
Sesampainya di kantor, Kakek Hardi langsung menemui Restu manager perusahaan itu. "Mana Maria?" tanya kek Hardi.
"Maaf pak..Maria sudah tidak bekerja lagi di sini," jawab Restu.
"Tidak bekerja? sudah berapa lama?" tanya Kek Hardi.
"Sudah dua minggu," jawab Restu.
"Lalu, siapa yang menggantikan Maria?"
"Bu Sandra sekertaris baru pak Reegan, dia baru dua hari bekerja di sini pak."
Kek Hardi menganggukkan kepala, "siapa yang ikut meeting di puncak kemarin?" tanya Pak Hardi.
"Bu Sandra pak!" sahut Restu.
"Baik, di mana dia?"
"Itu Pak, dia baru saja datang." Tunjuk Restu ke arah Sandra yang baru saja datang mendekat.
"Ada apa?" tanya Sandra menatap kakek Hardi.
Kakek Hardi memperhatikan cara berpakaian Sandra yang seksi, ia berdecak sinis menatap Sandra. "Aku mau bicara dengan kamu, ikut ke ruangan saya."
"Kakek siapa? tanya Sandra belum tahu siapa kakek Hardi.
" Beliau pemilik utama perusahaan ini San," sela Resru.
Sandra langsung mengangguk hormat, "baik pak..mari.." ucapnya sopan.
Mereka berjalan memasuki ruangan Sandra, lalu Sandra mempersilahkan Kek Hardi untuk duduk.
"Tidak perlu, aku hanya butuh kejujuranmu," ucap Kek Hardi memancing Sandra.
"Apa pak?" tanya Sandra.
"Kalau kau masih betah bekerja di sini, kau jujur padaku..tapi jika kau sudah tidak betah bekerja di sini..aku bisa memecatmu hari ini."
"Tapi Pak?"
"Katakan apa yang sudah Reegan lakukan semalam?" kek Hardi memotong ucapan Sandra.
Sandra terdiam, ia menundukkan kepala, "kalian pikir bisa membohongiku, kalian anak ingusan kemarin sore," ucap kakek Hardi dalam hati.
"Katakan cepat!" bentak kek Hardi sembari memukul meja dengan tongkatnya.
Sandra berjengkit kaget, "ba, baik pak."
"katakan cepat!" pekik kakek Hardi.
__ADS_1
"Kami..semalam.."
"Apa!" potong kakek Hardi membuat Sandra ketakutan.
"Kami..semalam melakukan kesalahan pak..tapi kami melakukannya tanpa sengaja..karena pak Reegan mabuk," ungkap Sandra.
"Sudah kuduga!" Kakek Hardi memukul meja dengan tongkatnya. "Kalian keterlaluan!" wajah Kek Hardi berubah muram dan geram.
"Persiapkan dirimu, kau akan aku pecat!" Hardi langsung balik badan, ia terus melangkahkan kaki dengan perasaan marah. Bahkan kek Hardi mengabaikan para pekerja yang menyapanya.
***
Sesampainya di rumah, Kakek Hardi langsung menemui Reegan yang tengah duduk di balkon. Sementara Siena sedang pergi menemui anak anak panti asuhan setelah selesai mengurus keperluan Reegan.
"Reegan! seru kakek Hardi. Reegan terkejut ia langsung bangun dan menatap kakek Hardi.
" Bapak, ada apa teriak teriak?" sapa Alya dari arah pintu mendekati mereka.
"Tanya anakmu! apa yang sudah dia lakukan semalam!" tunjuk kek Hardi pakai tongkat ke arah Reegan yang menundukkan kepala.
"Reegan, apa yang sudah kau lakukan sayang?" tanya Alya.
Reegan langsung bersimpuh di kaki Alya, membuat ia tak mengerti. "Ampun ma..ampun.." ucap Reegan.
"Ada apa sayang?" tanya Alya, menundukkan kepala mentap Reegan yang tengah bersimpuh di kakinya.
"Dia sudah melakukan hal yang tidak terpuji dengan Sandra, sekertaris baru di puncak!" seru Kakek Hardi. Ia sangat menyesalkan perbuatan Reegan telah mengkhianati Siena.
"ampun ma..aku tidak sengaja..aku dalam keadaan mabuk."
Alya menjauhkan kakinya dari Reegan, "kau..apa aku mengajarimu hal hal yang buruk Nak?" mata Alya berkaca kaca, sebagai wanita ia tahu bagaimana perasaan Siena jika mengetahui suaminya bercinta dengan wanita lain. "kau..mama kecewa sama kamu nak."
"Ma..aku mohon..jangan beritahu Siena..aku benar benar tidak sengaja.." ucap Reegan, ia berdiri melipat kedua tangannya menatap penuh harap pada Alya. Namun Alya dalam posisi sulit. Reegan anaknya, tapi sebagai wanita ia tidak mungkin menyimpan kebohongan anaknya.
"Aku yang akan mengatakannya pada Siena!" seru kakek Hardi. "Aku..akan..mem-?" tiba tiba saja jantung kakek Hardi kumat. Ia memegang dadanya lalu ambruk ke lantai.
"Bapak!" seru Alya.
"Kakek!
Reegan langsung mengangkat tubuh kakek Hardi. " kita kerumah sakit ma.." Reegan langsung membawa kakek Hardi ke rumah sakit bersama Alya.
Sesampainya di rumah sakit, Kakek Hardi langsung di tangani Dokter. Sementara Alya dan Reegan menunggu di luar. Kemudian Alya menelpon Siena untuk pulang dan menyusul ke rumah sakit.
***
Tak lama kemudian, nampak Siena berjalan tergesa gesa di lorong rumah sakit.
"Ma, ada apa dengan kakek?" tanya Siena.
__ADS_1
"Jantung kakek kumat sayang," ucap Alya terisak memeluk Siena.
"Kok bisa? bukan kah Kakek baik baik saja tadi pagi?" Siena melepaskan pelukannya, "ada apa ma.."
Alya melirik ke arah Reegan yang menggelengkan kepala sebagai tanda untuk tidak memberitahu Siena, "mama tidak tahu sayang."
"Ya sudah..kita berdoa ya ma.." ucap Siena tersenyum. Alya menganggukkan kepala.
Tak lama kemudian, Dokter keluar dari dalam ruangan. Alya langsung menghampiri Dokter.
"Dok, bagaimana bapak saya Dok?" tanya Alya sembari berurai air mata.
Dokter menghela napas dalam, "maaf bu..pak Hardi sudah tiada."
"A, appa? tidak mungkin.." Alya memeluk Siena.
"Benar bu, pak Hardi terkena serangan jantung koroner," jawab Dokter.
"Bapaaakkk!" pekik Alya langsung masuk ke dalam ruangan.
"Maaf..kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi Tuhan berkehendak lain."
"Terima kasih Dok," jawab Siena, lalu ia msuk ke dalam ruangan bersama Dokter. Sementara Reegan berdiri mematung. Ia sangat merasa bersalah atas kematian kakeknya. Tak lama kemudian ia masuk menyusul mereka.
"Bapak! bangun pak!" jerit Alya mengguncang tubuh Kakek Hardi.
"Ma..sabar ma.." sela Siena, memeluk Alya dari belakang.
"Bapak..bangun pak.." ucap Alya lirih.
"Kakek..maafkan aku kek.." gumam Reegan, ia menangis dalam diam di belakang Siena.
"Sebaiknya jenazah secepatnya di bawa kerumah duka," ucap Dokter.
"Baik Dok," jawab Siena. Setidaknya diantara mereka. Hanya Elena yang terlihat masih stabil.
Setelah semua di urus, kemudian mereka membawa jenazah Kakek Hardi menggunakan ambulance.
Sesampainya di rumah, kabar duka mengenai kakek Hardi terdengar oleh Pak Karta juga. Ia dan keluargnya datang untuk melayat dan mengantarkan jenazah kakek Hardi ke pemakaman.
"Bapak..maafkan Alya, pak.." ucap Alya lirih memeluk batu nisan. Siena terus berusaha menenangkan Alya. Sementara Reegan terus menyesali perbuatannya. Ia merasa sangat bersalah telah menyebabkan kakek Hardi meninggal secepat itu.
"Bersabar nak.." ucap Karta pada Reegan. "Siena..kau juga harus iklaskan kakekmu."
Siena menoleh ke arah pak Karta, dengan reflek ia memeluk kakeknya dan terisak menangis. "Kakek sangat baik dan sayang padaku, kek..kenapa Tuhan begitu cepat mengambil Kakek.." ucap Siena lirih.
"Sabar sayang.." potong Hana. Ia mengusap rambut Siena untuk pertama kalinya ia menyentuh putri kandungnya sejak Siena di lahirkan.
Siena menganggukkan kepala, "makasih bu..makasih kek.." ucap Siena.
__ADS_1
Hana tersenyum bahagia, untuk pertama kali nya ia di panggil Ibu oleh putrinya sendiri.