The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 106: Loves all of you.


__ADS_3

Besok hari keberangkatan Kenzi ke Taiwan. Hari ini ia habiskan berkumpul dengan keluarganya. Dengan perasaan gelisah Siena membuatkan makanan kesukaan Kenzi. Hatinya di liputi rasa cemas jika nanti Kenzi jauh darinya. Mungkin lain ceritanya kalau kepergian Kenzi hanya soal pekerjaan pada umumnya. Namun yang akan Kenzi kerjakan di luar sana memenuhi tantangan Dany Tan untuk menentukan siapa pemenang diantara mereka berdua. Dan akan di saksikan oleh mereka para pengusaha kaya dari berbagai belahan Negara lainnya yang akan menyaksikan sekaligus bertaruh siapa yang akan menjadi jagoannya.


Berkali kali Siena mendesah gusar, hingga ia tidak fokus saat menuangkan secangkir kopi. Kenzi yang sedari tadi berdiri di depan pintu memperhatikan keresahan istrinya tersenyum lalu berjalan pelan mendekati Siena. Dengan memeluk pinggang Siena dengan tangan kirinya sementara tangan kanan memegang tangan Siena yang tengah menuangkan kopi yang sudah penuh di cangkir. Kenzi berbisik di telinga Siena, "aku pasti cepat kembali, kau tahu kenapa? aku ingin membuat program anak kedua."


Siena matanya mendelik, menarik napas gusar. "Sayang, aku sedang tidak ingin bercanda." Ia menggeser cangkir kopi.


"Biar aku saja yang bercanda, kau tidak usah." Kenzi memeluk pinggang Siena erat lalu mencium pipinya sekilas. "Oh, aku tahu!" seru Kenzi.


Siena memutar tubuhnya menghadap Kenzi, "tahu apa?"


Kenzi mencubit hidung Siena pelan, "kau mau, aku melakukan program anak kedua sekarang?" goda Kenzi memainkan kedua alisnya menatap Siena.


"Sayang!" pekik Siena memukul lengan Kenzi cukup keras. Membuat Kenzi tertawa terbahak bahak melihat wajah Siena yang cemberut. "Aku ingin kau cepat kembali dengan selamat." Tangan Siena menyentuh dada Kenzi.


"Hmm, aku tahu lagi nih." Kenzi tersenyum tipis menatap kedua bola mata Siena.


"Apa?" tanya Siena menatap wajah Kenzi yang terlihat sedang berpikir keras. "Apa sayang!" sungut Siena.


Kenzi kembali tertawa lepas lalu mencium kening Siena cukup lama. Ia merogoh saku celananya mengambil ponsel miliknya. Lalu ia memutar satu lagu yang ia simpan di ponselnya. Ia letakkan ponsel di atas meja makan, menarik pinggang Siena supaya menjauh dari meja makan. Tangan kanan Kenzi menggenggam erat tangan kiri Siena, tangan kanan kirinya memeluk erat pinggang Siena. Siena tersenyum, tangan kanannya ia letakkan di dada bidang Kenzi. Bersama alunan musik mereka berdua berdansa.


*All of You - John legend


What would I do without your smart mouth.


Drawing me in, and you kicking me out.


you've got my head spinning, no kidding, i can't pin you down.

__ADS_1


what's going on in that beautiful mind?


I'm on your magical mystery ride. And i'm so dizzy, don't know what hit me, but i'll be alright.


Langkah kaki mereka seirama mengikuti setiap ketukan nada. Perlahan Siena membenamkan wajahnya di dada Kenzi. Dan pria itu memeluk erat tubuh Siena. Tanpa kata yang terucap, tanpa perlu akal dan logika untuk bicara mengungkapkan cinta yang mereka miliki. Cukup hati yang bicara dengan segenap perasaan yang mereka miliki.


My head's under water.


But i'm breathing fine.


You're crazy and i'm out of my mind


Couse all of me, loves all of you.


Tidak ingin kehilangan setiap detik kebersamaan, Siena semakin erat memeluk Kenzi seakan tidak ingin melepaskannya lagi. Membuat Kenzi tersenyum bahagia, perjuangannya selama ini mempertahankannya tidak sia sia, Siena membalas cinta tulusnya.


Kenzi dan Siena balik badan menatap mereka semua. Siena melebarkan matanya tertawa lepas melihat mereka berdansa. Kenzi tersenyum menatap mereka lalu beralih menatap Siena yang tertawa tanpa beban. Perlahan ia merangkul bahu Siena dan mendekapnya erat. Memperhatikan mereka semua.


Tidak ada rumah yang paling nyaman selain keluarga yang penuh kehangatan. Tidak ada yang di rindui selain keluarga yang saling melengkapi dan melindungi satu sama lain. Tidak terasa bulir air mata menetes di sudut mata Kenzi. Dengan cepat ia mengusapnya, kebahagiaan, cinta dan kasih sayang, hangatnya keluarga semua karena wanita yang tengah ia peluk, oh bukan, tapi Ratu. Ratu yang telah menguasai hati dan jiwanya.


***


Keesokan paginya, seisi rumah telah mempersiapkan keberangkatan Kenzi bersama Yu. Kenzi memanggil ketiga anak buahnya tidak lupa Surya ikut berkumpul di ruang kerja Kenzi. Sementara Siena masih tertidur pulas bersama Helion.


Kenzi menarik napas dalam dalam memperhatikan satu persatu anak buahnya. "Dengarkan aku baik baik." Sesaat Kenzi menundukkan kepala.


Ketiga anak buah Kenzi juga Surya diam menatap tajam ke arah Kenzi. Siap melaksanakan apa yang akan di perintahkan Kenzi. Sesaat hening, Kenzi masih diam menundukkan kepala. Lalu ia mengangkat wajahnya. Ia meminta ketiga anak buahnya untuk menjaga dan selalu waspada tatkala ia berada di Taiwan. Dia juga meminta pada mereka untuk tidak membiarkan Siena pergi keluar rumah meski di halaman rumahnya sekalipun. Target Kenzi dan Yu, di Taiwan hanya memakan waktu satu minggu saja. Dan selama itu, ia meminta ketiga anak buahnya untuk menambah penjagaan di rumah dengan meminta bantuan dari sahabatnya yang ada di Indonesia.

__ADS_1


Ketiga anak buahnya mengangguk cepat. "Siap Bos! jawab mereka serempak. Kenzi mengalihkan pandangannya pada Surya.


"Papa.." ucap Kenzi untuk pertama kalinya ia memanggil Surya dengan sebutan Papa. Surya menoleh ke arah Kenzi dengan mata berkaca kaca. "Tetap di sini, bersama putra dan istriku."


Surya menganggukkan kepala tanpa menjawab sepatah katapun. Hati orangtua mana yang tidak sedih dan khawatir saat akan melepas menantunya kembali ke dunia hitam. Tapi Surya mengerti konsekwensinya memiliki menantu seorang mantan organisasi kriminal. Meski tak sepenuhnya bisa lepas begitu saja. Kenzi berdiri dan meninggalkan ruangan untuk menemui Siena dan putranya.


Perlahan ia membuka pintu kamar, namun ia tidak mendapati Siena. Hanya Helion yang masih tertidur lelap. Kenzi mengedarkan pandangannya menatap sekitar ruangan.


"Queen! sayang! Kenzi membuka pintu kamar mandi, tapi Siena tidak ada di sana.


" Kau mencariku, sayang?"


Kenzi menoleh ke belakang, langsung memeluk Siena erat. "Jangan membuatku cemas."


"Tidak, aku hanya mempersiapkan kejutan." Siena melepas pelukannya.


"Kejutan?" kedua alis Kenzi bertaut menatap Siena.


"Taraa! Siena menunjukkan sebuah gelang pada Kenzi.


" Apa itu sayang?" tanya Kenzi.


Siena menarik tangan Kenzi dan memakaikan gelang di pergelangan tangan Kenzi. "Kata Bunda Silvi, ini gelang keberuntungan. Aku ingin kau memakainya selama di sana. Biar kau ingat kami di sini." Siena langsung memeluk Kenzi erat.


"Tentu sayang." Kenzi membalas pelukan Siena erat. Terdengar suara Helion menangis, Siena melepaskan pelukannya lalu mereka berdua menghampiri putra mereka.


"Hai jagoan Ayah, selamat pagi sayang!" ucap Kenzi mengangkat tubuh Helion dan menggendongnya. Kenzi merangkul bahu Siena mengajaknya menemui Yu dan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2