Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Tisu apa?


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Apartemen Rangga dan Tira.


Kandungan Tira sudah memasuki bulan ke empat. Ngidam mual dan muntahnya kini mulai menghilang. Namun, banyak sekali kemauan Tira yang kadang tak masuk akan dan membuat Rangga geleng-geleng kepala. Sebagai calon Ayah, Rangga selalu siaga menjaga dan merawat Tira. Dibantu oleh Bu Sari, sang pembantu yang merawat Tira dan mengurus rumah Rangga.


Pagi ini, Rangga dan Tira masih berada di ranjang. Hawanya dingin sekali, membuat mereka enggan beranjak dari kasur empuknya. Rangga memeluk Tira dengan hangat, Tira pun membalas pelukan Rangga dengan mencium pipi suaminya itu.


"Bang Rangga, jangan ke Swiss. Aku gak mau ditinggal lagi." ucap Tira.


"Kenapa? Kamu gak bisa jauh dari suami-mu yang hangat ini, ya?" tanya Rangga.


"Salah satunya itu. Tapi ... aku ingin pergi ke suatu tempat. Aku ingin liburan, Bang." rengek Tira.


"Kamu kan lagi hamil. Masa liburan?" Rangga seperti tak setuju.


"Kata Dokter Tika kandunganku sehat kan, Bang? Sekarang aku udah gak kayak awal-awal lagi." ucap Tira.


Rangga menatap Tira, "Memangnya kamu mau kemana?"


"Aku mau liburan pokoknya!" ucap Tira.


"Liburan kemana sih, sayang?" Rangga mencubit halus pipi Tira.


"Ke Pantai ..."


"Ya udah, ke Ancol aja yang deket!" ucap Rangga.


"Ah, Abang. Ancol kan deket banget sama rumahku! Aku udah bosen dari kecil main terus di sana." jawab Tira.


"Lalu, kamu mau kemana?" tanya Rangga.


"Pantai yang indah dan sejuk, Bang." jawab Tira.


"Dimana ya? Baiklah, aku akan meluangkan waktuku seminggu ini untuk bersamamu. Tapi, minggu depan jangan ganggu aku dulu ya. Aku ada pekerjaan, dan aku harus pergi ke Swiss." ucap Rangga.


"Makasih, Bang. Aku seneng, Bang Rangga mempedulikan keinginanku." Tira menyandarkan kepalanya di dada Rangga.


"Kamu mau kemana? Jangan jauh-jauh, apalagi harus naik pesawat. Aku gak mau. Pantai yang deket-deket aja, bisa hanya dengan naik mobil." tegas Rangga.


"Ih kok kamu gitu. Cerewet banget sih. Ya terus kemana?" Tira cemberut.


"Pulau seribu aja. Kamu mau kemana? Pulau tidung? Pulau bidadari? Pulau pari? Ayo! Jaraknya gak terlalu jauh kalo ke kepulauan seribu." jawab Rangga.


"Ide bagus. Aku belum pernah ke pulau bidadari. Mau menjelajah semuanya aja deh. Oke suamiku sayang, aku mau ke pulau seribu aja. Yeay, baby, kita akan jalan-jalan. Ayo, kita bangunkan Kakakmu, dia pasti senang mendengarnya." ucap Tira antusias.


"Sayang, bagaimana kalau kita ajak Davian dan Arini? Sekalian ajak si Dika juga Nadya. Apa kamu setuju?" saran Rangga.


"Ide bagus, Bang. Ya sudah, Abang yang ajak mereka ya, aku mau mandi terus kita sarapan. Pokoknya, besok kita berangkat ke pulau seribu. Kalau enggak, aku sama baby marah!" ancam Tira kemudian beranjak dan keluar dari kamarnya.


"Iya iya, sayang. Apa sih yang enggak buat kamu!" Rangga tersenyum penuh kelembutan.


...🌸🌸🌸...


Davian yang sedang di kantor di hubungi oleh Rangga. Davian pun menyetujui ajakan Rangga untuk pergi berlibur bersama. Davian pun segera menelepon sekretaris Dika untuk segera masuk ke ruangannya. Dengan sigap, sekretaris Dika pun datang ke ruangan Davian. Beberapa menit kemudian, sekretaris Dika sudah duduk di sofa ruangan kerja Davian.


"Mau ikut gak lu?" tanya Davian.


"Gue belum bilang sama Nadya." jawab sekretaris Dika.


"Lu kan fokus kerja terus. Ikut aja, ajakin istri lu. Kalian kan belum honeymoon. Biar gue yang bayarin lu sama istri lu. Kalian itu bagian dari hidup gue dan istri gue. Kalian berdua harus bahagia. Ajakin aja istri lu, dia pasti mau." ucap Davian.


"Baik, Bos. Nanti gue ajakin. Bener nih dibayarin?" sekretaris Dika terkekeh.

__ADS_1


"Iya bener. Gue gak bohong. Elu kalau soal dibayarin pasti nomor satu kan! Kita berangkat besok pagi, gue gak ada jadwal meeting. Cuma jadwal makan malem aja, bisa gue cancel itu." jawab Davian santai.


"Siap, Bos. Emang Bos paling keren dan tampan deh!" Sekretaris Dika mengacungkan jempolnya.


"Elu emang paling jago deh kalo ngerayu!" Davian bergidik.


"Yoi dong, Bos. Punya Bos besar, dan kaya raya, masa gak gue manfaatin?" sekretaris Dika cekikikan.


"Emang kampret lu dasar!"


Beberapa jam kemudian, Davian telah pulang ke rumahnya. Davian pun segera mengabari Arini, bahwa mereka akan pergi berlibur bersama, agar Arini bersiap. Arini senang sekali, karena sudah beberapa bulan setelah melahirkan, ia belum pernah pergi liburan kembali.


"Mas, Baby Calandra ajak jangan?" tanya Arini.


"Jangan, biar dia sama Mbak Rita aja. Nanti kita pasti naik speedboat, kasihan dia kedinginan. Jika sudah tiga tahun nanti, baru kita ajak Callandra untuk berlibur. Kemana pun dia ingin pergi, pasti aku kabulkan. Mau ke disneyland, ke marina bay, kemana pun akan ku ajak dia. Untuk sekarang, kita nikmati waktu berdua dulu ya sayang?" rayu Davian.


"Baiklah. Padahal, aku ingin sekali mengajaknya. Ya udah, aku mau minta Bik Lilis bantuin semua persiapan untuk besok." ucap Arini.


"Iya sayang,"


...🌸🌸🌸...


Semuanya telah berkumpul di rumah Davian. Davian meminta sekretaris Dika mengemudikan mobil mercedes benz miliknya. Karena mobil itu sangat luas dan dipastikan didalamnya akan sangat nyaman. Sekretaris Dika yang mengemudikan mobilnya, Nadya duduk di sampingnya.


"Jadi kita triple date honeymoon nih ceritanya?" ucap Davian.


"Iya dong, kapan lagi ngadain liburan kayak gini kalau gak mendadak." jawab Rangga.


"Biar si Dika bahagia ya. Dia kan sama Nadya belum pernah bulan madu!" Davian tertawa.


"Iya, Dik. Kamu belum tokcer juga. Apa kalian pakai penghalang?" tanya Arini.


"Enggak, Rin. Kita belum dikasih aja. Hehe." Nadya tersenyum.


"Ih, kamu gak tua kok, Bang. Kamu dewasa." Tira menyanjung Rangga.


"Yaelah, bisa ae lu Ra!" timpal Davian.


"Jadi, rencana kita ke pulau mana nih?" tanya sekretaris Dika.


"Gimana si bumil aja deh kalau aku! Tira, kamu mau kita trip kemana? Tiga pulau lho yang kamu mau!" tanya Arini.


"Pulau bidadari aja deh. Aku mau private island." jawab Tira.


"Boleh, ide bagus. Sayang, nanti kita snorkeling bareng. Trus foto pas kita di air. Wah, ngebayangin nya aja udah romantis." ucap Davian.


"Boleh, siapa takut!" tantang Arini.


"Memangnya lu bisa berenang, Dav?" tanya Rangga.


"Ya bisa lah. Sekalipun disuruh Diving juga gue mampu!" jelas Davian.


"Aku juga mau nyelam, Bang. Abang bisa kan?" tanya Nadya.


"Ya bisa, dong!" sekretaris Dika bangga.


"Elah lu, bohong banget bisanya. Eh, Nad! Asal kamu tahu ya, suami lu itu penakut. Waktu dulu ke Bali, dia gue ajakin nyelam bareng, ampe nangis-nangis ketakutan. Sumpah, payah banget si Dika. Kalau inget waktu itu, gue suka pengen ketawa gak berhenti-berhenti, sumpah!" Davian tertawa.


"Eh, Bos! Itu kan dulu. Sembarangan aja lu! Sekarang gue udah handal dan jago kalo urusan berenang dan menyelam. Jangan merendahkan harkat martabat gue sebagai laki-laki, Bos." sekretaris Dika tak mau kalah.


"Ah, kalian berdua ribet sama nyelam aja. Gue sama Tira mau keliling pulau bidadari sambil naik speedboat. Kan keren tuh!" ujar Rangga.


"Ih, Bang Rangga, kok ngelilingin pulau sih? Pas di sana tuh aku maunya foto-foto, terus cari spot foto yang keren banget deh pokoknya." tegas Tira.

__ADS_1


"Ampun deh kalian semua. Malah berdebat. Nyampe aja belum. Pokoknya, kita have fun di sana. Nikmati hari bahagia kita semua. Oke?" ucap Arini.


"Okeeeeee,"


Perjalanan masih memakan waktu lama. Arini dan Tira terlihat terlelap dan menyeder pada pasangan masing-masing. Tiga pasangan yang dipertemukan karena suatu kebetulan.


...🌸🌸🌸...


Mereka telah sampai di penginapan mewah yang telah disewa Davian dan Rangga. Bahagia, itulah satu kata yang bisa mewakili perasaan mereka semua. Bukan tak mungkin, Davian sebenarnya bisa saja membawa mereka semua pergi jauh berkeliling luar negeri, tapi karena beberapa pertimbangan, liburan di tempat dekat seperti ini pun bisa membuat mereka sangat bahagia.


Davian, Rangga, dan Dika sedang bertiga, mereka berbincang santai.


"Kita puas-puasin dulu seharian ini. Apa kita main games kecil-kecilan. Gimana?" usul Davian.


"Boleh aja. Ayok, siapa takut!" ucap Rangga.


"Pasti gue yang menang!" celetuk sekretaris Dika.


"Narsis lu!"


"Gue kan hebat, Bos!" tegas sekretaris Dika.


Davian menyeringai, "Eh, Ga ... Nanti malem kita nonton yuk!" ajak Davian.


"Nonton apaan Dav?" tanya Rangga.


"Nonton blue film, Ga. Film panas." Davian terkekeh.


"Dimana ada film panas! Ngaco lu." Rangga menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ada. Nanti live streaming si Dika sama si Nadya. Seru nonton pengantin baru lagi honymoon. Pasti lagi panas-panasnya tuh!" Davian tertawa terus menggoda sekretaris Dika.


"Hahahahah, kurang ajar lu Dav. Gue kira apaan. Tapi, emang pengantin baru pasti lagi mesra-mesranya sih. Gue gangguin seru kali ya." Rangga ikut-ikutan.


"Eh, kalian sembarangan aja sama gue. Awas aja kalo berani. Melanggar hak cipta itu namanya kalo ngintip-ngintip. Lagian, ini udah empat bulan. Kita bukan pengantin baru lagi." elak sekretaris Dika.


"Tapi kan masih hot-hot nya. Apalagi ini bulan madu pertama kalian. Nikmati kebahagiaan ini, Dik. Jangan sia-siakan kebaikan yang udah gue kasih buat lo!" tegas Davian.


"Tentu saja, Bos. Gue bersyukur bisa bekerja sama lo. Lo itu selain baik, perhatian juga sama gue." sekretaris Dika tersenyum.


"Karena gue perhatian sama lo. Nih, gue kasih hadiah buat lo. Nikmati malam nanti ya." Davian mengeluarkan sesuatu dari celananya.


"Apaan ini Bos?"


"Tisu magic. Biar elu semakin hot dan lama di ranjang."


"Hahahahaha, si Davian emang niat banget!" Rangga tertawa.


"Gue kan perhatian sama si Dika." Davian tertawa.


"Sialan lu, Bos. Lu kira, tanpa si magic ini, gue cepet keluar apa?"


"Pokoknya, biar tambah lama aja!" Davian tertawa lagi.


"Parah lu emang, Bos. Malu gue, kalo Nadya tahu." jawab Dika.


"Jangan diliatin, Dik. Gue juga suka pake kok." jawab Rangga berbisik.


"Hah? Kalian juga suka pake beginian?" Dika tak menyangka.


"Makanya, lu juga pake. Biar HOT!" Davian tak kuasa menahan tawa.


"Kampret emang punya bos berdua, sama-sama gak waras." sekretaris Dika geleng-geleng kepala.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2