
Tekan jempol di bawah ya... jangan lupa like nya π₯°β€
"Aku tak ingin kamu jauh dariku, Nisha. Aku tak bisa menjagamu, kalau kamu tak ada dalam pandanganku! Kumohon, lebih baik kita pacaran saja, agar kamu selalu dekat denganku!" Andra ketakutan, ia takut Nisha pergi, makanya kata-kata itu refleks keluar dari mulutnya.
Astaga, kenapa ucapannya membuat jantungku berdegup sangat kencang?
Pesan masuk beberapa waktu lalu, selalu terngiang-ngiang didalam pikiran Nisha. Ia melupakan suatu hal, ketika dekat dengan Calandra lagi. Harusnya, ada satu nama yang tak boleh Nisha lupakan, yaitu Sheila. Wanita yang selalu mengejar-ngejar Calandra dan tak pernah takut untuk mengancamnya.
Nisha merasa, dirinya harus menjaga jarak dengan Calandra, karena Sheila kini tahu kedekatannya dengan Calandra. Awalnya, Nisha tak menyadari bahwa Sheila mengetahuinya, tapi setelah Sheila mengiriminya pesan beberapa waktu lalu, Nisha merasa tahu diri untuk tidak terlalu dekat dengan Calandra.
"Nish, Nisha! Kenapa melamun? Nish? Hei ..." tanya Calandra karena Nisha tak menganggap pembicaraan Andra, ia malah diam melamun.
Nisha tersadar dari lamunannya, "Ah, i-iya. Maaf Andra. Tadi apa katamu?"
"Kamu gak dengerin aku ngomong ya?" Calandra terlihat kecewa.
"Ah, maaf Ndra. Kamu ngomong apa?" tanya Nisha yang gagal fokus.
Andra menghela nafas. Ia memegang bahu Nisha dan menatap Nisha dengan tatapan yang sulit diartikan, "Nish, aku gak mau jauh dari kamu. Please, kamu tetap mengajar Livia di rumah ini."
Nisha merasa tak nyaman karena bahunya dipegang oleh Andra. Namun, tatapan Andra membuat Nisha tak bisa berkutik. Nisha hanya bisa menggigit bibirnya karena gugup dan hal itu tentu saja membuat Andra semakin gemas dibuatnya.
"Maaf, Ndra. Aku gak bisa. Aku harus menjaga dan melindungi Mamaku. Aku ingin waktuku bersamanya untuk saat ini." tolak Nisha secara halus.
"Maka dari itu, jadilah kekasihku, agar kamu tak bisa jauh dariku." tegas Andra lagi.
"Andra, ucapan kamu itu gak tulus tahu gak! Kumohon, lupakan soal cinta. Jangan pernah kamu ungkit lagi. Kita masih bisa berteman. Kali ini, aku belum mau memikirkan lagi masalah percintaan. Aku ingin fokus pada kuliahku dan menjaga Mamaku. Dikecewakan Elang membuatku berpikir dua kali untuk berpacaran lagi." tegas Nisha.
"Aku Calandra, aku bukan Elang, Nisha!" Andra sedikit kesal.
"Andra, kedekatan kita tak lebih dari ketidaksengajaan. Kita cukup saling bertukar nomor handphone dan masih bisa saling menelepon satu sama lain." Nisha terus mengelak.
"Enggak, Nish. Aku ingin kamu jadi milikku, agar aku bisa selalu memperhatikan kamu!" Andra terus memaksa.
"Andra, kumohon hentikan ucapan itu. Cinta itu gak bisa dipaksakan. Kamu gak bisa terus-terusan maksa aku untuk mau sama kamu, Andra!"
"Aku gak maksa kamu! Kamu gak mungkin gak cinta sama aku, Nish! Kamu cinta kan sama aku? Sama seperti aku mencintaimu. Kamu harus jujur, Nisha. Apa penyebab mu berkata bohong seperti itu? Kenapa kamu harus membohongi perasaanmu sendiri?" selidik Calandra.
"Aku gak bohong, aku jujur. Aku ingin fokus pada kuliah dan masa depanku, Ndra. Kumohon, kamu mengerti dan jangan paksa aku." tegas Nisha.
__ADS_1
"Nisha tapi, aku gak mungkin biarin kamu pergi." Andra keberatan.
Tiba-tiba, Mama Nisha dan Mama Davian pun datang menghampiri mereka.
"Nisha ... Ayo, Nak. Kita pulang." ajak Bu Ani.
Nisha berbalik, dan segera menepis tangan Calandra yang memegang bahunya, "Ah, i-iya Mama. Baiklah."
"Maaf Andra, bukan maksudku mengecewakanmu, tapi ini terlalu awal untuk kita saling mencintai. Ini masih belum waktunya, maafkan aku. Semoga kamu mengerti, Ndra." Nisha melebarkan senyumnya.
Nisha berlalu meninggalkan Calandra. Nisha dan Bu Ani pun pamit pada Arini. Sebelum pergi, Nisha mengucapkan salam perpisahan untuk Arini dan juga Livia. Nisha juga meminta maaf pada Arini jika ia sering melakukan kesalahan dan mengecewakannya.
Andra hanya menatap Nisha dari jauh. Ia tak berani mengejarnya, karena ia terlalu malu dengan Arini dan juga Bu Ani. Andra hanya bisa menatap tubuh Nisha dari belakang. Andra kecewa, karena Nisha menolak perasaannya. Andra takut kehilangan jejak Nisha, jika mereka tak menjalin sebuah hubungan.
Apakah aku ditolak olehnya? Kenapa Nisha malah seperti itu? Kenapa Nisha tak membalas perasaanku? Apa Nisha sengaja membuat aku agar jauh darinya? Tapi kenapa Nisha harus seperti itu? Apa emang perasaan ini terlalu cepat untuk diungkapkan? Kalau dia tak akan mengajar di rumahku lagi, aku merasa akan ditinggalkan jauh olehnya. Aku takut dia menghilang dari hidupku. Nisha, haruskah aku membiarkanmu? Batin Andra yang begitu kecewa.
Nisha berlalu meninggalkan rumah Calandra. Ada alasan kuat mengapa Nisha seperti itu pada Andra. Nisha ingat, pada ancaman Sheila yang amat menggangunya. Kebetulan sekali, Bu Ani membawa Nisha pergi untuk tinggal dengannya, karena itu bisa dijadikan alasan untuk Nisha menjauh dari Andra. Semua ini Nisha lakukan karena Nisha tak ingin membuat masalah lagi dengan Sheila.
Maafkan aku, Andra. Aku tak bisa menerimanya. Aku harus pergi, aku tak mau berurusan dengan Sheila lagi. Dia sudah tahu kalau kita dekat. Aku tak mau membahas wanita itu lagi. Dia mengirimiku pesan saat itu, andai saja kamu tahu, tapi aku tak ingin membuat kamu marah. Mungkin, kamu bisa menemukan kebahagiaan lain, tapi bukan denganku. Batin Nisha yang juga terlihat sedih meninggalkan Calandra.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
Nisha dan Bu Ani pindah ke Bogor, karena Bu Ani mempunyai rumah mewah di sana. Nisha pun pindah kuliahnya dan kuliah di universitas yang lebih bagus dari sebelumnya. Ia benar-benar fokus menggeluti pendidikannya, karena Nisha akan menjadi penerus perusahaan yang dibangun oleh Bu Ani dan Pak Adi. Walaupun perusahaannya tak sebesar Raharsya grup, tapi Bu Ani berhasil membuatnya tetap berdiri kokoh sampai saat ini.
Hidup Nisha semakin bahagia, walaupun ia hanya tinggal berdua dengan Bu Ani. Nisha fokus kuliah dengan giat dan semangat. Ia berjanji, tak akan lagi pacaran-pacaran atau dekat dengan laki-laki manapun karena ia tak ingin melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
Hubungan Nisha dan Andra pun kini semakin renggang. Karena Nisha terlalu sibuk dan sering mengabaikan panggilan dari Andra. Hanya Bu Ani saja dan Arini yang sering berhubungan via telepon. Nisha terlalu sibuk kuliah, karena ia juga sengaja melupakan Andra, karena tak ingin Sheila mengganggunya lagi.
Terkadang, jauh dengan Andra seperti ini, membuat aku rindu padanya. Tapi, aku tak boleh memikirkan laki-laki. Aku harus fokus pada kuliahku, dan membahagiakan sosok wanita yang bernama Mama dalam kehidupanku. Aku memutuskan untuk meninggalkan cita-citaku menjadi guru, karena aku harus membantu Mama membangun perusahaan yang terbengkalai karena Papa Adi. Batin Nisha yang selalu ia pikirkan ketika merenung sendirian memikirkan nasib kehidupannya.
4 TAHUN KEMUDIAN .......
4 tahun berlalu, Nisha pun lulus kuliah dengan nilai terbaik. Nisha menjadi sarjana dan ia sudah diperbolehkan mengurus perusahaannya. Nisha masih tetap melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi, tapia
ia pun sudah belajar untuk mengelola perusahaan sang Mama. Kehidupannya semakin sibuk dan kini ia fokus untuk sekolah lebih tinggi lagi, agar perusahaan dapat ia pegang dengan baik.
Hal ini juga berlaku bagi Calandra, setelah lulus kuliah, ia mulai menggantikan peran Davian untuk mengurus perusahaan. Semakin tak ada waktu untuk bersantai atau berleha-leha. Mereka berdua kini sama-sama sibuk belajar mengurus perusahaan. Nisha dan Calandra di dunia kerja, akan segera dimulai.
πΈπΈπΈ
__ADS_1
4 tahun kemudian lagi ...
Nisha kini telah menyesalkan pendidikan magisternya. Ia menyelesaikan pendidikan S2 nya di sebuah universitas di luar negeri. Ia benar-benar menekuni pendidikan managementnya, karena Ia sudah mantap untuk terjun dalam dunia bisnis. Kini, Nisha menjadi Direktur Utama di perusahaan Mamanya. Seorang direktur wanita yang memegang kendali perusahaan, tentunya banyak orang yang masih meragukan Nisha, namun Nisha yakin, bisa membangkitkan lagi perusahaan milik Mamanya yang sempat tenggelam.
Nisha kini telah mempunyai ruang kerja sendiri. Kini, ia disibukkan dengan berbagai tugas dan pekerjaan dengan tanggung jawab yang sedikit berat. Nisha mempunyai asisten pribadi sekaligus sekretarisnya yang bernama Rivaldi Nugraha, atau biasa disebut Rival.
"Selamat siang, Bu." sapa Rival.
"Iya, Val. Ada apa?" tanya Nisha yang terlihat sibuk dengan berbagai macam laporan perusahaan.
Malam ini, rekan bisnis kita dari pihak Etiga grup, mengundang Ibu untuk makan malam bersama. Mereka meminta petinggi perusahaan untuk hadir, karena mereka akan menikahkan putra nya, dan mengundang secara khusus untuk makan malam bersama. Akan banyak petinggi perusahaan lain juga yang hadir." tegas Rival.
"Ah, iya. Aku masih sedikit gugup jika bertemu dengan petinggi perusahaan yang jam terbang sudah lebih jauh dariku. Baiklah, luangkan waktuku untuk sore ini, dan kamu harus on time ya, Val." perintah Nisha.
"Baik, Bu. Saya akan mempersiapkan semuanya. Kalau begitu, saya permisi," Rival menundukkan kepalanya.
"Baiklah, selamat bertugas kembali." ujar Nisha.
Di tempat lain, perusahaan Raharsya grup yang kini seluruh perusahaan ada dalam kendali Calandra, juga turut sibuk karena pimpinan barunya yang begitu tegas.Ya, Andra pun diangkat oleh Davian untuk menjadi Direktur di perusahaan keluarganya. Andra begitu sibuk dan selalu mengikuti ke mana Davian pergi, agar Andra bisa mempelajari dan menekuni dunia bisnis dengan benar.
"Andra, malam ini ada acara makan malam yang diadakan oleh Etiga Grup, mereka mau mengundang perusahaan kita untuk makan malam bersama. Seluruh petinggi perusahaan besar akan hadir di sana. Kamu datanglah mewakili aku, karena aku merasa tak enak badan, aku tak ingin pergi." ucap Davian.
"Baiklah, aku yang akan pergi. Berikan alamatnya, biar aku dan Evan yang akan datang ke acara makan malam itu." ucap Calandra.
"Elang sudah kuberi tahu, dan dia akan menyiapkan segalanya untukmu. Pergunakan kesempatan itu dengan baik, kamu bisa mengambil hati para petinggi perusahaan lain, agar bisa membuat namamu semakin dikenal oleh mereka. Jadilah seperti aku, yang ditakuti oleh pimpinan perusahaan manapun!" Davian menasehati Andra.
"Baik, Daddy. Saran mu sangat bermakna. Aku akan menjadi Calandra yang membanggakan sepertimu!" ucap Andra seraya melebarkan senyum percaya dirinya.
"Tentu saja, Nak. Daddy percaya padamu." ucap Davian.
Elang adalah sekretaris pribadi Calandra. Kini, baik Calandra mau Nisha, tengah disibukkan dalam urusan perusahaan yang diwariskan oleh orang tua mereka. Sepertinya, setelah kepergian Nisha waktu itu, membuat mereka saling melupakan satu sama lain. Kali ini, mereka akan makan malam di tempat yang sama di sebuah acara pertemuan seluruh petinggi perusahaan. Akankah Nisha dan Andra bertemu?
Tetep tunggu kelanjutannya ya...
*Bersambung*
Kalau ada yang nanya, kenapa waktunya cepet banget? Karena dulu, Nisha dan Andra masih kuliah. Mereka juga belum matang usianya. Sekarang, aku setting waktunya menjadi pria dan gadis dewasa, agar gak sulit untuk menyatukan hatiku dan hatimu agar menjadi satu, Ehhh salah π€£
Pokoknya simak aja ya Guys. Gak enak aja rasanya kalau pas pacaran masih kuliah, karena kalau kuliah biar fokus belajar aja dulu gitu hehehe."..
__ADS_1
Berikan like dan komentar, kalau banyak yang nunggu, aku bakal crazy upπ