Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Sebuah Informasi


__ADS_3

Halo, apa kabar teman-teman semua? Semoga semuanya baik-baik saja yah ... Masihkah ada yang menyimpan Novel ini di rak buku kalian?


Kalau ada, baca novelku yang baru yuk, insyaAllah kali ini aku akan konsisten lagi di noveltoon.


judulnya CINTA SANG PENGUASA, yuk mampir dan baca karyaku kakak-kakak semua. Dukung novel baruku ya, terima kasih 🙏🤗



Ini novel barunya ya guys, yuk mampir, pasti seru kok ceritanya. terima kasih banyak. Aku tunggu dukungan dan komentarnya di novel baruku ya 😘


Ini ada sedikit cuplikan novelnya, semoga kalian berminat untuk melanjutkan bacanya :


Seorang wanita dengan tangan dan kaki yang gemetar tengah menelepon seseorang. Tubuhnya benar-benar syok dan kaget, atas insiden yang barusan terjadi padanya.


Namanya Diana Arunika Heryadi. Dia adalah anak konglomerat, pewaris tahta perusahaan Bina Sentosa Grup. Di dalam mobilnya, tangan dan kakinya tak henti-hentinya gemetar, karena ia telah menabrak pengendara motor.


Jalanan sudah sepi tanpa lalu lalang siapapun, karena ini memang hampir tengah malam. Dua pengendara motor itu jatuh tergeletak tak berdaya.

__ADS_1


Diana pun keluar dari mobilnya, saking kagetnya ia karena telah menabrak pengendara motor. Ia melihat, jika pengendara motor tersebut telah tergeletak dengan darah berceceran di mana-mana.


Rasa takutnya semakin membuncah, Diana menangis dan refleks menutup mulutnya saking ia tak sanggup lagi berkata-kata.


Diana bingung, apa yang harus ia lakukan, melihat dua orang tergeletak didepan mobilnya. Ia tak mungkin mengaku, jika ini adalah perbuatannya, mengingat, sebentar lagi Diana akan menghadapi acara penting dalam hidupnya.


Tak lama lagi, pengesahan Direktur baru Bina Santosa akan segera digelar. Tentu saja Diana tak boleh melakukan kesalahan sedikitpun. 


Jika pimpinan perusahaan dan dewan direksi tahu, bahwa Diana telah menabrak motor, tentu sama namanya akan sedikit menurun.


Diana takut, jika perusahaan kakeknya itu malah jatuh ke tangan sepupunya. Semua pencapaian telah ia lakukan, Diana tak ingin karena masalah ini, akan membuatnya batal menjadi Direktur Bina Santosa.


Diana langsung masuk ke mobilnya, dan berniat untuk melarikan diri. Motor itu jelas melihat Diana yang barusan berdiri di luar dan melihat korban yang tengah tergeletak.


Diana pun langsung membelokkan mobilnya, dan berlalu meninggalkan korban yang ia tabrak. Pengendara motor itu pun sontak berteriak, meneriaki Diana yang kabur, tak bertanggung jawab. 


"Hey! Berhenti lo! Woy, gak tau diri!" Yudha meneriaki mobil yang melaju dengan cepat.

__ADS_1


Rupanya pengendara motor itu adalah Yudha dan Nada. Mereka benar-benar kaget, melihat pengendara motor itu tergeletak, karena sepertinya telah ditabrak mobil mewah barusan.


Nada pun turun dari motor, dan mendekat pada korban tabrak lari tersebut. Saat langkah kakinya semakin mendekat, Nada merasakan sesuatu yang aneh.


Dadanya tiba-tiba sesak, saat dirinya semakin mendekat pada korban kecelakaan tersebut. Ketika Nada telah melihat korban, refleks Nada menjerit histeris.


Nada benar-benar syok bukan main. Karena korban tabrak lari itu ternyata adalah kedua orang tuanya sendiri. Betapa kaget dan tak percayanya Nada, melihat darah bercucuran, dan kedua orang tuanya tak sadarkan diri.


"Ya Allah, Astagfirullah hal adzim … Ibu …, Bapakkkkkkk …" Nada berhambur menuju kedua orang tuanya. Ia menangis histeris, Nada benar-benar kaget dan sama sekali tak percaya, akan kejadian yang menimpanya saat ini.


"Ya Allah, Nad, ternyata ini kedua orang tua lo. Sial, cewek tadi berarti sengaja niat tabrak lari! Woyyy, jangan kabur lo, sialan! Jangan kabur lo! Nad, gue kejar dia dulu ya? Pasti kekejar kok sama motor gue!" 


"Aarrghhh, Yudha! Lo gila! Selametin Ibu sama Bapak gue! Ini yang paling penting! Cepet bawa mereka ke rumah sakit sebelum terlambat! Cepet panggil ambulans Yud!!! Jangan diem aja, cepeeeet!" teriak Nada histeris, ia tak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya.


Walaupun berlumuran darah, Nada tetap berusaha erat memeluk kedua orang tuanya. Ia sama sekali tak peduli, pada keadaannya saat ini. Yang terpenting, dan yang utama, adalah keselamatan kedua orang tuanya.


Untuk urusan orang yang menabrak lari orang tuanya, Nada akan cari tahi setelah nanti keadaan telah membaik.

__ADS_1


"Kurang ajar! Manusia tak punya hati nurani!" Nada menangis sembari berteriak-teriak.


__ADS_2