Angkasa

Angkasa
Cari kerjaan


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...×××...


#ANGKASA EPS. 114


...•...


...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️...


Latifah yang sedang berjalan di taman sembari memegang ponsel, tiba-tiba terkejut karena ada seseorang yang berhenti tepat di hadapannya lalu menyebut namanya. Latifah pun coba menatap pria yang ada di depannya itu untuk memastikan siapakah dia, dan rupanya pria itu ialah Digo alias teman Radian yang kebetulan juga ada di taman itu.


Sontak Latifah langsung menganga lebar melihat kehadiran Digo disana, ia yang tadinya hendak menikmati pemandangan di taman itu mendadak berubah pikiran saat bertemu Digo. Ya belakangan ini Latifah memang merasa risih karena Digo selalu saja memandanginya dari jauh, bahkan kali ini pria itu sudah berani menemuinya secara terang-terangan.


"Hai Fah! Akhirnya aku bisa temuin kamu pas lagi gak sama Revi, ini dia momen yang aku tunggu-tunggu loh Fah! Soalnya aku pengen banget bisa bicara berdua sama kamu!" ucap Digo.


"Kak Digo? Ada apa ya kak?" tanya Latifah.


"Gak kok Fah, cuma pengen bicara berdua aja. Kan selama ini kita jarang ngobrol, kamu bisa kan? Oh ya, kalau kamu mau kita juga bisa sekalian jogging berdua kok disini! Ya itu cuma saran aku aja sih, tapi aku harap kamu mau!" ucap Digo tersenyum.


"Eee maaf kak! Ini kebetulan gue udah mau balik, jadi kayaknya gue gak bisa deh kalo sekarang! Mungkin lain waktu bisa kak, sekarang kak Digo sendiri dulu aja jogging nya!" ucap Latifah menolak.


"Duh, emang kamu udah selesai jogging nya?" tanya Digo sedikit kecewa.

__ADS_1


"Alhamdulillah udah kak! Gue juga gak bisa lama-lama karena sekarang lagi puasa, yaudah maaf ya kak gue mau pulang dulu!" ucap Latifah.


"Eh jangan dong!" ucap Digo memelas.


Pria itu akhirnya terpaksa mencekal lengan Latifah agar Latifah tidak pergi dari sana, ya Digo tampaknya memang sangat ingin bicara berdua dengan gadis itu walau hanya sebentar.


"Kamu tolong mau ya temenin aku! Aku janji deh cuma sebentar dan gak akan bikin kamu capek, aku juga janji gak akan macam-macam sama kamu! Aku cuma mau ngobrol aja, beneran kok Fah!" bujuk Digo sembari menatap penuh ketulusan.


"Huft, iya deh kak gue mau. Kalau udah begini gue paling susah deh nolaknya!" ucap Latifah.


"Makasih Fah!" ucap Digo tersenyum senang.


"Yaudah, kak Digo mau ngomong apa sama aku? Terus mau bicara disini atau di tempat lain?" tanya Latifah penasaran.


"Umm, enaknya sambil duduk deh kayaknya. Yuk kita coba cari tempat duduk yang masih kosong di sekitar ini, biar kamu juga gak kecapekan Fah!" ucap Digo mengeratkan genggaman tangannya.


"Boleh, eee tapi bisa gak kak jangan pegang tangan aku begini?" ucap Latifah gugup.


"Eh iya iya, maaf!" ucap Digo spontan melepas genggaman tangannya dari Latifah, ia juga sedikit menjauh dari Latifah dengan perasaan tidak enak.


"Insyallah, aku puasa Fah. Makasih ya kamu udah ingetin aku buat gak sentuh tangan kamu lagi, yaudah yuk kita langsung aja jalan cari tempat duduk yang enak buat ngobrol!" ujar Digo nyengir.


"Iya kak, ayo!" ucap Latifah tersenyum.


Mereka pun mulai melangkah menuju ke depan mencari tempat duduk yang masih kosong, tentu agar mereka bisa berbicara dengan leluasa tanpa ada gangguan dari orang-orang.


"Huft, ini sebenarnya kak Digo mau bicarain soal apa ya?" gumam Latifah dalam hati.


...•••...


Disisi lain, Oni dan Radian sampai di depan kampus sesuai dengan yang mereka sudah rencanakan sebelum ini. Radian menoleh ke arah Oni dan mengusap puncak kepala gadis itu dengan lembut, ia sedikit mendekati wajah Oni lalu menciumnya. Ia cukup lama menempelkan bibirnya pada wajah gadis itu sehingga membuat Oni sedikit gugup.


Setelah puas mencium wajah Oni, Radian beralih pada bibir mungil yang selalu membuatnya tergoda dan ingin menikmatinya. Namun, kali ini ia hanya memandangi itu sambil sesekali mengusapnya lembut menggunakan ibu jari, keduanya pun tersenyum dan saling memandang dari jarak dekat tanpa ada satupun dari mereka yang berkedip.

__ADS_1


Pandangan Radian kini beralih ke arah perut rata milik Oni yang sedang mengandung anaknya, ia mengusap lembut perut itu lalu mengecupnya dan berbicara pada calon anaknya disana.


"Halo anak papa yang tersayang! Kamu baik-baik ya disana, sampai nanti kamu bisa lahir ke dunia! Papa udah gak sabar loh pengen ketemu sama kamu, semoga nantinya kamu bisa tumbuh jadi anak yang baik dan rajin!" ucap Radian pelan.


"Radian, kamu ngapain sih? Dia itu usianya baru beberapa Minggu, mana bisa dia dengar kamu? Terus nih ya, lahirnya dia juga masih lama Radian!" ucap Oni terheran-heran.


"Hahaha, ya gapapa dong. Aku suka aja bicara sama calon anak aku begini, kan biasanya juga banyak tuh para bapak di luaran sana yang suka kayak gini! Anggap aja itu sebagai tanda sayang aku ke calon anak aku dan juga kamu, ya terutama sama ibunya ini sih!" ucap Radian tersenyum sembari mencubit pipi Oni gemas.


"Haish, udah lah Radian! Kamu mending urus pernikahan kita aja dulu, soal lahiran anak kita itu urusan nanti! Kan masih sembilan lagi, kamu harus fokus sama rencana kita ke depannya!" ucap Oni.


"Iya sayang, aku fokus kok! Abis anterin kamu, aku bakal langsung cari kerjaan supaya aku bisa hidupin kamu pas kita nikah nanti!" ucap Radian.


"Kerjaan apa?" tanya Oni penasaran.


Radian tersenyum lalu mengecup kening Oni, gadis itu memejamkan mata merasa senang saat Radian memberikan kecupan hangat di keningnya itu, tanpa sadar ia juga tersenyum.


"Kamu kok malah cium aku?" Oni terheran-heran.


"Emang kenapa? Kamu gak suka kalo aku ciumin muka kamu terus-terusan?" ujar Radian.


"Eee bukan gitu, tapi—"


"Berarti kamu suka?" potong Radian.


"Apaan sih? Udah deh, mending kamu jawab aja pertanyaan aku yang tadi! Kamu itu mau cari kerjaan apa?" ujar Oni kesal.


"Umm, ya apa aja dong sayang! Yang penting halal dan bisa buat penuhin kebutuhan kita sekeluarga, kan gak mungkin kalo kita hidup berumah tangga mengandalkan uang orang tua kita!" ucap Radian.


"Iya sih, yaudah kamu semangat ya! Aku disini bakal terus doain yang terbaik buat kamu!" ucap Oni.


Radian kembali tersenyum senang sambil mengusap puncak kepala Oni dengan cepat, "Makasih ya sayangku yang cantik!" ucapnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2