The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 37: I love you, but you lie


__ADS_3

Seperti biasa, pagi pagi sekali Siena telah bangun untuk mempersiapkan semua keperluan Alya. Sementara Reegan sudah pergi sedari pagi untuk menjemput Sandra pulang ke rumah. Setelah dua hari di rawat, Dr. Ana mengizinkan Sandra pulang.


Siena pergi ke kamar Alya untuk mengantarkan sarapan pagi. Saat ia membuka pintu kamar, Siena terkejut melihat Alya sudah bisa berjalan dengan normal.


"Mama!" pekik Siena ia bergegas menghampiri Alya, ia letakkan nampan di atas meja. "Mama sudah bisa berjalan?" ucap Siena memperhatikan Alya.


Alya tersenyum sumringah lalu memeluk erat tubuh Siena. "Ini berkat kamu sayang."


Siena melepas pelukan Alya, ia meloncat gembira sembari memegang kedua tangan Alya. "Wah..terima kasih Ya Rabbb..terima kasih..!! seru Siena meloncat kegirangan lalu ia memeluk Alya erat.


" Sekarang mama sudah sembuh, mama sangat beruntung memiliki menantu sepertimu nak.." ucap Alya melepas pelukan Siena. "Di mana Reegan?" tanya Alya.


"Dia kerumah sakit ma..hari ini Sandra di perbolehkan pulang," jawab Siena.


"Begitu? baguslah..mama sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya dan bicara banyak dengan Sandra," ucap Alya dengan nada marah.


Siena mengerutkan dahi menatap wajah Alya, "mama kenapa?"


"Tidak apa apa sayang. ayo sarapan bareng mama." Alya mengajak Siena ke luar. Siena menganggukkan kepala, ia bawa kembali nampan yang ada di atas meja. Lalu mereka pergi ke ruang makan.


"Wah..nyonya sudah sembuh?" tanya si mbok.


"Sudah mbok..makasih ya.." ucap Alya.


"Mari nyonya, sarapan dulu.."


Alya duduk di kursi di ikuti Siena, saat mereka tengah menikmati sarapannya, Reegan datang bersama Sandra.


"Pagi semua.." sapa Sandra.


Alya tengadahkan wajah menatap Sandra dan Reegan yang berdiri di hadapannya. Sementara Siena langsung berdiri hendak mengajak Sandra untuk makan bersama.


"Pagi juga San, kau sudah sembuh?" tanya Siena. Ia berdiri hendak melangkahkan kaki, namun Alya menarik tangan Siena untuk kembali duduk. Siena menoleh ke arah Alya dan duduk di kursi menatap Alya bingung.


"Tidak perlu kau sambut dia Siena!" seru Alya.


Reegan dan Sandra terkejut saat mengetahui Alya sudah kembali normal. "Mama..mama sudah sembuh?! Reegan berjalan mendekati Alya.


" Tidak perlu! jangan dekati aku!" seru Alya ia berdiri menatap tajam Reegan dan Sandra.


Siena langsung berdiri menatap Alya bingung, "ada apa ma?" ucap Siena.


"Ma..mama baik baik saja bukan?" tanya Reegan.


"Aku baik baik saja, dan jangan sebut aku, mama! bentak Alya menatap tajam Reega


"Ma..ada apa?!" tanya Siena.

__ADS_1


Alya melirik Siena sesaat, lalu beralih menatap Sandra. "Kau! kau pilih Siena atau wanita ini!" pekik Alya menatap tajam Reegan.


"Ma..ada apa ma!" seru Siena bingung.


"kau diam dulu Siena," jawab Alya.


"Ma..jangan marah ma.." ucap Reegan.


"Kau..kau bawa wanita ini dari hadapanku! jika perlu..kau pun pergi dari rumah ini..aku tidak sudi memiliki putra pembohong! putra yang tega mengkhianati istrinya!" pecahlah rahasia yang selama ini Alya sembunyikan dari Siena.


"Apa?!! Siena melebarkan matanya menatap Reegan dan Sandra. "Jadi? kalian?' Siena mendekap mulutnya sendiri, Ia terduduk lemas di kursi.


"Kau! kau tunggu apalagi! pergi dari rumah ini!" seru Alya pada Sandra.


"Tidak! jika mama mengusir Sandra, itu berarti aku juga akan pergi ma.." ucap Reegan menggelengkan kepala sembari merangkul bahu Sandra.


"Reegan! apa kau tega meninggalkan mamamu dan istrimu?" tanya Alya tidak mengerti jalan pikiran Reegan.


"Ma..! aku menikahi Siena demi mama juga kakek! apa salah jika aku menemukan cintaku sendiri?" tanya Reegan protes terhadap Alya.


"Reegan kau..?" ucap Siena matanya berkaca kaca menatap wajah Reegan.


"Benar Siena, dan kau harus tahu itu." Reegan menarik mundur Sandra yang menangis. Sandra berdiri di belakang Reegan.


"Jadi? kalian di belakangku?" ucapan Siena terhenti. Suaranya serak serasa mencekik lehernya.


'Tidak Ma..aku mencintai Sandra..aku tidak bisa berpisah darinya..jika mama tidak menginginkan Sandra..biar aku yang pergi dari rumah ini." Reegan balik badan hendak melangkahkan kakinya.


"Reegan! kau tega meninggalkan mamamu nak?!" pekik Alya.


Reegan menoleh sesaat, "aku terpaksa ma..aku mencintai Sandra ma.."


Reegan menarik tangan Sandra lalu mereka melangkahkan kakinya. "Reegan!!" seru Alya berjalan menyusul Reegan dan Sandra.


Namun Reegan terus berjalan menuju pintu rumah. "Reegan!!" Alya menjerit memanggil Reegan.


"Reegan tunggu!" seru Siena dari arah pintu dapur langsung menghentikan langkah Reegan.


"Ada apa?" tanya Reegan.


"Kau jangan pergi, kasihan mama..dan kau Sandra..kau pun tak perlu meninggalkan rumah ini," ucap Siena bergetar.


"Apa kau mau memaafkan aku? apa kau juga rela di madu?" tanya Reegan.


Siena menelan salivanya susah, ia menatap tajam keduanya dengan perasaan hancur.


"Aku-?"

__ADS_1


"Apa maksudmu nak?" tanya Alya berdiri di samping Siena.


"Ma..biarkan mereka tetap tinggal di sini..apalagi mereka saling mencintai," ucap Siena.


"Apa artinya kau mau di dua kan oleh Reegan?" tanya Alya bingung.


Siena tersenyum getir menatap mereka semua sembari menggelengkan kepala, "tidak ma..biar aku yang pergi dari rumah ini," jawab Siena.


"Tidak nak..tidak!" seru Alya.


"Ma..buat apa hubungan ini di teruskan? cermin yang sudah retak tak mungkin kembali utuh..Reegan menikahiku karena demi membahagiakan mama dan kakek..Reegan tidak mencintaiku..buat apa pernikahan ini di teruskan jika tidak ada cinta dari dia.." jelas Siena menatap tajam Reegan.


"Aku memilih pergi..dari pada aku harus setiap hari terluka..mama tentu paham bagaimana perasaanku..jika mama sayang aku..biarkan aku pergi..sebagaimana Reegan dengan mudah mengkhianatiku." Siena menelan salivanya, dadanya bergejolak menahan amarah. Namun ia berusaha untuk tenang


"Aku tanya sekali lagi, apa kau mencintai Sandra?" tanya Siena pada Reegan.


Reegan mengangguk cepat, " iya Siena, aku sangat mencintainya." Reegan melirik sesaat ke arah Sandra yang menundukkan kepala.


"Siena..jangan tinggalkan mama nak.." ucap Alya lirih.


"Maaf ma..aku harus pergi," jawab Siena. "Dan kau Reegan, cukup hanya aku yang merasakan sakitnya di khianati..jangan kau lalukan pada Sandra."


"Maafkan aku Siena.." ucap Reegan menundukkan kepala.


"Tidak perlu kau minta maaf," jawab Siena. "Baiklah, aku akan pergi sekarang juga..soal perceraian biar aku yang urus. Kau tinggal tanda tangan saja Reegan." Siena melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya


"Ya Rabb, semoga keputusanku tidak salah," ucap Siena menangkup wajahnya sembari terisak. "Mengapa dia begitu mudah mengkhianatiku..apa salahku..apa kurangku.." Siena mengusap air matanya, lalu ia membereskan semua pakaian dan barang barang miliknya ke dalam koper.


Ia menangis menumpahkan rasa kecewa dan sakit hati yang terasa menyesakkan dada. Kepercayaan yang ia berikan untuk Reegan telah di khianati. Teman sekamar, teman suka dan duka dalam mengarungi rumah tangga telah menikamnya dari belakang. Jika pun Siena memaafkan Reegan. Akankah cermin yang sudah pecah akan utuh kembali? meskipun pecahan cermin itu ia satulan kembali. Namun bekas guratan pecahan cermin itu tetap akan membekas.


Perlahan Siena bangun dan mengusap air matanya dengan ujung pakaian yang ia kenakan. "Apa aku kurang perhatian? apa aku kurang cantik? atau memang dia tidak mencintaiku? gumam Siena lirih. " Ya, dia memang tidak mencintaiku."


Setelah selesai, ia bergegas keluar kamar dengan mendorong dua koper. Langkahnya terhenti di ruang tamu menatap Alya yang menangis berdiri di hadapannya.


"Siena, jangan pergi sayang.." ucap Alya lirih.


Siena menggelengkan kepala, "tidak ma..biarpun aku tidak bersama mama lagi..aku tetap menyayangi mama." Siena memeluk Alya erat.


"Terima kasih sudah memberikan cinta dan kasih sayang," ucap Siena lirih.


Siena menoleh pada Reegan dan Sandra, mereka berdiri dan mendekati Siena.


"Aku minta maaf Siena," ucap Reegan.


Siena hanya diam menatap tajam Reegan, detik berikutnya ia berlalu melangkahkan kakinya meninggalkan rumah di mana ia pernah meletakkan harapan dan kepercayaan di rumah itu.


"Sienaaaa..!!! pekik Alya di depan pintu.

__ADS_1


Namun Siena terus berlalu tanpa menoleh lagi.


__ADS_2