The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 110: Beach


__ADS_3

Helion matanya terbuka menatap Siena yang tertidur pulas di sampingnya. Anak laki laki itu menyentuh pipi Siena lembut. "Ibu.."


Perlahan Siena membuka matanya dan tersenyum pada Helion yang tengah menatapnya. "Kau sudah bangun?" Siena mencolek hidung Helion. Kini usia anak itu sekitar tiga tahun. Dia sudah pintar berjalan dan bicara walau terkadang kata katanya susah di mengerti.


"Ibu bangun." Helion bangun dan duduk di atas tempat tidur di ikuti Siena bangun lalu turun dari atas tempat tidur.


"Ayo, bersihkan badanmu." Siena mengangkat tubuh Helion dan menggendongnya ke kamar mandi.


Saat Siena dan Helion berada di kamar mandi. Kenzi membuka pintu kamar mencari mereka berdua, terdengar suara tawa Helion dan Siena di kamar mandi, Kenzi tersenyum lalu duduk di kursi menunggu mereka selesai. Hari ini, ia berniat mengajak anak dan istrinya pergi jalan jalan ke pantai. Tidak hanya Siena dan Helion tapi tiga anak buah dan Surya ikut serta.


Setelah sekian lama mereka berjibaku dengan masalah dan maut. Hari ini mereka bisa bernapas lega, tidur dengan nyenyak tanpa khawatir musuh akan datang tiba tiba. Agenda rencana kedepan semua sudah Kenzi siapkan untuk putranya dan keluarga kecil yang ia miliki kini.


Livian sedang menjalani hukumannya, sementara Crips sendiri Kenzi sudah tidak ikut terlibat lagi. Meski organisasi itu masih berjalan sampai sekarang dan kabar terakhir yang dia tahu, Bos Crips yang baru di kepalai Adrian, mantan anak buah Kenzi.


Kenzi tersenyum lebar saat melihat Siena dan Helion keluar dari kamar mandi. "Ayah!" seru Helion berlari ke arah Kenzi.


"Hai jagoan Ayah, kau sudah mandi?" Kenzi mengangkat tubuh Helion lalu ia dudukkan di pangkuannya. Ia melirik ke arah Siena yang menggunakan balutan handuk di tubuhnya tengah menyiapkan pakaian yang akan di gunakan Helion.


"Sayang, hari ini kita jalan jalan."


Siena menoleh ke arah Kenzi sesaat, "kemana?"


"Pantai," jawab Kenzi sembari mencium gemas pipi Helion.


"Ayo sayang, pakai dulu baju nya." Siena berjalan mendekati Helion dan mengambil alih tubuh Helion dari pangkuan Kenzi, lalu ia turunkan di lantai berdiri tegap.


Kenzi diam memperhatikan Siena memakaikan pakaian dan parfum untuk anak anak, dengan tatapan sayang menatap keduanya.


Sementara di bawah, Surya dan yang lain telah siap dengan semua barang yang akan mereka bawa untuk berlibur. Tak lama mereka melihat Kenzi dan yang lain menuruni tangga menghampiri mereka.

__ADS_1


"Helion, sini kakek gendong." Surya mengambil Helion dari pangkuan Kenzi lalu ia menggendongnya.


"Kita berangkat!"


"Siap Bos!" Samuel dan dua anak buahnya berjalan lebih dulu keluar rumah di ikuti yang lain.


***


Tak memakan waktu banyak, mereka telah sampai di pantai Carita. Selain aman untuk Helion, ombaknya tidak terlalu besar. Di pantai Carita juga tersedia villa untuk mereka menginap jika ingin melihat suasana pantai sore dan malam hari.


Siena dan Helion langsung berjalan menuju pantai di ikuti yang lain. Sementara yang lain mempersiapkan barang bawaannya dan menggelar tikar untuk menyiapkan makanan yang sudah mereka bawa dari rumah. Helion bermain pasir pantai bersama Kenzi dan Siena. Sesekali mereka berjalan ke tepi pantai hingga kaki dan pakaian mereka basah terkena air laut.


Surya dan yang lain duduk di atas tikar memperhatikan Kenzi dan anak juga istrinya bermain air. Sesekali Surya tersenyum melihat kebersamaan mereka. Surya tengadahkan wajahnya menatap langit yang biru cerah. Ia melihat sebentuk wajah Hana di balik awan putih. "Hana, lihatlah..cucumu sudah besar. Andai kau ada di sini duduk bersamaku. Menceritakan hari yang indah bersama putri dan cucu kita."


Samuel melirik ke arah Akira dan Yeng Chen yang tengah memutar musik mp3 saling merangkul menikmati kebersamaan yang indah. Sebelumnya tak pernah mereka rasakan bahkan tidak pernah terpikirkan.


"Jika kau di beri pilihan, kau memilih hidup seperti ini atau seperti hidup kita yang kemarin sebelum ada Nona Siena?" tanya Samuel pada dua sahabatnya.


"Kau?" Samuel menatap ke arah Yeng Chen.


Yeng Chen mengangkat kedua bahunya. "Tidak tahu."


"Kenapa?" tanya Samuel dan Akira serempak.


Yeng Chen menarik napas dalam dalam, lalu ia tersenyum mengembang menatap keduanya. "Masa lalu hanyalah kenangan, masa depan masih samar samar. Yang aku tahu hari ini kita semua bahagia."


Samuel dan Akira saling pandang sesaat, lalu mereka tertawa bersama dan menepuk pundak Yeng Chen bersamaan. "Ya, ya, kau benar!"


Surya yang memperhatikan sedari tadi hanya tersenyum. Ya, apa yang di katakan Yeng Chen benar. Bahkan ia tidak bermimpi bisa bertemu dengan Siena dan melihat cucu pertamanya. Hari esok tidak ada yang tahu, selagi bisa, nikmati saja hari ini, apa adanya.

__ADS_1


"Kakek! Om! pekik Helion memanggil Surya dan tiga anak buahnya untuk ikut gabung bermain air.


"Ya, bentar!" balas Surya. Ia bangun dan berjalan mendekati Helion dan yang lain. Tak lama Akira menyusul mereka semua, sementara Samuel dan Yeng Chen tetap duduk di tempatnya sembari memperhatikan sekitar. Sudah menjadi kebiasaan mereka naluri untuk melindungi dan waspada.


Mereka berdua tersenyum lebar memperhatikan Helion dan yang lain. Tiba tiba satu buah bola menggelinding ke arah mereka berdua. Samuel menangkap bola itu sebelum mengenai makanan. Lalu ia tengadahkan wajah menatap seorang pria setengah baya berbadan tambun menggunakan topi dan kaca mata hitam. Ia tersenyum lebar.


"Terima kasih anak muda, itu bola saya!" ucapnya sembari membungkukkan badannya mengambil bola di tangan Samuel. Sesaat pria itu menatap tajam Samuel dan Yeng Chen bergantian. Lalu ia berdiri tegap menoleh ke arah Kenzi dan yang lain. "Dia Bos kalian?!"


Samuel melirik ke arah Yeng Chen dengan raut wajah terkejut, "bagaimana kau tahu?" tanya Samuel waspada.


"Cuma nebak!" pria itu tertawa lalu meninggalkan mereka berdua. Tak lama pria itu menoleh ke arah Samuel dan Yeng Chen mengacungkan bolanya ke atas. "Terima kasih!"


Samuel mengerutkan dahi menatap pria itu semakin menjauh. "Aneh.."


"Kau benar, tapi sudahlah jangan kita pikirkan," sela Yeng Chen.


"Kenapa kalian bengong?" sapa Kenzi mengejutkan mereka.


"Ah tidak Bos," sahut Samuel cepat.


"Hanya orang iseng," timpal Yeng Chen.


"Orang iseng?" Kenzi jongkok di hadapan mereka, menautkan kedua alisnya menatap mereka berdua.


Samuel melirik sesaar ke arah Yeng Chen lalu ia menceritakan kejadian baru saja. Kenzi tercenung sesaat. "Aneh."


"Ada apa sayang?" tanya Siena berdiri di belakang Kenzi.


Kenzi menoleh ke belakang lalu berdiri tegap memeluk pinggang Siena. "Tidak ada apa apa, sayang aku lapar. Ajak Helion dan Papa untuk makan."

__ADS_1


Siena menganggukkan kepala, lalu ia kembali berjalan memanggil Surya, Akira dan Helion untuk berhenti main air. Tak lama kemudian mereka berkumpul untuk menikmati makanan yang mereka bawa, tawa canda terlontar indah di antara mereka. Menikmati kehangatan keluarga yang sudah tercipta dan memiliki ikatan yang kuat di dalamnya. Rasa sayang dan rasa ingin melindungi telah bertahta di hati mereka masing masing.


__ADS_2