
🍂Baby Moon Arini & Davian🍂
Paris, Perancis.
Berkunjung ke Paris membuat seseorang diperlakukan seperti raja. Sebab bangunannya begitu megah dan pelayanan di sana juga sungguh mewah. Begitu juga dengan Arini dan Davian. Mereka sengaja melakukan honey moon dan baby moon di kota Paris, karena Paris disebut kota paling romantis sedunia.
Arini sedang memandang di balkon hotel. Pandangannya tertuju pada menara eiffel, menara setinggi 324 meter ini, sering dijadikan tempat paling romantis. Entah itu untuk menyatakan perasaan, melamar, ataupun bulan madu, seperti yang sedang dilakukan Arini dan Davian.
"Do u like it, baby?" tanya Davian.
"Yes, I'm so like that, my Davian." jawab Arini.
"This is my happinest day in my life! I can here with you in a romantic city at Paris!" Davian memeluk Arini dari belakang.
"Kenapa harus bahasa inggris sih, Mas? Aku gak biasa dengernya." Arini tertawa
"Ini adalah kota romantis sayang, ini adalah Paris, kita sedang berada di luar negeri. Biarkan aku sekali-kali berbicara bahasa Inggris. Aku sangat jenius berbahasa inggris. Kamu tak boleh merendahkan ku," Davian mengecup leher Arini.
"Geli, Mas." ucap Arini.
"Memang kehadiran kita datang disini untuk membuatmu geli, sayang." Davian berbisik.
"Ih, Mas Davian! Genit kamu tuh gak ilang-ilang tahu enggak!" ucap Arini.
"Sayang, apa kamu ingin mengunjungi menara eiffel?" tanya Davian.
"Sure, baby! Aku ingin ke sana." Arini menunjuk menara eiffel yang tetap menawan walaupun terlihat dari jauh.
"Mari, kita buat malam ini adalah malam yang romantis untuk kita." Davian tersenyum.
Arini memiringkan kepalanya, "Baik, sayang. Aku akan menjadi wanita paling cantik malam nanti." Arini tersenyum tulus.
"Tentu, kau memang tercantik dan paling cantik yang selalu hinggap di hatiku." balas Davian.
__ADS_1
"Emangnya aku burung, hinggap di hatimu!" ucap Arini.
"Kamu ibarat burung, yang terbang melayang-layang mengelilingi pikiranku, dan hinggap pada hatiku, Oh... Arini-ku." Davian berpuitis.
"Ya ampun, Mas. Ada apa denganmu kali ini? Kenapa kamu sangat romantis?" tanya Arini.
"Aku memang bukan William Shakespeare, yang pandai membuat sajak romantis, tapi aku akan mencoba melakukan apa yang ia tuliskan!" ucap Davian.
"Memangnya, apa yang William Shakespeare tuliskan?" tanya Arini antusias.
"William Shakespeare menulis, Love is heavy and light, bright and dark, hot and cold, sick and healthy, asleep and awake, its everything except what it is. Apa kamu mengerti?" tanya Davian.
"Artinya? Tentu saja aku tahu. Kamu jangan merendahkan aku, Mas. Gini-gini, aku juga mahasiswi semester tiga, walaupun belum lulus, sih." ucap Arini.
"I know, that! So, please translate what a William Shakespeare write!" ucap Davian.
"Aku ingat sekali kutipan puisi romantis itu, karena karya-karyanya sangat melekat di hati. Beliau adalah salah satu penulis favoritku! Love is heavy and light, bright and dark, hot and cold, sick and healthy, asleep and awake, its everything except what it is. Artinya, Cinta adalah berat dan ringan, terang dan gelap, panas dan dingin, sakit dan senang, terbangun dan terjaga. Cinta adalah semuanya, kecuali apa arti dia yang sesungguhnya. Bukan begitu?" Arini tersenyum bangga.
"True, baby! Kamu pintar sekali. Lalu, apa kamu tahu maksudnya apa? Aku benar-benar akan mempraktekkan tulisan Wlliam Shakespeare." ucap Davian dengan tatapan nakal.
"It's wrong, Baby! Tahukah kamu, beliau berkata, cinta adalah berat dan ringan, seperti aku yang berat, dan kamu yang ringan. Cinta adalah terang dan gelap, artinya melakukan cinta ingin di tempat terang atau gelap? Lalu, cinta adalah panas dan dingin, memang benar kan? Bercinta membuat kita panas dingin dengan kenikmatannya. Dia juga bilang, sakit dan senang, artinya apa? Setelah kamu merasakan sakit saat bercinta, lama-lama, kamu akan senang juga dengan hal itu, bukan begitu? Lalu yang terakhir, terbangun dan terjaga, tentu saja setelah melakukan cinta yang panjang, kita akan terbangun dan terjaga berdua. Itulah arti yang sesungguhnya, dan aku benar-benar akan mempraktekkan ucapan penulis luar biasa itu. Berkat beliau, hasrat ku semakin menggebu, puitis dan gairah, adalah dua hal yang bisa jadi satu." ucap Davian.
Arini menganga mendengar ucapan Davian. Sungguh diluar dugaannya, Arini kira, Davian mengucapkan kata-kata puitis, memang sedang dalam fase romantis, ternyata puitis bagi Davian sama saja dengan saat dirinya meniduri Arini di kasur.
"Oh, no! Kamu tahu dari mana kata-kata itu? Kenapa kamu dengan mudahnya menyatukan kata se-puitis itu dengan pikiran kotor mu, Mas? Seandainya William Shakespeare masih ada, dia pasti marah padamu, karena kamu membuat definisi cintanya jadi rusak karena digabungkan dengan definisi-mu itu!" timpal Arini.
"Tentu saja tidak, sayang. Dia akan bertepuk tangan padaku, karena aku dengan mudahnya menjabarkan apa yang dia katakan. Kata puitisnya memang benar, dia buktikan dengan memiliki tiga anak dari istrinya. Itu berarti, memang untuk bercinta kan sayang?" Davian tak mau kalah.
"Iya, iya Mas. Aku tahu, sudahlah, melawan mu sama saja dengan berlari dalam sebuah lingkaran, aku tak akan menemukan titik akhirnya." jawab Arini.
"Ah, kamu. Baru gitu aja udah kalah. Ya sudah, ayo kita bersiap. Aku ingin segera pergi ke menara eiffel, aku sudah membuat reservasi di restoran mewah didekat sana." jawab Davian.
"Baik, Mas. Aku mau mandi dulu." jawab Arini lagi.
__ADS_1
"Sayang, apa aku boleh ikut?" tanya Davian.
"Memang kita akan pergi berdua kan Mas? Kok nanya nya aneh sih kamu!"
"Aku ingin ikut mandi bersamamu sekarang."
"Gak mau ah, nanti yang ada bisa habis aku di kamar mandi!"
"Sebentar kok, gak akan main, hanya mandi berdua saja, sekedar saling menyapa tubuh satu sama lain." Davian tertawa geli.
"Astaga, suamiku. Kenapa sangat kotor sekali pikiranmu?" Arini geleng-geleng.
"Maka dari itu, pikiran kotor ku harus kamu bersihkan, makanya ayo, kita mandi bareng sebelum kita pergi menuju tempat paling romantis se-dunia sayang," Davian tetap merayu Arini.
"Ah kamu, bisa aja ngelesnya, udah kayak bajaj aja sih! Aku gak akan mandi deh, mau cuci muka aja!" ucap Arini.
"Sayang, kamu gitu sih. Ini kan keinginan jabang bayi kita, dia bilang ingin mandi bersama Papanya. Apa kamu tega, membiarkan bayimu ngeces karena aku tak diizinkan mandi bersama mu?" Davian seperti anak kecil.
"Ya ampun, Mas Davian.. Kamu benar-benar ya, bayi kita yang tak tahu apa-apa, kamu bawa-bawa karena keinginan aneh mu itu! Terserah lah, aku gerah makin lama ngadepin kamu terus." Arini berjalan masuk kedalam hotel, dan segera mengambil handuk.
"Asyik, ketemu sama sweety!" seru Davian.
*Bersambung*
Hai..
Selamat malam..
Arini dan Davian aku lanjutkan lagi ya,
Doakan saja, semoga aku tetep sehat buat nerusin cerita ini.
Jangan lupa Like dan komentarnya ya sayang..
__ADS_1
Bagi yang baik hati, boleh dong kasih vote nya untuk cerita receh ini..
Luv u all ❤