Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Ayam goreng


__ADS_3

Satu hari lagi pernikahan Arini dan Davian akan digelar. Pernikahan ini akan tertutup, tak boleh ada media ataupun orang luar yang tahu. Yang diundang hanya keluarga besar dan keluarga Arini.


Kakek Surya telah membuat peringatan pada keluarga besarnya. Siapapun yang menyebarkan pernikahan Davian, akan dicoret dari pemilik hak warisan. Tentu saja semua keluarga Davian takut akan hal itu, karena Kakek Surya tak pernah main-main dengan ucapannya.


Davian sangat gelisah. Meskipun ini pernikahan sandiwara, tak dapat ia pungkiri, dirinya merasa sangat gugup. Davian sedang bersantai di kamarnya, tiba-tiba handphonenya berbunyi. Davian tak tahu siapa yang meneleponnya.


"Siapa ini?" tanya Davian dalam handphonenya


"Dav, ini aku Tasya. Apa kita bisa bertemu sekarang?"


Untuk apalagi wanita ini meneleponku? Kenapa dirimu telat sekali, Sya? Kenapa ketika aku masih mencintaimu, kau malah acuh padaku, kau membuat hatiku bimbang. Kamu memang cinta pertamaku, tapi kamu juga yang melukai hatiku. Mau mu apa Sya? Batin Davian.


"Apa yang ingin kamu katakan? Katakan saja! Aku sibuk." jawab Davian ketus


"Kumohon, temui aku. Sekali ini saja." ucap Tasya memohon


"Untuk apalagi, Sya? Bukankah kamu telah mematahkan hatiku? Aku sudah tak menaruh hati lagi padamu." jawab Davian


"Dav, aku mohon. Sekali ini saja. Izinkan aku bertemu denganmu." ucap Tasya


Davian bingung. Ia tak bisa menolak wanita, apalagi wanita itu terus memohon. Bagaimana pun, Tasya adalah cinta pertama Davian, yang mana hati Davian pernah terikat cinta pada Tasya.


Padahal, kalau saja dulu Tasya menerima Davian, mungkin saja yang esok hari akan menikah dengannya adalah Tasya, bukan Arini. Semua telah terlambat, Davian tak mungkin berbuat hal yang bisa menurunkan reputasi keluarga besarnya.


Kalau saja, dulu kau menerimaku, mungkin esok hari, kaulah yang akan bersanding denganku, bukan wanita yang baru aku kenal. Tasya, penyesalan mu benar-benar telah terlambat! Aku tak bisa merubah semuanya. Semua sudah terlanjur. Kini, untuk apalagi kau ingin menemui ku?


Davian tak menolak ajakan Tasya untuk menemuinya. Davian pun tak tega jika Tasya terus saja memohon padanya. Davian mengajak Tasya untuk bertemu di restoran cepat saji K*C dekat rumah Arini, karena setelah itu, Davian akan mengunjungi Arini, entah mengapa Davian ingin menemui Arini.


Tasya sangat bahagia, Tasya menyetujuinya. Davian segera bergegas untuk berangkat menemui Tasya. Davian sudah menutup rapat-rapat hatinya untuk Tasya, karena Davian benar-benar kecewa.


Disaat Davian akan serius padanya, Tasya malah mengabaikannya. Kini, ketika Davian menyerah dan tak akan mengejar Tasya lagi, Tasya malah datang kembali. Davian benar-benar ingin mengakhiri semuanya dengan Tasya. Davian sangat kecewa dengan Tasya.


Davian berangkat sendiri, tanpa ditemani oleh sekretaris Dika, karena hari ini sekretaris Dika sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Davian.


***


Arini cuti bekerja selama dua hari. Belum jelas bagaimana nasib kehidupan Arini selanjutnya, entah akan seterusnya menjadi pembantu, atau benar-benar menjadi nyonya Davian.


Arini sedang menonton televisi, tiba-tiba Alif mengganggunya.


"Kak Arin, kak Arin!" panggil Alif


Arini yang sedang sibuk ngemil sambil rebahan menonton televisi sinetron ikan terbang merasa terganggu dengan suara bising adiknya.


"Apa, Alif?" jawab Arini.


"Alif lapar, Kak." ucap Alif sambil memegangi perutnya


"Ya kalau kamu lapar, makan sana! Bukan malah gangguin kakak." jawab Arini

__ADS_1


"Tapi, Alif mau makan ayam goreng yang waktu itu Kak Davian belikan untuk kita semua kak!" Alif memaksa


"Ya ampun Lif, manja banget sih kamu! Makan tumis kangkung sama tempe goreng saja, tadi pagi kan kakak sudah masak untuk kamu." ucap Arini


"Gak mau! Alif mau makan ayam goreng yang waktu itu kak Davian belikan untuk Alif." Alif merengek


"Alif, jangan manja! Makan saja yang ada! Kamu harus bersyukur, orang lain diluar sana, masih ada yang gak bisa makan lho!" Arini ngomel


Alif menangis dan merengek. Entah kenapa Alif jadi sangat manja setelah mengenal Davian. Mungkin karena Davian terlalu memanjakannya, Alif jadi keras kepala dan manja.


Ini semua pasti karena sifat royalnya Tuan Davian pada Alif, Alif jadi manja seperti ini. Ternyata, sifatnya merubah adikku. Aku tak bisa hidup dengan orang seperti dia. Keluargaku yang sederhana, adikku yang penurut, jadi keras kepala seperti ini setelah mengenalnya.


"Kak Arini jahat! Alif mau sama kak Davian aja. Dia baik sama Alif, gak kayak kak Arin, pelit!!!! Huhuhu" Alif terus menangis


Ibu Arini yang sedang sibuk membuat kue dengan saudara-saudaranya mendengar rengekan Alif. Ibu Arini segera mendekati Alif yang menangis.


"Alif, kamu kenapa?" tanya Ibu .


"Kak Arin pelit! Alif mau makan ayam goreng, tapi malah dimarah-marahin, Bu!" Alif memeluk Ibunya


"Habisnya Alif nggak tahu bersyukur banget! Kakak kan sudah masak, kenapa kamu malah ingin ayam goreng sih?" ucap Arini kesal


"Sudah, Rin. Alif memang sudah lama tak makan ayam. Biar Ibu pergi membelikannya." ucap Ibu Arini


"Ibu, Alif itu baru minggu kemarin makan ayam goreng. Ibu nggak tahu aja. Ya sudah, biar Arini yang membelikannya, Ibu kan sedang sibuk." ucap Arini


"Iya, Bu."


Alif menjulurkan lidahnya pada Arini, pertanda ia menang menghadapi Kakaknya itu. Arini dengan kesal memakai blazer nya dan segera bergegas membeli ayam goreng ke K*C dijalan raya depan.


Dengan ekspresi kesal, Arini jadi teringat Davian. Semua ini karena ulah Davian yang membelikan ayam goreng pada Alif. Alif jadi manja dan ketagihan.


Hidupku kacau semenjak kehadiran Tuan Davian. Aku kesal, Adikku jadi menyebalkan seperti itu setelah mengenalnya. Kenapa aku harus berhubungan dengan Tuan Davian? Apakah aku bisa melepasnya? Apa mungkin pernikahan itu bisa saja dibatalkan? Pikiran Arini sudah melayang kemana-mana.


***


Restoran tak begitu ramai, karena ini bukan hari libur. Ketika Davian datang, Tasya sudah lebih dulu hadir di restoran tersebut. Davian segera menghampirinya dengan wajah yang datar.


"Dav, maaf mengganggu waktumu. Kamu mau makan apa Dav?" tanya Tasya


"Cola aja! Gue haus, gue gak mau pesan makanan." jelas Davian


"Baiklah. Pelayan, kemari!" perintah Tasya


Tasya memesan dua minuman yang berbeda. Satu untuknya, dan satu lagi untuk Davian. Tasya menatap Davian penuh harap. Entah apa yang ada dibenak Tasya.


"Kamu mau ngomong apa?" tanya Davian


"Santai dulu aja, Dav." ucap Tasya

__ADS_1


"Bicara sekarang, atau tidak bicara sama sekali?" ancam Davian


"Baik-baik, aku akan bicara." Tasya ketakutan


"Katakan!" bentak Davian


"Dav? Apa kamu bisa membantuku untuk terakhir kalinya. Aku mohon Dav, tolong aku." ucap Tasya


"Apalagi?" Davian menatap tajam pada Tasya


"Tolong beri aku pinjaman uang, untuk melunasi hutang-hutang keluargaku pada lintah darat itu, aku tak ingin menikah dengan anaknya yang jahat." Tasya menunduk


"Kamu sudah mengecewakanku dan tak memberiku kesempatan sama sekali. Aku sudah memberimu kesempatan, tapi kamu melewatkannya. Sudah cukup, Sya! Lagipula, asal kamu tahu, aku akan menikah! Jadi, aku harap kamu bisa mengerti. Kumohon, jangan ganggu aku lagi." ucap Davian mantap


"Apa Dav? MENIKAH?" Tasya tersentak kaget


"Iya, memang kenapa? Kenapa ekspresi mu begitu, Sya?"


Tapi, yang kamu cintai itu aku kan Dav? Kenapa kamu menikah dengan orang lain? Davian! Kenapa?" Tasya terlihat sedih


Davian tak bergeming. Ini hukuman untuk Tasya yang telah lama mengabaikan cinta Davian. Davian pun punya hati, yang tak bisa selalu di injak-injak oleh Tasya. Tasya merayu Davian, perlahan Tasya memegang tangan Davian. Tasya terus memohon.


Tanpa mereka sadari masing-masing, Arini dan Davian berada di restoran cepat saji yang sama. Arini sedang memesan ayam goreng untuk dibungkus.


Arini melihat ke kanan dan ke sekitarnya. Tiba-tiba, mata Arini tertuju pada lelaki yang sedang berpegangan tangan dengan seorang wanita. Mata Arini melotot tak percaya ketika melihat lelaki itu.


Itu adalah Davian, Tuan Davian. Lelaki yang akan menjadi suaminya esok hari. Tetapi, apa ini? Lelaki itu bahkan sedang berpegangan tangan dengan seorang wanita.


Kenapa hati Arini sakit sekali melihatnya? Kenapa rasanya tak ikhlas melihat calon suaminya berpegangan tangan dengan wanita lain? Ada apa dengan hati Arini? Bukankah ini pernikahan sandiwara? Tetapi, kenapa rasanya seperti nyata? Kenapa seolah Arini adalah calon istri yang sesungguhnya?


Sesak dada Arini melihat Davian bersama seorang wanita. Arini memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya. Arini tak mau terlalu lama melihat momen tersebut. Arini memutuskan lari agar tak terlihat oleh Davian.


Arini berlari hingga sampai di gang dekat rumahnya. Ia kelelahan, ia berhenti dijalan gang kecil yang sepi. Ia terdiam, sambil merenung. Benarkah pilihan ini? Kenapa Arini tak berpikir dua kali untuk mau membantu Davian menjadi istrinya? Kenapa Arini malah mengiyakan saja? Kenapa Arini tak bisa menolaknya?


Ternyata, Davian mempunyai seorang wanita. Tetapi, kenapa Davian tak menikahi wanita itu? Kenapa Davian malah menarik Arini kedalam hidupnya yang rumit dan meminta bantuan Arini untuk mau menikah dengannya?


Tak ada jaminan Arini akan hidup bahagia jika bersama Davian. Sepertinya, Arini akan sering sakit hati dan terluka. Arini bertekad, setelah meeting dengan investor asing selesai, Arini harus segera melepaskan dirinya dari belenggu Davian.


Arini memejamkan matanya, lalu ia menghela nafas panjang. Arini mengatur nafasnya, ia mencoba rileks kembali. Berdamai dengan perasaannya.


Tiba-tiba...


"Kenapa kamu berlari ketika melihatku? Kenapa kamu tak menghampiriku?"


Davian berada tepat didepan Arini, membuat jantung Arini berdebar semakin kencang.


*Bersambung*


Hai sayang-sayangku.. Seperti biasa ya, setelah membaca, budayakan LIKE 🤗 Aku senang kalau kalian bersedia memberikan like nya, apalagi komentarnya. Itu buat aku tambah semangat menulis. Novel ini belum aku kontrak kan ke Noveltoon, jadi ini gak ada bayarannya sama sekali, aku buat untuk kalian pembaca setiaku 😘💋

__ADS_1


__ADS_2