
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 55
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
"Hah? Lu perkosa Oni??" ujar Zian dan yang lainnya bersamaan terkejut sambil menganga lebar.
Radian menunduk setelah selesai menceritakan semua yang ia lakukan semalam, sungguh sedih sekali baginya karena ia telah lancang melakukan itu pada Oni yang merupakan mantannya. Radian pun tak mampu mengangkat kepalanya melihat reaksi dari teman-temannya itu, mereka semua tampak terkejut mendengar pengakuan dari Radian.
Zian serta teman-teman Radian yang lainnya disana masih tampak tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar dari mulut Radian, ya siapapun memang tak ada yang mengira jika Radian berbuat seperti itu pada Oni. Namun, saat ini itu semua adalah kenyataan dan memang benar kalau Radian telah mencuri kegadisan milik Oni secara paksa.
Akhirnya Zian pun kembali mendekati Radian masih dengan rasa tak percayanya itu, ia menoleh ke arah Radian sembari mengusap dagunya seolah berpikir bagaimana mungkin Radian bisa melakukannya. Padahal yang mereka tahu, Radian sudah tidak tertarik dengan Oni dan tak mungkin jika Radian mau berbuat seperti itu dengan mantannya tersebut.
__ADS_1
"An, kok bisa sih lu begitu? Emang si Oni pake pakaian seksi atau yang terbuka gitu, jadinya lu terangsang dan pengen anu anu sama dia?" tanya Zian penasaran.
"Enggak, Oni pake baju tertutup kok. Cuma gue gak tahu kenapa pas lihat mukanya dari jarak dekat tuh tiba-tiba gairah gue muncul, mungkin ya karena emang gue lagi mabuk berat terus gue gak bisa kendalikan tubuh gue sendiri." jawab Radian.
"Oh iya juga sih, biasanya orang mabuk kan suka begitu. Yaudah lah gausah disesali yang udah terjadi mah, btw gimana enak gak anunya si Oni?" ujar Digo.
Sontak Radian langsung melotot tajam ke arah Digo dan terlihat emosi dengan pertanyaan Digo, ya tentu saja Radian pasti emosi karena Digo malah bertanya soal itu yang sangat tidak penting. Namun, entah mengapa saat ini Radian sedang tidak ingin marah-marah atau apalah itu karena ia masih belum bisa melupakan kejadian semalam bersama Oni.
"Hus! Lu nanya apaan sih Go? Itu tuh gak pantes banget tau, dasar peak!" tegur Zian.
"Tau lu! Radian itu abis merkosa si Oni, dia lagi panik banget sekarang dan ngerasa bersalah sama tuh cewek! Jangan malah lu nanya kek gitu!" sahut Azim.
"Yaelah sewot amat sih! Gue kan cuma becanda, lagian nih ye menurut gue mah lu gak perlu lah ngerasa bersalah terus-terusan kayak gitu An! Lagian itu semua terjadi kan diluar kendali lu, gak ada niatan sedikitpun dari diri lu sendiri buat ngelakuin itu ke Oni kan?" ucap Digo.
"Ya iya sih, tapi tetep aja gue yang salah! Karena gue kan gak bisa jaga diri, harusnya gue kontrol tuh naf su gue supaya ini semua gak terjadi!" ujar Radian.
"Bener tuh An, gue setuju sama Digo!" ucap Zian.
"Iya, nanti gue temuin dia lagi deh!" ucap Radian lesu.
Zian dan yang lainnya tampak sedikit senang lantaran Radian mau menurut dengan mereka dan menjadi lebih tenang kali ini, ya walau terlihat kalau Radian masih saja murung disana.
"Eh bro, gimana rasanya genjot si Oni? Enak apa mantap banget?" bisik Digo di telinga Radian.
Lagi-lagi Radian kembali menatap tajam ke arah Digo.
...β’β’β’...
__ADS_1
Disisi lain, Revi dan Latifah masih bersama dengan Oni di kantin. Mereka bertiga makan bersama-sama di satu meja yang sama sembari berbincang untuk menghibur Oni yang sedang sedih, ya walau Revi dan Latifah belum tahu apa penyebab Oni sedih seperti itu, namun mereka tetap berusaha untuk membuat Oni senang dan tersenyum kembali saat ini.
Oni sendiri juga merasa senang karena memiliki dua orang teman yang perduli dengannya, biarpun Revi dan Latifah adalah juniornya, namun kedua gadis itu dengan sangat baik mau menghibur dirinya yang sedang sedih akibat kejadian semalam. Oni masih belum bisa melupakan kelakuan Radian malam itu dan semuanya selalu terbayang dalam kepalanya.
"Kak Oni, emang sebenarnya kak Oni tuh ada masalah apa sih? Kenapa kak Oni daritadi kelihatan sedih banget kayak gitu? Kalau emang kak Oni butuh teman curhat, aku siap kok dengerin!" ucap Revi.
Oni terdiam tak tahu harus menjelaskan apa pada Revi juga Latifah, tentunya ia tidak mungkin memberitahu yang sebenarnya pada dua gadis itu kalau Radian sudah merenggut kesuciannya. Oni tak mau banyak orang tau mengenai masalah itu karena ia belum siap untuk dihujat apalagi dikeluarkan dari kampus jika pihak kampus juga tau tentang itu.
"Eee aku lagi ada masalah keluarga, Rev. Tapi, bukan masalah yang besar kok!" jawab Oni.
"Ohh, ya kalo gitu maaf deh ya kak! Aku bukannya bermaksud lancang dan pengen tau, aku cuma penasaran aja soalnya kak Oni dari tadi pagi tuh kelihatan kayak lagi sedih gitu." ucap Revi.
"Iya gapapa, aku justru makasih banget sama kamu dan juga Latifah! Karena kalian udah mau hibur aku sekarang ini, aku lumayan terhibur loh dengan kata-kata kalian tadi!" ucap Oni tersenyum tipis.
"Sama-sama, kak. Itu kita kan emang sengaja mau hibur kak Oni yang lagi sedih, sekarang kak Oni jangan sedih-sedih lagi ya!" ucap Revi.
"Iya kak Oni, dibawa happy aja setiap masalah yang terjadi dalam kehidupan kak Oni! Aku yakin deh pasti kak Oni gak bakalan stress atau gila karena mikirin masalah-masalah yang terjadi itu, mungkin kak Oni juga bisa cari hiburan seperti jalan-jalan atau sekedar cari hobi kayak berenang, dan lain-lain!" ujar Latifah.
"Bener banget yang dibilang Ifah, kak! Kalau kak Oni butuh teman buat jalan-jalan, kita siap kok!" ujar Revi.
"Hahaha, makasih banget ya! Kalian itu udah bikin aku jadi sedikit lupa sama masalah yang aku alami, tapi kayaknya aku gak bisa deh jalan-jalan. Karena nanti siang aku udah ada janji sama pelatih kita Rev buah bahas lomba," ucap Oni.
"Oh gitu ya, kak? Yaudah deh, yang penting sekarang kak Oni jangan sedih-sedih lagi oke?!" ucap Revi.
"Iya..." ucap Oni sambil tersenyum.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...