The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 104: Married


__ADS_3

Waktu terus berlalu, pertandingan akan segera di mulai. Kenzi masih memiliki waktu satu bulan lagi di Indonesia sebelum ia dan Yu berangkat ke Taiwan. Putra Kenzi yang sudah berusia 11 bulan tidak memungkinkannya untuk membawa serta anak buahnya untuk ikut ke Taiwan. Ia juga tidak ingin terjadi apa apa dengan anak istrinya ketika dia berada di sana.


"Sayang, kau belum ganti pakaianmu?" tanya Siena lansung duduk di pangkuan Kenzi.


Kenzi menautkan kedua alisnya menatap Siena. "Memang kita mau kemana?"


Siena menepuk keningnya sendiri, "ya ampun, hari ini pernikahan Rei dan Marsya. Apa kau lupa?"


Kenzi tersenyum tipis, bukan ia melupakan tapi sengaja. Kenzi saat ini tidak ingin Siena pergi ke tempat terbuka. Ia menjadi sangat riskan jika Siena berada di luar. Tapi Kenzi tidak mungkin melarang keinginan Siena untuk datang ke pesta pernikahan sahabatnya.


"Baiklah, tapi jangan lama lama. Aku beri kau waktu 15 menit saja." Kenzi tersenyum tipis mencubit hidung Siena.


"Lima belas menit? ayolah sayang, pelit amat sih!" sungut Siena.


Kenzi memeluk pinggang Siena erat, "bukan pelit, demi keselamatanmu."


Siena menghela napas panjang, akhirnya ia mengalah dengan permintaan Kenzi. "Baiklah, sekarang kau ganti pakaianmu."


Kenzi menaikkan kedua alisnya mengangguk pelan. "Baiklah Queen." Kenzi tertawa saat melihat Siena menatapnya horor.


Siena turun dari pangkuan Kenzi menuju lemari, untuk memilih pakaian yang akan Kenzi kenakan ke pesta. Kemudian Kenzi memakai pakaian yang telah Siena siapkan.


"Bagaimana Queen?" Kenzi memperlihatkan pakaiannya pada Siena.


Siena langsung menghampiri Kenzi, mengalungkan kedua tangan di leher Kenzi. Keningnya beradu dengan kening Kenzi.


"Tampan," ucap Siena tertawa kecil.


"Bagimana kalau kita batalkan saja kepestanya. Lalu.." Kenzi menggantung ucapannya dan tersenyum tipis menatap bibir Siena.


"Lalu?" tanya Siena.


"Program anak kedua." Kenzi mencium bibir Siena sekilas.


Mata Siena melebar menatap horor Kenzi, ia langsung naik ke pangkuan Kenzi. "Tidak mau!" sungut Siena.


Kenzi tertawa lalu berjalan sembari memangku tubuh Siena keluar kamar. Ia tidak berhenti merayu Siena hingga di ruang tamu langkahnya terhenti menatap Helion yang berada dalam pangkuan Surya.

__ADS_1


"Hei jagoanku! Ayah pergi dulu sebentar. Kalian baik baik di rumah!"


Helion tersenyum lebar, memperlihatkan giginya yang baru saja tumbuh beberapa. Menatap kedua orang tuanya.


"Kalian cepat kembali." Surya mengingatkan.


Siena menganggukkan kepala, "iya Pa.."


Kemudian mereka keluar rumah dengan posisi Kenzi masih memangku Siena. Ia turunkan tubuh Siena saat sudah ada di halaman rumah lalu masuk ke dakam mobil.


***


Sesampainya di halaman rumah Rei, mereka langsung menuju taman di mana pesta tengah berlangsung. Siena langsung menghampiri kedua mempelai, Keenan dan Dinda ada di sana. Sementara Kenzi memperhatikan sekitar dengan waspada. Kebetulan sekali di pesta itu ada dua anggota Kepolisian Hongkong, teman kerja Marsya. Mereka datang khusus untuk menghadiri pesta pernikahan Marsya.


"Selamat ya buat kalian." Siena memeluk Marsya dan Rei bergantian. Lalu mereka foto bareng Keenan dan juga Dinda.


"Si, ada Reegan." Keenan menyenggol lengan Siena.


Siena menoleh ke belakang, "Reegan, apa kabar?" sapa Siena.


"Aku baik." Siena tersenyum lalu beralih menatap Rei dan Marsya. "Maaf ya, aku tidak bisa lama lama."


"Tidak apa apa Si, aku ngerti kok," sahut Marsya.


"Kau benar, sebaiknya kau segera pulang. Terima kasih sudah datang." Rei memeluk Siena sekilas.


Kenzi yang memperhatikan Siena, langsung menghampiri saat Reegan coba mendekati Siena. "Hemm!"


Reegan menoleh ke arah Kenzi, "kau lagi, aku hanya menyapa. Kau tidak perlu khawatir," ucap Reegan menatap jengah Kenzi.


"Queen, ayo kita pulang." Kenzi menarik tangan Siena pelan untuk menjauh dari Reegan. Sahabat Siena tertawa kecil memperhatikan mereka.


Namun tiba tiba kegaduhan terjadi. Kenzi dan yang lain memperhatikan lebih dari sepuluh pria kekar memasuki area pesta. Para tamu undangan satu persatu meninggalkan tempat. Kenzi merangkul bahu Siena ke dalam pelukannya. Marsya berjalan mendekati Kenzi dan Siena di ikuti Rei dan yang lain.


"Mereka siapa?" tanya Keenan pada Marsya. Namun Marsya hanya diam menatap waspada pada mereka. Mungkin hanya Reegan yang tidak tahu apa apa di antara mereka semua. Ia hanya diam memperhatikan di belakang Siena.


"Siapa kalian?" tanya Kenzi dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Di antara pria kekar yang berjajar, keluar seorang pimpinan mereka. "Dany Tan?" ucap Kenzi terkejut. "Ada apa kau kesini?" tanyanya lagi.


Dany Tan tersenyum sinis pada Siena dan mengabaikan pertanyaan Kenzi.


"Nyonya Kenzi, di mana suamimu? mengapq Anda memilih bersama sahabat Kenzi untuk datang ke pesta? sindir Dany Tan. Akhirnya dia mengetahui kebohongan Yu yang mengaku sebagai Kenzi.


"Tidak penting kau tahu," jawab Siena melirik sesaat ke arah Kenzi.


"Jangan jangan suami Anda memang pengecut?!" Dany Tan tertawa mencemooh menatap Kenzi sekilas lalu menoleh ke arah anak buahnya yang ikut mentertawakan.


Mendengar pernyataan Dany Tan yang merendahkan membuat Kenzi geram. Ia melangkah maju satu langkah. Namun Siena menarik tangan Kenzi ke belakang. Lalu ia maju lebih dekat dengan Dany Tan.


Ia menyentuh kerah baju Dany Tan dengan lembut dan berkata. "Seorang macan tidak akan pernah mengakui dirinya macan. Bukan begitu Tuan Dany?" tangan Siena mengusap pelan baju Dany Tan.


"Pertandingan di mulai satu bulan lagi, tapi rupanya kau sudah tidak sabar ya?" Siena tersenyum sinis, lalu ia balik badan mendekati Kenzi berdiri sejajar. "Anda bisa menunggu suamiku dengan tenang, aku pastikan dia tidak akan ingkar janji."


Dany Tan mendengus geram mendapatkan perlakuan halus Siena namun merendahkannya. "Kau terlalu percaya diri, Nyonya Kenzi."


"Tentu, aku tahu siapa suamiku." Siena menatap wajah Kenzi lalu memeluknya.


"Baik, kita lihat nanti," ucap Dany Tan penuh penekanan. Menatap tajam ke arah Kenzi. Lalu ia meludah ke bawah dan memberikan kode pada anak buahnya untuk meninggalkan pesta.


Kenzi menarik napas dalam menatap wajah Siena, ia langsung mencubit gemas hidung Siena. "Apa apaan pake pegang pegang dia?" mata Kenzi melebar menatap Siena.


Siena hanya tertawa kecil melihat sikap Kenzi yang cemburu, ia paling tidak suka jika Siena di dekati pria lain apalagi sampai menyentuhnya. Tapi kali ini Kenzi berusaha menahan emosinya.


"Kalian harus berhati hati," ucap Marsya.


Kenzi menoleh ke arah Marsya, "kau juga."


Marsya menganggukkan kepala, "sebaiknya kalian pulang." Keenan mengingatkan lagi.


"Iya." Siena menganggukkan kepala, lalu mereka undur diri. Sementara Reegan hanya diam terpaku menyaksikan pertunjukan baru saja terjadi. Ia sama sekali tidak mengerti.


"Siena!" Reegan berlari menyusul mereka berdua. Namun Kenzi tidaj mengizinkan Reegan untuk bicara dengan Siena.


"Sebaiknya kau tahu diri, di mana posisimu. Dia istriku." Kenzi menunjuk dada kanan Reegan dengan telunjuknya. Lalu ia masuk ke dalam mobil. Reegan hanya diam memperhatikan mobik Kenzi yang melaju meninggalkan pesta.

__ADS_1


__ADS_2