
Malam itu Kenzi mengabulkan keinginan Sieba untuk bertemu Hana, namun Kenzi tidak membawanya ke rumah Hana akan tetapi ke sebuah club malam yang terkenal. Di mana geng Crips berada.
"Aku bukan mau ke sini! aku mau ketemu mama! pekik Siena saat Kenzi memaksanya keluar dari pintu mobil.
"Jangan banyak bicara, ayo ikut." Kenzi menarik paksa tangan Siena. Akhirnya ia menuruti kemauan Kenzi.
Mereka masuk ke dalam club, suara hingar bingar musik Dj di sambut teriakan para pengunjung. Kenzi terus membawa Siena masuk lebih dalam ke ruangan lain.
Nampak seorang wanita tengah asik berjudi bersama pria pria perlente. Siena melebarkan matanya saat melihat wanita itu yang tak lain adalah Hana. "Mama!" pekik Siena berlari ke arah Hana di ikuti Kenzi dan tiga anak buahnya
"Mama!" seru Siena lagi.
Hana dan yang lain menoleh ke arah suara, betapa terkejutnya Hana saat melihat Siena telah berdiri di hadapannya. "Siena..kkau sedang apa di sini?" tanya Hana menatap ke arah Kenzi.
"Lampu dan musik matikan!" seru seorang pria muda berjalan dari arah pintu mendekati mereka semua. Pria pria yang tengah berjudi langsung berhambur keluar.
"Halo Kenzi, ada angin apa kau datang kesini?" tanya pria muda itu.
"Fero." sapa Kenzi pada pria muda itu.
"Siena, ayo kita pergi!" ucap Hana menarik tangan Siena.
"Tidak! katakan padaku apa yang sedang mama lakukan di sini?" tanya Siena balik.
"Mama bisa jekaskan di rumah," ucapnya menarik tangan Siena. Namun pria yang bernama Fero menahan bahu Hana.
"Nyonya Hana, jadi dia putrimu yang kau tawarkan padaku?" pernyataan Fero membuat Siena marah dan rasa tidak percaya jika ibunya berusaha menjualnya lagi pada pria lain.
"Mama! katakan padaku, apa benar apa yang dia ucapkan!" tunjuk Siena pada Fero.
Hana menoleh ke arah Fero sesaat, "Siena..mama.."
"Katakan ma! potong Siena.
Fero maju lebih dekat dengan Siena, namun Kenzi menarik mundur lengan Siena untuk menjauh dari Fero.
"Buat apa aku berbohong, nona..nyonya Hana berhutang banyak padaku," ucap Fero.
__ADS_1
"Mama tega ..kenapa ma.." ucap Siena pelan menatap Hana.
Kenzi yang sedari tadi diam, akhirnya angkat bicara, "berapa hutang dia?" tanya Kenzi pada Fero. "Aku akan melunasinya saat ini juga."
Fero tertawa kecil, "awalnya aku menginginkan dia membayar hutangnya, tapi..setelah aku melihat putrinya. Aku ingin dia membayar semua hutangnya dengan putrinya." Fero menatap tajam Kenzi.
Kenzi tertawa kecil, "dia milikku." Kenzi langsung menarik tangan Siena dan membawanya pergi dari ruangan itu.
"Siena!" seru Hana mengejar mereka. "Sayang tunggu dulu, mama bisa jelaskan."
Siena hanya diam, ia menatap kosong ke depab dan tak menjawab ucapan Hana. "Kau telah gagal menjadi seorang ibu, Nyonya Hana." Kenzi merangkul bahu Siena dan membawanya keluar club. Namun sebelum mereka sampai di pintu keluar, beberapa anak buah Fero menghadang Kenzi.
Kenzi menoleh ke arah anak buahnya, ”habisu mereka semua." Setelah memberikan perintah Kenzi mengeluarkan senjata api dan mengarahkan pada mereka yang menghadang jalannya. Dua pria ambruk sekaligus sementara yang lainnya di hadang tiga anak buah Kenzi. Kekacauanpun terjadi di dalam club. Sebagian para pengunjung berhamburan keluar club bersamaan Kenzi dan Siena.
Mereka meninggalkan club dengan tenang. Sesekali Kenzi menatap wajah Siena yang kecewa terhadap ibunya. "Kau tahu? mengapa ibumu sangat ingin kau di bebaskan, bukan karena dia menyayangimu. Tapi ibumu akan menjualmu pada yang lain," ucap Kenzi.
"Apa bedanya kau dan yang lain," jawab Siena dengan tatapan lurus ke depan tanpa ekspresi.
Kenzi tertawa kecil, menanggapi pernyataan Siena. Sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan lagi sampai di halaman club milik Kenzi. Ia keluar dari pintu mobil bersamaan dengan Siena.
"Dua hari lagi kita pindah dari Indonesia," ucap Kenzi menatap wajah Siena yang tertunduk.
"Kemana?" tanyanya.
"Hongkong."
"Hongkong! pekik Siena langsung berdiri dan menendang kaki Kenzi. " Aku tidak mau ikut! biarkan aku pergi!" ia terus menendang dan memukul dada Kenzi berkali kali.
"Diam Siena!" Kenzi menahan kedua tangan Siena dan menatap bibir Siena yang merah merekah. Lalu ia menciumnya lagi, untuk saat ini hanya itu yang Kenzi lakukan tidak lebih.
"Sekarang kau istirahat, dan jangan banyak bicara. Paham?" Kenzi mengusap bibir Siena lalu ia melangkahkan kakinya meninggalkan Siena sendirian di kamar.
"Hidupku sudah tidak berarti apa apa lagi," ucap Siena pelan. Ia terduduk di tepi tempat tidur memikirkan hidupnya.
***
Sementara itu di lain tempat, Keenan dan Rei tengah duduk di sebuah cafe. Mereka menikmati malam minggu sembari membicarakan rencana mereka ke depan.
__ADS_1
"Aku baru tahu, jika selama ini tante Hana menipuku," ucap Rei sembari memainkan gelas di atas meja.
"Yup, kau benar.. kita mati matian untuk membebaskan Siena ternyata hanya untuk di jual lagi pada pria lain, sungguh keterlaluan," sela Keenan. "Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Keenan.
"Aku tertarik untuk menjadi anggota Polisi," jawab Rei. "Dengan begitu, aku bisa membebaskan Siena dari jerat Mafia."
"Kau benar, kita sepemikiran." Keenan menyecap kopinya perlahan. "Hei, bagaimana dengan Marsya? bukankah dia juga polisi muda dari Hongkong?" Keenan meletakkan gelas di atas meja.
"Dia sudah berhasil melarikan diri, itu yang aku dengar kabar terakhir dari Marsya. Sepertinya dia kembali ke Negaranya." Rei menatap ke luar kaca cafe.
"Jadi bagaimana?" tanya Keenan.
"Aku tetap dengan keputusanku," jawab Rei. "Kau bagaimana?"
"Aku ikut juga," jawab Keenan.
"Lihat!" tunjuk Rei ke arah kaca cafe. Keenan menoleh, ia melihat Hana tengah berjalan kaki sendirian.
"Ayo kita ikuti tante Hana." Rei berdiri di susul Keenan, mereka keluar cafe mengikuti Hana.
"Tante!" seru Rei.
Hana menoleh ke arah Rei dan Keenan. Namun ia tidak menghentikan langkahnya. Hana berlari ke tengah jalan raya tanpa memikirkan keselamatannya.
"Tante Hana, awas!! pekik Keenan menatap Hana menyebrang jalan raya begitu saja.
" Tante Hana!!! jerit Rei, saat sebuah mobil melaju dengan kecdpatan tinggi menabrak tubuh Hana hingga terpental jauh dan menabrak trotoar.
Waktu serasa berhenti berputar, Rei dan juga Keenan matanya melotot dengan mulut menganga menyaksikan tubuh Hana tertabrak mobil. Detik berikutnya mereka langsung berlari menghampiri tubuh Hana.
"Tante Hana!"
Jalan raya yang ramai, mendadak macet. Orang yang lalu lalang berhenti menyaksikan kejadian tersebut. Rei jongkok dan meraih tubuh Hana, "tante! bangun tante!"
"Pak tolong bawa dia ke rumah sakit!" seru Keenan meminta pertolongan.
Tak lama kemudian, suara sirine mobil patroli kepolisian datang membantu bersamaan dengan ambulance. Hana langsung di bawa ke rumah sakit terdekat.
__ADS_1