The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 32: Alya sakit


__ADS_3

Sepulang dari mengantar kan Keenan dan Dinda, Siena kembali ke rumah. Ia langsung masuk ke dalam kamar, baru saja Siena hendak membuka pintu kamar. Ia mendengar teriakan asisten rumah tangga di dalam kamar Alya. Siena langsung berlari menuju arah suara.


"Ada apa mbok!" seru Siena dari arah pintu langsung masuk ke kamar mandi menatap ke arah Alya terjatuh di lantai kamar mandi.


"Mama! pekik Siena langsung berlari ke arah Alya dan jongkok. " Mbok, mama kenapa?" tanya Siena panik.


"Tidak tahu neng, mbok mau antarkan teh. Tapi Nyonya sudah pingsan di sini," jawab si mbok.


"Kita angkat mbok!" Siena dan mbok langsung mengangkat tubuh Alya keluar kamar mandi. Mereka letakkan di atas temppat tidur. "Mbok telpon Dokter sekarang, biar aku yang mengganti pakaian mama."


"Baik neng! ucap mbok lalu ia bergegas menuju ruang tamu. Sementara Siena langsung mengganti pakaian Alya yang basah.


" Ma..bangun ma.." Siena menepuk pipi Alya pelan. "Reegan.."


Siena teringat Reegan dan berinisiatif untuk menelponnya. Ia merogoh saku celananya mengambil ponsel. kemudian ia menelpon Reegan, detik berlalu panggilan telpon Siena tidak di angkat juga. Berkali kali Siena mengulang namun panggilannya kembali di putus. Akhirnya Siena menyerah, "apa dia lagi meeting?" ucap Siena pelan.


"Neng Dokter sudah datang!" seru mbok dari arah pintu bersama Dokter pribadi keluarga Alya.


"Ada apa?" tanya Dokter Ana dari arah pintu menghampiri mereka.


"Aku tidak tahu Dok, mama sudah pingsan di kamar mandi. Padahal sebelumnya mama sehat sehat saja," jawab Siena sembari mempersilahkan Dokter Ana memeriksa Alya.


"Sebaiknya kita bawa ke rumah sakit sekarang," ucap Dokter Ana menatap Siena.


"Apakah sakit mama parah Dok?" tanya Siena.


"Saya belum bisa memastikan." Dokter. Ana kemudian menelpon pihak rumah sakit untuk mendatangkan ambulance ke rumah Alya.


Siena yang semakin cemas berusaha menelpon Reegan lagi, namun usaha Siena kembali gagal. Panggilan Siena berkali kali Reegan putus. Akhirnya Siena memutuskan untuk meninggalkan pesan untuk Reegan.


Tak lama suara ambulance dari arah luar rumah. Nampak dua orang perawat laki laki memasuki rumah Alya. "Nyonya Alya butuh perawatan secepatnya!" ucap Dokter. Ana.


Dua perawat itu kemudian mengangkat tubuh Alya keluar rumah dan di bawa ke dalam ambulance menuju rumah sakit. Dokter Ana dan Siena ikut dalam mobil ambulance itu.


Tidak butuh waktu lama, mereka telah sampai di halaman rumah sakit. Mereka langsung membawa Alya ke ruang UGD. Dengan sangat cemas Siena berdiri mondar mandir di depan pintu ruangan.


"Ya Rabb, semoga mama baik baik saja," ucap Siena dalam doa nya. "Reegan pasti sedang sibuk, malanya dia matikan ponselnya terus."

__ADS_1


Tak lama kemudian Dokter Ana keluar dari ruangan. Siena langsung menghampirinya.


"Dokter! bagaimana dengan mama?" tanya Siena khaawatir.


"Siena, nyonya Alya mengalami strtoke yang di akibatkan tensi darahnya naik," ucap Dokter Ana.


"Stroke Dok?!" pekik Siena mendekap mulutnya. "Berapa persen mama mengalami kelumpuhan Dok?"


"Hampir 99% Siena."


"Ya Raabbbb.." ucap Siena pelan. Matanya berkaca kaca menatap Dokter. Ana.


"Sebaiknya kau temui Nyonya Alya." Dokter Ana menyentuh pundak Siena.


Siena menganggukkan kepala, "baik Dok."


Siena langsung masuk ke dalam ruangan. Perlahan ia menghampiri Alya, ia berusaha untuk tidak menangis.


"Mama.." ucap Siena pelan lalu duduk di kursi.


Alya hanya menoleh ke arah Siena tanpa bisa bicara sedikitpun. Matanya berlinang air mata menatap Siena. "Mama sabar ya.." ucap Siena menyentuh tangan Alya dan mengecupnya sesaat.


"Bukan sakit ini yang membuatku sedih Siena, tapi mama sedih tidak bisa membela kamu lagi, tidak bisa memberitahumu tentang perselingkuhan putraku," ucap Alya dalam hati.


"Ma..jangan menangis..ada aku.." Siena tersenyum menatap wajah Alya. Alya menganggukkan kepala.


***


Sementara itu, Reegan yang tertidur pulas di kamar Sandra. Perlahan membuka matanya, ia edarkan pandangannya menatap langit langit kamar. "Di mana Sandra?" ucap Reegan pelan. Ia langsung bangun dan duduk di atas kasur sembari mengambil kemeja yang tergeletak di atas tempat tidur.


"Di mana ponselku?" gumam Reegan. Ia melirik ke atas meja. Nampak ponselnya tergeletak, "kok bisa ada di sini." Perlahan ia membuka ponselnya, nampak beberapa panggilan dari Siena.


"Siena menelponku ada apa?" ucapnya pelan. Lalu ia membuka pesan dari Siena yang memberitahunya untuk menyusul ke rumah sakit. "Mama sakit!" pekik Reegan.


Reegan langsung turun dari atas tempat tidur, lalu ia melangkah keluar kamar sembari merapilan pakaiannya yang berantakan


"Kau mau kemana sayang?" tanya Sandra dari arah dapur.

__ADS_1


"Aku harus ke rumah sakit, mama di rawat," jawab Reegan.


"Ya sudah, tapi nanti malam kau kesini lagi bukan?" tanya Sandra memeluk tubuh Reegan.


"Iya, aku usahain datang," jawab Reegan. Lalu ia melangkahkan kaki meninggalkan rumah Sandra menuju rumah sakit.


Dua puluh menit berlalu, akhirnya Reegan telah sampai di rumah sakit. Ia langsung menghampiri Alya, "mama..mama kenapa?" tanya Reegan menyentuh kening Alya. Namun Alya memalingkan wajahnya ke samping, ia sama sekali tidak ingin melihat wajah Reegan.


"Reegan, kau kemana saja? aku telpon berkali kali tapi sama sekali tidak kau angkat," ucap Siena dari arah pintu ruangan mendorong kursi roda untuk Alya.


"Aku sibuk Siena, tadi ada meeting," ucap Reegan bersilat lidah.


"Oh, pantas saja.." Siena tersenyum lalu ia duduk di kursi.


"Mama sakit apa Siena?" tanya Reegan duduk di kursi.


"Mama kena stroke, sebagian anggota tubuh Mama tidak bisa bergerak dan bicara," jelas Siena.


"Ya Tuhan..' ucap Reegan pelan.


"Sebaiknya kau pulang dulu, ganti pakaianmu..mama biar aku yang menjaga," ucap Siena.


"Aku bisa menghabiskan waktu dengan Sandra malam ini," ucap Reegan dalam hati.


"Sayang..kau jangan banyak pikiran..aku akan merawat mama..kau tidak perlu khawatir," ucap Siena menenangkan Reegan yang tengah melamun Ia berpikir kalau Reegan tengah memikirkan mamanya.


"Baiklah sayang, aku pulang dulu..oya..kau mau di bawakan apa?" tanya Reegan.


"Tidak perlu..bawakan keperluanku saja," jawab Siena.


Reegan berdiri mendekati Siena dan mencium puncak kepala Siena. "Kau memamg istriku yang paling baik," ucap Reegan tersenyum. "Aku pulang dulu ya.."


Siena menganggukkan kepala, "iya sayang."


Reegan menatap ke arah Alya yang melotot padanya, dari tatapan matanya terpancar kemarahan pada Reegan. "Ma..aku pulang dulu."


"Hati hati di jalan!" seru Siena.

__ADS_1


Reegan menganggukkan kepala, ia langsung melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tempat Alya di rawat.


__ADS_2