Angkasa

Angkasa
Minta cium


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 118


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


"Iya, gue cari Radian. Terus kenapa?" ucap Oni.


"Ohh, cie cie yang masih cinta sama Radian! Emang pas banget dah kalian berdua itu, sama-sama malu kalau ditanya satu sama lain! Pasti kalau kalian nikah nanti, bakalan jadi pasangan yang serasi banget!" ucap Zian tersenyum.


"Lu apaan sih? Gue nikah sama Radian tuh karena terpaksa, bukan karena cinta!" ujar Oni.


"Masa sih sayang?"


Tiba-tiba saja terdengar suara seorang pria dari arah belakang mereka, ya mereka pun kompak menoleh lalu terkejut bukan main melihat keberadaan Radian disana yang tengah menatap ke arahnya.


"Radian?" ucap Oni gemetar.


Sontak Oni merasa cemas ketakutan saat melihat Radian ada disana, ia seperti orang yang kepergok sedang melakukan sesuatu kejahatan atau anak kecil yang ketahuan bapaknya. Ya Oni memang tadi tak sengaja berkata tentang perasaannya kepada Zian dan yang lain disana, ia tak tahu kalau kata-kata yang ia lontarkan bisa didengar oleh Radian.


"Radian, kamu sejak kapan ada disitu? Te-terus kamu kok bisa tiba-tiba bicara begitu? Emangnya kamu udah selesai cari kerjanya?" tanya Oni dengan sikap gugupnya itu pada Radian.

__ADS_1


"Iya sayang, aku baru sampe kok disini. Tapi, aku dengar semua yang tadi kamu bilang diakhir. Katanya kamu nikah sama aku bukan karena cinta, tapi terpaksa, apa betul?" ucap Radian tersenyum.


"Eee ka-kamu salah dengar, Radian. Aku gak bilang begitu kok, tadi itu aku sama Zian lagi bahas hal lain bukan soal pernikahan kita! Kamu jangan salah paham dulu ya Radian, mana mungkin lah aku terpaksa nikah sama kamu?" ucap Oni berbohong.


Mendengar jawaban Oni membuat Zian serta yang lainnya justru terkekeh geli karena Oni berbohong.


"Heh! Kenapa kalian ketawa?" tegur Radian.


"Eh An, kalem An santai! Gue bukan ngetawain lu atau Oni kok, tapi kita ketawa karena masih keinget video lucu yang tadi kita setel di dalam!" jawab Zian ngeles.


"Halah alasan aja lu! Udah yuk Oni, kita balik dan aku anterin kamu sampe ke depan rumah!" ucap Radian beralih menatap Oni kemudian menarik tangannya.


Oni hanya mengangguk pelan tanpa berbicara apapun, kini mereka pergi dari sana setelah pamit pada Zian serta yang lainnya untuk pulang ke rumah Oni.


Di dalam perjalanan menuju ke depan kampus, Radian tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu kembali menatap wajah Oni.


"Tunggu Oni!" ucap Radian pelan.


Oni pun terkejut karena Radian tiba-tiba berhenti disana, ia berpikir kalau mungkin saja Radian hendak berbicara mengenai hal tadi yang tak sengaja ia katakan kepada Zian serta yang lainnya.


"Umm, kamu tuh beneran gak sih bicara kayak tadi? Aku masih penasaran loh, abisnya aku dengar sendiri kamu bilang kalau kamu mau nikah sama aku itu karena terpaksa bukan karena masih cinta sama aku. Udah lah Oni, coba jujur sama aku sekarang!" ucap Radian bertanya dengan tegas.


Oni terdiam menelan saliva dengan kasar, ia bingung tak tahu harus bagaimana menjawabnya.


"Eee ka-kamu bicara apa sih? Aku tadi itu cuma bercanda aja kok, soalnya aku kesel banget sama mereka karena aku diledekin terus! A-aku ini masih cinta kok sama kamu, jangan marah lagi ya Radian!" ucap Oni coba menjelaskan pada Radian.


"Huft, buktinya apa kalau kamu emang masih cinta sama aku?" tanya Radian singkat.


"Kamu mau bukti apa?" ujar Oni bertanya balik.


"Eee kiss mungkin, tapi aku mau kiss yang paling hot dan manis! Supaya aku tahu kalau kamu emang beneran masih cinta sama aku," ucap Radian.


"Hah??" Oni terkejut bukan main.


β€’

__ADS_1


β€’


Singkat cerita, kini keduanya telah berada di dalam mobil dan tengah dalam perjalanan juga menuju rumah Oni si gadis yang cantik itu. Radian terus senyum-senyum membayangkan kejadian tadi saat Oni mencium bibirnya sesuai dengan kemauan yang ia katakan sebelumnya pada gadis itu, ya Radian tak menyangka memang jika Oni bisa melakukan itu.


Sementara Oni sendiri masih memegangi bibirnya yang basah dan mengingat kembali kejadian itu, Oni masih belum bisa melupakan itu karena selalu saja terbayang di dalam benaknya. Namun, Oni sedikit lega karena Radian bisa percaya kalau ia masih cinta pada lelaki itu, sehingga kini mereka telah kembali berdamai dan tidak ada keributan lagi.


"Eee Radian, aku mau tanya deh sama kamu. Tapi, kamu jangan marah ya!" ucap Oni gugup.


"Buat apa aku marah sayang? Sekarang hati aku lagi berbunga-bunga loh abis dicium kamu, udah tanya aja cantikku!" ucap Radian tersenyum.


"Ah bisa aja kamu!" ujar Oni tersipu.


"Hahaha, serius ini! Kamu mau tanya apa emangnya sama aku Oni?" ucap Radian penasaran.


"Eee iya nih, jadi aku tuh mau tanya soal niat kamu tadi pagi yang pengen cari kerja. Sekarang kamu kan udah balik nih, apa kamu udah berhasil dapetin kerjaan?" ucap Oni bertanya pada Radian.


"Duh, maaf banget sayang! Sampe saat ini aku masih belum bisa dapet kerjaan, padahal aku tadi udah keliling kesana-kemari buat cari lowongan. Ya mungkin emang belum rezeki aja, tapi kamu jangan khawatir! Karena aku gak nyerah sampe disini, aku pasti bisa dapat pekerjaan dan nafkahi kamu dengan uang hasil jerih payahku sendiri!" ucap Radian.


"Bagus deh! Aku suka sama semangat kamu, semoga ya kamu bisa secepatnya dapat kerjaan!" ucap Oni tersenyum.


"Aamiin! Tapi, Minggu depan kita tetap nikah dulu sayang! Ya benar sih kata kamu, lebih baik kita nikah biasa-biasa aja gak perlu terlalu mewah. Nanti aku bicara lagi sama papaku," ucap Radian.


"Nah gitu dong, yaudah kamu fokus aja nyetirnya jangan ngobrol terus!" ucap Oni.


"Iya sayang," ucap Radian singkat.


Radian mengusap puncak kepala Oni, lalu menatap ke depan fokus pada jalan. Namun, di dalam hatinya saat ini masih gelisah memikirkan masa depannya dengan sang gadis di sampingnya itu, ya Radian takut kalau ia tak bisa menjadi sosok suami sekaligus kepala rumah tangga yang baik untuk Oni.


"Pernikahan ini terlalu mendadak, gue belum siap buat jadi seorang suami. Tapi apa boleh buat? Oni hamil karena kesalahan gue, dan sebagai laki-laki sejati gue harus tanggung jawab!" batin Radian.


Melihat pria itu melamun, Oni menjadi terbawa suasana dan ikut memikirkan hal yang sama dengan Radian. Ya Oni khawatir kalau ia juga akan gagal menjadi sosok istri yang baik bagi Radian, apalagi ia belum bisa melakukan apapun.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2