The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 20: Kecurigaan Siena


__ADS_3

Siena bangun lebih awal, ia menatap Reegan yang masih tertidur pulas di sofa.


"Aku harus kerumah Keenan untuk memastikan dia baik baik saja, entah mengapa aku merasakan kalau Keenan sedang membutuhkankanku," gumam Siena.


Perlahan Siena berjalan menuju pintu kamar, ia tidak ingin Reegan bangun dan mengganggu tidurnya.


"Kau mau kemana Siena?"


Siena berhenti melangkah, ia menoleh ke arah Reegan, "aku ada urusan," jawab Siena.


"Urusan?" Reegan menyingkirkan selimut dari tubuhnya, lalu ia bangun dan menghampiri Siena. "Urusan apa?" tanyanya lagi.


"Aku mau ke rumah Keenan," jawab Siena menundukkan kepala.


"Untuk apa?" Reegan mengerutkan dahi menatap Siena. "Ayolah Siena..dia sudah menikah..kalau nanti kedatanganmu malah membuat mereka ribut? bagaimana? sudah tidak perlu kau kesana." Reegan menarik lengan Siena untuk kembali ke tempat tidur.


"Reegan..aku tidak mau..aku harus memastikan kalau dia baik baik saja.." Siena menepis tangan Reegan.


"Kau pikir dia sakit?" Raiden tertawa kecil. "Haloo Siena..Keenan sudah punya istri..kalaupun dia sakit..sudah ada yang merawatnya. ya ampun Siena." Reegan menepuk keningnya sendiri. Ia tidak mengerti apa yang di ada di dalam pikiran Siena.


"Kau tidak mengerti!" sahut Siena.


Reegan menatap tajam ke arah Siena, "apa yang tidak aku mengerti Siena?" tanya Reegan semakin bingung dengan ucapan Siena.


"Aku berpikir, yang menelponku itu adalah Keenan.."


"Siena-?"


"Cukup Reegan! aku tetap akan pergi ke rumahnya..lagipula aku bisa pergi sendiri." Siena melangkahkan kaki.


"Aku ikut!" Reegan menarik kembali tangan Siena. "Kau tunggu aku di luar," Reegan melepas tangan Siena lalu ia berjalan menuju kamar mandi


Siena mendengus kasar menatap punggung Reegan, lalu ia berjalan keluar kamar dan menunggu di teras rumah.


Tak lama kemudian Reegan telah selesai, ia langsung menyusul Siena ke teras rumah.


"Ayo!" ucap Reegan berdiri di hadapan Siena.


Siena bangun, ia menatap sesaat Reegan. Mereka pun beranjak pergi untuk menemui Keenan.


***


Mereka telah sampai di halaman rumah Keenan, mereka langsung keluar dari pintu mobil.

__ADS_1


"Mau kemana Maria? di mana Keenan?" ucap Siena menatap Maria tengah berdiri di dekat mobil bersama tiga orang pria bertubuh kekar.


"Aku tidak tahu," jawab Reegan malas.


Maria yang menyadari kehadiran mereka berdua langsung berjalan mendekat. Dia tersenyum manja meraih lengan Reegan dan bergelayut manja.


"Kau kangen ya? sampai harus datang kesini," ucap Maria. Reegan terdiam, ia menepis tangan Maria supaya menjauh darinya.


Raut wajah Maria berubah masam, ia menatap Reegan dan menprotesnya, "kau kenapa? kau marah padaku?" tanya Maria. Reegan tetap diam dan tidak perduli pada Maria.


Maria mengalihkan pandangannya pada Siena, "kau mau apa datang kesini?" tanyanya ketus.


"Aku mau ketemu Keenan, di mana dia?" tanya Siena berjalan selangkah lebih dekat dengan Maria. Siena menoleh ke arah tiga pria kekar yang mendekat ke arah mereka dan berdiri di belakang Maria.


Maria menyilangkan tangannya di dada, "ada urusan apa kau mencari suamiku?" tanya Maria dengan tatapan tidak suka pada Siena.


"Aku hanya ingin bertemu, di mana dia?" Siena menilik seluruh halaman rumah Keenan.


"Dia tidak ada," jawab Maria datar.


"Kemana?" tanya Siena semakin penasaran.


"Bukan urusanmu," sahut Maria.


"Memang bukan urusanku, tapi aku sahabatnya dan aku mau bertemu dengannya."


"Kau tidak perlu marah, aku sudah bertanya baik baik," kata Siena.


"Dia tidak ada di rumah, sudah dua hari Keenan keluar Negeri."


"Luar Negeri? di mana? kenapa dia tidak memberitahuku?" tanya Siena rasa tidak enak hatinya semakin kuat.


"Hei Siena! kau hanya teman Keenan! bukan istri atau saudara! apa perlu dia memberitamu?!" seru Maria semakin terganggu dengan kehadiran Siena.


"Kau tidak perlu membentakku Maria, jika memang Keenan baik baik saja buat apa kau secemas itu?" Siena coba menjebak Maria.


Maria berubah kikuk, "ti, tidak..siapa yang cemas?" tanyanya sembari menoleh ke arah tiga pria kekar di belakangnya.


"Jika memang Keenan baik baik saja, izinkan aku masuk ke dalam rumahmu," kembali Siena menguji kejujuran ucapan Maria. Siena melangkahkan kakinya. Namun dengan cepat tiga pria kekar itu menghadang Siena dengan berdiri di hadapannya. Keenan yang sedari tadi diam memperhatikan akhirnya bereaksi.


"Apa apaan ini Maria!" ucap Reegan menatap ke arah tiga pria di hadapan Siena.


"Ini rumahku, hak aku melarang siapapun untuk masuk ke dalam!" seru Maria sedikit tegang.

__ADS_1


"Kalau memang kau tidak menyembunyikan sesautu dariku, untuk apa kau menyuruh tiga pria ***** ini menghadangku!" hardik Siena semakin yakin dengan kecurigaannya.


"Nona! jaga bicaramu!" ucap salah satu pria itu.


"Loh? apa aku salah berucap? jika memang Keenan baik baik saja..izinkan aku bertemu dengannya..karena aku tahu..dia ada di dalam! Siena semakin kesal.


" Tidak!" sahut Maria.


"Apa yang dikatakan Siena benar, kenapa kau menutupinya?" tanya Reegan menatap ke arah Maria.


"Sayang..ini rumahku..aku tidak suka ada orang asing masuk kedalam rumah..apalagi dia orang miskin..bagaimana kalau dia hendak mencuri?" ucap Maria manja.


"Jaga mulutmu Maria!" Reegan membentak Maria.


"Kau..kau membentakku Reegan?" tanya Maria, ia tidak menyangka jika Reegan akan membela Siena. "Kau lebih membela gadis kampungan itu dari pada aku?"


"Tentu saja, biarpun dia kampungan , norak, tapi dia lebih baik darimu," ucap Reegan tersenyum sinis.


Maria dan Siena melotot ke arah Reegan.


"Reegan!" seru Siena. Reegan tersenyum manis pada Siena. Lalu beralih tersenyum kecut pada Maria.


"Kau benar benar berubah Reegan..tapi tidak mengapa..aku bisa mendapatkan kau kembali." Maria mundur beberapa langkah mendekati Siena. "Kau..kau pergi dari sini..atau aku akan menelpon Polisi."


"Siena..ayo kita pulang! seru Reegan.


" Tapi-?


"Siena, kita cari cara lain untuk membuktikan kebenaran ucapan Maria." Reegan menatap tajam Maria.


"Silahkan," sahut Maria dengan santai tapi menyimpan kebencian pada Siena dan juga Reegan.


"Ayo sayang kita pulang.." Reegan berjalan mendekati Siena lalu menggenggam erat tangan Siena. Membuat Maria membuang muka tidak ingin melihat itu semua.


"Pergi kalian!"


"Kau tidak perlu mengusir kami, kami bisa pulang sendiri," ucap Reegan pada Maria dan berlalu begitu saja.


Maria mendengus kesal, ia menatap mereka berdua memasuki mobil dengan tatapan kebencian.


"Ini baru permulaan Reegan," gumamnya pelan.


Sepeninggal merska berdua, Maria memerintahkan tiga pria kekar itu untuk mengeluarkan mobil miliknya dari garasi.

__ADS_1


"Bawa laki laki lemah itu ke dalam mobil, cepat!! seru Maria memberikan perintah pada salah satu pria kekar itu.


" Bodoh!" maki Maria. "Lihat saja nanti Reegan!" matanya berkilat memancarkan amarah.


__ADS_2