The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 128: War 4


__ADS_3

Sementara di dalam gedung lain, pesta sedang berlangsung. Pengangkatan Livian menjadi ketua organisasi menggantikan Adrian yang telah tewas di singkirkan olehnya sendiri. Yu yang sudah gerah dengan perlakuan Livian. Rasanya ingin menembak kepalanya saat itu juga, jika saja putri kecilnya tidak di jadikan sandera. Yu sendiri belum mengetahui kalau putrinya telah di bebaskan Kenzi dan Siena.


Yu hanya diam mematung memperhatikan wanita cantik hanya menggunakan pakaian dalam saja, tengah berjalan bak model memperlihatkan kemolekannya pada setiap pria yang hadir dalam pesta itu.


Ia di beri tugas oleh Livian untuk mengawasi mereka semua supaya tidak terjadi kekacauan di tengah pesta. Sementara Livian sendiri berada di gedung terpisah tengah mengadakan rapat penting dengan beberapa elit untuk membicarakan tentang kekuasaan wilayah yang akan di jadikan target.


Aroma nikotin dan alkohol menguar menyengat hidung, memenuhi ruangan. Mereka tertawa menikmati pemandangan wanita cantik menari di lantai dansa di iringi musik Dj.


Beberapa orang penting ikut dalam suasana hingar bingarnya pesta. Di saat mereka tengah mabuk alkohol dan obat obatan. Pintu ruangan di dobrak paksa dari arah luar.


"Brakkk!!"


"Dor! Dor! Dor!"


Kenzi dan Siena langsung merangsek ke dalam ruangan melesatkan peluru ke arah musuh dan semua orang yang ada di dalam ruangan. Yu terkejut melihat kedatangan mereka berdua, antara senang dan bingung bagaimana menjelaskan pada mereka tentang keterlibatannya dengan Livian.


Yu bersembunyi di balik lemari besi memperhatikan Siena yang berguling di lantai mengarahkan senjatanya pada musuh. Lalu ia berlari dan bersembunyi di balik pilar berukuran besar. Kemudian Siena menembaki satu persatu para penjaga di dalam ruangan tanpa sisa. Kegaduhan terjadi, mereka jongkok dengan kedua tangan di angkat ke kepala.


Kenzi berdiri tegap dengan tatapan waspada ke arah mereka semua, dengan kedua tangan menggenggam senjata api berukuran sedang. "Diam di tempat!!" seru Kenzi.


"Kakak Yu! aku tahu kau ada di sini, keluarlah!" pekik Siena berjalan dengan tatapan waspada ke sekitar ruangan, senjatanya terus dia arahkan untuk mengantisipasi hal yang tak terduga.


"Kakak Yu!" pekik Siena lagi.


Yu keluar dari persembunyiannya dengan kedua tangan di angkat ke atas. "Jangan bunuh aku!" Yu menatap tajam Kenzi lalu beralih menatap Siena yang berjalan mendekatinya.


"Kau mau membunuhku?" tanya Yu.


Siena hanya diam, menatap tajam Yu. Membuat pria itu serba salah dan merasa bersalah. "Aku bisa saja membunuhmu, Kakak Yu."


Yu melirik ke arah Kenzi sesaat, "kenapa kau tidak lakukan?"


"Kakak Yu, putrimu sudah aman." Siena menganggukkan kepalanya menatap Yu.

__ADS_1


"Jadi? kalian?" Yu menundukkan kepalanya sesaat. "Aku minta ma-?"


"Bukan waktunya kita bicara, putrimu ada di dalam mobil. Secepatnya kau bawa putrimu pergi dari sini. Kondisinya sangat buruk," jelas Siena.


"Bagaimana dengan kalian?"


"Jangan pikirkan kami, cepat pergi!" seru Kenzi.


Yu menganggukkan kepalanya, lalu ia berlari ke luar ruangan. "Kalian semua berdiri, cepat!" teriak Kenzi dengan tatapan tajam ke arah mereka semua.


Lalu Siena menarik tuas pintu yang tertutup, ia menggiring semua orang yang ada di ruangan masuk ke dalam kamar yang berukuran sedang. Kalau dihitung jumlah orang orang tersebut tentu akan membuat mereka kehabisan oksigen. Namun Kenzi dan Siena tidak perduli. Setelah di pastikan mereka semua masuk ke dalam kamar, Kenzi mengalihkan pandangannya pada Siena.


"Sayang, pinjamkan aku jepit rambutmu."


Siena melepas satu jepit rambutnya lalu di berikan pada Kenzi. "Nih.."


Kenzi mengambil jepit rambut tersebut untuk mengunci pintu kamar. "Rasakan kalian!" Kenzi tersenyum menyeringai mendengar sumpah serapah, dan umpatan mereka dari dalam kamar. Tuas pintu bergerak gerak di guncang dari dalam oleh mereka.


"Sayang, kita cari Livian." Siena menganggukkan kepalanya, lalu mengikuti langkah Kenzi dari belakang dengan tatapan waspada.


Siena menganggukkan kepalanya. "Tentu sayang." Kenzi tangannya menggenggam bahan peledak, lalu ia lemparkan ke dalam gedung.


"DUAR !!


Mereka berdua berlari menghindar namun daya ledak yang tinggi membuat tubuh mereka terpental dan berguling guling di atas rumput.


Asap pekat dan tebal memngepul ke udara, api berkobar membakar gedung tersebut. Kenzi merangkak mendekati Siena. " Sayang, kau tidak apa apa?" Kenzi mengangkat tubuh Siena untuk berdiri.


"Aku baik baik saja, kau sendiri?"


Kenzi tersenyum mengusap wajah Siena menyingkirkan debu dan rumput kering di rambut Siena. "Ayo, kita jangan buang buang waktu!"


Siena menganggukkan kepalanya, lalu mereka berlari menuju gedung di mana Livian dan yang lain berada. Namun sayang, suara ledakan dahsyat membuat musuh mengetahui adanya penyusup. Dari pintu gedung musuh bermunculang dengan senjata di tangannya.

__ADS_1


Kenzi menoleh ke arah Siena menganggukkan kepala sesaat. Lalu mereka berguling di atas rumput.


"Dor! Dor! Dor!"


Peluru berseliweran, baku tembak terjadi di luar gedung.


"DUAR!"


Kenzi melemparkan bahan peledak ke arah musuh, suara ledakan dahsyat bersamaan dengan suara jeritan musuh tumbang tubuhnya terpanggang.


"Dor! Dor! Dor!


Siena terus merangsek mendekati para musuh, tanpa Siena sadari dari arah samping seorang pria mengarahkan senjatanya.


" Dor!"


Siena berguling, tapi peluru musuh berhasil menembus lengan Siena. Darah segar mengalir, ia mengerang kesakitan memegang lengannya. Kenzi yang mengetahui Siena tertembak, berlari mendekatinya sambil melesatkan peluru ke arah pria itu.


"Dor! Dor!"


Pria itu tumbang tak bernyawa lagi. Kenzi mengangkat tubuh Siena dan membawanya bersembunyi di balik mobil. Siena duduk memegang lengannya merasakan daging lengannya panas yang luar biasa.


Kenzi mengusap rambut Siena, menarik napas dalam. "Kau tunggu di sini, aku selesaikan semuanya." Kenzi keluar dari persembunyian.


"Dor! Dor! Dor!


" DUAR!! DUAR!!


"Ahhhhhkkkk!


Siena merunduk menutup kedua telinganya mendengar suara ledakan dari dalam gedung dan suara jeritan musuh. Ia merangkak keluar dari persembunyian untuk kembali membantu Kenzi yang membantai musuh tanpa ampun.


Siena terdiam, melihat seorang pria keluar dari pintu belakang lalu masuk ke dalam mobil. " Livian!"

__ADS_1


Siena bangun dan berdiri tegap, lalu berlari kencang untuk menghindari peluru yang berseliweran ke arahnya. Ia berhenti tepat di samping mobil lalu masuk ke dalam mobil. Siena mencari cari kunci mobil namun ia tidak menemukan. Siena teringat apa yang di lakukan Kenzi, lalu ia menarik jepitan dari rambutnya untuk menyalakan mobil. Satu, dua, tiga detik kemudian mobil menyala, Siena tersenyum lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menyusul Livian.


"Mau kemana kau Brengsek!" umpat Siena. "Kali ini, tidak akan kubiarkan hidup. Kau harus membayar semuanya!" Siena tancap gas mengejar mobil Livian yang melaju kencang. Karena menyadari mobilnya tengah di ikuti dari belakang.


__ADS_2