
JANGAN DIBACA, KARENA MENGANDUNG ADEGAN DEWASA. BACANYA NANTI MALAM SAJA, ATAU DI SKIP SAJA LANGSUNG KE EPISODE YANG LAIN. TERIMA KASIH.......
AREA 21+ SKIP YA yang dibawah umur. Ini adegan DEWASA.
Davian langsung menerkam Arini. Arini terjatuh di ranjang. Kini, Davian berada di atas tubuh Arini. Davian membuka paksa pakaian Arini yang masih menempel di bajunya. Tanpa kelembutan dan cinta, Davian melakukannya dengan emosi dan nafsu yang tertahan selama ini.
Arini meronta-ronta. Arini takut, namun Davian terus menanggalkan semua baju Arini. Hingga Arini hanya terlihat mengenakan pakaian dalamnya saja.
"Maafkan aku, aku tak bisa menahannya lagi. Aku harus membuatmu mengerang malam ini. Aku sudah tak tahan lagi."
"Argghhh, Mas." Arini menggeliat
Davian mencium wajah dan bibir Arini. Ia terus memainkan lidahnya dengan bibir Arini. Davian sudah terbuai oleh hawa nafsu, apalagi melihat kemolekan tubuh Arini yang indah.
Davian menjalar, dari bibir Arini, hingga leher Arini. Ia terus menciumi bibir dan leher Arini. Arini menggeliat hebat. Baru pertama kali Arini mendapat perlakuan seperti ini.
"Mas, Aaaah! Jangan. Kumohon." Arini benar-benar kegelian dengan ciuman panas Davian
Perlahan-lahan, Davian mulai menanggalkan pakaian dalam Arini. Arini sempat menolaknya, namun Davian terus memaksa. Hingga menyembul lah bola dunia Arini yang selama ini Davian impi-impikan.
Davian tercengang melihat betapa indahnya tubuh sang istri. Tanpa basa-basi, Davian langsung melahap dengan semangat bola dunia Arini. Hingga Arini mengaduh dengan keras, Ia juga merasakan kenikmatan yang hebat pada tubuhnya.
Tubuh Arini memberikan reaksi atas perlakuan Davian, Davian menjalar kemana-mana. Ia benar-benar membuat Arini larut dalam surga dunia ini. Davian mulai mengarah bagian paling bawah Arini, namun Arini menahannya.
"Mas, jangan.. Aku takut!" Arini mencoba menahan Davian
"Jangan takut, aku akan mengajarimu menikmatinya. Aku akan pelan-pelan, Arini." Davian menyingkap tangan Arini yang menutupi gawangnya.
"Mas, kumohon, aku belum siap sama sekali."
"Aaarrghhhh, Mas. Jangan.."
Davian tak mendengarkan Arini yang meracau. Yang jelas, dia sudah larut dalam kenikmatan. Ia benar-benar menikmati tubuh Arini yang sangat indah. Beberapa kali, Davian mencium dan melahap habis gundukan yang menyembul pada dada Arini.
Davian mulai panas dan tak tertahan. Pedangnya ingin segera menusuk bagian tubuh Arini yang sangat indah.
Perlahan tapi pasti, Davian mulai mengarahkan kejantanan miliknya pada si kecil Arini. Arini mengerang dan menahannya, namun Davian terus memaksa.
Sulit untuk memasuki gawang Arini. Sangat sempit, dan Davian harus bekerja dengan ekstra, agar bisa mendapatkan kenikmatan yang sesungguhnya.
Pelan-pelan, Davian mencoba menerobos gawang Arini, namun sangat sulit. Davian terus memaksanya, hingga Davian sudah kesal tak bisa memasuki gawangnya jika terus melakukannya dengan pelan. Akhirnya, ia menerobos paksa, sekaligus, dan bobol lah gawang Arini, pertahanan Arini runtuh begitu saja dengan hentakkan demi hentakkan yang dilakukan Davian.
__ADS_1
"Aaah, Mas Davian. Sakit. Hentikan. Aaaaaahhhhhh." Arini terus meracau
Davian terus menikmati sensasinya, ini kali pertama untuk mereka berdua, dan Davian sudah terbawa suasana. Ia begitu menikmati indahnya tubuh Arini. Davian terus membuat Arini meracau. Permainan cetak gol itu berlangsung sekitar 10 menit. Hingga akhirnya, Davian dan Arini merasakan sensasi yang hebat luar biasa.
Arini dan Davian melakukan pelepasan bersama-sama. Arini mengerang hebat, benar-benar pengalaman pertaman baginya. Davian pun memasukan seluruh benihnya pada tubuh Arini.
Davian tak memikirkan akan bagaimana kisah mereka selanjutnya. Yang jelas, malam ini adalah malam yang panas dan penuh gairah.
"Mas, sakit.." Arini benar-benar kesakitan
"Maafkan aku, ini adalah hukuman atas perbuatan mu yang telah membohongiku." jawab Davian yang berbaring di samping Arini
"Tapi, rasanya tubuhku remuk dan sakit. Aku baru pertama kali melakukannya." jawab Arini menutup tubuh polosnya dengan selimut.
"Aku percaya, ini memang yang pertama bagi kita. Sprei ini yang menjadi saksinya."
"Bagaimana aku berjalan, rasanya tubuhku remuk sekali, aku sakit."
"Terima kasih, telah memberiku kenikmatan yang sesungguhnya. Tubuhmu akan menjadi candu bagiku, Arini. Lambat laun, kau akan mulai menikmatinya. Aku akan mengajarimu perlahan."
"Mas, apa aku akan hamil? Kamu mengeluarkannya dimana tadi?" tanya Arini
"Memangnya kalau hamil, kenapa? Didalam, karena aku sudah tak kuat!" jawab Davian santai
"Kenapa kamu gak mau hamil? Kamu kan istriku."
"Aku ingin mengejar cita-citaku, aku tak mau mempunyai anak di usia muda seperti ini. Awww, mana rasanya perih banget lagi."
"Ini semua karena ulah mu. Suruh siapa membohongiku, kalau saja kamu tak berbohong, aku tak akan membuatmu kesakitan seperti ini. Aku masih selalu sabar menunggumu!" jawab Davian
"Ah, sudahlah. Semua sudah terjadi. Rasanya, badanku ngilu semua, Mas." Arini memijat-mijat kecil tubuhnya
"Mau aku pijat? Kita masih tak memakai baju, mudah bagiku untuk memijat mu." jawab Davian
"Tidak mau! Yang ada bukan memijat nantinya, Mas malah menggerayangi tubuhku lagi." jawab Arini
"Gak apa-apa dong! Habisnya, tubuhmu benar-benar nikmat! Apalagi, buah dada mu, benar-benar menggairahkan." kata Davian sambil mencolek buah dada Arini
"Aarrrrgghhh, Mas! Nakal banget sih!!!" Arini kesal
"Aku benar-benar tergoda dengan ini sayang. Biarkan aku memegangnya terus ya!" ucap Davian
__ADS_1
"Apa kamu tak bosan? Jangan sentuh-sentuh aku lagi. Aku sudah lelah! Aku ingin istirahat, tubuhku hancur sekali rasanya." Arini mengeluh
Arini bangun dari tempat tidurnya. Ia beranjak, namun Davian menahannya.
"Kamu mau kemana?" tanya Davian
"Mau ganti baju, Mas." jawab Arini
"Jangan. Kita begini saja." ucap Davian
"Eh, aku malu! Masa gak pake baju sih!!!"
"Gak apa-apa. Malu kenapa? Aku sudah melihat seluruh tubuhmu, bahkan aku juga sudah merasakannya. Biarlah, kita tidur malam ini tanpa sehelai benang apapun dalam tubuh kita."
"Tapi, dingin Mas!"
Davian menarik tangan Arini, hingga Arini jatuh ke pelukannya. Tangan Davian memegang buah dada Arini yang padat dan kenyal.
"Mas, lepas! Jangan pegang-pegang." Arini menepis tangan Davian yang mulai nakal lagi
"Rin, bola dunia ini benar-benar indah sekali ya! Tak salah, aku sangat bergairah ketika melihatnya di video saat itu." Davian keceplosan
"APA? MELIHATNYA DI VIDEO? KAPAN MAS MELIHAT PAY*DARA KU DI VIDEO?" Arini mulai berapi-api.
Sialan, nih mulut. Gue malah keceplosan. Aduh, gawat dah. Batin Davian.
"Hehe, maafkan aku Rin. Aku melihat videomu saat itu, ketika kamu bilang kamu tak memakai bajumu. Maafkan aku ya." jawab Davian
"Kurang ajar kamu, Mas. Itu merupakan tindakan asusila, melihat tubuhku yang polos!!"
"Kamu ini gimana sih? Sekarang saja, aku sedang melihat tubuhmu yang polos. Jangan macam-macam ya Arini, aku masih marah padamu. Jangan membangkitkan kemarahan ku. Apa kamu mau, aku menghabisi mu lagi malam ini?" ancam Davian
"Maaf, Mas! Maafkan aku. Aku lelah, kita tidur saja. Ya?"
"Tentu, sayangku. Sini, aku ingin memelukmu. Aku ingin tidur dalam kehangatan tubuhmu."
Davin mengecup kening Arini. Mereka berpelukan, hingga terlelap dalam keadaan tanpa busana apapun. Hanya selimut yang menutupinya.
*Bersambung*
Nih, yang hareudang hareudang ya. Ini malam jum'at gaesss.. Hati-hati 😄😄😄
__ADS_1
Jangan lupa LIKE VOTE DAN KOMEN. Aku maksa nihhh 🤣🤣🤣