Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu
Calandra series 2


__ADS_3

Wanita itu? Untuk apa dia disini? Batin Calandra.


Calandra mengikuti Arini dari belakang. Arini akan pergi ke kamar Livia, tapi Andra menghalanginya. Ada yang harus ia katakan pada Arini.


"Mam, cewek itu siapa? Ngapain dia disini?" Calandra pura-pura tak mengenal Nisha.


"Oh, itu ... Nisha namanya, dia guru les Livia." jawab Arini.


"Mommy nemuin dia dimana?" tanya Calandra lagi.


"Dia salah satu temen perawat Mommy di Rumah sakit. Siti merekomendasikan dia, katanya dia juga guru ngaji, yaudah cocok kan kalau jadi guru les nya Livia. Kenapa sih, kamu kok pengen tahu banget?" Arini heran.


"Enggak kok, Mam. Aku hanya tak suka saja ada wanita asing di rumah ini." Andra berlalu meninggalkan Mommy Arini tanpa pamit.


"Eh, itu anak gak ada sopan santunnya sama sekali. Emang dasar titisan Davian. Persis sekali kelakuanmu seperti Daddy-mu, Dra." Arini geleng-geleng kepala.


Arini mengajak Livia berkenalan dengan Nisha. Livia hanya cemberut saja, karena ia tak mau les private di rumah. Namun, Arini terus merayunya hingga Livia tak punya pilihan lain, selain menuruti kemauan Mommy Arini.


...🌸🌸🌸...


Flash Back On ...


Beberapa bulan yang lalu.


Suasana kampus terlihat ramai, karena sedang ada pensi yang diselenggarakan oleh universitas. Calandra terlihat tak tertarik dengan pensi tersebut, dan ia memutuskan untuk pergi ke kantin bersama Vino, sahabatnya.


"Bro, pesen apa?" tanya Vino.


"Pesen Kwetiaw goreng ajalah. Laper gue." ucap Andra.


"Oke, Dra."


Tiba-tiba, Sheila dan dua temannya terlihat berjalan mendekati meja Andra dan Vino. Vino yang melihat Sheila refleks segera menepuk-nepuk pundak Andra dan memberitahunya.


"Dra, si cewek fanatik datang tuh! Pasti mau deketin lu lagi." ujar Vino.


"Sumpah ya tuh cewek, gak tahu malu banget!" tegas Calandra.


"Salah sendiri elu pake ganteng, jadi banyak cewek ngejar-ngejar elu." Vino tertawa.


"Iya, tapi dia yang paling bar-bar diantara cewek-cewek yang lain. Gue bukannya seneng dideketin dia, yang ada gue malah jijik tahu enggak!" Andra terlihat tak suka.


Sheila mendekati Andra yang sedang duduk di kantin. Sheila memang termasuk wanita yang paling berani di kampus. Ia juga tak segan-segan akan mengancam siapa saja yang merebut miliknya. Ia merasa berkuasa di kampus ini, karena Ayahnya adalah investor nomor satu di universitas ini.

__ADS_1


"Hai, Dra. Makan siang kok gak ajak-ajak sih?" tanya Sheila sok akrab.


"Emangnya kamu siapa harus aku ajak segala?" jawab Andra ketus.


"Andra kok gitu sih kamu, jahat banget!" Sheila cemberut.


"Udah lah, gak usah basa-basi, Shel, aku males." Andra memalingkan wajahnya dari Sheila.


"Andra! Sampai kapan sih kamu mau acuhkan aku! Kurang apa aku? Kenapa kamu selalu aja cuek sama aku?" Sheila kesal.


"Mau tahu jawabannya? Itu karena kamu sama sekali bukan tipe-ku, Sheila. Cukup, dan jangan pernah membuat aku semakin jijik melihatmu!" Andra berdiri dan berlalu meninggalkan Sheila serta Vino.


"Dra, Andra! Mau kemana lu? Ah, kita kan mau makan! Gara-gara elu sih Shel, nyebelin emang lu!" Gerutu Vino lalu berlari mengejar Calandra.


Sheila, wanita yang terobsesi pada Calandra. Padahal, Calandra sama sekali tak menyukai Sheila, namun gadis itu terus saja mendekatinya. Andra belum mau berhubungan dengan wanita, karena ia memang tak tertarik berpacaran.


Suatu hari kemudian, Andra sedang berdiri di lorong kampus, ia menunggu kedatangan Vino dan Diki. Tiba-tiba, Sheila datang seorang diri menemuinya. Seperti biasa, Sheila selalu merayu Andra dan ingin berdekatan dengan Andra. Padahal, Andra sama sekali tak tertarik padanya.


"Dra, anterin aku ke toko buku yuk, aku mau cari buku panduan hukum perdata nih!" ucap Sheila.


"Kamu kan punya mobil, kamu juga punya banyak temen yang setia ngikutin kamu. Kenapa harus minta aku yang antar?" tanya Andra.


"Karena aku ingin sama kamu!" Sheila terlihat sedih.


"Kenapa sih, Ndra? Apa kurangnya aku? Kenapa kamu gak bisa lihat aku sedikit saja!" Sheila semakin kesal.


Andra bingung harus menjawab apa. Jika Andra berkata bahwa dirinya telah memiliki kekasih. Mungkinkah Sheila akan percaya? Andra tak ingin Sheila terus mengganggunya. Tiba-tiba, Andra melihat seorang wanita dengan tampilan sederhana, terlihat sangat anggun berjalan akan melewati lorong kampus yang masih sepi ini.


"Aku sudah memiliki kekasih, puas kamu! Kuharap, kamu jangan menggangguku!" tegas Andra.


"Gak mungkin! Kamu bohong, Ndra! Aku tahu, kamu bohong!" Sheila marah.


"Aku bisa membuktikannya padamu!" Andra segera berjalan menuju wanita sederhana yang sedang berjalan itu, dan menariknya membawa pada Sheila.


Wanita itu adalah Nisha, mahasiswi fakultas pendidikan di Universitas ini. Nisha heran, kenapa Andra menarik tangannya dan membawa dirinya menuju wanita paling populer di kampus.


"Lepas!" Nisha meronta.


Andra menatap Sheila dengan tajam. Andra tak ada pilihan lain, selain membuat Sheila kesal dan memanfaatkan Nisha yang tak sengaja lewat di lorong kampus ini.


Andra berbisik pada Nisha, "Kumohon, tolong aku sebentar saja."


Nisha menatap Andra kaget, karena ucapannya minta tolong pada Nisha. Sheila terlihat sangat marah dan kesal ketika Andra menggandeng wanita lain ke hadapannya.

__ADS_1


"Siapa dia? Wanita norak gini? Kamu bohong, Andra! Aku gak percaya kalau wanita ini adalah kekasihmu!" tegas Sheila.


Nisha hanya terdiam. Ia bingung dan tak mengerti kenapa hal ini bisa terjadi. Ia ingin pergi dari mereka, tapi tangan Andra menggenggamnya kuat. Ia tak bisa melepaskan tangan Andra yang menggenggamnya.


"Ini kekasihku. Kamu jangan pernah mendekatiku lagi, Sheila!" tegas Andra.


Nisha terbelalak kaget mendengar Andra mengucapkan hal tersebut. Sheila menatap Nisha penuh dengan kebencian. Tapi, Nisha tak mengerti sama sekali apa penyebab Andra berkata seperti itu padanya.


"Saya bukan .." Nisha ingin membela diri.


"Diam kamu. Kamu tak perlu takut, kamu tak perlu bicara. Biar aku yang menyelesaikan urusan ini dengan dia. Ingat Sheila, jangan pernah mendekatiku lagi. Mengerti kamu!" Andra kesal.


"Aku tak percaya kalau wanita norak ini adalah kekasihmu. Kamu berbohong, Andra! Apa buktinya kalau dia kekasihmu, Ha? Pasti kamu tak bisa membuktikannya bukan? Kamu hanya ingin membuatku cemburu saja!" Sheila berapi-api.


Andra menghela nafas, "Ini buktinya ..."


Andra berbisik pada Nisha, "Kumohon, maafkan aku ..."


Andra segera menarik Nisha ke pelukannya. Andra mencium bibir Nisha yang manis didepan Sheila. Bukan main, Andra nekad melakukan hal tersebut. Nisha kaget, ia melepaskan tubuh Andra yang menariknya. Sheila yang melihat kejadian tersebut benar-benar shock berat. Sheila tak percaya dengan apa yang ia lihat didepan matanya.


"ANDRA! KURANG AJAR!" Sheila berlari meninggalkan Andra dan Nisha, ia menangis karena kesal melihat Andra dan Nisha berciuman.


Setelah kepergian Sheila, Andra melepaskan Nisha. Nisha terlihat marah besar. Ia kecewa dan sakit hati. Nisha merasa dirinya telah kotor. Ia merasa dilecehkan oleh Andra, laki-laki yang tak sama sekali ia kenal.


"Maafkan aku," Andra menunduk.


"Kamu brengsek. Kamu kurang ajar! Jangan pernah muncul kembali di hadapanku! Aku benci laki-laki gak punya otak seperti kamu!" Nisha berlari meninggalkan Andra sendirian.


"Hey, tu-tunggu! Maafkan aku. Aku tak ada pilihan lain. Sungguh, maafkan aku." Andra sangat menyesali perbuatannya.


Sejak saat itu, Andra tak pernah lagi melihat keberadaan NIsha di kampusnya. Nisha bak hilang ditelan bumi. Sheila pun merasa menang, karena Andra hanya bersandiwara. Andra terus mencari wanita itu, tapi tak ditemukan. Bahkan, Andra tak tahu nama Nisha. Andra hanya tahu wajahnya.


Flashback OFF.


...🌸🌸🌸...


"Ya Allah, apa mungkin laki-laki itu adalah anak dari yang punya rumah ini? Kenapa aku harus bertemu lagi dengannya? Jika ini mimpi, kumohon bangunkan aku dari mimpi buruk ini." Batin Nisha ketika melihat Andra dan Arini berjalan menuju kamar Livia.


"Aku malu, pada wanita itu. Aku merasa bersalah padanya. Sudah lima bulan lamanya sejak kejadian itu berlalu, aku tak pernah menemukannya. Sekarang, kenapa dia malah menampakkan dirinya di rumahku? Maafkan aku, karena perlakuan buruk ku padamu saat itu. Aku sangat menyesali perbuatanku yang secara tidak langsung mengotori kerudungnya." Batin Andra.


*Bersambung*


Nisha aku ganti ya. Dia aku putuskan untuk tidak berkerudung. Takutnya nanti ada adegan-adegan yang sedikit kurang pantas. Jadi, lebih baik netral aja gak berkerudung..

__ADS_1


Semoga di pahami ya.. β€πŸ€—


__ADS_2