Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Calandra series 7


__ADS_3

Selamat membaca ...


Mohon kesediannya untuk like cerita ini sebelum membaca, agar aku semangat. Makasih😘


"Nak, apa yang terjadi?" Arini berdiri dan memegang kedua lengan anaknya.


Calandra terus menatap Nisha. Nisha bingung dan kaget, karena sikap Calandra yang terkesan memaksa dirinya. Nisha sudah muak, ingin rasanya ia pergi dari rumah Arini, tapi ia tak sanggup. Melihat betapa Arini dan Davian yang tulus padanya.


"Mom, Dad, izinkan aku berbicara dengannya sebentar. Kumohon, jangan ganggu dulu sebelum aku selesai bicara dengannya." Calandra menarik lengan Nisha, dan memaksa Nisha ikut dengannya.


"Eh, mau kemana? Lepasin aku! Bu, tolong Nisha ..." Nisha menatap Arini.


"Hey, Calandra! Mau kemana kamu! Andra!" Arini kesal.


"Sayang, biarkan mereka. Apa Andra dan Nisha saling mengenal?" tanya Davian.


"Enggak, Mas. Setahuku mereka gak saling kenal. Tapi, kenapa sekarang Andra malah begitu? Terus, dia mau bawa Nisha kemana lagi? Aduh, Mas. Aku takut Andra macam-macam." Arini khawatir.


"Kamu terlalu khawatir, sayang. Biarkan mereka, mungkin pada awalnya mereka saling mengenal. Tenang saja, tak akan terjadi apa-apa. Tunggu saja disini." ucap Davian.


"Baiklah, Mas." Arini masih sedikit ragu dan khawatir.


Calandra membawa Nisha pergi taman belakang rumahnya yang sepi. Nisha kesal, namun Calandra berkali-kali memohon padanya agar mau menuruti keinginannya. Nisha berulang kali mengatakan tak ingin berurusan lagi dengan Calandra, namun Andra tetap tak mendengarkan ucapan Nisha.


"Apa sih, lepas! Aku gak ada urusan sama kamu." Nisha emosi, mereka telah sampai di taman belakang rumah Calandra.


"Nisha, dengarkan aku. Aku minta maaf .... " ucap Calandra.


"Sudah aku maafkan. Apalagi sih?" Nisha kesal.


Andra menghela nafas, "Aku baru tahu, karena aku mencium mu saat itu, kamu mendapat masalah besar. Aku juga baru tahu, semuanya Nisha. Maafkan aku."


"Baguslah kalau kamu tahu. Sudah, tak perlu merasa bersalah, aku sudah melupakan semuanya." jawab Nisha.


"Nish, tidak bisa seperti itu. Aku akan melakukan apa yang kamu minta, asalkan kamu maafkan aku. Dan kumohon, kembali kuliah di tempat yang sama, aku akan menjagamu dari orang-orang yang pernah menyakitimu. Aku akan menebus semuanya, Nisha." Calandra menyesal.


"Enggak, terima kasih. Aku gak mau terlibat lagi dengan orang sepertimu. Aku sudah cukup menyesal melewati lorong kampus pada saat itu, apalagi jika aku harus kembali ke kampus itu, aku gak akan pernah mau. Lebih baik aku tak kuliah, jika aku harus kembali kuliah di tempat yang sama denganmu." tegas Nisha.


"Sebenci itukah kamu padaku?" tanya Calandra.


"Aku tidak benci, aku hanya menghindari. Di rumah ini pun, aku sebisa mungkin harus menjaga jarak darimu. Kumohon, jangan ganggu aku." ujar Nisha.


"Nish, bagaimana caraku menebus semuanya? Aku kasihan padamu, karena aku, hidupmu hancur, Nisha." ucap Calandra.


"Kebaikan Ibu Dokter dan Pak Davian sudah aku anggap sebagai penebus kesalahan itu. Kamu tak perlu lagi merasa bersalah," ucap Nisha.


"Tapi, kumohon terima tawaran mereka agar kamu kuliah kembali." pinta Calandra.


"Aku akan menyetujuinya, jika aku tak kuliah di universitas yang sama denganmu. Aku ingin kuliah di tempat lain saja." ucap Nisha.


"Kenapa? Aku akan membuktikan pada semua orang, kalau kamu tak salah." ucap Andra meyakinkan Nisha.


"Tidak. Aku tidak ingin kembali ke Universitas itu. Aku ingin kuliah di Universitas yang lain. Jika kamu merasa bersalah, cukup katakan pada orang tuamu, aku ingin kuliah di Universitas Mega Buana. Dan setujui hal itu. Jika kamu ingin menebus dosa mu, jangan katakan tentang hal ini pada kedua orang tuamu. Aku tak ingin masalahnya semakin runyam. Aku tak ingin mereka juga ikut merasa bersalah karena kelakuanmu. Kumohon, jangan biarkan mereka tahu! Aku ingin mengubur semua ini dalam-dalam. Aku tak ingin orang tuamu terbebani karena hal ini. Please, aku tak ingin mereka tahu." Nisha memohon.

__ADS_1


"Bukan karena hal itu yang menjadi urusanku. Aku ingin hidupmu kembali bahagia seperti sedia kala, Nish. Katakan padaku, siapa orang tua angkatmu? Aku akan meminta maaf pada mereka." ucap Calandra.


"Tak usah. Aku tak ingin kembali pada mereka. Kamu gak usah sok peduli sama aku. Kamu gak usah baik-baikin aku. Please, anggap kamu dan aku tak ada apa-apa. Lupakan semuanya, jangan merasa bersalah lagi, dan jangan memaksa ingin menebus dosa-dosamu. Dekat denganmu membuat aku selalu teringat akan rasa sakit itu. Maafkan aku, tapi kumohon menjauhlah dariku, agar aku bisa hidup tenang dan nyaman. Permisi, aku harus pergi." jelas Nisha, lalu ia pergi meninggalkan Calandra seorang diri.


"Nish, Nisha ... tunggu! Jangan pergi, aku belum selesai." Calandra mengejar Nisha.


Nisha segera menemui Arini dan Davian. Nisha kembali mengajar Livia, karena sebentar lagi Nisha harus pulang. Kebetulan Nisha tak akan mengajari Calista, karena Calista sedang ada ekstrakulikuler di sekolahnya.


Arini bertanya lagi pada Nisha perihal tawarannya agar Nisha mau kuliah lagi. Nisha tak menolak, Nisha hanya meminta asalkan ia kuliah di tempat yang tak sama dengan Calandra. Calandra yang mendengar hal itu, begitu kecewa karena Nisha seperti menghindar darinya.


Satu jam kemudian, Nisha telah pulang. Kini, tersisa Calandra, dan Arini yang berada di ruang keluarga. Arini ingin meminta penjelasan Cakandra mengenai hal yang terjadi tadi. Arini masih bingung dengan apa yang terjadi.


"Ada apa antara kamu dengan Nisha?" tanya Arini tiba-tiba.


"Gak ada apa-apa kok, Mam. Lupain aja." Calandra mengalihkan pembicaraan.


"Ada apa? Jangan sembunyikan apapun dari Mommy, Andra. Kamu harus jujur." tegas Arini.


Aku gak mungkin jujur, Mam. Nisha meminta agar aku tak membocorkan masa lalu kita. Nisha tak mau Mommy dan Daddy ikut terbawa masalah ini. Maafkan aku, Mam. Batin Calandra.


"Ehm, i-tu, a-anu, Mom ... aku, ah, udah deh. Gak usah nanya-nanya. Lupain aja." Calandra bingung.


"Kamu ngapain dia sampai dia terlihat kesal sama kamu?" tanya Arini.


Aku gak mungkin jujur. Nisha sudah memberi tahuku agar aku mengubur semua ini, Mommy. Harus bagaimana aku agar Mommy berhenti menyudutkanku? Calandra bingung.


"Aku gak ngapa-ngapain dia, kok." Calandra membela diri.


"Jawab jujur, Calandra!" Arini terlihat kesal.


"Benar begitu kah? Aku rasa bukan begitu," Arini bingung.


...🌸🌸🌸...


Sore ini, Nisha sedang jalan-jalan berdua bersama Elang. Setiap sore jika Elang santai, ia akan mengajak Nisha sekedar makan-makan atau jalan-jalan di taman. Ada satu hal yang sangat mengganjal di hati Nisha. Namun, rasanya sulit sekali untuk mengatkannya.


Nisha dan Elang sedang makan di sebuah cafe hits kalangan anak muda. Elang baru pertama kali mengajak Nisha ke cafe ini. Nisha tersenyum pada Elang, ia akan memberi tahu sesuatu pada kekasihnya itu.


"Sayang, aku akan mulai kuliah ..." ucap Nisha.


"Oh ya? Dimana?" tanya Elang.


"Di Universitas Mega Buana." Nisha melebarkan senyumannya.


"Hah? Itu kan Universitasku!" Elang kaget.


"Iya. Aku akan satu kuliah denganmu. Memang kenapa? Kok kamu kayak gak suka gitu sih, Lang?" tanya Nisha.


"Eh, eng-gak, kok. Aku seneng kamu bisa kuliah bareng aku." Elang ragu-ragu.


"Kamu keliatan ragu dan gak seneng, Lang!" jawab Nisha.


"Seneng kok, sumpah sayang ... aku seneng banget." Elang berpura-pura.

__ADS_1


Nisha terdiam. Ia sudah sangat mempercayai Elang sebagai laki-lakinya. Hanya Elang yang mencintainya, tak ada lagi orang yang tulus pada Nisha selain Elang. Nisha menatap Elang yang kini jadi kekasihnya, ia menaruh harapan penuh pada Elang.


Elang, aku mencintaimu dengan tulus. Apakah kamu juga tulus mencintaiku? Aku mendapat masalah besar, karena laki-laki gila itu ada di dekatku. Aku butuh lelaki yang bisa melindungi ku. Aku ingin kamu melindungi aku dari laki-laki itu. Aku takut, Elang. Dia terus saja memaksa ingin menebus dosanya. Aku muak, jika laki-laki itu terus menggangguku. Jika aku meminta agar hubungan ini menjadi serius, apa kamu bisa, Elang? Batin Nisha.


"Lang ... " sapa Nisha.


"Ya, Nish?" jawabnya.


Apa kamu serius padaku?" tanya Nisha.


Elang tersedak, "Uhukk, uhuk, mmmhh, mmh. Kenapa Nish?"


"Kok kamu kaget?" tanya Nisha aneh.


"Enggak kok, aku gak kaget. Kenapa, Nish? Tentu saja aku serius." jawab Elang.


"Kalau kamu serius, kenalkan aku pada kedua orang tuamu. Aku ingin hubungan ini lebih serius. Aku sudah nyaman denganmu." jawab Nisha.


"Apa? Kenapa kamu tiba-tiba jadi seperti ini? Ada apa denganmu?" Elang terlihat kaget.


"Aku hanya ingin ada laki-laki yang berada di sisiku dan menemani aku, sayang." Nisha penuh harap.


"Aku belum siap. Kita masih terlalu muda. Ada apa sih kamu? Kenapa jadi melow begitu?" Elang mengomel.


"Enggak, kok. Gak apa-apa. Aku cuma sedikit takut aja," ucap Nisha.


"Jangan dulu memikirkan hal yang belum waktunya kita pikirkan, Nish. Fokus saja dulu pada kuliahmu." Elang terus saja mengalihkan pembicaraan.


Disisi lain, Calandra, Vino dan Diki pun baru masuk ke cafe hits tersebut. Calandra seperti biasa selalu hangout bersama Diki dan Vino hampir setiap hari. Calandra tak pernah memikirkan seorang wanita, jadi tak pernah ada wanita yang ia ajak jalan bersama. Calandra sangat datar, ia terlalu kamu, sama seperti Davian ketika muda.


"Duduk sini aja, Bro!" ajak Vino.


"Oke." jawab Calandra dan Diki, lalu mereka segera duduk.


Pandangan Calandra tertuju pada meja nomor lima dari kiri. Seorang laki-laki dan seorang wanita yang sedang terlihat makan bersama. Calandra mengenal keduanya. Ia tahu, laki-laki itu, walaupun ia tak akrab dengannya. Ia sangat tahu siapa mereka, karena jelas-jelas dua orang itu berada didalam ruang lingkup kehidupannya.


Elang? Bukankah dia anak sekretaris Dika? Nisha? Kenapa dia bersama Elang? Nisha mengenal Elang? Apakah Nisha dan Elang? Batin Calandra, dan ia terlihat sedikit tak suka melihat Nisha dengan Elang.


"Bro, kenapa lu?" tanya Vino yang melihat Andra tak berkedip menatap meja nomor lima.


Vino dan Diki melihat kearah mata Calandra tertuju. Vino dan Andra sama-sama kaget ketika melihat wanita yang menjadi korban atas perbuatan tak terpuji Calandra.


"Dra? Itu Nisha?" Vino kaget.


"Dra, lu kenapa? Lu cemburu?" pertanyaan Diki membuat Calandra menjadi tak nyaman.


"Oh, iya itu si Nisha. Ah, biarin aja. Gak penting. Ngapain diliatin. Udah, pesen makan ayo!" Calandra mengalihkan pandangannya dengan gugup.


"Kampret lu emang. Elu yang fokus liatin si Nisha, kita yang disalahin disuruh jangan liatin si Nisha. Kita liatin dia juga gara-gara elu yang terus menatap mereka, Ndra!" timpal Vino.


"Berisik lu, Vin. Dasar nyinyir." Calandra kesal sekali pada Vino.


"Nisha, mungkinkah Elang adalah kekasihmu?" Calandra menerka-nerka dalam hatinya.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2