The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 46: Ingkar janji


__ADS_3

Hari ke lima.


Hari terakhir jatuh tempo perjanjian antara Hana dan Kenzi.


Pagi pagi sekali Siena sudah bersiap siap ke kantor. Sesuai permintaan Kenzi, ia langsung meluncur ke tempat di mana Siena bekerja. Tak membutuhkan waktu lama Siena sudah sampai di tempat ia bekerja.


"Masih sepi," ucap Siena pelan, ia terus berjalan memasuki ruangannya. Siena terkejut saat membuka pintu, ia melihat Kenzi tengah duduk di kursi kerja miliknya


"Kau? kau sedang apa di sini?" tanya Siena berjalan perlahan mendekati meja.


"Menunggumu," jawab Kenzi dingin.


"Menungguku?" Siena duduk di kursi berhadapan dengan Kenzi. "Aku sudah datang lebih awal, jadi silahkan kau tinggalkan ruanganku. Aku mau bekerja."


Kenzi tersenyum sinis, ia berdiri sesaat menatap Siena. Kenzi melangkahkan kakinya mengitari Siena lalu ia berdiri tepat di belakang Siena.


"Apa yang kau lakukan?" ia tengadahkan wajah menatap Kenzi.


Kedua tangan Kenzi mencengkram kursi, tubuhnya membungkuk mendekatkan wajahnya ke telinga Siena.


"Hari ini, kau ikut aku."


Siena menjauhkan wajahnya dari Kenzi, "ikut kemana?" tanyanya.


"Aku akan mengajakmu ke sebuah pertunjukkan yang tak pernah kau ketahui sebelumnya." Kenzi berdiri tegap


"Maksudmu?" Siena berdiri menatap wajah Kenzi tanpa ekspresi.


"Jangan banyak tanya, kau ikut denganku..maka kau sendiri akan menyaksikan pertunjukkan itu."


Siena mengerutkan dahi menatap Kenzi. Ia selangkah mundur ke belakang saat Kenzi menghirup aroma wangi tubuh Siena.


"Ayo ikut!" Kenzi menarik tangan Siena lalu membawanya keluar ruangan.


"Kita mau kemana?" tanya Siena di sela langkahnya mengikuti langkah Kenzi. Namun ia tidak merespon pertanyaan Siena hingga akhirnya mereka sampai di halaman kantor. Kenzi membukakan pintu mobil dan memaksa Siena untuk duduk manis di dalam mobil. Disusul Kenzi ikut duduk di sebelah Siena.


"Adrian kita berangkat sekarang!" perintah Kenzi pada Adrian yang duduk di depan menyetir mobil.


"Baik Tuan!" sahut Adrian.


Siena menatap Kenzi bingung, ia hendak bertanya lagi namun niatnya Siena urungkan. Akan percuma jika ia bertanya lagi. Lebih baik ia diam dan mencari tahu apa yang akan Kenzi tunjukkan pada dirinya.


Tiga puluh menit berlalu, akhirnya mereka sampai di halaman club milik Kenzi. Dengan paksa ia meminta Siena untuk keluar dari mobil.


Siena keluar dari pintu mobil memperhatikan sekitar, "untuk apa kau bawa aku kesini!" seru Siena.


"Diam dan ikuti saja Siena! bentak Kenzi.


" Kau ini kenapa?" tanya Siena, ia melangkahkan kakinya mengikuti apa mau Kenzi. Melawanpun percuma, pegangan tangan Kenzi sangat erat.


Mereka terus berjalan memasuki club, nampak beberapa pria kekar berdiri di setipa sudut ruangan. Siena mulai merasakan ketakutan, ia berusaha melepaskan cengkraman tangan Kenzi namun sia sia.

__ADS_1


"Duduk!" Kenzi memerintahkan Siena duduk di kursi ruangan lantai dansa para pengunjung club. Dengan sangat terpaksa dan ragu ragu, akhirnya Siena duduk di kursi.


Siena mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang cukup luas hanya ada satu kursi saja yang ia duduki. Sementara Kenzi tengah berbincang dengan dua pria kekar di dekat pintu keluar. Adrian sendiri berdiri di samping Siena.


"Adrian ada apa ini?" Siena tengadahkan wajah menatap Adrian.


"Nona, sebaiknya kau diam dan duduk dengan tenang, oke?!"


Siena menghela napas dalam dalam, ia sama sekali tidak mengerti dengan semua itu. Ia memperhatikan Kenzi yang berjalan mendekatinya. "Duduk yang manis Siena."


"Aku tidak mengerti dengan semua ini, Kenzi!" seru Siena menatap wajah Kenzi.


"Diamlah, sebentar lagi kau akan tahu," jawab Kenzi berdiri di hadapan Siena.


Siena mendengus kesal menatap Kenzi, lalu pandangannya ia alihkan pada pintu keluar yang di buka oleh salah satu pria kekar. Nampak Hana, dan Rei memasuki ruangan.


"Mama!"


Siena langsung berdiri dan melangkahkan kakinya, namun langkahnya tertahan saat tangan Siena di cekal oleh Kenzi.


"Siena!" seru Hana hendak menghampiri Siena. Namun di hadang oleh pria kekar yang berdiri tak jauh dari tempat Hana dan Rei berdiri.


"Lepaskan aku!" pekik Siena memukul lengan Kenzi.


"Diam! Kenzi menatap tajam Siena.


"Tuan Kenzi, sebaiknya kau lepaskan Siena. Karena aku sudah membawa uang yang kami janjikan!" seru Rei.


"Uang? janji? apa maksud nya ini?!" tanya Siena semakin di buat bingung.


"Simpan uang kalian!" ucap Kenzi.


"Apa maksudmu? kami belum lewat jatuh tempo. Alasan apalagi yang akan kau katakan untuk mencurangi kami?!" Rei menatap geram Kenzi.


Kenzi tertawa terbahak bahak mendengar pernyataan Rei, " kau benar, nyonya Hana berhasil melunasi hutangnya tepat waktu. Tapi..dia telah menipuku untuk yang kedua kali!" ucap Kenzi nada suaranya naik beberapa level.


"Menipu? aku menipu apa?" tanya Hana merasa tidak berbuat curang.


"Kenzi, lepaskan aku!" teriak Siena berusaha lepas dari cengkraman tangan Kenzi.


"Ma..ada apa ini ma..katakan padaku?" tanya Siena menatap ke arah Hana.


"Sayang, kau tenang ya.." ucap Hana. Matanya berkaca kaca menatap Siena.


"Tuan Kenzi, kau tak punya alasan lagi untuk menahan Siena!" seru Rei.


"Simpan semua ucapan dan uangmu, Rei!" Kenzi tersenyum sinis. "Kalian telah menipuku, itu artinya..Siena menjadi milikku!


"Jangan buat alasan! kami tidak merasa berbuat curang!" Hana maju selangkah.


"Oya?" Kenzi tersenyum miring. "Nyonya Hana, anda masih ingat? saat anda mempertaruhkan putri kecil anda di meja judi?" tanya Kenzi

__ADS_1


"Tentu saja aku ingat!" Hana mengulurkan tangan meraih tangan Siena. Namun Kenzi menepis tangan Hana.


"Anda membuat perjanjian hitam di atas putih. Bahwa anda menyerahkan putri anda seutuhnya! tapi nyatanya anda berbohong! ucap Kenzi lantang.


" Bohong?"


"Ya, Siena sudah bukan perawan lagi. Dia sudah menikah dengan pria lain. Jadi keputusannya adalah. Kau telah menjual putrimu padaku, dan hutang hutang anda. Aku anggap lunas!"


"Kenzi! Siena menikah di luar perkiraanku!" pekik Hana.


"Cukup nyonya Hana! simpan air matamu, simpan kembali uangmu. Dan katakan selamat tinggal untuk putrimu!"


"Tidak!" pekik Siena. Ia yang sedari tadi diam. Coba mencerna alur yang terjadi. Akhirnya angkat bicara. "Mama tega menjualku.." ucap Siena lirih.


Hana menatap wajah Siena sedih. "tidak sayang..bukan begitu..kau salah paham."


"Apanya yang salah paham ma.." ucap Siena berlinangan air mata.


"Kau tidak perlu menangis Siena, hari ini kau sudah aku beli. Jadi mulai sekarang turuti semua perintahku!"


"Tidak!" pekik Siena menatap marah.


Kenzi tertawa kecil, "terserah kau."


"Lepaskan dia Kenzi! kau tidak perlu membodohiku!" ucap Rei


Kenzi tersenyum sinis, ia menarik tangan Siena lalu meneluknya erat. "Lepaskan aku!" Siena berusaha melelaskan diri dari pelukan Kenzi.


"Lepaskan putriku!" Hana maju selangkah dan menarik tangan Siena untuk menjauh dari Kenzi. Namun Adrian tidak tinggal diam, ia mendorong Hana hingga terhuyung ke belakang.


"Kurang ajar!" seru Rei.


Rei berlari hendak menerjang Adrian. Namun beberapa pria kekar menghadang Rei. Mereka memukul dan menendang Rei. Akhirnya terjadi perkelahian di ruangan itu.


"Rei! seru Siena. " Aku mohon, hentikan Kenzi!"


"Hentikan!" Kenzi memerintahkan mereka untuk berhenti berkelahi.


"Jangan kau sakiti keluargaku, aku mohon.." ucap Siena menatap wajah Kenzi.


"Nyonya Hana, dan kau Rei..aku akan melepaskan Siena dan hutang piutang nyonya Hana. Aku anggap lunas, tapi..ada syarat yang harus kalian lakukan."


"Katakan apa persyaratanmh, brengsek! pekik Rei.


Kenzi hanya tertawa kecil, " itu mudah, tapi aku tidak akan mengatakannya pada kalian sekarang."


"Kau membuatku kesal! katakan apa maumu!" seru Rei.


"Pulanglah, besok..aku akan mengagakan apa syaratny. Dan selama kalian belum memenuhi persyaratanku.. Siena ada dalam tahananku, kalian paham?! Kenzi tertawa kecil. Ia melangkahkan kaki sambil memeluk erat Siena.


" Mamaa!" jerit Siena membahana di ruangan itu.

__ADS_1


"Siena!" Hana menjatuhkan tubuhnya kelantai saat melihat Kenzi membawa Siena pergi. "Sayang..maafkan mama.." ucapnya lirih.


"Tante..tenanglah tante..ayo kita pergi dari sini.." Rei mengangkat tubuh Hana dan memapahnya keluar ruangan.


__ADS_2