The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 62: married


__ADS_3

Siena duduk dengan tatapan kosong ke arah cermin. Ia membiarkan Akira mengikat rambutnya yang panjang dan menatanya dengan rapi.


"Selesai, sekarang kau gunakan gaun ini nona." Akira mengambil gaun berwarna putih di atas meja.


"Kenapa aku harus menggunakan gaun ini? memangnya Kenzi mau ajak aku kemana?" Siena memalingkan wajahnya menatap Akira.


"Aku tidak tahu nona, sebaiknya kau ikuti saja perintahnya. Jika tidak, dia akan marah." Akira menarik lengan Siena untuk berdiri.


"Baiklah.."


Perlahan Siena melepas satu persatu pakaiannya dan menggantinya dengan gaun yang sudah Kenzi sediakan.


"Bukankah ini gaun pengantin?" Siena menatap gaun yang ia kenakan, lalu menatap Akira.


"Sepertinya begitu.." jawab Akira ikut memperhatikan gaun yang Siena kenakan.


Siena mencengkram lengan Akira kuat, "katakan padaku, aku yakin kau tahu sesuatu?"


Akira diam membisu menatap wajah Siena yang ketakutan. "Aku..?" ucapan Akira menggantung saat pintu kamar di ketuk dan perlahan terbuka. Samuel masuk menghampiri mereka berdua yang tengah menatapnya.


"Nona Siena, bos sudah menunggu."


Siena berjalan mendekati Samuel dan mencengkram kerah bajunya. "Katakan padaku! ada apa ini sebenarnya?"


Samuel menurunkan kedua tangan Siena dari kerah bajunya. "Nona, sebaiknya kau ikut saya."


"Tidak! Siena mundur dua langkah menjauh dari Samuel.


Entah harus bicara apa saat itu. Yang pasti Samuel hanya bisa menundukkan kepala tanpa menjawab pertanyaan Siena.


"Katakan padaku, apakah Kenzi hendak menikahiku?" Siena maju selangkah mendekati Samuel.

__ADS_1


Samuel tengadahkan wajah menatap Siena dan menganggukkan kepala.


"Apa?! Siena mundur selangkah, detik berikutnya ia berlari keluar kamar untuk menemui Kenzi. Samuel mengikutinya dari belakang.


Sementara itu, Kenzi yang tengah berdiri di dekat pintu keluar, menautkan kedua alisnya menatap Siena yang tengah berlari mendekat ke arahnya.


" Siena?" ucapnya pelan.


"Aku tidak mau menikah denganmu!" pekik Siena mencengkram kerah baju Kenzi.


Sementara Kenzi hanya diam menatap Siena yang memaki maki dirinya, "kau pikir aku suka? memangnya kau siapa hah??!"


Siena menarik tangannya dari kerah baju Kenzi, ia melepaskan ikatan dan jepitan di rambutnya. Ia mengacak acak rambutnya sendiri. "Aku tidak mau menikah denganmu!"


Siena berhenti mengacak rambutnya dan menatap benci wajah Kenzi. Lalu ia merobek ujung gaunnya hingga terlihat belahan kakinya. "Kenapa kau diam! apa kau sudah tuli?!" seru Siena.


"Sudah selesai?" tanya Kenzi dengan santai. Tanpa banyak bicara, Kenzi mengangkat tubuh Siena dan menggendongnya.


Di dalam mobil Siena tidak berhenti marah dan memaki Kenzi, hingga tiba di sebuah gedung. Kenzi langsung keluar dari pintu mobil setelah Samuel membukanya. Ia langsung menarik tangan Siena dengan paksa dan menggendongnya masuk ke dalam gedung. Di sana sudah menunggu orang orang dari sipil untuk menikahkan mereka berdua.


Tanpa banyak basa basi, acara pernikahan pun di langsungkan. Setelah selesai Siena di minta untuk menandatangani surat surat. Namun Siena menolaknya.


"Aku tidak mau!" seru Siena menatap horor Kenzi.


Kenzi menatap kesal Siena, ia memalingkan wajah dan menatap Samuel. "Sam!" hanya dengan satu kata, Kenzi meminta Samuel untuk mengambil jarum yang sudah di persiapkan Kenzi. Tanpa banyak bicara Samuel mengeluarkan kotak kecil dari saku celana. Lalu ia mengambil jarum kecil di dalam kotak.


"Apa yang hendak kau lakukan!" pekik Siena. Ia balik badan hendak melarikan diri. Namun dengan sigap Kenzi memeluk tubuh Siena. Dan mencengkram kuat tangan Siena.


Samuel berjalan mendekat dan menusukkan jarum kecil itu ke jari Siena bersamaan dengan erangan kecil dari bibir Siena.


Kenzi langsung menekan jari Siena yang berdarah untuk di jadikan tandatangan.

__ADS_1


Siena menjerit dan meronta, namun Kenzi tak memperdulilannya. Sementara pria yang menikahkan mereka hanya diam tanpa bicara sepatah katapun. Pria itu tahu betul ia sedang menikahkan siapa.


"Bagaimana? apa sudah selesai?" tanya Kenzi pada pria itu. Dengan cepat pria itu menganggukkan kepala.


Kenzi tersenyum puas, ia menatap Siena dan langsung mencium bibir Siena sesaat. "Sekarang kau istriku."


Siena memalingkan wajahnya, "tidak! pekik Siena.


Kenzi tersenyum melihat keras kepalanya Siena. Ia langsung mengangkat tubuh Siena dan menggendongnya keluar dari gedung. Di ikuti Samuel, sementara Yeng Chen menunggu di halaman gedung. Sesampainya mereka di halaman, Kenzi menurunkan tubuh Siena.


Di saat bersamaan, dua mobil datang melintas dan menembaki mereka. Dengan sigap Kenzi menarik tangan Siena untuk merunduk, ia langsung mengambil pistol dan menembaki dua pria sekaligus yang baru saja keluar dari dalam mobil. Begitu pula Samuel dan Yeng Chen langsung berlari dan bersembunyi di balik mobil yang terparkir.


" Sam!" Kenzi memerintahkan Samuel untuk membawa Siena menjauh dari lokasi. Samuel langsung berlari melewati satu mobil ke mobil lain dan berhenti di depan Kenzi dan Siena yang tengah menutup kedua telinganya.


"Siena, kau masuk ke dalam mobil dan pergi dari sini, cepat!" perintah Kenzi.


Siena menganggukkan kepala, ia masuk ke dalam mobil yang pintunya terbuka di ikuti Samuel. Bersamaan dengan mobil yang di kendarai Samuel melaju. Kenzi berlari ke arah pohon besar yang berada tak jauh dari halaman gedung sembari menembaki mereka. Baku tembak tak dapat di elakkan lagi.


Sementara pria yang ada di dalam gedung langsung menghubungi polisi, setelah itu ia bersembunyi. Suara peluru berdesing dan berseliweran menembus kaca gedung dan mobil yang ada di sekitar halaman.


"Yeng Chen!" Kenzi memerintahkan Yeng Chen untuk melindunginya dari belakang. Sementara Kenzi keluar dari balik pohon dan berjalan mendekat ke arah dua pria yang tersisa ada di dalam mobil. Sementara Yeng Chen melindungi Kenzi dari balik pintu mobil.


Kedua tangan Kenzi memegang senjata api dan di arahkan pada dua pria yang ada di dalam mobil. Bersamaan dengan beberapa tembakan mengarah pada dua pria itu, salah satu pria di dalam mobil berhasil menembak lengan Kenzi dua kali sebelum akhirnya dia mati di tempat. Tak lama suara sirine dari mobil Polisi terdengar dari kejauhan. Kenzi langsung balil badan menghampiri mobil yang tengah di kendarai Yeng Chen. Kenzi langsung membuka pintu mobil dan menutupnya. Mereka meninggalkan lokasi kejadian bersamaan dengan tiga mobil Polisi datang ke tempat kejadian. Tapi mereka berhasil melarikan diri.


Kenzi memegang lengannya yang mengalir darah segar. Yeng Chen menoleh sesaat ke arah Kenzi. "Bagaimana bos?"


"Kita pulang." Kenzi menyandarkan tubuhnya di kursi mobil "Rupanya Livian benar benar ingin menyingkirkanku," ucap Kenzi pelan.


"Benar bos," Yeng Chen membenarkan dugaan Kenzi.


Kenzi tersenyum miring, melirik sesaat ke arah Yeng Chen. "Kita selesaikan urusan ini secepatnya. Kita kembali ke Indonesia." Kenzi memejamkan matanya, ia teringat wajah Siena yang meminta pulang ke Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2