Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Percepat


__ADS_3

Davian sudah berada di kantornya.Tugasnya tetap ia kerjakan, ia tak peduli pada Arkan yang akan mengambil alih pertemuan dengan investor. Yang ia fokuskan hanyalah menghancurkan Arkan dan fokus pada perusahaannya.


Tak lama, pintu ruang kerja Davian didobrak oleh seseorang. Ya, orang itu adalah Arkan. Arkan masuk ke ruangan Davian, ditemani Aldric dan beberapa pengawal lain. Davian tak kaget melihat Arkan ada didepan matanya. Karena, Davina sudah tahu bahwa cepat atau lambat Arkan pasti akan datang ke perusahaannya.


"Ada apa?" tanya Davian dingin


"Apa lo memang berniat main-main sama gue?" tanya Arkan


"Gue gak sudi bermain-main sama orang kayak lo!" balas Davian


"Apa alasan lu membiarkan gue untuk menjadi CEO dan bertemu dengan investor asing kita? Lu emang penuh misteri, Davian. Dan, lu juga membuat drama bersama pembantu lu itu, iya kan? Apa lu takut sama gue?" Arkan tersenyum sinis


"Silahkan urus perusahaan, aku sudah tak bersemangat lagi." jawab Davian


"Gak mungkin! Lu gak mungkin membiarkan perusahaan jatuh ke tangan gue. Pasti lu sedang merencanakan sesuatu. Bukan begitu?" selidik Arkan


"Terserah. Gue gak peduli anggapan lu sama gue itu seperti apa! Yang jelas, gue udah gak minat dengan uang perusahaan. Untuk apa gue berjuang keras, gue udah gak bersemangat lagi. Merpati indah itu sudah terbang jauh, aku tak bisa menggapainya. Aku dan dia tak bisa bersatu. Aku terluka, aku tak berminat lagi dengan perusahaan, siapapun itu, aku butuh obat untuk melukai hatiku yang sakit.." Davian berakting sedih


"Apa-apaan sih lo, gak jelas banget." Arkan sedikit heran dengan Davian


"Untuk apa lo datang, Arkan?" tanya Davian dengan tatapan sendu


"Lu kenapa sih Dav?"


"Gue sakit hati. Jangan ganggu. Pergi sana. Urus perusahaan. Gue udah gak mau ikut campur lagi." jawab Davian


"Bukannya lo emang bersikeras sama perusahaan ya? Kenapa dengan mudahnya lo nyerah? Apa ini hanya akal-akalan lo aja?" selidik Arkan lagi


"Enggak. Gue gak semangat menjalani hidup. Jangankan perusahaan, perasaan aja gue abaikan. Lo gak akan tahu rasanya bercerai bagaimana. Karena lo udah terlanjur hidup bahagia bersama istri dan anak lo. Coba lo jadi gue, gue baru aja nemuin lubang kenikmatan gue, dan sekarang gue harus melepaskan dia gitu aja. Lu bayangin sakitnya dimana? Sakitnya tuh di si Joni gue, Kan." Davian terus mengelabui Arkan


Kenapa si rubah licik ini seperti orang yang benar-benar ditinggalkan kekasihnya? Kenapa dia terlihat begitu sedih? Apa dia memang benar-benar ditinggalkan oleh pembantu itu? Apa semua ini benar terjadi pada Davian? Kalau ini benar terjadi, ternyata kelemahan Davian itu ada pada wanita. Baguslah! Aku jadi tak perlu susah payah merebut perusahaan ini. Sebentar lagi, perusahaan ini akan jadi milikku! Batin Arkan.


"Lo temuin lagi aja pembantu itu sampe dapet." jawab Arkan

__ADS_1


"Gimana caranya?" tanya Davian


"Mana gue tahu. Gue pergi. Gue akan urus berkas-berkas perusahaan. Akan gue pindah nama semua ats nama gue. Apa lu keberatan?" tanya Arkan


"Dengan senang hati. Lu urus aja perusahaan ini. Gue bakalan ngurusin hati gue yang terlanjur terbengkalai ini."


Arkan telah pergi meninggalkan Davian. Semua pengawal Arkan pun turut mengikuti Arkan dari belakang. Arkan memang ingin bertanya alasan pada Davian, kenapa dengan mudahnya Davian menyerahkan perusahaannya. Kini, Arkan telah mendapatkan jawaban.


Arkan percaya, bahwa Davian benar-benar bercerai dengan Arini. Arkan sedikit lega, karena Davian bisa mengalah juga.


Tak lama, sekretaris Dika masuk kedalam ruangan Davian. Sekretaris Dika menutup pintu dan mematikan beberapa CCTV.


"Bos?"


"Apa?"


"Lu kenapa?" tanya sekretaris Dika


"Kenapa apanya?" tanya Davian.


"Pertanyaan ngawur macam apa itu?" Davian heran.


"Kenapa lu bisa-bisanya memalukan diri lu didepan Arkan? Apalagi, lu kelihatan kayak setan bucin tahu enggak!" jawab sekretaris Dika


"Lah, lu gimana sih Dik? Bukannya itu adalah bagian dari rencana kita?"


"Iya, tapi harga diri lu dimana Bos? Lu gak ada harga dirinya sama sekali didepan Arkan!" protes sekretaris Dika


"Ini bagian dari akting. Gue harus meyakinkan dia, kalau perceraian ini benar-benar terjadi. Masa gue harus biasa aja atau tak menunjukkan kesedihan sedikitpun? Arkan akan curiga nanti." ucap Davian


"Tapi, lu tadi tuh enggak banget Bos. Bukan elu banget! Gue bener-bener gak nyangka, elu bisa se-bucin itu." jawab sekretaris Dika


"Lu belum tahu sih, kalau gue didepan Arini kayak gimana, bisa pingsan dah lu kalau tahu perlakuan gue selama ini sama Arini."

__ADS_1


"Ah, serah lu deh Bos. Oh ya, gue sama detektif Joe udah ngumpulin beberapa berkas baru. Lo harus liat ini." sekretaris Dika memberikan amplop yang dibawanya sejak tadi


Davian melihat amplop coklat berisi beberapa jumlah uang dari rekening bank yang masuk kedalam akun rahasia Arkan. Ternyata, Arkan benar-benar penipu ulung yang sudah sangat handal.


Arkan membobol rekening milik perusahaan-perusahaan ternama. Arkan bisa masuk kedalam perusahaan tersebut. Arkan bisa membuat catatan saldo dalam rekening uang perusahaan itu tetap utuh, padahal sebenarnya uang dalam saldo itu sudah tergerus oleh Arkan dan kawan-kawannya.


Davian pun pernah kecolongan. Uangnya sebanyak US$ 50.000 telah diambil Arkan. Terdapat catatan hitam dalam kertas ini. Lambat laun, semua perusahaan akan saling beradu domba dan saling menjatuhkan satu sama lain, karena beberapa perusahaan terlibat kerja sama bersama Arkan, sehingga dengan mudah Arkan akan membalikkan fakta bahwa uang-uang perusahaan yang hilang adalah karena diambil oleh sesama rekan bisnis yang lain. Dia tak akan bisa disalahkan.


"Ini tak bisa dibiarkan, Dik. Aku harus dengan cepat mengeksekusi Arkan dan kawan-kawannya." ucap Davian


"Jangan gegabah, Bos. Kita sabar dulu, sampai semua bukti telah terkumpul. Sepertinya, kejahatan Arkan bukan hanya itu saja." ucap sekretaris Dika


"Ada lagi? Dia berbuat apa lagi?" tanya Davian


"Dia menyandra Tasya lagi, Bos." ucap sekretaris Dika


"TASYA? KENAPA BISA? Bukankah Tasya udah lepas dari mereka? Gue kan udah nolongin dia lepas dari utang-utangnya. Kenapa si Arkan menyandra Tasya lagi?" Davian heran


"Semua karena Tuan Davian. Mereka menculik Tasya, karena mereka tahu, yang melunasi hutang keluarganya adalah Bos. Dan parahnya, Tasya dijadikan sebagai boneka s*ks bagi mereka semua. Tasya sudah seperti piala bergilir tang dinikmati oleh semua laki-laki."


Davian yang mendengar itu benar-benar marah dan kesal. Ia tak menyangka, Tasya akan disandera lagi oleh mereka.


"Brengs*k. Dasar Arkan bajing*n. Apa dia juga sudah menikmati tubuh Tasya?" tanya Davian


"Sudah, Bos. Dia menyetubuhinya. Kejadiannya baru-baru ini. Kalau Aldric, setiap hari pasti menyetubuhi Tasya, Aldric sepertinya tertarik pada Tasya, namun dia enggan menikahinya. Entah takut pada Arkan, entah dia memang hanya mempermainkan Tasya saja." jawab sekretaris Dika


"Memang Arkan biadab. Dik, ayo kumpulkan bukti lebih banyak lagi, kita laporkan dia segera. Aku tak mungkin tinggal diam, kita harus melakukannya lebih cepat, bahkan sebelum pertemuan dengan investor asing dimulai." tegas Davian


"HAH? Bukankah butuh waktu beberapa bulan untuk kita menyelesaikan masalah ini? Pertemuan dengan investor kan tinggal satu bulan lagi. Kita tak mungkin, akan menemukan semua bukti kejahatan Arkan dalam sebulan, Bos!" ucap sekretaris Dika


"Aku yakin, kita bisa. Jika aku mendengar Tasya diperlakukan sepeti itu, aku jadi teringat Arini, istriku. Dia berada jauh dari pandanganku. Jauh dengannya pun tak menjamin dia akan selamat. Aku takut Arini, aku teringat padanya. Kalau kita terlalu lama membeberkan semua bukti ini, aku takut Arkan akan mencium kebohongan kita, dan aku takut dia akan menemukan Arini. Percaya padaku. Ayo, kita percepat menemukan semua bukti." ucap Davian


"Baik, Bos. Aku akan bekerja lebih keras lagi. Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja." jawab sekretaris Dika

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2