The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 70: Run Away


__ADS_3

"Bos."


Kenzi memalingkan wajah menatap Samuel, ia berdiri. "Kau ke rumah sakit, kita ketemu di tempat biasa."


Samuel mengangguk cepat, mereka berjalan keluar gudang. Samuel langsung naik ke atas motor dan menggunakan helm. Menatap Kenzi menganggukkan kepala sesaat.


Kenzi mengangguk menatap Samuel meninggalkan gudang menuju rumah sakit tempat Siena di rawat. Sementara dia sendiri langsung naik motor lainnya menuju markas Livian Aghler.


Tak butuh waktu lama, Kenzi telah sampai di depan markas tempat Livian dan anak buahnya berada. Ia menepikan motornya lalu berjalan masuk ke dalam markas dengan santai memperhatikan orang orang tengah mabuk dan menari di lantai dansa.


Kenzi mengambil senjata api di balik pinggangnya dan menembak ke arah botol minuman yang berjajar di atas meja. Sontak orang orang yang ada di dalam markas langsung berhambur keluar ruangan. Senentara Kenzi sendiri langsung mendobrak pintu ruangan. Nampak Adrian dan beberapa anak buah Livian langsung berdiri menatap Kenzi yang mengarahkan senjata apinya ke wajah Adrian.


"Aku tidak mengira kau mengkhianatiku," ucap Kenzi menatap geram Adrian.


Adrian tersenyum sinis, "bahkan kau tidak bertanya apa aku melakukan hal itu."


"Seharusnya aku melenyapkanmu dari dulu, kau tahu..aku paling benci dengan obat obatan terlarang yang merusak kesadaran anak anak muda." Kenzi menarik pelatuk senjata api di tangannya.


"Lakukan." Adrian tertawa menyeringai.


"Di mana Livian." Kenzi menatap benci Adrian.


"Aku tidak tahu,' jawab Adrian santai.


" Katakan!" seru Kenzi.


"Letakkan senjatamu." Salah satu anak buah Livian mengarahkan senjata apinya di kepala Kenzi, ia melirik ke arah pria itu bersamaan kaki kanannya menerjang anak buah Livian hingga terhuyung ke belakang, lalu Kenzi menembak pria itu dua kali hingga tak bernyawa. Sementara Adrian melarikan diri saat Kenzi mengalihkan pandangannya.


Menyadari Adrian telah melarikan diri, Kenzi langsung keluar ruangan dan menembaki anak buah Livian. Baku tembak terjadi di dalam markas Livian. Tidak hanya itu, Kenzi menghancurkan semua isi markas. Setelah itu ia berlari keluar markas dan meledakkan tempat itu, bersamaan mobil patroli kepolisian datang ke markas Livian.


Kenzi langsung naik motor dan melajukannya dengan kecepatan tinggi di kejar oleh tiga mobil polisi. Kenzi mengarahkan senjata apinya dengan satu tangan ke arah mobil Polisi. Ia berhasil menembak dua ban mobil polisi yang melaju kencang sekaligus hingga tak dapat mengejarnya dan berputar ke samping menabrak pengendara lainnya. Tabrakan beruntun terjadi di jalan raya. Kenzi tersenyum menoleh ke belakang sesaat.


Tinggal tersisa satu mobil polisi lagi, Kenzi berhasil menyelesaikan satu mobil polisi yang tersisa. Hingga ia bisa melarikan diri dengan tenang menuju rumah sakit menyusul Samuel. Salah satu anggota polisi yang selamat langsung menelpon ke markas Kepolisian melaporkan kegagalannya menangkap Kenzi.

__ADS_1


***


Sementara Samuel tengah berdiri dengan dua pria bayaran untuk membantunya melarikan Siena dari rumah sakit. Mereka mulai melakukan penyamaran menggunakan pakaian rumah sakit. Setelah berhasil mengelabui penjagaan di luar rumah sakit. Mereka bertiga memasuki rumah sakit menuju kamar di mana Siena di rawat.


Sesampainya di depan pintu ruangan tempat Siena berada, Samuel langsung membuka pintu kamar sambil mendorong kursi roda.


"Kalian siapa!" pekik Siena saat melihat Samuel dan dua temannya masuk ke dalam ruangan menggunakan penutup muka. Samuel meletakkan satu jari di bibirnya.


"Nona jangan takut," ucap Samuel melepas penutup muka sesaat.


"Samuel.." kata Siena.


Samuel menganggukkan kepala, lalu ia menurunkan tubuh Siena dari atas tempat tidur untuk duduk di kursi roda. Siena diam menuruti semua perintah Samuel. Lalu mereka berjalan keluar ruangan. Sesaat Samuek menatap dua anggota Polisi yang berdiri tak jauh dari ruangan Siena di rawat.


Mereka berjalan keluar rumah sakit dengan aman. Namun saat mereka sampai di halaman rumah sakit. Salah satu anggota polisi berhasil mengetahui identitas penyamaran Samuel.


"Beehenti! kalian kami tangkap!" ucap salah satu anggota polisi sembari mengarahkan senjata api pada mereka.


Samuel mengangkat kedua tangan sembari beebalik menghadap Polisi. Di saat bersamaan ia berguling ke bawah bersama dua temannya menembak anggota polisi yang berhasil menghindar. Siena merunduk ke bawah berjalan merangkak menghindari mereka yang baku tembak.


Siena tengadahkan wajah menatap Kenzi yang sudah berada di hadapannya.


"Kenzi!" seru Siena ia bangun dan memeluk Kenzi erat.


"Ayo kita pergi!" Kenzi menarik tangan Siena lalu mereka naik ke atas motor. Siena memeluk erat pinggang Kenzi.


"Sam! seru Kenzi saat melihat Samuel sembunyi di antara deretan mobil di halaman area parkiran.


Samuel menoleh ia langsung berlari ke arah motor Kenzi sembari menembaki anggota polisi. Sementara dua temannya berhasil di ringkus Polisi. Samuel langsung naik motor bersama Kenzi dan melarikan diri.


***


"Apa kau baik baik saja?" tanya Kenzi menatap Siena yang tengah memegang bahu yang tertembak tempo hari.

__ADS_1


"Aku baik baik saja, kau sendiri?" tanya Siena balik memegang tangan Kenzi.


"Kau tidak perlu pikirkan aku, yang penting kau baik baik saja." Kenzi duduk di kursi memeluk Siena sesaat.


"Apa gunanya kau melarikan diri, pihak kepolisian juga bos mu tidak akan membiarkan kau hidup. Kenapa kau tidak membiarkan aku pulang ke Indonesia, aku tidak mau jadi buronan. Aku tidak mau mati sia sia Kenzi." Siena menatap wajah Kenzi dengan mata berkaca kaca.


Kenzi memeluk Siena lagi, ia cium puncak kepala Siena. "Aku tidak mau kau pergi dariku."


"Tapi Kenzi, kau sama saja membunuhku pelan pelan," sahut Siena memalingkan wajahnya.


"Kau jangan bicara seperti itu, kita pulang ke Indonesia. Aku berjanji Siena." Kenzi memalingkan wajah Siena untuk menghadapnya.


"Aku tidak akan pergi, kau tahu? dua sahabatku di tahan Polisi." Air mata Siena akhirnya jatuh ke pipinya.


"Tidak nona, sahabatmu tidak ada di Hongkong lagi."


Siena dan Kenzi menoleh ke arah Samuel, "dari mana kau tahu? lalu mereka di bawa kemana?" tanya Siena khawatir.


"Dua anak muda itu telah di kembalikan ke Indonesia, mereka di anggap menyulitkan," ungkap Samuel.


Siena mengelus dadanya lega, "ah..syukurlah."


"Satu kabar bagus, bos."


Kenzi menautkan dua alisnya menatap Samuel. "Yeng Chen dan Akira berhasil lolos, pada saat penangkapan. Sekarang mereka aman."


"Di mana mereka?" Kenzi berdiri dan berjalan menghampiri Samuel.


"Mereka ada di Indonesia, bos."


Kenzi menganggukkan kepala, "bagus, sekarang bagaimana caranya kita tinggalkan Hongkong." Kenzi menatap Siena, lalu ia berjalan menghampiri dan duduk di sampingnya.


"Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan membiarkan kau terluka lagi." Kenzi mengusap puncak kepala Siena.

__ADS_1


Siena menurunkan tangan Kenzi, "kau memintaku untuk tenang? buktinya kau lihat sendiri bukan? sampai kapan seperti ini terus?" ucap Siena terbata bata, ia menelan salivanya susah.


"Beri aku waktu, akan kuselesaikan semuanya." Kenzi tersenyum tipis menatap Siena.


__ADS_2