mulai deh lu! Somplaknya keluar." Sekretaris Dika geleng-geleng kepala.


...🌸🌸🌸...


Calandra baru saja pulang dari kampusnya, dan ia segera menghampiri Nisha di taman belakang rumahnya. Andra melihat Nisha sedang memotret bunga-bunga di sekitaran rumahnya. Andra pun mendekati Nisha sambil membawakan bubble drink yang Andra beli saat ia dalam perjalanan pulang.


"Siang, Nish ..." sapa Andra.


"Eh, Andra," Nisha sedikit kaget.


"Kamu sudah tahu kan, kalau nanti sore kita akan pergi ke rumah orang tua angkat mu, aku akan meminta maaf secara tulus pada mereka." ucap Calandra.


Nisha menghela nafas, sebenarnya ia keberatan, "Ah, iya. Aku sudah tahu dari Daddy-mu, Andra."


"Oh iya, sampai lupa. Nih, buat kamu." Andra memberikan minuman yang ia beli. Satu untuk Nisha, dan satu untuknya.

__ADS_1


"Ah, i-iya, makasih, Ndra." Nisha sedikit trauma melihat minuman yang diberikan padanya.


Andra menatap Nisha, "Kenapa? Kamu takut ya?"


"Eh, enggak, kok. Enggak. Aku cuma teringat hal itu aja." ucap Nisha.


"Sini, aku buktikan dulu. Dijamin, ini gak ada apa-apa." Andra tanpa basa-basi menyeruput minuman bubble yang dipegang Nisha.


DEG. Nisha kaget, Andra meminum bubble miliknya. Itu berarti, bibirnya menempel di minuman yang sedang dipegang Nisha.


"Eh, Andra ..." Nisha tak menyangka Andra akan menyeruput minuman miliknya.


"Ah, iya maaf. Aku jamin, itu tak ada apa-apanya Kamu jangan berpikiran negatif, aku sudah berani meminumnya, itu berarti, minuman itu aman, bukan begitu?" Andra tersenyum manis pada Nisha.


"Eh, bu-bukan begitu maksudku, tapi itu ... ah, sudahlah. Lupakan saja." Ada perasaan geli, saat Nisha akan meminum bubble drink-nya.


Andra mengerti maksud Nisha, "Kenapa? Gara-gara sedotannya sudah terkontaminasi oleh bibirku, ya?" Andra tersenyum geli.


"Eh, enggak kok!" Nisha mengelak.


"Gak apa-apa kali Nish, kayak yang baru pertama kali aja!" Andra cekikikan.


"Eh, maksud kamu apa?" tanya Nisha.


"Iya, kita kan udah dua kali ciuman! Masa minuman satu sedotan sama aku aja geli." Andra menggoda Nisha.


"ANDRA! Berisik! Kenapa sih harus keras-keras ngomongnya!" wajah Nisha memerah.


Andra terkekeh, "Abisnya, kamu kayak yang aneh gitu. Padahal, kemarin kamu yang agresif!" Andra terus menggoda Nisha.


"ANDRA! IH KAMU!" Nisha kesal.


"Maaf, Nish aku becanda aja, kok. Udah, minum dong. Aku sengaja beliin buat kamu!" Andra tersenyum.


"Ah, iya. Makasih banyak ya ..." Nisha pun menyeruput bubble drink-nya dengan gugup.


"Kamu cantik, Kanisha." Andra tak henti-hentinya menatap Nisha.


Wajah Nisha seketika memerah lagi, ketika Andra memuji dirinya. Tak dapat dipungkiri, Nisha memang bahagia Calandra menyanjungnya seperti itu. Tapi, masih ada perasaan yang mengganjal di hati Nisha. Entah perasaan macam apa itu, yang jelas Nisha takut kalau terlalu dekat dengan Andra. Nisha harus tetap sadar diri, dia dan Andra berbeda kasta. Nisha juga tak mau hubungan Andra dan keluarga Elang memburuk karenanya.


Calandra ... Kamu lelaki yang hebat. Kamu lelaki yang bisa menahan hasrat mu. Kamu begitu melindungi aku, kamu juga begitu menjagaku. Aku bahagia, bisa mengenal lelaki sepertimu. Lelaki yang membuat aku ingin selalu memuji kamu, karena ketulusan hatimu menolongku. Aku terharu, karena kamu tak nekad melakukan itu padaku, meski aku memaksa. Terima kasih, karena telah menjaga kesucian ku ... Batin Nisha.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2