Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Terima kasih


__ADS_3

Lantunan musik yang merdu menambah indahnya suasana di taman ini. Ya, Davian dan Arini menggelar pernikahan outdoor. Ia ingin suasana yang berbeda, tidak melulu melaksanakan resepsi pernikahan di gedung.


Ini hanya sebatas pertemuan dan acara makan malam bersama rekan-rekan dan teman sejawat Davian. Acara ini juga karena Arini yang menginginkannya. Resepsi saja, karena akad telah mereka laksanakan saat itu. Tak ada pelaminan, hanya ada stage besar yang nantinya akan digunakan untuk berbagai macam acara.


Arini sedang duduk di mejanya, ia terlihat sangat cantik mengenakan gaun putih. Davian pun mengenakan jas yang terlihat tambah mempesona. Memang, inilah yang diinginkan oleh bayi mereka.


"Arin, selamat ya! Kamu cantik sekali." Nadya memeluk Arini.


"Makasih Nad."


Davian pun mendapat sambutan hangat dari teman-temannya. Teman semasa sekolahnya, dan teman di kantornya.


"Dav, selamat ya bro! Istri lu cantik banget. Gue kira, lu bakal jadi sama si Tasya. Ternyata, dapetin yang lebih. Keren lu Bro!" ucap Satya, teman SMA Davian.


"Bener tuh, Dav. Gue kira cinta lu sama Tasya akan terbalas. Nyatanya dia yang tersiksa sekarang." tambah Rio,


"Tersiksa gimana maksud lo?" Davian tak mengerti.


"Sebulan lalu dia minta kerja di restoran bokap gue. Tapi, berhubung gak ada lowongan pekerjaan, terpaksa gue tolak dia." jawab Rio.


"Dav, bukannya waktu tragedi lo ketembak, ada hubungannya sama si Tasya?" tanya Satya.


"Iya, dia sempat gue sembunyikan di rumah si Dika, tapi dia minta jangan ganggu dia lagi. Dia ingin pergi terlepas dari gue. Ya gue biarkan dia. Gue gak tahu kabarnya lagi." ucap Davian.


"Mungkin itu karma buat dia. Dulu, lo ngejar-ngejar dia sampe lu gak pernah jatuh cinta sama orang lain. Sekarang, karena dia gak nerima lu, dia jadi hancur gitu kan!" sambar Rio.


"Gak gitu Yo, kasihan dia. Kalau dia mau kerja sama gue lagi, gue pasti bantu. Sayangnya, dia udah gak mau lagi berurusan sama gue. Gue udah minta maaf sama dia, gue udah beri kompensasi juga, gue bener-bener minta maaf sama dia. Karena semua yang menimpanya, ada hubungannya sama gue." jawab Davian.


"Yang penting lu sekarang udah bahagia sama istri ku, brad! Sekali lagi, selamat ya. Gue turut bahagia. Tinggal gue mikirin gimana caranya gue nyusul lo Dav!" Satya terkekeh.

__ADS_1


"Hahaha, parah lu!"


Davian menyapa semua tamu yang datang padanya. Ia benar-benar bahagia, bisa mengumpulkan semua temannya ke acara resepsi pernikahannya. Sang MC mulai meminta Davian dan Arini naik keatas panggung untuk memberikan ucapan dan sambutan.


Dengan gagah, Davian membantu Arini naik keatas panggung. Gaun panjang Arini dipegang oleh Tira. Davian mengulum senyumnya pada semua tamu undangan yang telah hadir. Kini, Davian dan Arini telah berada di atas stand yang mewah tersebut.


"Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih, pada semua yang telah berkenan hadir di acara resepsi saya ini. Saya akan menyampaikan beberapa kata sambutan. Mungkin kalian kaget, kenapa sudah resepsi lagi? Akadnya kapan? Tak ada yang tahu mengenai akad pernikahan aku dan istriku. Semuanya serba mendadak dan tanpa disengaja. Aku menikahi pembantuku sendiri. Perlu kalian tahu, aku dan dia menikah karena aku ingin mempertahankan perusahaan dengan pernikahanku. Aku tak berniat sama sekali menikahinya. Awalnya aku hanya ingin status saja, karena aku tak mencintainya. Tapi, kalau kalian lihat, dia sangat cantik dan menawan bukan? Dia tak pantas sama sekali untuk menjadi pembantu. Karena waktu, cinta itu hadir diantara kita."


"Wawww, hebat Tuan Davian. Lanjutkan lanjutkan!" ucap sang MC.


"Aku nyaman di sampingnya. Tak ku sadari, cinta itu tumbuh karena aku sering bersamanya. Dia membuatku bahagia, dia yang selalu ada untukku. Hingga aku tak ingin melepaskannya. Kini aku tahu, dia bukanlah pembantuku. Dia adalah wanita yang dikirim Tuhan untuk menemani hidupku, walaupun dengan cara, ia harus menjadi pembantuku terlebih dahulu. Terima kasih istriku, karena kamu, aku kuat menjalani hidup ini. Karena kamu, aku merasa semua kebahagiaanku telah sempurna." ucap Davian mengecup lembut kening Arini.


"Uuuuuuh, pasti banyak yang envy nih lihat kemesraan mereka yaaa. Semoga saja, pernikahan ini akan menjadi pernikahan pertama dan terakhir ya, Amin. Semoga Tuan Davian dan Nona Arini selalu bahagia, selalu bersama hingga maut memisahkan."


"Amin..." jawab semua tamu undangan.


"Tuan Davian, ada lagi yang ingin anda sampaikan? Apa Nona Arini yang ingin menambahkan sesuatu?" tanya sang MC.


"Wah, kabar gembira ya. Berarti, ini resepsi pernikahan sekaligus perayaan kehamilan bayi kalian berdua ya! Selamat ya, untuk Nona Arini dan Davian. Kami turut bahagia mendengarnya. Oh iya, adakah yang ingin Nona Arini ucapkan pada Tuan Davian? Waktu dan tempat di persilahkan." ucap sang MC.


"Aku gak bisa bicara banyak, aku hanya ingin menyampaikan, bahwa aku, Arini Syafira, sang pembantu Tuan Davian, yang sangat bahagia dan berterima kasih sekali, karena tak pernah memandang rendah padaku, tak pernah melihat kekuranganku, walaupun aku berasal dari keluarga yang kurang mampu, tapi Mas Davian tak pernah sedikitpun menganggap aku rendah. Aku bahagia akan hal itu. Ia menerimaku apa adanya, seorang petinggi perusahaan, yang tak malu menikah dengan pembantu sepertiku. Terima kasih, atas cinta ini sayang." Arini memeluk Davian.


Riuh tepuk tangan semua tamu undangan memenuhi tempat resepsi Arini dan Davian. Memang, Arini adalah pembantu di rumah Davian. Walaupun begitu, Davian tak pernah menganggap rendah Arini. Davian sangat mencintai Arini sepenuh hati.


Tira duduk bersama Keyza, mendengar ucapan kedua majikannya, Tira sangat bahagia dan senang sekali. Rasanya, pasti sangat bahagia sekali jika menjadi seorang Arini, pembantu yang dinikahi majikannya, lalu hidup dengan bahagia.


"Kak Tira, Onty Arin kayak princess ya!" ucap Keyza.


"Iya, sayang. Kamu bener banget. Onty Arini sangat cantik. Om Davian juga sangat tampan." tambah Tira.

__ADS_1


"Iya, benar sekali. Kak Tira, apa kakak sudah menikah seperti Onty?" tanya Keyza.


"Belum, Kak Tira belum menikah, sayang. Kak Tira juga berharap, bisa menikah dengan bahagia seperti Onty Arini dan Om Davian."


"Hy Keyza! Serius banget. Oh, jadi nanny kamu ini belum menikah ya? Apa kamu bermimpi menjadi Arini? Yang dinikahi konglomerat seperti Davian?" Rangga tersenyum jahil.


Rangga tiba-tiba datang menghampiri Tira dan Keyza, membuat Tira kaget, karena Rangga mendengar percakapannya dengan Keyza.


"Eh, Tuan. Tidak, saya tidak berharap seperti itu. Saya hanya menjawab ucapan Keyza." jawab Tira.


"Kalau kamu menginginkan seperti itu, panggil saja aku. Aku juga konglomerat. Mungkin saja aku bisa menikahi wanita sederhana sepertimu? Bukan begitu?" Rangga gombal.


"Eh, apa maksudnya itu?"


"Ya ampun, kamu serius sekali! Aku hanya bercanda. Tenang saja, kenapa kamu tegang sekali. Keyza, nanny-mu menganggap ucapan Opa kecil serius tuh!" Rangga berbicara pada Keyza.


"Iya, ya. Kakak jangan dengarkan Opa kecil, dia suka bercanda. Dia itu lucu." Keyza tertawa.


"Hahahaaa, Ah iya. Kakak juga ingin tertawa mendengarnya." Tira ikut larut dalam tawa Keyza, padahal dirinya malu.


Sekretaris Dika melihat Tira dan Keyza yang sedang berbincang bersama Rangga.


Wanita itu, apa dia menggoda Tuan Rangga? Cih, dasar es batu murahan! Dasar wanita matre, bisa asyik sekali dia tertawa bersama Tuan Rangga dan Nona Keyza. Dia kira, dia bisa menjadi Nona Arini kali ya? Yang beruntung mendapatkan hati Bos besar seperti Tuan Davian. Es batu kutub utara itu memang sedang bermimpi. Batin sekretaris Dika.


*Bersambung*



Hai..

__ADS_1


Jangan lupa VOTE ya ges..


Kalau terlalu malas, LIKE nya aja ya 😍😘


__ADS_2