Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Bonus Chapter 2 - Bulan madu ....


__ADS_3

Seminggu sudah usia pernikahan Andra dan Nisha. Minggu ini, mereka akan menghabiskan bulan madu bersama. Andra dan Nisha memutuskan untuk bulan madu ke Jepang. Jepang adalah negara yang cocok dijadikan tempat untuk berbulan madu, terkenal dengan pohon sakura dan keindahan gunung fujinya.


"Yakin nih ke Jepang?" tanya Andra.


"Yakin, sayang. Ingin rasanya aku ke Jepang!" jawab Nisha mantap.


"Kamu gak mau ke Maladewa?" tanya Andra lagi.


"Enggak! Aku maunya ke Jepang." Nisha kekeh.


Andra tersenyum menatap Nisha, "Memangnya, apa yang mau kamu lakukan di Jepang, Nish?"


"Aku mau piknik dibawah pohon sakura, aku mau mendaki gunung fuji, dan menjelajah pantai-pantai indah di Jepang. Alu juga mau kunjungi kuil-kuil bersejarah, dan pakai kimono sama kamu, sayang." Nisha melebarkan senyumannya.


"Banyak banget kemauan kamu. Tapi, nanti aku pasti repot siapin semuanya." Ucap Andra.


"Ajak aja Elang, dia suruh siapin semuanya." ucap Nisha.


"Ya ampun, Elang mana mau jadi obat nyamuk kita, Nish!" Ucap Andra.


"Iya juga ya, pacar dia gak punya. Kasihan juga sih," Nisha tersenyum kecil.


"Tapi, kalau Elang gak ikut, aku benar-benar merasa kerepotan. Kita ajak saja Elang, dan ajak saja teman wanita mu, biar Elang ada temannya." Andra terkekeh.


"Ah, siapa? Semenjak aku di perusahaan, aku sudah lost contact dengan semua teman-temanku." ucap Nisha.


Tiba-tiba, Callista datang dan menguping pembicaraan kakaknya yabg sedang bersantai di dekat kolam renang,


"Hayo, Kalian mau pada kemana? Ajakin Lista dong!" Callista terkekeh.


"Ah, kamu! Nimbrung aja. Kamu kan sibuk kuliah, ngapain kamu ikut. Lagipula, Kakak sama Kakak iparmu mau bulan madu! Masa kamu mau ikut sih, Lis!" Sindir Andra.


"Ya ampun, Ndra ... segitunya kamu. Ajak aja Lista, biar Elang ada teman yang bisa diajak mengobrol. Kurasa, ada mereka pun tak akan merubah suasana bulan madu kita." ucap Nisha.


"Kak Nisha baik banget. Iya dong, kali-kali ajakin Lista, aku juga mau jalan-jalan. Kuliah terus bikin mumet tahu gak! Memangnya, kalian mau bulan madu kemana sih? Aku penasaran!" Ucap Callista.


"Ke Jepang, Lists. Beneran kamu mau ikut?" tanya Nisha.


"Whoaaa, Jepang! Mau banget, Kak. Serius nih, aku boleh ikut?" tanya Callista lagi.

__ADS_1


"Boleh banget, dong!" Nisha tersenyum riang.


"Wah, asyik. Aku mau ke Kyoto terus ke desa Shirakawago. Itu the best place banget deh, Kak! Temenku pernah ke sana, dan katanya bagus banget view-nya, Kak! Kebetulan banget kan lagi musim dingin kalo bulan sekarang. Keren pastinya!" Callista begitu antusias.


"Wah, asyik banget kayaknya ya. Kalo gitu, kamu siap-siap, lusa kita berangkat Lis." ucap Nisha.


"Eh, eh, eh! Kok jadi kalian yang asyik berdua sih? Lista, siapa yang ijinkan kamu pergi? Siapa yang setuju kamu libur kuliah? Siapa yang nyuruh kamu gangguin honeymoon Kakak, ha?" Andra sewot.


"Lista gak bakalan dengerin Kakak ngomong. Lista hanya akan mendengarkan Kakak Ipar. Bye!" Callista pun berlalu meninggalkan Andra dan Nisha.


"Eh, dasar anak gak sopan!" Andra mendengus kesal.


"Sayang, sudah tak apa. Kita ajak saj, dan izin sama Mommy," ucap Nisha.


"Terserah kamu lah!" Andra cemberut.


Akhirnya, Andra pun mengalah dan mengajak Elang serta Callis untuk pergi berbulan madu ke Jepang. Andra kesal, karena Bulan madunya diganggu oleh Callista. Tapi, Nisha telah berjanji, bahwa bulan madu mereka tetap akan hangat dan romantis, karena nantinya baik Andra maupun Callista akan berpisah, dan tak akan saling bersama ketika di Jepang.


...🌸🌸🌸...


Tiga hari kemudian ...


Mereka berempat telah berada di Tokyo. Kewajiban Elang sudah bisa dipastikan sama dengan sekretaris Dika dahulu. Elang menyiapkan seluruh keperluan Andra, dan Elang juga setia melakukan apapun yang Andra inginkan.


"First place yang mau kita kunjungi, kemana dulu nih?" ujar Callista riang.


"Kakak sama Kak Andra mau ke tower Roppongi Hills Mori, kita mau kencan. Jadi, kamu jangan ganggu ya, Lis. Nanti Kakakmu bisa marah kalau kamu ngintil. Ya kan, sayang?" Nisha tersenyum tipis.


"Ya, kamu janji sama Kakak, kamu mau ikut, tapi gak akan ganggu kita, kan! Jadi, kamu liburan sendiri aja. Jangan ngerecokin kita! Lang, lu urus si Callista ya. Gue gak mau, dia ngikutin gue sama Nisha," ucap Calandra.


"Siap, Bosque!" Elang terkekeh.


"Haish, Kakak nyebelin emang! Jangan geer deh, lagian siapa yang mau ngintilin Kakak, huh! Kak Elang, ayo kita jalan-jalan keluar hotel. Kita pergi berdua, Ayo Kak!" Lista menarik tangan Elang.


"Eh, eh ... kok jadi aku sih Lis? Ish, nih anak. Bos, gimana dong? Gue gak dibayar buat nemenin adik lu jalan-jalan!" keluh Elang.


"Gak apa-apa, itu lebih baik, daripada Callista gangguin gue!" Andra tertawa, karena Elang tak berkutik dimintai jalan-jalan oleh Callista.


Elang dan Callista pun pergi bersama. Itu tandanya, tak akan ada yang mengganggu Andra dan Nisha untuk menikmati malam indah mereka. Andra mengajak Nisha pergi ke tower indah di Tokyo. Andra ingin makan malam bersama Nisha sambil menikmati keindahan kota Tokyo dimalam hari.

__ADS_1


Mengingatkannya pada sang Daddy, yang pernah bercerita, berbulan madu di atas menara eiffel, dan ia pun ingin mengajak istrinya untuk berbulan madu seperti kedua orang tuanya dahulu. Bedanya jika dulu Davian dan Arini dinner didalam menara eiffel, Andra dan Nisha dinner di tower Roppongi, Jepang.


Sambil melihat kota Tokyo yang indah, ia juga bisa melihat dengan jelas Menara Tokyo yang terkenal di Jepang. Andra sengaja, memilih Roppongi tower, karena ia ingin melihat menara Tokyo dengan jelas. Jika ia berada didalam menara Tokyo, pemandangan indah menara itu tak bisa ia lihat.


"Lihatlah sayang, pemandangan menara Tokyo yang terlihat dengan jelas dari sini. Sangat indah bukan?" tanya Andra sambil menatap Nisha.


Nisha mengangguk, "Tentu saja sangat indah. Aku bisa melihatnya dengan jelas. Aku benar-benar kagum dengan semua ciptaanNya."


"Aku sengaja mengajak dinner disini, agar keindahan menara itu bisa kamu lihat. Jika kita berada didalam sana, menara itu tak bisa kita lihat," ucap Andra.


"Iya, kamu memang terbaik. Kamu mampu membuatku terenyuh dengan semua ini. Terima kasih, Calandra, suamiku. Aku sangat bahagia di sampingmu." Ucap Nisha.


Andra memegang tangan Nisha, " Kanisha, istriku ... tiada hal yang lebih membuatku bahagia, selain melihatmu tersenyum dan berada di sampingku. Apapun akan aku lakukan, untuk membuat hidupmu bahagia, karena kamu adalah tujuan hidupku. Menikahi mu, adalah tanggung jawab terbesarku, untuk membuatmu bahagia dan nyaman di sisiku."



"Terima kasih, kamu adalah laki-laki terhebat yang mencintaiku dengan begitu tulus. Tak pernah sedikitpun kamu membuat aku kecewa. Inilah kebahagiaan terbesarku, bisa memilikimu dan menikah denganmu. Tahukah kamu, Aku akan meminta Allah untuk mempersatukan aku denganmu dua kali," ujar Nisha.


"Kenapa harus dua kali?" tanya Andra heran.


"Tentu saja, karena aku ingin bersama mu selamanya ... pertama di dunia ini, dan yang kedua tentunya di surgaNya Allah ... Aku ingin cinta kita abadi bukan hanya di dunia, tapi di akhirat juga. Bahwa kita akan bersama selamanya. Inilah harapan terbesarku, sayang. Hanya satu, cinta yang aku miliki selama hidup dan matiku, yaitu kamu ...." Nisha tersenyum penuh ketulusan.


"Terima kasih atas kata-kata indah itu sayang ... Tahukah kamu, cinta adalah sesuatu yang paling berharga dan tentunya merupakan suatu pemberian terbaik dariku, dan cinta itu juga adalah sebuah penghargaan terbesar untuk kamu yang telah menerima cintaku ... terima kasih, cinta! Engkau telah mengajarkan aku bersabar dan memberikannya pada orang yang tepat, yaitu kamu, istriku!" Andra mengecup tangan Nisha dengan penuh cinta.


Nisha dan Andra hanyut dalam malam penuh kebahagiaan. Bersama, berdua, menjalani kisah cinta yang indah, mengarungi bahtera rumah tangga bersama. Bersatu padu dalam sebuah kebahagiaan yang tiada hentinya. Cinta itu ungkapan rasa yang tak biasa, cinta bukan hanya sebatas untaian kata penuh makna, tapi cinta juga sebuah perlakuan spesial pada orang yang telah dipilihnya ....


Terima kasih, Cinta. Tanpamu, hidup ini hampa, tanpamu, senyum merekah tak akan terpancar dari bibir manis itu. Kuharap, cinta ini akan abadi selamanya, sampai maut memisahkan, dan Tuhan menyatukannya lagi di SurgaNya ... Amin.


...TAMAT...


..._________________________________...


Terima kasih, telah membaca sampai akhir ... mohon, untuk yang selalu like cerita ini, lanjut ke novel baru aku yuk, judulnya TERJERAT CINTA SATU MALAM. Dukung dan bantu aku lagi agar aku semangat menulis. Cerita ini sudah selesai, dan akan lanjut di novel baru. Kunjungi aku di sana yuk teman-teman,


Bagi yang kesulitan mencari, tinggal klik profil aku di cerita ini, nama ku Irna Mahda Rianti, klik saja ya, nanti di profil aku ada semua ceritaku, dan kalian bisa klik judul TERJERAT CINTA SATU MALAM kalau yang mau tahu kelanjutan kisah anak Rangga dan juga sekretaris Dika.


Makasih semuanya. I love u Full ❤💕


__ADS_1


__ADS_2