
POV Tasya & Davian
"Ruko indah blok 6a, Dav. Kumohon, datanglah kemari."
Itulah pesan yang dikirimkan Tasya pada Davian. Dalam hati, Davian tak ingin menemui Tasya, Davian takut kalau Tasya hanya membohonginya, namun, kalau Tasya benar-benar disekap. Bagaimana?
Preman itu mengetahui Tasya sedang menelepon seseorang, dengan sigap mereka segera mengambil tali dan kain untuk membekap serta mengikat Tasya agar ia tak berbuat lebih jauh lagi. Mereka takut, kalau Tasya akan lapor polisi.
"Bro, ikat saja wanita itu. Bahaya kalau dia tidak disekap saat ini juga!" perintah salah seorang preman.
"Siap!"
***
Berbohong atau tidak, itu urusan belakangan. Tugasku hanya menolong orang yang sedang kesulitan. Aku harus bisa menyelamatkan orang lain, apalabila mereka meminta pertolonganku. Apalagi, dia adalah Tasya. Orang yang pernah ads di hatiku. Gumam Davian.
Jaraknya cukup jauh, butuh waktu setengah jam untuk sampai di ruko tersebut. Davian melajukan mobilnya dengan cepat. Ia memang takut, terjadi sesuatu pada Tasya.
Sempat berpikir bahwa Tasya akan menjebaknya, namun Davian mengesampingkan hal itu. Ia harus benar-benar memastikan apa yang terjadi. Lagipula, ia tak ada aktifitas hari ini. Kantornya libur, istrinya juga tak ada di rumah, tak ada aktifitas yang Davian lakukan. Karena itulah ia mau membantu Tasya.
Sesampainya di ruko kosong tersebut, Davian mencari-cari keberadaan Tasya, namun sulit ditemukan. Davian memanggil-manggil nama Tasya, tetap saja tak ada suara yang menjawab. Davian mulai curiga, mungkinkah dirinya dibohongi oleh Tasya.
Davian terus mencari-cari, tapi tak ada tanda-tanda keberadaan Tasya. Davian merasa dibohongi, ia kesal mengapa harus percaya pada Tasya. Akhirnya, Davian memutuskan untuk pulang.
"Mmhhhhh..Mmhhhhhh.."
Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sedang dibekap. Davian kaget, mungkinkah itu Tasya? Davian segera berlari, menuju sumber suara, berada diujung ruko, seperti gudang yang tak terpakai.
"TASYA!!!" Davian segera berlari menuju Tasya yang sedang dibekap dan diikat dengan tali. Tasya menangis meraung-raung
Davian segera membuka bekapan Tasya dan tambang yang mengikat dirinya. Perlahan Tasya mulai bernafas dengan lega, namun ia tetap masih menangis. Tasya sangat takut dan ia benar-benar tak bisa mengendalikan dirinya.
Setelah tali dan bekapannya dibuka, refleks tanpa sadar, Tasya memeluk Davian. Tasya menangis sambil memeluk Davian. Davian benar-benar kaget. Davian tak menyangka, semudah itu Tasya memeluknya. Tangan Davian ingin membalas pelukannya, ia merentangkan tangannya, namun Davian ragu, Davian tak ingin Tasya menganggap aneh-aneh.
"Kenapa kamu bisa ada disini? Siapa yang membekapmu seperti ini Sya?" tanya Davian
Tasya tak menjawab, ia tetap menangis. Tasya sedih, dirinya menjadi seperti ini karena hutang kedua orang tuanya. Tak lama, datanglah tiga irang berbadan besar dan menyeramkan. Sepertinya dia adalah algojo yang diperintahkan oleh seseorang untuk menculik Tasya.
"Hahahaha! Ternyata ada pahlawan kesiangan. Siapa lo? Lo mau mati? HAH?" ucap seseorang yang bertubuh kekar dan rambut gundul
Davian berdiri, ia juga membangunkan Tasya, agar ikut berdiri. Davian refleks memegang pundak Tasya, karena Davian ingin melindungi Tasya.
"Kalian ngapain culik Tasya? Apa yang kalian inginkan? Aku tak akan tinggal diam kalau kalian menyakitinya!"
__ADS_1
Salah seorang dari mereka diam-diam merekam Davian yang sedang memegang tangan Tasya. Orang itu sengaja merekam mereka, agar mudah melaporkan pada atasannya.
"Berani juga lu ya! Lu gak usah ikut campur kalo lu masih sayang sama nyawa lu!!!" bentak salah seorang dari mereka
"Jelaskan padaku, kenapa kalian menculik Tasya? Kalian takut? HAH? Iya? Kalian takut sama gue? Gue minta jelasin aja apa yang terjadi, lu bertiga malah pada ngancam-ngancam aja kan!!!" balas Davian geram
"Lu siapa?" tanya mereka
"Gue akan jawab pertanyaan kalian kalau kalian jelaskan apa penyebab kalian menculik Tasya!!!"
Mereka bertiga berkumpul. Mereka saling berbisik, entah apa yang mereka bicarakan, namun mereka tetap terlihat membahas sesuatu.
"Lu mau tau penyebab kita menculik wanita ini?"
"Tentu saja! Apa kesalahannya, hingga kalian menculiknya?" tanya Davian tanpa takut
"Asal lu tahu, cewek ini sudah kabur dari rumah Tuan muda kita! Dia melarikan diri, dan tak ingin melakukan perjodohan yang dilakukan oleh keluarga besar Tuan. Dia lari dan tak mau membayar hutang-hutangnya. Semua ini karena hutang keluarganya dia yang tak kunjung dia bayar!!!"
"Berapa utangnya?" tanya Davian enjoy
"Lu gak akan bisa bayar!!! Hahahhahaha" teriak mereka semua
"Katakan saja, jangan banyak bicara." Davian malas berdebat
Hahahaahha
Mereka semua terus menertawakan Davian. Davian geram dengan tingkah ketiga preman tersebut.
"Lu semua mau cash apa gue beri CEK?" tanya Davian
"Maksud lu?" mereka tak mengerti
"Semuanya 350 juta kan? Akan gue bayar sekarang! Lu semua mau cash apa gue beri cek?"
"CASH!!! Tentunya lo gak akan punya kan!!!" ucap preman tersebut.
Davian mengeluarkan handphone dari sakunya. Ia mencari-cari kontak pegawai tetap nya yang akan membawakan uang padanya.
"Bawakan gue uang cash sebanyak 350 juta. Bawa ke ruko indah, jangan sampai terlambat!!!" ucap Davian lewat gawainya.
"Baik, Bos!"
Davian masih menatap semua preman itu dengan tatapan yang sangat benci.
__ADS_1
"Karena aku akan menolong wanita ini, aku harap kalian tak akan berbuat seperti ini lagi. Katakan pada Tuan kalian, bahwa Tasya tak boleh di kekang lagi, Tasya harus hidup bebas se-bahagia mungkin tanpa gangguan kalian.
Tak lama, selang sepuluh menit menunggu, asisten yang diperintahkan Davian pun tiba. Mereka segera menunduk pada Davian. Salah seorang asisten menyerahkan koper tebal yang berisi uang pada Davian.
Davian melemparkan tas yang berisi uang itu dengan kasar. Ia benar-benar muak dengan perilaku cemen atasan yang menyuruh mereka bertiga menculik Tasya.
" Lu semua mau hitung disini? Hitung aja!!!" tantang Davian
Preman tersebut membuka koper yang berisi uang, mereka terkaget-kaget melihat yang yang sangat banyak.
"Apa ini tak kurang?“ tanya preman itu
"Tentu saja, uang itu pas. Mau ambil apa enggak???" tantang Davian lagi
"Kita ambil, tapi kalau ada kekurangan sedikitpun, kami akan menghajar mu!!!" ancam mereka
"Bagaimana kalau ucapan ku benar? Dan uang ini sebagai jaminan. Aku tak ingin kalian mengganggu Tasya lagi. Biarkan Tasya hidup bebas. Toh, hutangnya sudah aku bayar kan? Apalagi lagi yang kalian inginkan!!!" bentak Davin
"Baik, kita akan pergi sekarang."
Mereka bertiga meninggalkan Davian dan Tasya di ruko kosong tersebut. Asisten Davian bersiap, namun ternyata tak ada ancaman yang serius pada Davian, mereka membiarkan tiga preman itu pergi.
Tasya sangat kaget sekaligus shock, kejadian ini sudah beberapa kali menimpanya. Kali ini yang paling parah, dan Tasya mencoba melarikan diri agar bisa terlepas dari jeratan Kaisar, sang calon suami.
"Kamu gak apa-apa? Ayo, kita pulang." ajak Davian
"Mmh, aku tidak apa-apa. Terima kasih, Dav. Kamu telah menolongku. Aku berhutang budi padamu." jawab Tasya
"Kamu wanita, dan kalau kamu sedang dalam bahaya, aku tak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku pasti menolong mu."
Tasya tak menjawab perkataan Davian. Tasya malah memeluk Davian lagi. Davian benar-benar kaget, Tasya menjadi agresif seperti ini, tak seperti biasanya.
"Terima kasih, kamu telah datang membantuku. Aku tak tahu, nasibku akan seperti apa, jika kamu tak datang menolongku. Terima kasih, Dav. Kamu telah menyelamatkan hidupku." Tasya masih memeluk Davian
"Tasya, kumohon lepaskan. Jangan memelukku seperti ini. Aku sungguh tak nyaman! Ada hati yang harus aku jaga!" ucap Davian
*Bersambung*
Malam semua..
jangan lupa like vote dan komen ya..
demi kalian, aku nulis sambil merem melek, ngantuk banget nih wkwk maaf kalau banyak typo, nulis udah gak konek 🤣
__ADS_1
Selamat membaca 😍