Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Calandra series 35


__ADS_3

Like dulu ya sebelum membaca..


Makasih ❀


Secangkir teh hangat dan sepotong roti, menemani pagi indah Andra yang nampak berseri-seri. Kicauan burung seakan menemaninya berbicara dalam keheningan. Semilir angin pagi, membuat pepohonan meliuk-liuk. Andra menghirup udara segara di halaman depan rumahnya yang luas.


Indahnya hati, jika telah ada yang mengisinya. Kini, engkau tak kosong lagi, bukan? Aku bahagia, kau telah berlabuh pada tempat yang semestinya. Wanita yang menjadi impianku selama ini, ternyata akan terwujud sebentar lagi. Tinggal meyakinkan kedua orang tuaku, bahwa aku telah bersama Nisha, dan aku akan mempersunting Nisha. Batin Andra.


Rasanya, aku harus segera mengirim pesan pada wanitaku. Dimana dia sekarang? Aku sangat merindukannya.


Andra membuka ponselnya, dan segera mengirim pesan pada Nisha,


πŸ“© Calandra Eizzar


Sayang, masih dimana?


Tak lama, sebuah pesan masuk muncul dilayar ponsel Gara.


πŸ“© Kanisha Indira


Di hatimu, sayang ... sabar saja, tunggu aku! mwaahhh πŸ˜˜πŸ€—


Ssrrrrrhhhh, kekasihku ... kamu membuat jantungku berdetak tidak normal, kamu juga membuat hatiku terbang melayang-layang dengan pesanmu ktu. Sungguh, beginikah rasanya jatuh cinta?


Hari ini, hari libur, Andra bisa bersantai di rumahnya. Ia tak berniat pergi kemana-mana, karena sebentar lagi, ada hal yang sangat ia tunggu. Saat Andra sedang bersantai, kedua orang tuanya menghampirinya, dan turut duduk di kursi sebelah Andra.


"Mom, Dad, ada apa? Mau ikut aku menikmati indahnya pagi ini?" tanya Andra.


"Kamu terlihat bahagia sekali, Nak." ucap Arini.


"Apa yang membuatmu begitu bahagia?" tanya Davian.


Andra tersenyum, "Cuaca hari ini membuat aku bahagia."


"Hanya itukah?" tanya Davian lagi.


"Dad, ada apa denganmu? Kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Andra.


"Usiamu berapa sekarang, Calandra?" tanya Davian.


Andra mengerutkan dahinya karena pertanyaan aneh Davian. Arini hanya tersenyum menanggapinya, dan mengisyaratkan pada Andra, untuk menjawab pertanyaan sang Daddy.

__ADS_1


"28 tahun, Dad. Sebentar lagi menuju 29. Memangnya kenapa? Bukankah Daddy tahu usiaku? Kenapa harus bertanya?" tanya Andra tak mengerti.


"Ya, usia mu hampir kepala tiga. Tak berniat kah kau untuk serius menjalani sebuah hubungan?" tanya Davian.


"Daddy mu benar, sayang. Sudah seharusnya kamu membuka hatimu untuk wanita lain, kamu harus bisa melupakan Nisha. Dia telah memilih jalan hidupnya sendiri. Andra-ku, dekat lah dengan wanita, dan cintailah dia. Mommy gak mau, kamu sendiri terus seperti ini. Mommy ingin, kamu bahagia sayang." ucap Arini.


"Dengarkan Mommy-mu, Andra. Daddy sayang padamu, Daddy tak ingin seperti kebanyakan orang tua di luaran sana yang menjodohkan anaknya. Daddy ingin kamu mencari wanita mu sendiri. Daddy tak ingin merenggut kebahagiaanmu. Karena itulah, cari wanita yang layak untuk mendampingi hidupmu. Seperti Mommy, yang selalu ada untuk Daddy." jelas Davian.


Andra, mommy tahu, kehilangan Nisha membuatmu merasa terluka. Mommy tahu, kamu sedih. Tapi, semoga saja ada wanita yang mampu menggantikan Nisha, jika kamu mencoba membuka hatimu. Ya Tuhan, kemana Nisha? Batin Arini yang masih tak tahu.


Andra ingin sekali tertawa, tapi ia tahan, karena orang tuanya sama sekali belum tahu perihal hubungannya dengan Nisha. Andra sengaja menyembunyikannya, karena Andra ingin memberikan kejutan untuk kedua orang tuanya. Ia sengaja tak memberi tahu, karena Andra akan langsung menikahi Nisha, begitu kedua orang tuanya bertemu dengan Nisha.


"Iya, Mom, Dad. Andra sudah membuka hati untuk wanita. Andra pun sudah menjalin hubungan dengannya. Secepatnya, Andra akan mengenalkannya pada Mommy dan juga Daddy.


"Benarkah, Nak? Bunda senang sekali mendengarnya." Arini terlihat bahagia.


"Siapa wanita beruntung yang mendapatkan hatimu, Nak?" tanya Davian.


Tiba-tiba .... langkah kaki terdengar berjalan mendekati mereka semua, diiringi suara lembut yang syahdu. Suara yang sangat dirindukan oleh Arini, begitu juga Andra.


"Selamat pagi, Bu, Pak ..." suara Nisha terdengar dibelakang mereka.


"NISHA?" Davian dan Arini begitu kaget.


Arini segera berdiri dan menghampiri Nisha,


"Nisha, sayang ... ya ampun, Ibu gak nyangka sama sekali, ini benar kamu, Nak?" Arini memegang tangan lembut Nisha.


Davian pun sama kagetnya dengan Arini. Davian menatap Andra. Ternyata, ini maksud dari ucapannya. Andra telah membuka hati, bukan untuk yang lain, tapi tetap untuk Nisha.


"Ibu, Nisha kangen ..." Nisha dan Arini saling berpelukan.


"Ibu bener-bener gak nyangka, Nisha. Ibu kira, kamu udah lupain kita, Ibu kira, kamu gak akan pernah mau kenal sama Andra lagi." mata Arini berbinar melihat Nisha.


Nisha menggeleng, "Gak mungkin, Bu. Nisha gak mungkin lupain Ibu sama semua yang ada di rumah ini. Kalian berharga untuk Nisha."


Andra melihat keduanya yang sedang bercengkrama, "Mom, pacarku jangan dipeluk terus! Aku cemburu, nih."


Davian menatap Andra, "Kamu ini, ya! Kenapa gak bilang kalau kamu sama Nisha udah pacaran? Kenapa sembunyi-sembunyi? Kapan Nisha kembali? Sejak kapan kamu sama Nisha pacaran? Kenapa gak bawa Nisha dari dulu?" tanya Davian.


"Ya ampun, Dad. Pertanyaannya panjang amat kayak kereta api. Tenang ya, aku pasti jawab semua ucapan Daddy. Sekarang, ajak dulu calon istriku masuk kedalam rumah, kan kasihan dia capek sengaja datang sendiri kesini. Hehehe." Andra terkekeh.

__ADS_1


"Kamu lagi, kenapa Nisha dibiarin datang sendiri? Kamu gak kasihan sama Nisha? Kalau dia kenapa-napa dijalan, gimana?" sambar Arini.


"Dia yang maksa. Dia sengaja mau datang kesini sendiri. Dia bilang, mau buat kejutan untuk Mommy dan Daddy." ujar Andra.


"Ah, dasar kalian. Ayo, kita masuk dulu kedalam. Kamu pasti lelah ya, sayang. Ayo, kita masuk!" Ajak Arini pada Nisha.


...🌸🌸🌸...


Andra mengatakan maksud dan tujuannya membawa Nisha ke rumah ini. Ia tak ingin main-main lagi, Andra mengutarakan keinginannya pada Davian dan Arini untuk segera menikahi Nisha. Sebentar lagi, Andra pun akan segera meminta persetujuan Bu Ani, sebagai Ibu angkat Nisha yamg selama ini mengurus Nisha.


"Kamu ngebet banget mau nikahin Nisha!" sambar Davian.


"Andra takut Nisha pergi lagi, Dad!" jawab Andra simpel.


"Dasar kamu ya," Nisha mencubit paha Andra pelan.


"Awww, Mom, Dad ... sakit! Nisha nyubit aku, nih." Andra mengadu.


"Ih, kamu manja banget deh!" Nisha cemberut.


"Tahu nih, Andra. Ada Nisha kelakuan kamu udah kayak anak TK saja. Selamat ya, untuk kalian, Mommy senang, akhirnya kalian bisa bersatu. Sesegera mungkin, Mommy akan berbicara pada Mama angkat Nisha, tentang pernikahan kalian. Kalau Andra sudah gak sabar, besok pun kita bisa melamar ke rumah Nisha." ucap Arini.


"Apa? Mommy benarkah? Sungguh? Aaaaa, Mommy ku memang yang terbaik sedunia!" Andra memeluk Arini.


"Ndra, Daddy gak dipeluk nih?" Davian ikut-ikutan.


"Ah, Daddy, tentu saja kau yang terbaik dan terhebat. Terima kasih, karena kalian telah mendukungku," Andra tersenyum.


"Aku selalu mendukung yang terbaik untuk anakku. Apalagi, Nisha yang akan mendampingi mu, aku sangat menyetujuinya. Semoga semuanya lancar, dan kalian akan selalu bahagia." Davian tersenyum tulus.


"Alhamdulillah, makasih, Pak." Nisha tersenyum.


"Makasih, Dad. Aku bahagia menjadi anakmu." ujar Andra.


Terima kasih, Tuhan. Ini adalah jawaban atas semua doa-doaku ...


___________


Nanti, ada satu episode terakhir. Pernikahan Nisha dan Andra ya. Mungkin ada bonus chapternya juga..


Untuk kisah anak Tira dan Rangga, aku buat di buku baru.. ❀ Semoga mau baca juga ya kisah anaknya Rangga dan Tira...

__ADS_1


__ADS_2