The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 26: Di Butik


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Siena langsung masuk ke dalam kamar dan mengunci dari dalam.


Alya dan kek Hardi mengerutkan dahi menatap mereka bingung, mungkinkah terjadi pertengkaran di antara mereka?


"Reegan, apa yang sudah kau lakukan pada menantu Mama? tanya Alya.


" Tidak ma..kami tidak bertengkar..tapi?"


"Tapi apa?" potong Alya.


Reegan mengajak mereka untuk duduk di kursi, setelah mereka duduk dengan tenang. Reegan langsung menceritakan semua yang terjadi di pesta tadi.


"Benarkah?" ucap Kek Hardi dan Alya serempak.


Reegan menganggukkan kepala, "benar Ma...kek..aku juga sangat terkejut."


"Sekarang mama mengerti kenapa Siena seperti itu.." ucap Alya tersenyum.


"Biarkan Siena menenangkan diri, nak." Kakek Hardi ikut tersenyum bahagia. Karena ia tidak salah mengambil Siena sebagai menantu di rumah itu. Selain Siena cantik, dia juga anak orang terpandang. Pewaris tunggal orang terkaya di kota itu.


Tak lama kemudian asisten rumah tangga memberitahu mereka, kalau di luar ada tamu.


"Tuan..nyonya..di luar ada Pak Karta," ucap asisten rumah tangga.


"Bawa masuk mbok!" sahut Alya.


"Baik nyonya." Asisten rumah tangga itu berlalu, tak lama kemudian Pak Karta masuk ke dalam rumah menghampiri mereka bersama Rei. Kek Hardi dan yang lain langsung berdiri menyambut Pak Karta.


"Selamat sore pak Hardi!" seru Karta, ia langsung memeluk Hardi kawan lamanya.


"Baik..baik," kata Kek Hardi sembari menepuk nepuk punggung Pak Karta.


Pak Karta melepas pelukannya, "aku tidak menyangka, kita besanan," ucap Pak Karta tersenyum sumringah. "Nak Alya..terima kasih."


Alya menundukkan kepala sesaat, "sama sama pak."


"Reegan, terima kasih juga untukmu nak.." Pa Karta berjalan mendekati Reegan. Reegan hanya tersenyum. "Boleh, kakek bertemu dengan Siena?" tanya Pak Karta.


Kakek Hardi berjalan mendekati Pak Karta.


"Karta, kau tahu..Siena besar di panti asuhan..wajar kalau sekarang dia shock..jadi menurut saya..sebaiknya kau beri waktu untuk menantuku supaya dia tenang."


Pak Karta menganggukkan kepala, "maaf..aku terlalu bahagia..bertahun tahun aku mencari cucuku satu satunya," ucap Karta dengan mata berkaca kaca.


"Baiklah..aku mengerti..katakan padanya..kami sangat merindukan dia..dan aku harap dia mau pulang."


Kakek Hardi menganggukkan kepala, "kau sabar saja Karta..situasi dia pasti sulit untuk menerimanya."


Pak Karta mengangguk, tak lama kemudian ia berpamitan untuk kembali pulang bersama Rei. Kakek Hardi dan yang lain terdiam, sesaat.

__ADS_1


"Syukurlah..Siena masih memiliki orang tua." Kakek Hardi duduk, lalu ia meminta asisten rumah tangga untuk membuatkan teh untuknya dan Alya. Sementara Reegan berjalan mendekati pintu kamar.


Perlahan ia mengetuk pintu kamar, "Siena..istriku..buka pintunya," ucap Reegan.


Tak lama kemudian, suara pintu kamar di buka dari dalam. Reegan langsung masuk ke dalam saat pintu sudah terbuka.


"Siena.." sapa Reegan duduk di tepi tempat tidur. Siena menoleh sesaat, lalu ia kembali menunduk.


"Aku tahu, tidak mudah bagimu untuk menerima mereka," ucap Reegan sembari menyelipkan rambut di telinga Siena. "Aku tidak memaksa..sesuka hatimu Siena."


Siena langsung memelul Reegan, ia menangis di pelukan suaminya. "Dari kecil aku di buang..sekarang mereka datang mengaku sebagai keluargaku..apa aku tidak punya hati?" ucap Siena


"Sudah..kau jangan menangis, mau di terima atau tidak keluargamu..aku tetap sayang kamu."


Sie a melepas pelukannya, "terima kasih."


Reegan menganggukkan kepala, "bagaimana kalau kita buat anak saja?" ucap Reegan sembari memainkan kedua alisnya menatap Siena.


Siena langsung menatap horor Reegan, ia cubit lengan Reegan hingga dia menjerit kesakitan. Namun detik berikutnya, entahlah 😂😂


***


"Siena, hari ini aku pulang malam," ucap Reegan, ia duduk di kursi makan.


"Kenapa sayang?" tanya Alya menatap ke arah Reegan.


"Tumben nak?" potong Kakek Hardi. Sementara Siena menuangkan air mineral ke dalam gelas milik Reegan.


"Kok sampe malam? memangnya meeting nya kapan?" tanya Kakek Hardi.


"Nanti siang, di puncak Bogor."


Kakek Hardi mengerutkan dahi, " kenapa harus di sana?" tanyanya lagi.


"Kakek, biar fresh," sahut Reegan santai.


"Ya sudah..hati hati saja di jalan," potong Alya.


Reegan menganggukkan kepala, "sayang, aku berangkat dulu." Ia berdiri lalu mengecup kening Siena. "Kau baik baik di rumah, jangan nakal!" ucapnya menggoda Siena.


Siena hanya menganggukkab kepala, "jangan larut malam, aku menunggumu."


"Siap sayang!" sahut Reegan. Ia berpamitan pada Alya dan Kek Hardi lalu melangkahkan kakinya keluar rumah berjalan bersama Siena mengantarkan sampai teras rumah.


Setelah mengantarkan Reegan, ia kembali masuk ke dalam dan ikut sarapan bersama Alya dan Kakek Hardi.


"Hari ini kau tidak ada pekerjaan kan sayang?" tanya Alya pada Siena.


"Tidak ma.." sahut Siena.

__ADS_1


"Temani mama keluar sebentar ya."


"Ya ma.." jawab Siena.


Setelah semua selesai, mereka pun berangkat. "Memang mama mau ajak aku kemana? tanya Elena di dalam mobil.


" Ke butik sayang," jawab Alya.


Tak lama kemudian mereka telah sampai di halaman butik. Mereka langsung keluar dari pintu mobil memasuki butik.


"Kau pilih saja, pakaian yang kau suka sayang," ucap Alya memperhatikan pakaian yang terpajang.


"Tidak Ma..nanti saja kalau aku butuh," jawab Siena.


"Sayang..kamu baik sekali..mama beruntung punya menantu kaya kamu." Alya mengusap lembut rambut Siena.


Sie a hanya tersenyum, tiba tiba seseorang menyapa dari belakang. "Alya? apa kabar?"


Alya dan Siena menoleh ke arah suara, "Hana? kabar baik.." sahut Alya memeluk Hana sesaat. Hana menoleh ke arah Siena yang membuang muka ke samping berpura pura memilih pakaian.


"Siena putriku.." ucap Hana tangannya terulur hendak memegang punggung Siena.


Namun Alya mencegahnya, ia menganggukkan kepala menatap Hana, "beti dia waktu Hana, aku yakin..suatu hari nanti dia akan datang padamu sebagai putrimu," jelas Alya.


Hana menganggukkan kepala, "baiklah..oya..di mana Reegan?" tanya Hana.


"Dia ke kantor ."


Hana menganggukkan kepala, lalu ia mengajak Alya untuk ngobrol sebentar. Sementara Siena masih berpura pura memilih pakaian.


"Nona Siena?" sapa Rei.


Siena menoleh, "kau..kau disini?" tanya Siena.


"Iya, aku mengantar bu Hana," jawab Rei.


Siena masih memilih milih pakaian, "memang kau bekerja di keluarga mereka sebagai apa?" tanya Sie a.


Rei hanya diam tak menjawab pertanyaan Siena. "Sayang, ada yang kau suka?" tanya Alya.


Siena menoleh, "tidak ma.."


"Kalau begitu kita pulang, tapi kau tunggu di sini sebentar."


Siena menganggukkan kepala, lalu beralih menatap Rei. "Kenapa kau diam?" tanya Siena.


"Tidak apa apa."


"Rei, kita pulang!" sahut Hana, tapi tatapannya ke arah Siena yang menundukkan kepala. "Siena, mama tahu kau pasti benci dengan mama..tapi..?"

__ADS_1


"Cukup! aku tidak mau mendengar apa apa darimu," potong Siena. Ia langsung berlalu begitu saja keluar dari butik dan menunggu Alya dari dalam mobil.


"Maafkan aku..beri aku waktu," gumam Elena Menatap ke arah luar.


__ADS_2