
Sementara di tempat lain. Kenzi berhasil menonaktifkan semua sistem di ruangan laboratorium. Satu langkah lagi pekerjaan mereka selesai. Kenzi membawa file file penting hasil riset antimateri yang sudah di akses oleh Ryu, putranya sebelum meninggalkan tempat.
Semua penjagaan di laboratorium itu tidak ada yang menyangka, kalau Kenzi telah melarikan aset penting mereka. Baru saja Kenzi membuka pintu mobil, nampak Miko dan Jiro mengendap endap menghampiri Kenzi.
"Apa yang kalian lakukan di sini? Ya Tuhan." Kenzi menarik tangan Jiro dan Miko lalu memaksanya masuk ke dalam mobil.
"Ayah, aku minta maaf. Aku tidak mungkin meninggalkan Ayah sendirian di sini." Jiro memberikan alasan mengapa ia ada di hadapan Kenzi.
Kenzi menggelengkan kepalanya menatap kesal Jiro dan Miko. "Aku tidak percaya, memiliki putra yang tidak bisa di andalkan."
"Ayah, jangan bicara seperti itu. Semua berawal karena kesalahanku." Jiro tetap bersikeras pada pendiriannya.
"Sudah kubilang, masa depan kalian masih panjang. Ada adikmu yang harus kau jaga. Kenapa kau tidak paham sama sekali!" ucap Kenzi dengan nada tinggi. "Sudahlah kita pergi dari sini."
Kenzi menyalakan mobilnya dengan perasaan gusar, ia melirik ke arah Jiro lewat kaca spion. "Apakah Ibumu dan yang lain sudah naik pesawat?" tanya Kenzi.
Jiro terdiam sesaat. "Aku berpisah dari Ibu, sebelum mereka naik pesawat."
"Ciiiitttt!
Bunyi derit ban mobil terdengar cukup kkencang, Kenzi menghentikan laju mobilnya mendadak. Membuat Jiro dan Miko bertanya.
" Ada apa Yah?"
"Kau benar benar tidak bisa di andalkan, Ayah kecewa!" Kenzi menoleh, ke arah Jiro. Menatapnya dengan tatapan marah.
"Aku minta maaf Yah."
"Ma-?" Kenzi menghentikan ucapannya, matanya melirik ke arah luar jendela. Nampak iring iringan mobil dab motor anggota Crips tengah melaju ke arahnya.
"Kau bawa mobilnya, pergi sejauh mungkin. Aku akan mengalihkan perhatian mereka. Dan kau harus membawa file penting ini ke tangan Tante Marsya." Kenzi membuka pintu mobil.
"Tapi Ayah?"
"Lakukan perintah Ayah, kumohon!" Kenzi menatap sesaat Jiro. "File ini sangat penting, cepat!"
Kenzi menutup pintu mobil, lalu berlari dengan membawa koper kosong. Sementara Jiro melajukan mobilnya dengan kecepata tinggi, meninggalkan lokasi.
Kenzi terus berlari, sementara mobil dan motor dari anggota Crips sudah mengepungnya dari berbagai sisi.
__ADS_1
Kenzi merasa tidak punya ruang lagi untuk berlari. Ia berjalan mundur hingga tubuhnya membentur tembok banguan di tepi jalan.
Hernet dan seorang wanita keluar dari pintu mobil, berjalan mendekat ke arah Kenzi.
"Aku benci di khianati." Hernet tersenyum sinis menatap koper di tangan Kenzi.
"Berkali kali, aku coba mempercayaimu, tapi ternyata tetap saja kau berkhianat! seru Hernet menatap marah.
" Hanya demi Siena, kau korbankan nyawamu sendiri," Hernet tertawa kecil. "Tapi sayang, istri dan anakmu, tidak ada yang selamat."
"Bermimpilah Bos, dari dulu kau selalu berucap seperti itu. Tapi apa buktinya? kau selalu kalah dariku." Kenzi tersenyum lebar, ia sangat yakin jika keluarganya bisa mengatasi.
"Wow, kau begitu yakin. Tapi, apa keyakinanmu kali ini benar Kenzi?" Hernet tertawa terbahak bahak. Lalu ia merogoh saku bajunya mengambil ponsel miliknya.
"Kita lihat, apa keyakinanmu masih sama?"
Pria itu membuka layar ponsel dan memperlihatkan video yang di kirim salah satu anak buahnya pada saat penyerangan Siena dan yang lain.
"Bagaimana Kenzi?"
Mata Kenzi melotot, menatap video yang tengah di putar. Teriakan pilu Siena saat wajahnya terkena air keras, Adelfo yang mengerang saat terkena tembakan untuk melindungi Siena dan bayinya. Teriakan Zoya yang hendak di perkosa oleh anak buah Hernet. Dan yang terakhir, yang membuat hati Kenzi hancur. Saat terdengar suara jeritan kesakitan Ryu, saat Abel memotong kakinya. Koper di tangan Kenzi jatuh ke jalan aspal. Matanya yang berkaca kaca, saat itu juga turun membasahi pipinya.
Hernet dan yang lain tertawa terbahak bahak, melihat Kenzi yang benar benar hancur. Semua dendam di masa lalu terbalaskan sudah. Kenzi hancur, semua keluarganya ikut menanggung kesalahan di masa lalu. Masa depan Ryu putus sudah.
"Apa yang sudah kau lakukan pada putraku..." ucapnya pelan.
"Kau lihat? mungkin saja, dulu kau hebat dan bisa mengalahkan kami semua. Kau khianati kami dan bekerjasama dengan Kepolisian. Tapi lihatlah dirimu yang sekarang Kenzi? apa Polisi membantumu, membantu keluargamu? tidak ada bukan?" Hernet maju selangkah mendekati Kenzi.
"Sekarang kau hancur! kau hancur! kau hancur Kenzi... Hahahahahahahahaha!!"
Hernet mendongakkan wajah tertawa terbahak bahak. Ia merasa puas dengan rencanaya yang matang, telah membuat keluarga Kenzi hancur.
Kenzi menggelengkan kepalanya, ini semua benar benar di luar dugaan Kenzi. Tidak hanya Hernet yang membalas dendam. Tapi ada dari pihak Kepolisian yang berkhianat dan bersekutu dengan mereka. Yang lebih Kenzi tidak mengira, Abel dan beberapa orang yang sangat berpengaruh di kota itu. Datang ke hadapan Kenzi saat ini. Memperlihatkan wajah mereka, hanya untuk mentertawakan Kenzi yang benar benar dalam keadaan mengenaskan.
"Hahahahahahaha, kau bodoh Kenzi, kau bodoh! hahahahaha!"
"Brengsek!!"
Kenzi merasa hidupnya sudah tidak berarti apa apa lagi, melihat video yang Hernet tunjukkan, Kenzi berpikir keluarganya tidak akan selamat. Tanpa pikir panjang, ia menubruk tubuh Hernet dan meninjunya berkali kali. Namun anak buah Hernet tidak membiarkan Bosnya terluka. Secara serempak, mereka memukuli Kenzi dengan sebilah besi dan balok kayu bertubi tubi.
__ADS_1
Tubuh Kenzi ambruk, ke jalan aspal dengan wajah bengkak dan berlumuran darah segar. Dari arah belakang sebuah mobil menerjang mereka semua.
"BRUMMMM!!!
" DUARRRRR!!
"BRAKKK!!
Mobil itu berputar putar mengeliling tubuh Kenzi dan menabrak apa saja di depannya. Pintu mobil belakang terbuka, nampak Miko menarik tubuh Kenzi lalu kembali menutup pintu mobil.
" DOR!
"DOR!"
Jiro melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sementara Miko kepalanya menyembul dari arah jendela mobil yang terbuka. Menembaki mobil musuh yang mengejarnya.
"DORR!
" DORR!"
Satu persatu mobil musug bertabrakan satu sama lain, karena sopirnya terkena tembakan senjata api Miko.
Namun dari arah depan, salah satu mobil musuh menghadang dan menembak bahu Jiro berkali kali. Hingga ia kehilangan kendali mobil yang ia lajukan. Mobil itu berputar putar di jalan raya, lalu menabrak mobil lainnya.
"BRAKKKK!
Mobil yang Jiro kendarai menabrak pembatas jalan lalu berguling guling, di saat bersamaan. Mobil musuh menabrak mobil Jiro yang berguling dan menyeretnya hingga ke tepi jalan. Di bawahnya terdapat aliran air laut.
" BRAKKK!!
Mobil Yang hilang kendali itu terjun dari atas jembatan ke bawah laut.
"AAAAAHHKKK! Suara jeritan Miko terdengar cukup kencang bersamaan dengan mobil tersebut masuk ke dalam laut.
"BYURRRR!!!
Dari dalam mobil, Miko berusaha keluar dari dalam mobil. Kakinya menendang pintu mobil dengan sangat kuat, tapi usahanya sia sia. Mobil itu terus masuk lebih dalam, ia melirik ke arah Jiro yang tak sadarkan diri. Lalu beralih menatap Kenzi yang sama sama berusaha keluar dari dalam mobil, sisa tenaganya tidak mampu untuk membuka pintu mobil itu. Kenzi menggelengkan kepala menatap Jiro, lalu menatap Miko.
" Tidak Om, kita harus berjuang."
__ADS_1
Kenzi menggelengkan kepalanya, ia menyerah. Pria itu sudah hancur, semua harapannya musnah. Mungkin, kali ini ia harus mengakui kelemahan dan tidak selamanya masalah bisa di selesaikan. Ada kalanya masalah itu tetap akan ada tanpa penyelesaian. Namun detik berikutnya, tendangan terakhir membuahkan hasil. Pintu mobil terbuka, tapi sayang. Mereka sudah berada di dalam laut yang paling dalam.