
Gadis itu terus meremas tangannya yang sedari tadi mengeluarkan keringat dingin. Ia menggigit bibir bawahnya, pertanda bahwa ia sedang gugup.
Lain halnya dengan lelaki didepannya yang sangat tenang, sesekali padangan mereka bertemu. Tapi belum ada satu detik lelaki itu sudah memutuskan kontak mata itu.
"Jadi, Nak Raya, kamu tidak keberatan bukan kalau harus tinggal di sini untuk satu tahun kedepan?" tanya pria dengan setelah jas formal berwarna hitam.
Gadis itu kemudian mengangguk kaku menanggapi ucapan pria itu, lelaki yang duduk tepat disamping pria itu menatap Raya datar.
"Oh iya, kenalkan ini anak saya, Angkasa," ucap pria itu sambil menepuk pelan bahu lelaki itu--Angkasa.
Angkasa kemudian mengangkat kedua sudut bibirnya, tidak terlalu terlihat tapi sudah cukup menunjukkan bahwa dirinya sedang tersenyum.
__ADS_1
"Kenalin, gue Angkasa."
--💗--
Semakin aku mendekat dengamu, semakin menjauh kau aku jangkau. Lalu jika aku berhenti apa kau akan berpikir untuk kembali?
-Raya Archandra-
--💗--
-Angkasa Natawijaya-
__ADS_1
--💗--
First version
[Start, May 2018 ⚪ Finish, 11 July 2018]
New version (revisi)
[Start, 5 February 2019 ⚪ Finish, soon]
💗💗💗
__ADS_1