The Mafia Bride

The Mafia Bride
Bab 29: Kesalahan yang sama


__ADS_3

Satu minggu setelah kepergian kakek Hardi, Alya masih di rundung duka. Bahkan ia enggan bicara dengan Reegan, putranya. Alya merasa bersalah dan kecewa terhadap putranya sendiri.


"Ma..maafkan aku.." ucap Reegan jongkok di hadapan Alya yang tengah duduk di tepi tempat tidur.


"Kau tidak hanya mengecewakan Reegan, tapi kau juga telah menyakiti hati seorang wanita," jawab Alya memalingkan wajahnya.


"Ma..setiap orang pasti melakukan kesalahan, bukankah papa juga sama?" ungkap Reegan.


Alya memalingkan wajahnya menatap Reegan tajam. "Dan kau mau mengikuti jejak papamu? iya?! kau ingin seperti papamu meninggalkan mama hanya karena demi wanita lain!" napas Alya naik turun menahan gejolak emosi saat Reegan membuka aib papanya sendiri.


"Bu, bukan begitu maksudku..apakah mama tidak bisa memaafkanku? aku janji tidak akan mengulanginya ma.." sahut Reegan.


"Sebagai ibu..tentu mama akan memaafkanmu, tapi jangan minta maaf padaku..meminta maaflah pada Siena, istrimu sendiri Reegan!" bentak Alya, ia berdiri menundukkan kepala menatap wajah Reegan.


Reegan berdiri, ia menyentuh pundak Alya. "Ma..aku belum siap untuk mengatakannya pada Siena..ma..aku mohon mengertilah.."


"Jangan buat mamamu mati perlahan akibat kebohonganmu." Alya melangkahkan kaki meninggalkan Reegan sendirian di kamarnya.


"Ya Tuhan..kenapa pikiran mama terlalu kolot, tidak bisa kah memaafkan kesalahanku," gumam Reegan. Ia langkahkan kakinya keluar kamar.


"Siena.." ucap Reegan. Ia melihat Siena tengah menggunakan daster sambil pel lantai. Siena memang istri Reegan, tapi ia tidak segan membantu pekerjaan asisten rumah tangga.


"Kau itu istriku, Siena..buat apa kau pakai baju seperti ini..dan..ini apa..?" Reegan protes dengan apa yang Siena kerjakan dan pakaian yang dia gunakan.


"Lalu masalahnya apa, kalau Siena istrimu..tapi mau mengerjakan pekerjaan rumah!" seru Alya dari arah pintu dapur. Siena mengerutkan dahi menatap mereka berdua silih berganti.


"Tapi ma.."


"Itu tandanya dia istri yang bertanggung jawab, mandiri dan tidak manja. Kau paham!" potong Alya.


"Hufft...ya sudahlah." Reegan balik badan meninggalkan mereka, masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap siap ke kantor.


"Ma..ada apa? mama baik baik saja bukan?" tanya Siena menyentuh lengan Alya.


"Mama baik baik saja sayang," ucap Alya tersenyum. "Oya, mama sudah siapkan sarapan buatmu. Cepat kau mandi dan ganti pakaianmu..mama mau ajak kau ke rumah teman mama."


"Baik ma.." sahut Siena.


Tak lama kemudian, mereka telah selesai sarapan. Reegan mencium kening Siena lalu berangkat ke kantor. Alya hanya diam memperhatikan Siena dan Reegan. "Kenapa kau tega mengkhianati Siena, kau tahu betapa sakitnya mama di khianati papamu," ucap Alya dalam hati.


"Mama kok melamun?" tanya Siena memperhatikan Alya.


"Tidak apa apa sayang, mama hanya ingat bapak." Alya berdiri menyentuh rambut Siena. "Kau cantik nak.."

__ADS_1


Siena tersenyum, "mama bisa saja, kecantilan bukan satu satunya cara mempertahankan supaya suami tidak melirik wanita lain. Ada juga cantik tapi suaminya selingkuh," celoteh Siena membuat Alya terhenyak.


Alya terdiam sejenak, "bagaimana kalau kita jalan sekarang?" tanya Alya mengalihkan pembicaraan.


"Baik ma.." kata Siena.


***


Reegan yang baru saja sampai di kantor, langsung masuk ke ruangannya dan duduk di kursi. Ia longgarkan dasi yang serasa mencekik lehernya. "Lama lama aku pusing di rumah terus, mama yang marah padaku. Siena yang tak pernah peka padaku," ucapnya pelan. Ia sandarkan tubuhnya di sofa.


"tok tok tok"


Suara pintu di ketuk dari luar, Reegan menoleh ke arah pintu. "Masuk!"


Pintu terbuka perlahan, nampak Sandra membuka pintu. Reegan menatap Sandra yang menggunakan rok mini dan pakaian dengan belahan dada yang terbuka.


"Pagi pak.." sapa Sandra menundukkan kepala.


"Duduklah, ada apa? tanya Reegan dan mempersilahkan Sandra duduk di sebelahnya.


" Maaf pak, aku di minta mengundurkan diri oleh almarhum Pak Hardi," jawab Sandra menyodorkan surat pengunduran diri.


Reegan menatap Sandra, "tidak perlu kau mengundurkan diri, tetap bekerja di sini."


"Tapi pak.."


"Baik pak." Sandra menarik kembali surat pengunduran dirinya dari atas kursi. "Saya..permisi dulu pak." Sandra berdiri, namun tangan nya di tahan Reegan.


"Tunggu," ucap Reegan.


"Ada apa pak?" tanya Sandra menatap Reegan yang berdiri.


"Kau sama sekali tidak terlihat sedih? padahal..aku sudah..?"


"Tidak pak," potong Sandra.


"Kenapa?" tanya Reegan.


Sandra menundukkan kepala, "saya..saya.."


"Saya apa?" Reegan penasaran.


"Saya suka bapak..maaf.." ucapnya sembari menundukkan kepala.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Reegan.


Sandra menganggukkan kepala, "tapi aku sudah punya istri," jawab Reegan.


"Tapi..kalau cinta..tidak memandang siapa dan bagaiman..bukan begitu pak?"


Reegan mengangkat kedua bahunya, "aku tidak tahu," sahut Reegan.


Sesaat mereka terdiam, Sandra maju selangkah di ikuti Reegan. Tanpa ada kata kata lagi yang terucap di bibir. Mereka saling berpagut saling ******* bibir dengan panas.


Tak lama kemudian, Sandra melepaskan ciumannya dan berkata, "jangan di sini pak."


"Oke, kita keluar sekarang." Reegan mempersilahkan Sandra keluar ruangan lebih dulu. Lalu mereka pergi bersama mencari hotel.


Satu jam berlalu kepergian Reegan dan Sandra, Alya dan Siena mampir ke kantor Reegan setelah pulang dari rumah temannya. Mereka hendak mengajak Reegan makan siang. Namun sayang, saat mereka tiba di kantor. Restu mengatakan kalau Reegan pergi keluar bersama Sandra hendak bertemu Klien.


"Sejak kapan mereka pergi?" tanya Siena.


"Kurang lebih satu jam yang lalu Bu.." jawab Restu.


"Oh, ya sudah..terima kasih ya," ucap Siena.


Alya yang sedari diam dan mulai curiga, ia meminta izin untuk ke toilet, "Sayang, mama ke toilet dulu."


Siena menganggukkan kepala, "baik ma..aku tunggu di sana ya.."


Alya menganggukkan kepala, lalu ia bergegas ke toilet. Sesampai di sana ia langsung membuka tasnya mengambil ponsel dari tasnya. Ia membula layar ponsel dan menekan nama Reegan. Ponsel ia dekatkan ditelinga.


"Halo Reegan.." sapa Alya saat sambungan terhubung.


"Iya ma.." jawab Reegan.


"Kamu di mana nak?" tanya Alya.


"Aku di kantor ma, ada apa?" tanya Reegan


"Tidak apa apa, mama mau ngajak kamu makan siang bersama Siena.


" Tidak perlu ma, aku sudah makan..kalian makan berdua saja.Satu lagi ma..aku pulang agak malam soalnya banyak pekerjaan."


"Baik.." jawab Alya. Ia langsung menutup panggilan telponnya. Dengan berurai air mata ia berkata, "tega sekali kau membohongi istrimu Reegan, mama benar benar kecewa.."


Alya mengusap air matanya dengan tisu, lalu ia bergegas keluar toilet menemui Siena.

__ADS_1


"Satang, kita pulang yuk?"


"Iya ma..lebih baik kita makan di rumah. Masakan mbok lebih enak kok," sahut Siena tersenyum. Alya menatap sedih kedua bola mata Siena yang memancarkan kebahagiaan. "Andai dia tahu."


__ADS_2