Angkasa

Angkasa
Dansa


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 97


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Sesudah prosesi lamaran dan pemakaian cincin selesai, kini Radian membawa Oni ke suatu tempat yang tak lain ialah taman tempat dahulu mereka sering datangi ketika masih berpacaran. Ya Radian ingin membuat Oni tersenyum dan mengingat kembali masa-masa indahnya dulu, tentu ketika belum terjadi masalah rumit diantara mereka berdua.


Oni hanya diam saja menundukkan kepala karena ia masih memikirkan masalah lamaran tadi, ia cemas kalau ini bukanlah keputusan terbaik baginya untuk menerima lamaran Radian. Ya Oni khawatir jika Radian akan bertindak semena-mena terhadap dirinya ketika mereka sudah menikah nanti, apalagi Radian sering sekali mabuk-mabukan ketika di luar.


"Sayang, kamu kenapa sih diem aja begitu? Aku daritadi ngomong malah dicuekin, emang kamu mau jadi istri yang durhaka karena udah cuekin suaminya pas lagi ngomong?" tanya Radian kesal.


"Hah? Kita aja baru lamaran, belum sah jadi suami-istri Radian! Lagian aku gak sengaja cuekin kamu, bukannya aku niat!" ucap Oni.


Cupp!


Radian justru tersenyum kemudian mengecup bibir gadisnya sekilas, ia lalu menarik dagu Oni dan membelai bibir milik gadis itu dengan jari telunjuknya sambil terus tersenyum manis. Hal itu membuat Oni kesulitan menelan saliva karena Radian berada sangat dekat dengan wajahnya, perlahan Radian juga terus memajukan wajahnya itu lebih dekat.


"Sayang, kita habiskan waktu hari ini dengan saling bercengkrama menikmati indahnya pemandangan disini! Aku mau kamu dansa sama aku cantik, seperti dulu ketika kita masih pacaran!" ucap Radian.

__ADS_1


"Maaf! Tapi, aku gak bisa!" tolak Oni.


"Hey, gak ada penolakan sayang! Atau aku bakal bawa kamu ke hotel, terus disana aku perkosa kamu untuk yang kedua kalinya!" ancam Radian.


"Apaan sih? Aku kan udah bilang aku gak bisa dansa, kenapa kamu keras kepala banget? Lagian aku juga gak takut sama ancaman kamu, aku gak perduli mau apapun yang kamu lakuin ke aku!" ucap Oni.


Oni langsung membuang muka karena emosi, Radian pun merasa bersalah dan mendekap tubuh Oni dari samping untuk meminta maaf.


"Hey sayang, maafin aku ya! Aku tadi udah keterlaluan bicara begitu sama kamu, harusnya aku kan gak kayak gitu! Kamu jangan marah ya sama aku, aku janji deh gak akan minta kamu buat dansa lagi kayak dulu!" ucap Radian.


Gadis itu menoleh ke arah Radian, lalu memegang tangan Radian yang ada di dadanya.


"Kamu mau dansa kan? Aku bakal turutin deh permintaan kamu, tapi maaf ya kalau gerakan aku gak sebagus dulu! Karena aku udah lama gak dansa, soalnya gak ada yang ngajak!" ucap Oni.


"Gapapa sayang, biar aku tuntun supaya gerakan kamu kembali seperti dulu!" ucap Radian tersenyum lalu mengecup pipi gadisnya.


Oni membalas senyum Radian.


Radian pun menggenggam dua tangan Oni, lalu ia taruh kedua telapak tangan tersebut pada lehernya seperti posisi dansa pada umumnya, sedangkan ia meletakkan tangannya pada pinggang Oni.


"Kamu cantik sekali Oni! Makasih ya udah mau dansa sama aku!" ucap Radian.


"Sama-sama, aku juga senang bisa bikin kamu senang begini! Kan sebentar lagi aku bakal jadi istri kamu, jadi aku harus nurut sama kamu!" ucap Oni.


"Baguslah kamu paham!" ucap Radian.


Mereka terus berdansa disana dan melakukan gerakan yang biasa mereka lakukan dulu, sampai pada akhirnya Radian mengecup bibir Oni dan mereka pun terlibat dalam panasnya gairah cium bibir di bawah pancaran sinar matahari itu.


"Aku selalu suka bibir kamu Oni, ayo dong balas ciuman aku sayang!" gumam Radian dalam hati.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Revi yang masih bersama mamanya di acara pameran tersebut tampak jengkel lantaran sang mama justru membahas mengenai jodoh Revi alias calon suami untuknya. Ya padahal gadis itu sudah mengatakan kalau ia belum siap untuk menikah saat ini, apalagi usianya juga masih belia dan ia pun tengah menempuh dunia perkuliahan.

__ADS_1


Bruuukkk...


Tiba-tiba saja ada seorang pria yang ambruk di dekat Revi dan membuat gadis itu terkejut, ya nampaknya pria itu oleng karena tertabrak seseorang tadi. Kini pria itu berada sangat dekat dengan Revi dan mereka saling bertatapan disana, membuat jantung Revi berdetak tak karuan saat ditatap serius oleh pria yang berada hanya beberapa senti di depan matanya.


"Sorry, saya gak sengaja! Tadi ada orang yang tabrak saya gitu aja, makanya saya jadi jatuh karena gak bisa jaga keseimbangan! Maaf banget ya, kamu ada yang luka atau enggak?!" ucap pria itu.


Revi masih terbawa suasana saat mengingat kejadian barusan itu, ia terdiam dengan mulut sedikit terbuka dan terus menatap wajah pria yang saat ini sudah menjauh darinya. Sedangkan Juliana tampak heran melihat putrinya seperti orang yang terpesona pada lelaki tersebut, namun Juliana cukup senang dan berharap Revi memang jatuh hati pada pria itu.


"Rev, Revi! Itu kamu diajak bicara loh sama dia, kok malah diem aja sih?!" tegur Juliana.


"Eh eee i-i-iya mah," ucap Revi gugup.


"Nama kamu Revi? Kalo gitu saya minta maaf ya Revi, karena tadi saya gak sengaja tabrak kamu gitu aja! Tapi, saya gak ada niatan apa-apa kok beneran!" ucap pria itu meminta maaf.


"Gapapa kok, aku juga gak kenapa-napa. Kamu gak perlu panik begitu, yaudah kamu boleh balik ke tempat kamu sana!" ucap Revi tersenyum tipis.


"Eee baik, saya permisi ya? Sekali lagi saya mohon maaf sama kamu Revi, kalau misal ada yang luka atau kenapa-napa tinggal panggil aja saya! Kebetulan tempat duduk saya gak jauh dari sini, ada di depan sana kok!" ucap pria itu.


"Iya, tenang aja!" ucap Revi.


Setelahnya, pria tampan yang sepertinya blasteran Jepang itu pun pergi dari sana dan kembali ke tempat duduknya. Namun, sesekali pria itu masih sempat menoleh ke arah Revi lalu tersenyum saat gadis itu berbalik menatapnya, tampaknya masih ada sedikit rasa tidak enak di hatinya saat mengingat momen tadi ketika menabrak tubuh Revi.


Sementara Juliana tampak kecewa pada Revi yang terlalu lambat dalam proses pendekatan.


"Aduh sayang, kamu itu kenapa malah suruh dia buat pergi sih?! Harusnya kamu tahan dong dia disini, terus juga kamu kenapa gak tanya nama dia siapa sayang?!" ujar Juliana kesal.


"Loh emang buat apa aku tahu nama dia, mah?" tanya Revi tak mengerti.


"Hadeh, gini nih punya anak yang gak gaul dan susah buat diajak mikirin masa depan!" ujar Juliana geleng-geleng kepala sambil memegang dahinya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2