
Selamat siang ...
Untuk bonus Chapter, Nanti malam ya...
Sekarang, aku mau umumkan pemenang GIVE AWAY VOTE HADIAH TERBANYAK, yang akan mendapatkan hadiah pulsa dari aku ...
Vhiee mendapat pulsa senilai 50k
Sri Nur Apriandhi pulsa senilai25k
Desi Putri mendapat pulsa 15k
Nur aeni enny pulsa 10k
Sayton 666 pulsa 10k
Untuk komentar terajin dan tercepat, aku pilih satu nama ya..
__ADS_1
Rutia Ningsih, mendapat pulsa 10k
Bagi kalian yang mau ikutan give away lain, boleh banget gabung grup chat aku... Klik profil aku, dan gabung chat ya... Nanti ada hadiah berupa pulsa dan poin juga..
Untuk nama-nama di atas, silahkan komentar dibawah, agar aku follow, atau masuk ke grup chat untuk pembagian hadiahnya ya. Terima kasih...
Untuk kisah selanjutnya, ada kisah tentang anak Rangga dan Anak Dika. Sagara dan Elang. Tapi, dibuat judul baru. Judulnya TERJERAT CINTA SATU MALAM. Cari di profil aku, karena kepanjangan kalau diterusin disini. Dibawah, ada sedikit cuplikan BAB satunya ya... Monggo, mampir ke karya baru aku guys... Aku tunggu ❤❤❤
~SALAH SATU PART BARU DI JUDUL Terjerat Cinta Satu Malam~
Minuman memabukkan itu pun tiba. Gara dan Hila mulai meneguk minuman itu sambil sesekali mereka saling menuangkan minuman satu sama lain. Mereka mulai akrab, dan saling bercerita mengenai kehidupan masing-masing. Sampai minuman habis, kesadaran mereka berdua pun mulai menurun.
"AAARRRGGGHH, Aku benci Papa dan Mamaku!" Pekik Hila.
"Me too! Aku benci Ayah dan Bundaku. Mereka lebih sayang adikku dari pada aku!" Ucap Gara mabuk.
__ADS_1
Mereka berdua meracau tak jelas. Alkohol sudah menguasai tubuh dan pikiran mereka. Ucapan yang keluar dari mulut mereka pun sudah tak jelas dan tak beretika.
"Aku benci perjodohan ini, aku benci Papa. Ingin rasanya aku menghilangkan mahkotaku, agar mereka tak akan menjodohkan ku. Aku ingin bebas, aku tak ingin dijodohkan! Hahahahha." Hila yang tengah mabuk, benar-benar tak bisa menjaga ucapannya.
"Hey kau, gadis gila! Ucapan mu benar-benar gila. Dasar kau gadis bodoh! Itu tandanya orang tuamu mencintaimu, dia ingin yang terbaik untukmu, karena itulah mereka memilihkan pria untukmu! Dasar bodoh!" Gara pun sempoyongan di tempat duduknya.
"Kau yang bodoh! Sudah tahu adikmu lebih pintar, kau malah diam saja dan tak berniat mengalahkan kemampuan adikmu. Dasar laki-laki tak berguna." Hila menertawakan Gara.
"Berani-beraninya kau menyebutku tak berguna! Ku buat kau mati kutu, baru rasa! Jangan sembarangan mengatai ku, kalau kau tak ingin hidupmu berakhir di ranjang dan menangis!" Otak Gara sudah tak bisa dikendalikan.
"Hah? Kau mengancam ku, Gara? Justru, berakhir di ranjang adalah keinginanku saat ini! Agar aku kehilangan kesucian ku dan aku bisa terbebas dari perjodohan itu! Lelaki mana yang mau dengan gadis yang sudah tak perawan lagi? Hahahaha ...." Hila terus tertawa, pikirannya melayang.
"Kamu menantang ku, gadis bodoh?" ucap Gara dengan mata setengah terpejam.
"Ya! Aku menantang mu untuk meniduri ku, agar aku bisa terbebas dari perjodohan itu. Apa kau berani menerima tantangan ku? Ah, tentu saja kau tak akan berani, lelaki bodoh sepertimu, mana mungkin bisa meniduri ku?" Hila terus berbicara yang tak masuk akal.
"Kau! Berani-beraninya ya! Ayo, pesan kamar dan kita buktikan! Siapa yang lebih bodoh disini!" Gara menggelayut di tubuh Hila.
"Aku menunggumu, Sagara ..." Hila mulai menggoda Gara.
__ADS_1
Gara dan Hila pun berakhir di sebuah kamar VIP diskotik tersebut. Pengaruh alkohol membuat mereka menjadi gelap mata dan tak memikirkan kehidupan selanjutnya. Mereka melakukan hal tersebut dengan keadaan tak sadar. Akankah mereka saling menyadari nantinya?
...______________________________________...