Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Akhirnya...


__ADS_3

Gelap telah menguasai bumi. Hari semakin larut, dan Arini hanya bisa menangis. Ia tak kuasa menahan tangisnya. Ia tak diperbolehkan menunggu Davian malam ini, karena ia harus fokus untuk acara besok. Benar-benar menyedihkan, yang harusnya Davian dan dirinya berbahagia menanti hari esok, kini keduanya harus sama-sama terpisah dan terluka.


Arini tak ingin ditemani siapapun. Ia tetap mengurung diri, ia tetap menanti kesembuhan Davian dan tetap berharap menunggu datangnya keajaiban untuk Davian yang sedang terkapar lemah di Rumah sakit.


Beberapa kali, ada yang mengetuk pintu dari luar, namun Arini tak menghiraukannya. Arini ingin sendiri. Entah berapa kali, Rangga mengetuk pintu kamarnya, namun Arini tetap tak mau membukanya.


Mas, apa Mas akan sembuh? Apa Mas akan kembali sehat seperti sedia kala? Mas, bangunlah dan datanglah padaku, aku sungguh merindukanmu. Malam ini, maafkan aku yang tak berdaya dan tak bisa membantah keinginan keluargamu. Aku tak bisa menemanimu malam ini, aku tak diperbolehkan keluar dari rumah. Sekalian saja aku kunci kamarnya, kalau aku tak boleh keluar rumah, biar mereka puas. Mas, kalau kamu tak bangun, berarti kamu mengizinkan aku mendampingi Tuan Rangga, begitu? Mas, aku sedih.


Dahulu, ketika aku menikah denganmu, rasanya ingin segera cepat-cepat menuju pertemuan bersama investor, agar aku bisa cepat-cepat terlepas darimu, Mas. Tapi, sekarang aku benar-benar sedih, aku benar-benar tak ingin pergi darimu, Mas. Aku sangat-sangat mencintaimu, rasanya hatiku hancur melihatmu diam tak berdaya.


Tak terasa, setelah menangisi Davian seorang diri, Arini terlelap dengan air mata yang membasahi pipinya. Ia tak bisa membayangkan akan hari esok yang terjadi. Arini benar-benar lelah, ia lelah menangis dan memikirkan kondisi Davian.


Arini masih keras kepala, karena ia tetap percaya bahwa Davian akan sembuh dan bisa menghadiri acara esok hari. Namun, dugaannya salah, sekretaris Dika tak memberinya kabar apapun, itu tandanya tak ada keajaiban pada diri Davian.


Arini pasrah, semoga esok hari ia bisa melewati acara pertemuan itu dengan benar dan sempurna.


Semoga Rangga bisa diajak kerja sama dan tak mencari-cari kesempatan pada Arini.


...***...


Keesokan harinya.


Acara pertemuan besar-besaran seluruh investor asing yang bekerja sama dengan Raharsya group akan dimulai hari ini. Arini, dengan matanya yang sembab mencoba menguatkan dirinya untuk terlihat tetap ceria dan tegar.


"Kamu, sudah siap, Arini?" tanya Mama Davian yang sedang melihat Arini didandani oleh MUA keluarganya.


"Sudah, Ma." jawab Arini.


"Setelah selesai acara nanti, mungkin sore atau malam, kita menjenguk Davian di Rumah sakit. Ya sayang," Mama Davian merasa bersalah.


"Ya, Ma." Arini sudah pasrah.


"Kamu kenapa?" tanya Mama Davian.


"Nggak apa-apa kok, Ma. Arini baik-baik aja." jawab Arini.


Mama Davian memegang pundak Arini dengan lembut, "Arin, maafkan Mama. Katakanlah, apa yang membuatmu sedih, mari kita bicarakan dengan Papamu." ucap Mama Davian.


"Nggak kok, Ma. Sudah, tak perlu di pikirkan. Arin gak apa-apa."


Mama Davian tahu, bahwa Arini sedih. Arini tak mau berpura-pura menjadi istri Rangga, namun mereka juga tak bisa berbuat apa-apa lagi, karena Davian sampai saat ini tak ada kabarnya.


Arini terpaksa harus satu mobil dengan Rangga. Agar terlihat meyakinkan dan membuat para tamu undangan percaya. Didalam mobil, Rangga terlihat menatap Arini.


"Arini?" tanya Rangga.


"Ya?"


"Kamu harus menggandeng tanganku ketika nanti turun dari mobil." pinta Rangga.


"Aku tahu," jawab Arini malas.

__ADS_1


"Kamu juga harus tersenyum dan ramah padaku, jangan seperti ini." keluh Rangga.


"Aku tahu, tak perlu mengajariku, aku juga bisa bersikap." tegas Arini.


"Arini, kamu tak perlu cuek dan marah-marah begini padaku, aku benar-benar tak mengerti. Padahal, kamu harusnya berterima kasih padaku, berkat aku, perusahaan kalian terselamatkan." imbuh Rangga.


"Iya, aku ucapkan terima kasih, kamu berkenan menggantikan Mas Davian hari ini." jawab Arini seadanya.


"Arini, apa kamu tak berpikir, keadaan Davian makin hari makin memburuk saja bukan? Apa kamu tak takut, akan kehilangan dia?" tanya Rangga.


"TUAN RANGGA! Apa maksud Tuan berkata begitu? Tuan mendoakan Mas Davian meninggal, begitu?" Arini marah.


"Aku bukan mendoakan dia meninggal. Aku hanya mencoba realistis, kalau Davian benar-benar meninggalkanmu, siapa yang akan menjagamu, Arini? Maka, lihatlah aku! Aku yang akan menggantikan posisi Davian di hatimu. Aku yang akan menggantikan Davian untuk membuatmu bahagia. Maka, kamu jangan terus menerus membuatku kesal. Aku yang akan menjadi penolong mu kelak." jelas Rangga.


"Anda benar-benar mendoakan Mas Davian meninggal ya? Mohon maaf, Tuan. Hingga saat ini, belum terbukti kalau Mas Davian akan meninggalkan saya, dan saya akan tetap yakin, bahwa Mas Davian tak akan meninggalkan saya. Dia akan sadar dan sembuh seperti sedia kala. Dan lagi, mohon maaf sekali, jika memang umur Mas Davian harus ditakdirkan sampai disini, maka saya akan kembali pada kehidupan saya dahulu. Saya tak butuh kekayaan kalian lagi. Silahkan ambil semua milik saya yang telah Mas Davian berikan. Saya tak akan pernah mau menjalani kehidupan bersama Tuan Rangga. Mohon maaf sekali, ucapan anda terlalu tinggi, saya tak sedikitpun berminat dengan ucapan itu!" Arini memberanikan diri.


"ARINI! Kenapa kamu selalu saja membuatku emosi? Kenapa kamu selalu saja membuat aku marah hingga aku ingin sekali berbuat jahat padamu, HAH?" Rangga emosi.


"Silahkan, siksa saya dan perlakukan saya seperti dulu lagi. Biarkan saya mati, jika itu keinginan anda, dan mungkin saja, saya bersama Mas Davian akan sama-sama pergi bersama, dan kita akan tetap bahagia, walau tak bahagia di dunia, tapi kita bahagia di akhirat. Silahkan saja, Tuan Rangga." Arini melawan.


"Sialan! Kamu benar-benar wanita yang sulit ditaklukan. Terserah lah apa katamu, aku benar-benar tak bisa dengan mudah menaklukan wanita sepertimu. Kamu bukan tandingan ku. Sangat sulit bagiku untuk membuat kamu melihatku." Rangga melemah.


"Tuan tahu itu, kan? Maka dari itu, lakukanlah secara profesional, jangan mencampuri urusan perusahaan dengan urusan hati. Itu sangat membuat aku jijik, bahkan aku tak ingin mendengarnya sama sekali." Arini tersenyum sinis.


"Sudahlah, aku tak ingin bicara denganmu. Aku tahu, kamu memang keras kepala dan pembangkang. Percuma aku menakuti dan mengancam mu, kamu tak akan takut sama sekali." Rangga terdiam.


"Baguslah kalau Tuan sadar."


Satu jam kemudian. Rangga dan Arini telah sampai di sebuah hotel bintang lima. Karena acara tersebut diadakan didalam hotel dan para investor menginap didalam hotel tersebut. Agar memudahkan, maka keluarga Davian menyetujui untuk diadakannya di hotel saja. Namun, bukan sembarang hotel, ini adalah hotel besar nan mewah, yang didalamnya terdapat gedung mewah dan sangat luas.


"Pegang tanganku, sayang." Rangga memulai aktingnya.


"Baik." Arini memaksakan senyumnya.


Arini dan Rangga masuk kedalam gedung mewah hotel ini. Acara masih dimulai dalam waktu setengah jam lagi. Para tamu belum berdatangan, hanya ada beberapa yang sudah standby ditempat.


Mereka belum mengetahui bahwa Arini dan Rangga adalah CEO dan pasangan. Karena, mereka juga anak-anak dari generasi penerus di perusahaan mereka masing-masing.


Tak lama, semua tamu telah berkumpul di ruangan besar itu. MC yang dipilih keluarga Davian adalah MC yang terkenal. Sang MC memulai pembukaannya dengan beberapa kata sambutan hangat untuk semua para tamu undangan yang hadir.


Keluarga Davian sudah duduk rapi dan tenang di mejanya masing-masing. Tante Meisya dan Meliza tak terlihat sedikitpun batang hidungnya. Pada acara kali ini, Rangga akan tetap dijadikan Davian. Nama Davian akan tetap tertulis di manapun, karena semua investor rata-rata sudah mengenal nama Davian, karena sering terlihat di beberapa tanda tangan perjanjian bersama antar perusahaan, namun mereka hanya tak mengetahui wajah saja.


"Oke, thanks for your attention. So, now let's welcome the new CEO of Raharsya Group, the name is Mr. Davian Raharsya. Please give the applause for Mr. Davian Raharsya. Time and place, we invite Mr. Davian to come up on this luxurious stage." ucap sang MC.


(Oke, terima kasih atas perhatian kalian semua. Jadi, sekarang mari kita sambut CEO baru dari Raharsya Group, ia adalah Tuan Davian Raharsya. Tolong beri tepuk tangan yang meriah untuk Tuan Davian Raharsya. Waktu dan tempat, kita undang Tuan Davian untuk naik keatas stage mewah ini.)


BRAKKKKK,


Tiba-tiba, pintu gedung hotel tempat acara berlangsung terbuka dengan luas. Semua mata jadi tertuju pada pintu gedung. Terdengar suara suara sepatu yang sedang dijalankan oleh penggunanya.


"DAVIAN?"

__ADS_1


"DAVIAN?"


"Apa? DAVIAN?"


Beberapa dewan direksi dan atasan-atasan sangat shock melihat kejadian ini. Mereka semua kaget dan terbelalak, melihat Davian berada didepan pintu dan berjalan menuju panggung didepan.


Davian diiringi oleh sekretaris Dika dan asisten Tira, dengan beberapa pengawal yang ada di paling belakang.


Rangga sangat kaget, dan tak percaya melihat ini semua. Rasanya seperti mimpo di siang bolong. Davian datang dengan tampan dan sangat gagah. Rangga tak bisa mengedipkan matanya. Ia benar-benar terfokus pada Davian.


Begitupun dengan keluarga Davian, mereka semua dilanda rasa kaget dan tak percaya. Sungguh-sungguh keajaiban yang tak bisa ditelaah dengan logika.


Arini yang tak mempedulikan jalannya acara, terlihat menatap wallpaper dilayar handphonenya, ia tak menyadari sama sekali kehadiran Davian. Ia tak memperhatikan dan tak mendengarkan pintu gedung terbuka, Ia hanya fokus melihat wallpaper di layar handphonenya. Ia hanya menatap Davian, sang suami yang menurut Arini masih terbaring lemah di Rumah sakit.


Tiba-tiba..


Tak.. tak.. tak.., Terdengar suara sepatu pantofel yang mendekati Arini,


"Arini, istriku. Maafkan aku, yang sangat terlambat ini. Lihatlah aku! Kini, aku hadir disini, ada ditempat ini, hanya untuk kamu, hanya untuk membuktikan bahwa aku benar-benar mencintaimu, dan aku akan mengenalkan mu pada dunia ini. Arini, naiklah keatas panggung bersamaku." Davian memberikan tangannya pada Arini, agar Arini bersedia ikut bersamanya naik keatas panggung.


"MAS? MAS DAVIAN?"


Air mata Arini tak terbendung lagi, ia benar-benar sedih sekaligus bahagia, melihat sang suami yang terbaring lemah, kini bisa ada dihadapannya dengan tubuh tegak dan tampan. Sungguh tak bisa dipercaya.


Arini langsung menghamburkan pelukannya pada Davian. Dengan penuh cinta, dan penuh rasa kerinduan. Arini memeluk Davian dengan erat, dengan perasaan hangat. Akhirnya, doanya terjawab sudah. Keajaiban memang datang untuknya, dihari yang sangat penting bagi mereka berdua.


Semua orang dan tamu undangan memberikan tepuk tangan yang meriah akan kejadian romantis ini. Meskipun, sebagian besar dari para investor asing tak tahu apa inti permasalahannya, namun ketika mereka melihat Arini dan Davian berpelukan, hingga Arini meneteskan air mata dan menangis, mereka pun ikut bahagia dna terbawa suasana romantis antara Arini dan Davian.


"Aku merindukanmu, Arini." bisik Davian ditelinga Arini.


"Mas, aku tak bisa berkata-kata lagi. Rasanya semua ini seperti mimpi. Aku bisa memelukmu lagi. Terima kasih, kamu telah membuktikan bahwa kamu mencintai aku, Mas." Arini menangis haru.


Pelukan kehangatan itu benar-benar dinikmati Arini dan Davian. Cintanya yang sangat besar pada Arini, menyakinkan Davian, bahwa dirinya bisa sembuh dan bisa hadir tepat waktu, saat dirinya benar-benar dibutuhkan.



Bagi yang bertanya-tanya, kenapa Davian langsung hadir, pasti gak menyimak paragraf terakhir di episode 79.. Paragraf terakhir itu sangat penting ya, jadi jgn sampai dilewatkan. Kalau ada yg nanya, kenapa tiba-tiba jadi ada davian, kan kemarin masih sakit? Nah, aku jelasin ya :


Di episode terakhir, aku tulis, tanpa sadar jari-jemari davian bergerak. So, itu tandanya davian mulai sadar kan. Cuma, untuk episode sekarang aku skip. aku buat Davian surprise untuk Arini, di hari pertemuan dgn investor.. otomatis, di episode selanjutnya, aku akan buat flashback davian ketika sadar. Karena, kalau dijelaskan dari awal secara rinci dari daviannya dulu, menurut aku kurang greget gitu kak. 🙂


semoga dipahami ya...


*Bersambung*


Halo, selamat malam.


Jangan lupa LIKE VOTE DAN KOMENTAR YA.


Jangan pelit-pelit dong jempolnya.. dukung aku, kalau kalian suka ceritanya 🥰


Hai, temen-temen ... Baca novel temenku yuk, bagus ceritanya 🤗😘

__ADS_1



__ADS_2