
Happy reading ...
Baca yang fokus ya.. Paragraf nya jangan ada yang gak dibaca, karena di bab ini kalian akan tahu hubungan Nisha dan Calandra, lalu kehidupan Nisha dulu, serta hubungan antara Nisha dan anak sekretaris Dika. Makasih..
Keluarga Rangga dan Tira.
Rangga dan Tira memutuskan untuk stay di Swiss bersama kedua putra mereka. Tira mempunyai dua anak laki-laki. Anak pertamanya bernama Sagara Putra Raharsya, yang seumur dengan Calandra, hanya beda satu tahun, dan yang kedua namanya Sagata Putra Raharsya. Keyza baru saja menikah dua bulan yang lalu, kini ia tinggal di USA bersama suaminya.
Rangga memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan menetap di Indonesia selama beberapa bulan. Sagara dilarang ikut, karena sedang kuliah, namun Gara memaksa untuk ikut ke Indonesia, dengan alasan ia merindukan keluarganya yang berada di Indonesia. Walaupun Kakek dan Neneknya telah tiada, tapi Gara merindukan Om dan Tantenya serta keponakan-keponakannya juga.
Mereka telah tiba di Jakarta dan sudah berada di rumah besar mendiang Kakek Surya. Gara senang sekali, bisa pulang ke Indonesia untuk beberapa bulan ini. Ia meminta izin cuti dari kampusnya demi ikut kedua orang tuanya pulang ke tanah airnya.
"Bun, kapan kita ke rumah Om Davian? Aku sudah rindu dengan Andra juga adik-adiknya." ucap Gara.
"Besok kita bisa pergi ke sana. Hari ini kita istirahat du saja, Gar. Memangnya kamu tidak lelah?" tanya Tira.
"Lelah sih, tapi jika bertemu mereka, rasa lelahku hilang begitu saja." ucap Gara.
"Iya, iya. Bunda ngerti. Besok saja kita bertemu dengannya, ya." ucap Tira.
"Baiklah, Bun. Aku akan tidur siang dulu." ucap Gara.
"Iya, sayang, silahkan." Tira tersenyum manis.
...🌸🌸🌸...
Keluarga Sekretaris Dika dan Nadya.
Sekretaris Dika dan Nadya dikaruniai dua buah hati. Satu laki-laki dan satu perempuan. Kakaknya laki-laki bernama Elang Mahesa Prasetya dan adiknya bernama Jenita Dwi Prasetya. Usia Elang dan Jenita tak terpaut jauh, ketika usia Elang satu tahun, Nadya kebobolan. Hingga akhirnya, lahirlah Jenita yang sering dianggap kembaran dengan Elang karena usianya yang tidak terpaut jauh.
Elang sedang kuliah di Universitas swasta. Elang sangat cerdas dan pintar. Kepribadiannya menurun dari sekretaris Dika. Elang termasuk anak yang pandai bergaul dan memiliki banyak teman. Ia selalu aktif dalam organisasi-organisasi di kampusnya. Elang begitu terkenal, banyak sekali mahasiswa di kampus yang mengenali dirinya. Ia selalu ramah dan menyapa orang-orang, karena itulah banyak yang menyukai sifat baiknya.
Elang sedang di kampus, ia tak ada jadwal kelas siang ini. Elang pun bersantai di kantin bersama teman-temannya. Karena bosan, Elang pun membuka ponselnya dan mengetik pesan pada sang kekasih.
📩Elang Mahesa
"Selamat siang kekasihku. Kamu lagi apa? Gimana, jualannya rame gak? Nanti sore aku ke rumah kamu ya, see u sayang 😘"
Beberapa lama, Elang menunggu balasan dari sang kekasih, selang beberapa menit, ponselnya berbunyi. Tanda ada pesan yang masuk.
📩 ❤My Girlfriend❤
"Siang juga. Maaf, aku lupa ngabarin kamu. Sekarang aku gak jualan lagi, aku ngajar les anak SD, yang. Aku diminta untuk menjadi guru les, maaf aku lupa ngabarin kamu."
📩 Elang Mahesa
"Wah, kamu jadi guru les yang? Hebat sekali kamu. Ya sudah, kamu kapan pulang? Nanti aku jemput aja kalo gitu. Kasih tahu aku alamatnya ya, nanti aku langsung kesitu."
📩 ❤My Girlfriend❤
"Oh, kamu mau jemput? Baiklah, nanti aku share location-nya ya. Aku lanjut ngajar lagi ya, see u sayang."
📩 Elang Mahesa
"See u, I love u ..."
Sang kekasih tak membalas lagi pesan dari Elang. Teman-temannya memperhatikan Elang yang sedang sibuk memainkan ponselnya. Elang banyak memiliki teman karena ia pandai bergaul dengan siapa saja. Andre, teman Elang pun mengatakan sesuatu.
"Lagi chat-an sama siapa lu? Cewek taruhan itu?" tanya Andre.
"Heh, berisik lu, Dre. Dia bukan cewek taruhan gue sekarang. Dia pacar gue." ucap Elang.
"Wah, lu udah mulai suka ya sama cewek itu?" tanya Dio.
__ADS_1
"Awalnya gue cuma iseng, tapi gak tahu kenapa akhir-akhir ini gue ngerasa nyaman kalo sama dia." jawab Elang.
"Ah, udah jatuh cinta lu sekarang." jawab Andre.
"Cewek yang mana sih, Lang? Cewek lu kan banyak banget!" timpal Benji.
"Sialan lu. Banyak juga cuma temen aja. Yang gue pacarin cuma satu." tegas Elang.
"Ben, elu inget gak dulu? Pas ada sumbangan amal untuk yayasan panti asuhan? Nah, kita kan barengan ke sana. Terus ada satu cewek yang bikin kita curi-curi pandang sama dia, si Elang Andre sama Dio rebutan tuh cewek. Akhirnya mereka bertiga taruhan, siapa yang bisa dapetinnya. Akhirnya, si Elang-lah yang dapet, karena memang capernya overdosis, dan si Elang paling bisa kalo udah ngedeketin orang." tegas Hendi yang mulai ikut bicara.
"Oh, yang dulu itu. Iya, iya. Gue tahu. Siapa namanya sih? Lupa gue, si ... siapa sih?" tanya Benji.
"Nisha namanya, Kanisha Indira." jawab Elang sembari melamun.
"Ah, dasar lu. Dulu aja cuma pengen menang taruhan sama gue. Sekarang elu jadi bucin sama tuh cewek!" pekik Dio.
"Ssshhhtt, berisik lo Di. Elu jangan ngomongin lagi masalah taruhan itu. Kalau Nisha denger, bahaya!" tegas Elang.
"Biarin aja, biar si Nisha nanti buat gue! Hahahaha." balas Dio.
Andre, Benji dan Hendi hanya tertawa mendengar perdebatan kecio antara Dio dan Elang.
...🌸🌸🌸...
Rumah Arini dan Davian.
Nisha memasukan kembali ponselnya setelah membalas chat dari sang kekasih. Nisha mengirimi pesan lokasi yang diminta kekasihnya. Ia harus kembali fokus mengajari Livia belajar. Nisha mulai memahami karakter Livia yang manja dan sedikit keras kepala.
Nisha mengajari Livia dengan sabar dan telaten, karena anak seusia Livia, masih harus diajari dengan sabar dan pelan-pelan. Nisha mencoba sebisa mungkin mengajari Livia agar Arini tak kecewa dengan kinerjanya. Dua jam berlalu, Nisha telah selesai mengajari Livia belajar.
Livia mulai akrab dengan Nisha, karena Nisha lembut dan sabar. Livia tak terlalu susah diajari oleh Nisha, karena ternyata Nisha mengajari Livia dengan baik. Arini pun datang dan menyapa Nisha serta memeluk anak bungsunya.
"Udah belajarnya cantik?" tanya Arini pada Livia.
"Baguslah. Semoga nanti nilai-nilai kamu bertambah bagus ya, Nak. Livi juga harus rajin belajar. Jangan cuma mau belajar karena ada yang bantuin." ucap Arini.
"Iya Mommy ..."
Nisha hanya tersenyum mendengar Arini berbicara pada Livia. Hal yang Nisha sangat ingin dapatkan dari kedua orang tuanya. Namun, hal itu tak bisa Nisha dapatkan seumur hidupnya, karena ia tak pernah bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Nisha, sebelum pulang, kita makan siang bersama ya." pinta Arini.
"Eh, Bu ... Gak usah, gak apa-apa, Nisha pulang sekarang aja." Nisha menolak dengan halus.
"Nisha, gak apa-apa. Jangan sungkan. Toh, nanti juga setiap hari kamu akan datang ke rumah ini kan? Ayo, makan bersama saya dan juga anak-anak." Arini sedikit memaksa.
"Ah, i-iya. Baiklah, Bu." Nisha ingin menolak, tapi tak bisa.
Nisha kesal haru bertemu lagi dengan laki-laki yang menghancurkan hidupnya. Nisha sedih, ia kecewa. Tapi, kalau ia pergi dari rumah ini, ia tak akan mendapatkan gaji. Apalagi, gaji yang ditawarkan oleh Arini sangat besar dan lumayan untuk kehidupan sehari-hari Nisha. Ia dilema, ia tak ada pilihan lain selain menerima semua ini dengan pasrah.
Di meja makan, sudah ada Calandra dan Calista yang baru saja pulang sekolah. Nisha duduk dengan sungkan dan gugup. Hati yang kesal bercampur menjadi satu. Namun, Nisha tak bisa berbuat apa-apa. Ingin rasanya pergi, tapi ia memikirkan Arini yang begitu baik padanya.
Calandra menatap Nisha dengan penuh rasa malu dan bersalah. Ya, Calandra bersalah pada Nisha. Dahulu, belum sempat dia meminta maaf pada Nisha, Nisha sudah menghilang bak ditelan bumi. Penyesalan Andra sudah tak ada artinya lagi. Ia merasa bersalah telah mengotori gadis yang tak tahu apa-apa.
"Silahkan di makan Nisha," ucap Arini.
"Makasih, Bu." Nisha canggung.
"Mom, ini guru les nya Livi? Wah, Kak, salam kenal ya Kak Nisha. Aku Calista, kakaknya Livi. Kakak kalau bantuin aku bisa gak? Aku juga pengen diajarin sama Kakak. Aku salah masuk jurusan. Aku mumet sama kimia. Apa Kakak bisa jadi guru les untuk aku juga?" tanya Calista.
"Calis, nanti Kak Nishanya keberatan dong. Kamu kan sudah les di tempat bimbel." ucap Arini.
"Ih, kok gitu sih Mommy. Mau di rumah aja sama Kak Nisha. Kayaknya dia baik dan pintar! Ya, ya? Kak Nisha mau kan?" rayu Calista.
__ADS_1
"Ah, i-iya insyaAllah, nanti Kak Nisha pikirkan dulu ya," Nisha sungguh bingung.
"Jangan terlalu terbebani ya. Kamu berhak menolak, Nisha. Sudah, sudah. Kita makan dulu. Kapan makannya kalo ngobrol terus." ucap Arini.
"Banyak bicara kamu Lis. Udah, makan!" Andra sewot.
"Yee, sewot aja jadi orang!" Calista kesal.
"Sshhhtt, berisik. Kalo makan yang tenang. Kalo Daddy tahu kalian berisik di tempat makan, dia pasti marah." ucap Arini.
"Iya, Mom. Maaf." jawab Calista.
"Iya, Mam. Sorry." jawab Andra juga.
...🌸🌸🌸...
Part of Nisha's life.
Flashback On~
Seputar kehidupan Nisha. Nisha adalah anak yatim piatu yang sejak kecil berada di panti asuhan. Sejak ia sekolah menengah pertama, ada seorang keluarga dermawan yang mengadopsi dirinya. Nisha sangat bahagia sekali, sampai Nisha pun bisa lulus sekolah menengah atas, dan melanjutkan kuliah di universitasnya.
Hingga kejadian buruk menerpanya dan membuat kedua orang tua angkat Nisha kecewa. Kejadian Nisha berciuman di kampus terdengar oleh orang tua angkatnya. Ada seseorang yang memvideokan perbuatan Nisha dan Calandra, dan hal itu membuat mereka marah. Nisha sudah menjelaskan, namun kedua orang tua angkat Nisha merasa malu dan kecewa akan perbuatan yang telah Nisha lakukan.
Sejak saat itu, Nisha memutuskan untuk pergi dari rumah kedua orang tua angkatnya. Ia merasa malu, dan ia pun tak tahu harus menjelaskan bagaimana pada kedua orang tua angkatnya. Berbekal uang saku pemberian orang tua angkatnya yang selalu Nisha simpan, Nisha memberanikan diri menyewa kosan kecil dan mulai usaha kecil-kecilan dengan berjualan di kampungnya.
Ia menyesali perbuatan laki-laki biadab dan bajingan itu. Nisha sangat membencinya, dan Nisha berharap tak akan lagi bertemu dengan laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya. Karena nya, Nisha harus pergi dari rumah orang tua angkatnya, karena video ciuman itu juga, Nisha harus putus kuliah, karena ia tak mungkin sanggup membiayai kuliah sendiri.
Hingga suatu hari, Nisha diminta kembali lagi ke panti asuhan, sekedar membantu anak-anak yang lain, karena hari itu akan ada sumbangan besar-besaran dari sebuah universitas swasta. Nisha pun menyetujuinya, dan ia membantu menerima donasi yang diberikan.
Pertemuan pertamanya dengan Elang, dimulai dari situ. Rasa iba Elang pada Nisha mulai muncul, Nisha sangat cantik walau nasibnya kurang beruntung. Beberapa saat kemudian, teman-teman Elang pun menyadari kehadiran Nisha yang menarik perhatian. Hingga munculah ide gila dari salah satu teman Elang, bagi siapa yang bisa mendekati Nisha dan memacarinya, mereka akan dapat imbalan.
Elang tertarik akan taruhan itu. Hingga Elang dan Andre berusaha mendapatkan hati Nisha. Namun, selang beberapa minggu setelah kejadian itu, Nisha memilih Elang, dan tentu saja Elang pun menjadi jaura taruhan memacari Nisha si anak panti.
Nisha dan Elang sudah menjalin hubungan selama tiga bulan. Sampai saat ini, Nisha tak tahu, kalau dahulu dirinya dijadikan bahan taruhan oleh teman-temannya Elang.
Flashback Off~
...🌸🌸🌸...
Nisha telah selesai makan. Ia memutuskan untuk pulang. Ia berpamitan pada Arini dan semua anak-anak Arini. Ia pun keluar dari rumah besar itu. Namun, tiba-tiba Calandra berlari menuju Nisha yang sudah berada di halaman depan rumahnya.
"Hey, tunggu!" ujar Andra.
Nisha berbalik. Hatinya kesal karena melihat Calandra yang memanggil dirinya. Ia ingin menghindar, tapi Calandra terlanjur berlari dan telah berada di hadapannya.
"Ada apa?" tanya Nisha.
Andra menunduk, rasa bersalah itu muncul lagi. "Maaf ..."
Kesal. Hanya itu yang Nisha rasakan. Ia tak mau bertemu apalagi bertatap muka dengan laki-laki yang sudah menghancurkan hidupnya. Nisha menatap Andra dengan tajam, "Terima kasih sudah meminta maaf. Namun, semuanya telah terlanjur berantakan. Maaf-mu sia-sia. Permisi,"
Nisha berlalu meninggalkan Calandra seorang diri. Callandra mengejar Nisha, namun Nisha berlari karena tahu kalau Andra mengejarnya. Nisha tak ingin kebencian itu muncul lagi karena melihat Andra. Nisha segera keluar dari rumah besar itu dan segera menuju jalan raya, karena Elang menjemputnya di pinggir jalan, tidak bisa sembarang orang masuk kedalam kawasan rumah elit itu tanpa ada izin.
Andra menatap Nisha yang telah pergi. Ia kesal sekaligus marah, karena gadis itu tak menerima maafnya.
"Kenapa dia menghilang saat itu? Kenapa dia tak ada di kampus? Aku penasaran dengannya. Apakah perbuatan ku saat itu sangat membuatnya kecewa? Salah dia sendiri, aku berniat meminta maaf, dia malah pergi menghilang." Batin Calandra.
*Bersambung*
NOTE : Man teman, Nisha aku ubah ya. Dia gak jadi guru ngaji, tapi dia jualan di kontrakannya. Udah aku edit juga. Nisha juga gak berkerudung. Aku takut ada adegan pegangan tangan atau pelukan. Jadi, menjaga aja biar enak ya.. Tapi, walaupun tak berkerudung, Nisha tetap wanita baik-baik yang lembut. Makasih atas pengertiannya ya 🤗❤
__ADS_1
Visual nya orang Thailand juga ya, karena emak bapaknya juga orang thailand 🤗😅