Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Terakhir


__ADS_3

BEBERAPA BULAN KEMUDIAN.


"Sayang, aku ingin punya anak." ucap Davian.


"Benarkah? Kenapa tiba-tiba berkata begini, Mas?" tanya Arini.


"Aku ingin kamu hamil dan mengandung anakku, aku iri pada anak buah ku."


"Kenapa memangnya?"


"Mereka sedang berbincang, bahwa istri-istrinya sedang hamil, ada juga yang sedang hamil anak kedua. Tapi, kita masih belum diberi juga, sayang. Aku ingin, kamu segera hamil." ucap Davian.


"Mas, aku kira Mas Davi gak bakalan ngungkit-ngungkit masalah anak, karena mungkin saja kita belum di percaya." jawab Arini.


"Karena itulah, aku ingin kita mulai program kehamilan sayang. Kita juga harus semangat bikinnya." umpat Davian.


"Idih, apaan sih. Bikin-bikin, dasar laki-laki! Emang pikirannya kayak gitu terus!" Arini kesal.


"Oh, jadi kamu gak mau? Oh, jadi kamu gak mau punya anak dari aku? Ya udah!" Davian marah.


"Mas, jangan marah dong. Gantengnya jadi gak kelihatan deh!" goda Arini.


"Jangan menggodaku. Aku sedang tak mau digoda." jawab Davian.


"Ciyeee, yang lagi marah." Arini tersenyum jahil.


"Aku mau anak, sayang! Aku ingin kamu hamil. Ayolah, kita fokus saja membuat anak. Kamu tak usah banyak bicara terus!" Davian merengek seperti anak kecil.


"Mas, jangan menyalahkan aku. Mungkin Mas Davi gak tahu, bisa saja bayi itu memang sudah hadir! Kita berdoa saja, agar kita segera fiberi kepercayaan, sayang." jelas Arini.


"Kamu memang sering berkata begitu. Aku tahu maksudmu! Sudahlah, aku malas." Davian benar-benar seperti anak kecil.


Mungkin ini memang bawaan bayi. Batin Arini.

__ADS_1


"Mas, berisik deh. Jangan marah-marah terus! Pusing aku dengernya. Aku bukannya gak mau program hamil, taku aku, udah...." ucap Arini terpotong.


"Alasan apalagi? Kamu memang pandai berkilah! Aku juga sudah tahu itu. Bilang saja kalau kamu tak serius padaku!" Davian marah.


"Mas, aku ngomong di potong terus! Mas Davian nyebelin dasar! Aku bilang aku gak mau program hamil, karena buat apa." tegas Arini.


"Dasar kamu keras kepala!" Davian cemberut.


"Untuk apa aku program hamil? Kalau sekarang aku sudah hamil." ucap Arini memalingkan wajahnya.


"Apa?" Davian tak percaya.


Arini mengeluarkan testpack dari dalam sakunya. Davian mengambil testpack itu dan segera melihatnya.


"Apa maksudnya ini? Kenapa garisnya ada dua? Memangnya, kalau hamil itu bagaimana? Bukankah garis kehamilan itu ada dua, iyakan?" Davian kikuk.


"Iya, Mas. Lihat saja, garisnya ada berapa itu? Coba perhatikan!" ucap Arini.


Mata Davian berkaca-kaca. Ia tak henti-hentinya menatap testpack yang ia pegang. Davian mendekati Arini yang sedang berdiri di meja periksanya.


"Iya, Mas. Aku juga bahagia sekali, akhirnya aku bisa memberimu kado terindah ini. Aku tak menyangka kalau tadi pagi aku memakai testpack ini, ternyata garisnya dua. Aku juga pasti mau punya anak dari kamu. kamu aja gak sabaran! Kalo ngomong gak di rem. Aku tadinya mau buat surprise untuk Mas, tapi Mas Davi malah nanya duluan!" Arini tersenyum.


"Terima kasih sayang, kamu telah mengabulkan permintaanku. Aku bahagia sekali mendengarnya." ucap Davian.


"Mas, kamu sadar gak? Barusan kamu ngerengek-rengek kayak bayi, kayak anak kecil banget, pengen aku hamil dengan ekspresinya yang sangat lucu. Menurutmu, apa kamu juga terbawa imbas bawaan bayi kita?"


"Masa sih? Tapi, akhir-akhir ini perutku tak bisa diajak konsentrasi juga. Terkadang, aku ingin makan pecel, ingin makan nasi uduk, makan tempe mendoan, apalah itu. Banyak sekali. Tapi, aku selalu menghiraukannya, karena aku sibuk." balas Davian.


"Apa mungkin bayi kita ingin Mas yang ngidam kali ya?" Arini tertawa kecil.


"Kali ini, rasanya enak sekali jika aku makan rujak uleg. Dimana ya aku bisa membelinya? Rasanya seperti sudah ada didalam tenggorokanku, sayang." ucap Davian sembari menelan saliva nya.


"Mas, sepertinya kamu ngidam! Orang hamil kan suka ngidam, tapi, tak menutup kemungkinan, suami pun ada beberapa yang mengalami ngidam. Aku rasa, Mas sedang ngidam kali ini. Pantas saja, cara bicara-mu seperti itu."

__ADS_1


"Apa ngidam itu menyakitkan, Arini? Kumohon, tolong aku. Kenapa aku sangat ingin sekali membeli rujak uleg? Ada apa denganku?" Davian tak mengerti.


"Itu ngidam, Mas. Sebentar, biar aku telepon sekretaris Dika. Semoga saja ada penjual rujak uleg." balas Arini


Davian sangat bahagia, karena Arini hamil. Penantiannya tak sia-sia, usahanya juga berbuah manis. Pantas saja, Arini terlihat santai ketika Davian memintanya untuk melakukan program hamil. Ternyata, Arini sudah hamil, mereka tak perlu melakukan program kehamilan lagi.


"Sayang, terima kasih, telah memberiku kebahagiaan yang seutuhnya." Davian mengecup kening manis Arini.


"Tentu saja, Mas. Ini juga kebahagiaanku. Aku akan menjaganya dengan baik." jawab Arini.


"Harus, karena ia adalah nyawaku. Aku janji, akan menjadi suami siaga untukmu, aku juga janji, akan membahagiakan kamu dan anak kita, disisa umurku ini. I love u Arini, and I love u my little baby."


Davian mengelus-elus perut Arini yang masih rata. Lalu, ia mengecupnya dengan lembut. Arini memegang halus rambut Davian yang ada di perutnya.


"I love u too, Mas, and Papa baby."


*TAMAT*


πŸ‘‰Seperti kita ketahui, cerita ini sudah sampai kebahagiaan Arini dan Davian ya. Akhirnya mereka bertemu lagi. Singkat saja, aku buat happy ending dan konfliknya gak terlalu banyak seperti keinginan beberapa readers.


Kedepannya, sebenarnya ide ada, cuma kurang menarik perhatian pembaca, takutnya malah jadi monoton. Karena hanya itu-itu saja ceritanya. Ide cerita yang awal itu rada berat konfliknya, tiba-tiba, di cancel karena dapet masukan konfliknya gak mau terlalu berat, aku juga gak mau kecewain pembaca, jadi aku rubah alur cerita ini 😊


Jadi, cerita ini tuh di persingkat, alurnya dimajukan, padahal awalnya masih jauh, perkiraan konflik itu di episode 100an, tp karena perubahan alur dan konflik, ceritanya jadi express 😁


Makasih yang udah setia baca ya.. 😘πŸ₯°


Karena konfliknya telah selesai. makasih idah mau ngikutin terus, apalagi yang ngasih dukungan buat cerita ini, aduuuh, makasih banyak, yg udh senantiasa Vote juga, komentar dan like, kritik dan saran, terima kasih banyak ya 😘


Oh iya, adakah yang mau Bonus chapter?


Atau ada yang minta season 2?


Kalau ada, aku buat ide untuk selanjutnya..

__ADS_1


Boleh beri komentarnya. πŸ™‚πŸ˜Š


Makasih ya πŸ₯°πŸ˜˜


__ADS_2