The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 27: Di puncak


__ADS_3

Sementara itu Reegan baru saja selesai meeting, ia bermaksud untuk cepat kembali pulang. Namun teman meetingnya mencegah dia untuk pulang.


"Ayolah Reegan, ini masih sore..temani kami dulu," ucap Sandi.


"Baiklah.." ucap Reegan tak enak hati. Ia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 19:00. Mungkin menemani mereka sebentar, dia tidak akan terlambat pulang.


"Pak, file nya saya sudah simpan di tas," ucap Sekertaris baru yang ia pekerjakan dua hari lalu. Sandra namanya, ia wanita cantik, cerdas Elegan dan pakaian yang ia kenakan terkadang mengundang decak kagum para lelaki.


"Iya San," sahut Reegan ia merogoh saku celananya hendak mengambil ponsel untuk menelpon Siena di rumah. Namun Sandi menarik lengan Reegan memintanya untuk duduk dan menemani mereka untuk minum minum.


"Aku tidak minum," ucap Reegan.


"Ayolah..sedikit saja.." bujuk Sandi di ikuti tawa temannya yang lain.


"Ayo Reegan, kau tidak akan mabuk kok!" sahut Jimmi.


"Baiklah.." akhirnya Reegan menyerah.


Diantara semuanya hanya Sandra wanita satu satunya.


Suara musik dugem mereka bunyikan cukup keras, dan mereka pun hanyut dalam alunan musik yang menghentak entakkan. Kepala dan kaki mereka ikut bergoyang seiring mereka yang mabuk berat.


Tiga puluh menit berlalu, suara musik terus berjalan sementara mereka telah mabuk dan tak sadarkan diri. Sandra satu satunya yang tidak mabuk. Melihat Reegan yang mabuk, ia berinisiatif untuk membawanya ke kamar. Sandra mengangkat tubuh Reegan dan memapahnya ke dalam kamar.


Sesampainya di kamar, ia membaringkan tubuh Reegan. Saat ia hendak pergi, tangannya di cekal Reegan.


"Siena sayang..kemarilah," ucap Reegan dalam keadaan mabuk. Ia menarik paksa tangan Sandra hingga terjatuh di atas tubuh Reegan. Reegan langsung membalikkan tubub Sandra. Sandra hanya diam memperhatikan wajah Reegan. Tak lama kemudian ia bereaksi berusaha untuk bangun. Namun tenaga Reegan tak mampu membuat Sandra keluar dari dekapan erat Reegan.


Di luar kesadaran Reegan yang tengah di landa mabuk berat, ia berhalusinasi kalau di depannya itu adalah Siena. Karena pengaruh alkohol Reegan mencium wajah Sandra dengan liar. Dan Sandra pun tak bisa menolak nafsu liar Reegan.


Akhirnya Reegan mendobrak mahkota Sandra malam itu, Reegan terkulai lemas di samping Sandra tanpa menggunakan sehelai benangpun. Begitu pula Sandra, ia kelelahan dan ikut tertidur di samping Reegan.


***

__ADS_1


Sementara itu di rumah, Siena duduk di teras menunggu kepulangan Reegan, sesekali ia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukyl 24:30. Kemudian Siena masuk ke dalam rumah lalu ia duduk di kursi ruang tamu. Berkali kali Siena menelpon Reegan, tapi Reegan tidak mengangkatnya.


"Kamu kemana dulu, aku khawatir.." gumam Siena.


"Apakah kau menginap di puncak? tapi kenapa kau tidak memberitahuku Reegan.." ucap Siena gelisah.


"Ya Rabb..lindungi suamiku dari setiap marabahaya yang mengancam nyawanya..aku percayakan dia apadamu Ya Rabb," ucap Siena memanjatkan doa untuk suaminya yang sedang bekerja.


Tak lama Siena menguap, lalu ia sandarkan tubuhnya ke kursi. Siena mulai mengantuk, ia pun akhirnya tertidur pulas di kursi menunggu kepulangan Reegan Makanan yang ia sediakan untuk Reegan sudah dingin. Kopi kesukaan Reegan pun ikut dingin.


***


Pagi pagi sekali di puncak, udaranya sangat dingin menusuk ke tulang. Reegan perlahan bangun dan membuka matanya. Ia edarkan pandangan ke langit langit kamar. "Aku di mana..aw..kepalaku sakit," gumam Reegan sembari memegang kepalanya. Ia bangun lalu duduk.


"A, apa yang terjadi??!" pekik Reegan saat mendapati tubuhnya tidak menggunakan pakaian. Ia menoleh ke arah Sandra yang masih tertidur pulas dan tidak memakai baju.


"Bangun!" Reegan membangunkan Sandra, perlahan Sandra membuka mata lalu ia duduk dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Apa yang sudah kita lakukan!" seru Reegan turun dari tempat tidur, lalu ia memungut semua pakaiannya di lantai yang berserakan.


"Tidak mungkin!" pekik Reegan.


"Iya, itu benar.." sahut Sandra dengan berurai air mata.


Reegan menggelengkan kepala, "tidak mungkin! kenapa kau diam saja? kenapa kau tidak menghindar! seru Reegan.


" Mana mungkin aku menghindar, kau mabuk Pak. Dan aku tidak bisa menghindarinya..semalaman kau melakukannya," ungkap Sandra sembari terisak.


"Cukup ! kau jangan menangis, aku minta kau merahasiakan ini semua..jangan sampai istriku tahu. Kau paham?" ancam Reegan.


"Tapi pak..?"


"Apakah kau mau di pecat!" bentak Reegan.

__ADS_1


"Tidak pak..jangan.." ucap Sandra lirih.


"Bagus, sekarang kau pakai pakaianmu..kita pulang!" Reegan masuk ke dalam kamar mandi, ia terus merutuki kebodohannya semalam.


"Maafkan aku Siena..maafkan aku."


Setelah selesai, mereka semua pun pulang ke rumah masing masing. Sandra ikut bersama mobil milik Reegan Sepanjang perjalanan hening tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka berdua.


Diam diam Sandra menyukai permainan Reegan semalam, ia tersenyum sendiri. Tak ada sedikitpun terbersit rasa menyesal di hatinya. Berbeda dengan Reegan, ia saat ini tengah memaki kebodohannya dalam hati.


"Jangan sampai Siena tahu..apalagi mama dan Kakek..mereka bisa mengusirku," ucap Reegan dalam hati. Sesekali ia melirik ke arah Sandra yang memiliki paras sangat cantik di banding Siena. Cara berpakaian pun jauh dengan Elena yang menyukai hal hal sedeehana. Apa yang tidak di miliki Siena ada pada Sandra. Kecantikan, seksi, sensual, hal hal yang di sukai Reegan saat saat ini.


Tak lama kemudian Reegan menurunkan Sandra di halaman rumahnya, setelah itu ia bergegas kembali pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, Reegan langsung masuk ke dalam. Ia melihat Siena masih tertidur di kursi ruang tamu. Perlahan Reegan berjalan mendekati Siena dan menyentuh pipinya dengan lembut.


Siena terbangun langsung membuka mata, saat melihat Reegan, ia langsung memeluknya erat.


"Syukurlah kau sudah pulang, aku khawatir sekali tetjadi apa apa sama kamu..sampai aku menyerahkan keselamatanmu pada yang maha kuasa," ucap Siena lirih.


Reegan terhenyak mendengar semua ucapan Siena. Ia telah mengkhianati ikatan suci pernikahan mereka.


Siena melepas pelukannya, "kenapa kau bengong? apa kau baik baik saja?" tanya Siena mengusap lembut pipi Reegan.


Reegan menganggukkan kepala, "iya sayang, ayo bangun..aku lapar," ucap Reegan menghindari tatapan Siena.


"Baiklah.." Siena bangun dari kursi lalu beranjak pergi ke dapur. Sementara Reegan berjalan menuju kamar, ia berpas pasan dengan kakek Hardi.


"Baru pulang? tanya kek Hardi. " Apa yang sudah kau lakukan Reegan?" tanya Kek Hardi lagi.


"Aku meeting kek, ban mobil aku kempes..jadi tidak bisa pulang semalam,' jawab Reegan. " Aku capek, mau istirahat."


"Kau tidak pernah berbohong, jadi kakek tahu kapan kau berbohong," ucap Kek Hardi menatap tajam Reegan.

__ADS_1


Reegan menundukkan kepala, ia ngeloyor masuk ke dalam kamar.


"Aku harus cari tahu apa yang terjadi, kau pikir bisa membohongi kakek? aku paling benci dengan pembohong," rutuk kakek Hardi. Lalu ia bergegas keluar rumah hendak pergi ke kantor Reegan.


__ADS_2