
Pagi ini, di rumah besar Davian sangat sibuk sekali. Semua orang mempersiapkan pesta ulang tahun Keyza. Keluarga Arini pun tengah hadir, dan akan menyambut hari ulang tahun Keyza. Namun, berbeda dengan Davian, yang malah tak ingin ikut campur dalam acara ulang tahun ini.
Davian memutuskan untuk pergi bekerja, karena banyak pekerjaan yang harus Davian selesaikan. Arini telah membujuk Davian, namun sulit sekali membujuknya, karena Davian malas untuk melihat acara ulang tahun tersebut.
"Mas, kalau tetep mau kerja, pulangnya jangan terlalu sore ya?" pinta Arini.
"Setelah acara ulang tahun anak itu selesai, aku baru pulang ke rumah." jawab Davian.
"Kamu selalu saja keras kepala." Arini cemberut.
"Sudah ya sayang, aku tak ingin kamu membahas terus-menerus tentang dia. Itu akan menjadi masalah untuk kita. Aku harap, kamu mengerti aku, dan jangan terus memaksaku. Aku tak mau, ikut campur urusan dia." jawab Davian.
"Baiklah, Mas. Terserah kamu saja!" Arini cemberut.
Davian tahu, Arini marah padanya. Namun, Davian pun tak mau jika terus-menerus memaksakan dirinya untuk berbaik hati pada Keyza. Cara jitu yang harus Davian lakukan adalah membuat Arini luluh lagi padanya. Davian harus mengeluarkan jurus gombalnya, agar Arini tersenyum kembali.
"Sayang, ada gula gak?" tanya Davian.
"Gula? Untuk apa gula?" Arini tak mengerti.
"Untuk meleburkan muka masam mu, agar manis lagi...." Davian memegang dagu Arini.
"Huh, kukira apaan!" Arini mendengus kesal.
"Habisnya, kamu cemberut terus. Aku jadi bingung, kalau pakai gula kan jadi manis lagi." Davian menggoda Arini.
"Sudah, ayo kita turun. Kamu harus berangkat bekerja." ucap Arini.
"Maaf ya sayang, jangan kecewa karena sikapku." ucap Davian merangkul bahu Arini.
"Iya, Mas. Gak apa-apa. Aku yang seharusnya memahami kamu," Arini mencoba sabar.
"Terima kasih, sayang."
...***...
Acara ulang tahun Keyza pun dimulai. Rangga dan Tira sangat sibuk, tentunya dibantu oleh beberapa asisten rumah tangga keluarga Davian. Mereka mengundang banyak anak-anak panti asuhan, agar bisa memberi kepada mereka yang kurang beruntung. Keyza sangat terlihat cantik. Ia memakai gaun yang indah, wajahnya sangat ceria, karena dihari ulang tahunnya, ia sangat menunggu kehadiran Ibunya.
Arini terlihat mendampingi Keyza. Karena sebentar lagi acara akan dimulai. Rangga masih menunggu kedatangan Melisa. Sebelumnya, Rangga telah mengirim pesan pada Melisa, bahwa acara sebentar lagi akan dimulai.
Namun, Melisa membalas bahwa ia akan datang terlambat. Rangga memakluminya, dan ia pun segera mempersilahkan MC untuk memulai mengawali acara ulang tahun Keyza. Sang MC pun memberi sambutan pada seluruh anak-anak yang diundang dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Keyza yang ke-5.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun ya Keyza Putri Raharsya. Semoga panjang umur, semoga menjadi anak yang pintar dan sholeh, serta menjadi kebanggaan kedua orang tua." ucap sang MC.
Mereka semua tepuk tangan dan memberikan ucapan selamat untuk Keyza dihari ulang tahunnya. Kini, giliran Keyza potong kue dan meniup lilin. Rangga menelepon Melisa, namun tak juga diangkatnya, Melisa hanya membalas masih belum selesai, ia baru akan berangkat. Akhirnya, sang MC meminta Arini dan Rangga yang mendampingi Keyza untuk tiup lilin.
Wajah Keyza terlihat murung dan sedih. Ia berharap Ibunya akan segera datang, namun ternyata Melisa belum juga datang. Keyza mencoba tersenyum disaat hatinya sedih, karena ada Arini dan Rangga yang menemaninya, kesedihannya bisa sedikit terobati.
"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga......" seru semua anak-anak bersamaan.
Keyza meniup lilinnya dibantu oleh Arini, semua bersorak sorai turut bahagia dalam acara tersebut. Kini, waktunya potong kue. Sebenarnya, Keyza berharap, ia bisa memberikan kue suapan pertama pada Ibunya, namun Melisa tak kunjung datang, Melisa tak menemuinya. Dirinya ingkar janji.
Keyza memberikan suapan pertama untuk Rangga, kemudian untuk Arini. Anak-anak yang hadir bertepuk tangan melihat Keyza memberikan kuenya pada Rangga dan Arini. Mereka terlihat bahagia, walaupun sebenarnya Keyza sedih, Melisa belum juga datang.
"Nah, anak-anak. Karena sekarang acara intinya sudah selesai, kita ke taman belakang ya, di sana sudah ada Kakak Tira, Kakak Nadya, dan Kakak Dika yang akan mengajak kalian bermain games kecil-kecilan. Ayo, siapa yang mau ikutan? Nanti yang menang akan dapat hadiah, ya..."
"Aku, aku, saya, aku," seru anak-anak.
"Ayo, perlahan-lahan, kita keluar ya, yang rapi keluarnya. Kita main games, diluar lebih luas dan menyenangkan. Ayo anak-anak."
Anak-anak dari panti asuhan menuruti ucapan sang MC, mereka keluar secara teratur. Keyza pun diminta keluar. Ia berjalan bersama Arini dan Rangga. Sambil sesekali, Rangga menelepon Melisa, namun tak kunjung jua diangkatnya.
Melisa benar-benar menyebalkan! Dia main-main padaku. Batin Rangga.
Keyza berjalan bersama Mita dan Alif. Ia berjalan lebih dulu, hingga tersisa Arini dan Rangga yang masih didalam ruangan.
"Tadi dia bilang akan datang terlambat. Tapi, sampai saat ini dia tak juga datang. Aku heran," ucap Rangga.
"Hubungi saja terus. Oh iya, Bang? Tolong bantu Pak parjo membawakan snack, biar didepan saja dibagikannya, agar mereka tak keluar masuk lagi kedalam rumah." ucap Arini.
"Oh baiklah, ayo kita bantu." ajak Rangga.
Arini dan Rangga tak jadi ikut ke taman. Mereka akan menyuruh asisten untuk membawakan beberapa snack. Rangga pun turut membantu. Keadaan di taman, sangat ramai dengan riuh-riuh anak-anak yang sedang ikut lomba.
Keyza bersama Alif dan Mita hanya melihat keseruan itu. Tiba-tiba, Keyza berbalik, karena merasa ada seseorang dibelakangnya.
"Mommy?" Keyza kaget, matanya membulat, melihat sosok Melisa tersenyum padanya.
Keyza mundur dari keramaian lomba tersebut. Ia mendekati Melisa yang tersenyum padanya.
"Mommyyyyyyy........" Keyza memeluk Melisa.
Melisa membalas pelukan Keyza, "Sayang, selamat ulang tahun ya, mommy bahagia sekali, kamu terlihat sangat cantik. Semoga panjang umur, sehat selalu ya, Nak. Maafkan mommy datang terlambat. Mommy sedang sibuk, maafkan mommy yang tak bisa selalu di sisimu. Tapi, percayalah, mommy akan selalu menyayangi kamu, mommy akan selalu berada di hatimu. Mommy mencintai kamu, selamanya." Melisa memeluk Keyza.
__ADS_1
"Mommy, aku mencintaimu. Aku ingin selalu bersamamu. Kenapa mommy selalu sibuk? Kapan mommy bisa seperti dulu padaku?" Keyza mengusap air matanya.
"Mommy menyayangimu, percayalah, kesibukan mommy sekarang ini, hanya untuk kamu. Mommy tak bisa memberimu apa-apa sayang, mommy hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu. Semoga kamu bahagia selalu ya, maafkan mommy tak bisa berlama-lama menemani kamu, maafkan mommy, Nak." ucap Melisa.
"Jadi, mommy akan pergi sekarang?" Keyza sedih.
"Mommy harus bekerja, semoga Keyza mengerti ya. Tapi, Key harus percaya, bahwa mommy akan selalu menyayangi dan mencintai Keyza di sepanjang hidupmu." Melisa mengusap air mata Keyza.
Perlahan, Melisa berdiri, ia akan pergi.
"I love you, Mommy..." Keyza melambaikan tangannya pada Melisa yang beranjak pergi meninggalkan dirinya.
"I love u too, my little Keyza....." Melisa melambaikan tangannya.
...***...
Handphone Rangga berdering, nama kontak Melisa memanggilnya. Rangga segera mengangkatnya.
"Halo, Mel, kamu dimana? Cepatlah, kita semua menunggumu." ucap Rangga.
"Halo, apa benar ini dengan kerabat Nona Melisa? Kami dari pihak Rumah sakit Melati, ingin mengabarkan bahwa Nona Melisa sekarang berada di ruang ICU, ia sedang dalam kondisi gawat darurat. Diharapkan, pihak keluarga atau kerabat segera menuju ke Rumah sakit, terima kasih." ucap suster lewat telepon.
"APA? Kok bisa sih? Baiklah, saya akan segera ke sana saat ini." jawab Rangga.
Rangga kalang kabut. Ia segera mengabari Arini, dan mencari Keyza di taman. Rangga berlari menuju taman. Rangga melihat Keyza sedang berdiam diri sendiri. Rangga segera berlari menuju Keyza. Dengan perasaan bingung dan sedih, ia mendekati anak malang itu.
"Key, ayo kita ke rumah sakit. Tinggalkan acara ini. Biarkan Kak Dika dan Kak Tira yang mengurusnya.
Tiba-tiba, Arini datang, " Bang, aku ikut." Arini ingin ikut.
"Rin, tapi kamu," Rangga keberatan.
"Gak apa-apa. Ayo, kita berangkat." ucap Arini.
"Ngapain ke rumah sakit opah kecil?" Keyza terlihat baik-baik saja.
"Kita bertemu Mommy-mu. Ayo sayang," Rangga menuntun Keyza.
"Tapi, Opah.. Tadi Key sudah bertemu dengan Mommy. Tadi mommy menemui Key disini." ucap anak polos itu.
"APA?" Rangga kaget, begitupun juga Arini.
__ADS_1
Tak mungkin Melisa datang kesini. Tak mungkin, tapi kenapa? Kenapa Keyza berkata, bahwa Ibunya telah datang menemuinya?
*Bersambung*