
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...
...×××...
#ANGKASA EPS. 179
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Beberapa hari kemudian....
Muzaki baru pulang dari aktivitasnya di pelosok negeri, ia turun dari mobil travel yang ia sewa bersama para teman-temannya itu tepat di depan rumah.
Tentunya tak lupa pria itu mengeluarkan serta tas berisi barang miliknya serta sebuah oleh-oleh yang diberikan oleh warga di desa tersebut pada mereka sebagai tanda terimakasih atas bantuan mereka.
"Guys, gue duluan ya? Sampe ketemu di kampus dua hari lagi!" ucap Muzaki tersenyum.
"Siap bro! Titip salam ya buat nyokap lu, sorry kita gak bisa mampir nih soalnya capek banget!" ucap Wisnu.
"Hooh duain bro!" sahut Rudi.
"Santai bro! Yaudah, lanjut gih jalannya! Salam juga buat nyokap bokap kalian!" ucap Muzak.
"Oke bro! Pak, ayo jalan kita!" ujar Rudi.
"Hahaha..."
Muzaki tertawa lepas dengan kelakuan temannya itu, ia pun berbalik lalu membuka pintu gerbang dan lanjut melangkah sambil membawa barang-barang miliknya sesudah mobil travel yang ia naiki tadi pergi jauh dan tak terlihat lagi.
"Huh saya kangen banget sama ibu! Akhirnya sekarang saya bisa ketemu ibu lagi!" gumamnya.
Pria itu tersenyum, kemudian melangkah menuju ke depan pintu setelah mengunci pagar rumahnya. Namun, ia cukup terkejut melihat sebuah heels berada di atas lantai yang tentunya tak mungkin itu milik dari ibunya karena sang ibu tidak pernah memakai heels seperti itu.
"Loh ini punya siapa ya? Apa jangan-jangan di dalam ada tamu? Tapi, siapa?" ujar Muzaki bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Ceklek...
Disaat Muzaki hendak membuka pintu, tiba-tiba saja seseorang sudah membukanya lebih dulu. Ya seorang wanita cantik muncul dari dalam rumahnya, gadis itu tersenyum begitu melihat Muzaki ada di depan pintu.
Sementara Muzaki sendiri sangat syok saat melihat Suci ada di rumahnya, kini ia tahu siapa pemilik heels yang berada disana tadi. Muzaki pun tampak pangling melihat dandanan Suci yang lebih simpel dibanding biasanya, namun justru gadis itu terlihat lebih cantik dan manis.
"Hai Muz! Akhirnya kamu sampe juga, aku udah nungguin kamu loh daritadi!" ucap Suci.
"Suci? Ka-kamu ngapain disini? I-ibu aku mana?" tanya Muzaki gugup.
"Kamu gausah kaget gitu Muz! Kan kamu yang minta aku buat temenin ibu kamu selagi kamu pergi, makanya aku selalu datang kesini setiap hari. Tadi juga ibu kamu yang bilang ke aku, kalau kamu mau pulang hari ini! Jadi, aku dateng lebih pagi deh buat sambut kamu!" jelas Suci.
"Duh, makasih ya Suci! Kamu udah temenin ibu aku, maaf banget aku jadi ngerepotin kamu! Padahal sekarang kita udah bukan siapa-siapa, tapi aku malah bikin repot kamu!" ucap Muzaki.
"Gapapa Muz, aku juga senang kok bisa ngobrol sama ibu kamu! Apalagi udah lama juga aku dan tante Stevi gak ketemu, ya kan?" ucap Suci.
"Iya sih,"
"Eee yaudah, kamu masuk yuk! Aku sama ibu kamu tadi udah siapin sesuatu yang spesial buat kamu, sini aku bantu bawain barang-barang kamu biar gampang!" ucap Suci.
"Udah gausah biar aku aja! Oh ya, emang kamu sama ibu buatin apa?" tanya Muzaki penasaran.
"Ada deh, kalau kamu mau tau yaudah masuk aja dulu yuk!" ucap Suci tersenyum.
"Oke!"
Muzaki tersenyum singkat, kemudian melangkah masuk ke dalam rumahnya bersama Suci. Gadis itu tetap memaksa ingin membantu membawakan barang milik Muzaki, sampai akhirnya mereka berdua membawa barang itu bersamaan.
"Muz, kamu disana baik-baik aja kan gak ada masalah atau apa gitu?" tanya Suci.
"Alhamdulillah! Justru disana aku bahagia banget, karena orang-orangnya pada baik-baik dan perhatian juga!" jawab Muzaki.
"Wah seru ya?" ujar Suci.
"Seru dong!" ucap Muzaki tersenyum.
❤️
Saat berada di dalam, Muzaki terkejut melihat Stevi alias mamanya sedang membawa kue di tangannya dan meletakkan ke atas meja makan. Ia juga kaget karena sudah banyak sekali makanan tersedia di meja dari berbagai macam jenis.
__ADS_1
"Assalamualaikum mama!" ucap Muzaki.
"Waalaikumsallam, eh Muzaki? Akhirnya kamu sampe juga sayang! Gimana kabar kamu? Baik-baik aja kan selama disana?" ucap Stevi.
"Iya mah, Alhamdulillah aku baik kok! Mama sendiri gimana selama aku tinggal pergi?" ucap Muzaki.
"Ya mama Alhamdulillah juga baik-baik aja! Kan ada nak Suci yang temenin mama selama kamu pergi ke pelosok, nak Suci ini baik banget loh sayang dia selalu temenin mama dan malah bantu mama masak nih buat kamu! Yuk duduk sayang, cobain kue buatan mama dan Suci ini!" ucap Stevi.
"Wah serius mah?" tanya Muzaki.
"Iya dong sayang, ini kolaborasi bikinin mama sama Suci! Makanya kamu wajib coba, karena ini tuh enak pake banget!" ucap Stevi.
"Hahaha, aku baru tahu kalau kamu bisa masak!" ucap Muzaki sambil menoleh ke arah Suci.
"Eee sebenarnya masih belum terlalu bisa sih, ini tadi aku cuma bantu-bantu dikit aja dan itu juga diajarin sama mama kamu!" ucap Suci nyengir.
"Ya gapapa dong, namanya juga belajar!" ucap Stevi.
"Iya benar tuh! Lama-lama kalau kamu belajar terus, pasti juga jago kok masaknya!" ucap Muzaki.
"Iya, makasih ya Muz!" ucap Suci tersenyum.
"Yaudah, yuk kita makan sama-sama! Kamu pasti lapar kan Zaki abis pulang dari pedalaman?" ucap Stevi.
"Iya nih mah, untung banget sampe rumah udah langsung disediain makanan banyak kayak gini! Sampe bingung aku mau makan yang mana dulu sangking banyaknya, haha!" ujar Muzaki.
"Ya iya dong, kan mama sama Suci itu pengen supaya kamu bisa pilih sendiri makanannya! Yang penting semua ini udah kesukaan kamu!" ucap Stevi.
"Makasih ya mah!" ucap Muzaki.
"Sama-sama sayang, eh makasih nya jangan cuma ke mama doang dong! Kan Suci juga ikut bantu mama, kalau gak ada Suci belum tentu mama bisa kuat masak sebanyak ini!" ucap Stevi.
"Iya mah..."
Muzaki menurut pada mamanya, ia melirik ke arah Suci dan menggenggam tangan gadis itu.
"Makasih ya Suci!" ucap Muzaki tersenyum.
"Sama-sama Muz," ucap Suci agak gugup.
Sementara Stevi sangat senang melihat putranya dan Suci terlihat cukup akrab, ia berharap mereka dapat bersama kembali walau sulit.
Lalu, Muzaki pun duduk di samping Suci serta mamanya dan mulai menyantap setiap makanan yang sudah tersedia disana, ia mulai dari mengambil nasi dan beberapa lauk pauk kesukaannya.
"Suci, ayo ikut makan sayang! Cobain masakan kamu sendiri, siapa tahu dengan begitu kamu jadi makin kepincut buat belajar masak!" ujar Stevi.
Akhirnya Suci juga mengambil piring untuknya, namun saat hendak mengambil lauk tanpa sengaja ia malah bersenggolan dengan Muzaki yang juga ingin melakukan hal yang sama.
"Eh ma-maaf! Udah, kamu duluan aja yang ambil Muz!" ucap Suci merasa malu.
"Kamu aja!" ucap Muzaki.
"Gapapa kamu aja, aku mau yang lain dulu!" ucap Suci.
"Oh oke!"
Stevi lagi-lagi dibuat senyum-senyum sendiri dengan tingkah Suci juga Muzaki, ia semakin yakin kalau mereka berdua memang masih sama-sama memiliki rasa dan tak mustahil mereka bisa balikan.
"Duh, kok aku jadi gugup gini ya deketan sama Suci? Apa iya aku mulai ada rasa lagi sama dia? Kan gak mungkin!" gumam Muzaki dalam hati.
...•••...
Disisi lain, Revi telah sampai di kampus bersama supirnya yakni pak Darwin. Ia memang sudah kembali memulai kegiatan kuliah, berbeda dengan Muzaki yang masih bisa istirahat dua hari di rumah sebelum pergi ke kampus.
Saat ia turun dari mobil, Revi langsung dibuat jengkel ketika Zian serta Digo justru datang menghampirinya dan senyum-senyum menuju ke arahnya sambil merapihkan rambut bagian depan mereka.
Revi pun heran karena tak biasnya kedua pria itu menghampiri dirinya, namun ia mencoba untuk tetap bersikap biasa dan menanti Zian ataupun Digo berbicara padanya.
"Hai Rev!" sapa Digo sambil tersenyum.
"Eee iya hai kak! Ada apa ya?" tanya Revi gugup.
"Gak perlu takut gitu Rev! Kita kesini mau tanya aja kok sama lu!" ucap Digo.
"Tanya apa?" ujar Revi penasaran.
"Eee Latifah mana ya? Kok dia gak ikut sama lu ke kampusnya? Gue pengen ketemu dong sama dia, lu tahu kan dia dimana?" tanya Digo.
"Hah? Latifah? Aku gak tahu tuh kak, mungkin dia lagi di rumahnya!" jawab Revi.
"Di rumah? Emangnya dia gak ada jadwal kuliah hari ini?" tanya Digo lagi.
"Umm, aku kurang tahu kalau soal itu kak. Coba aja kak Digo tanya langsung ke dia atau yang satu fakultas sama dia!" ucap Revi.
"Emang lu gak tahu?" tanya Digo.
__ADS_1
"Iya, aku gak tahu!" ucap Revi.
"Lah gimana sih? Lu kan temennya dia, lu sama dia juga udah lumayan deket dan kemana-mana selalu bareng! Masa soal jadwal kuliah Latifah aja gak tahu? Teman macam apa lu?" ujar Digo heran.
"Iya emang aku temannya Latifah, tapi kan gak semuanya tentang dia aku harus tahu! Lagian emang ada apa sih? Kenapa kak Digo pengen banget ketemu sama Latifah coba?" ujar Revi.
"Halah, udah gak banyak tahu ya gausah mau tahu urusan orang deh!" bentak Digo.
"Udah lah Go, kita cabut aja yuk! Gak ada gunanya kita terus-terusan disini, kan Revi juga gak tahu si Latifah itu kuliah apa enggak!" ucap Zian.
"Iya sih bro, yaudah yuk cabut!" ucap Digo.
Zian dan Digo pun lanjut melangkah pergi dari sana meninggalkan Revi, Digo berjalan dengan perasaan jengkel karena niatnya ingin mendekati Latifah kembali gagal.
"Sabar bro! Nanti juga pasti lu bisa ketemu lagi sama Ifah, yang penting lu jangan berhenti berusaha!" ucap Zian membujuk sohibnya.
"Iya bro, siap!" ucap Digo tersenyum.
Sementara Revi masih kebingungan di tempatnya, ia penasaran mengapa Digo mencari Latifah sampai segitunya, sampai ia teringat pada cerita Latifah tentang Digo yang pernah menembaknya alias menyatakan perasaan kepadanya.
"Ohh iya iya aku ingat! Kak Digo kan suka sama Ifah, pantes aja dia sampe segitunya!" gumam Revi.
Disaat Revi hendak pergi, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang dan membuat Revi terkejut.
Pukkk...
"Eh ya ampun, Ifah! Kamu ngagetin aku aja sih! Ngapain coba pake diem-diem begitu segala?!" tegur Revi merasa kesal pada Latifah.
Ya orang yang menepuk pundaknya adalah Latifah, sohibnya sendiri. Latifah justru tak merasa bersalah sama sekali, ia malah cekikikan sambil menempelkan telunjuknya pada bibir.
"Hahaha eh sssttt jangan kencang-kencang!" ucap Latifah.
"Kenapa sih kamu?" tanya Revi heran.
"Gapapa, cuma lu jangan berisik! Nanti kak Digo sama kak Zian dengar dan tahu kalau gue ada disini, gue kan gak mau ketemu sama mereka apalagi ngobrol!" jelas Latifah.
"Ohh berarti daritadi tuh kamu udah datang ya? Tapi, kamu sembunyi karena gak mau ketemu sama kak Digo?" ujar Revi.
"Nah betul tuh!" ucap Latifah nyengir.
"Hadeh, gara-gara kamu gak muncul jadinya malah aku tuh yang dicecar sama kak Digo dan kak Zian! Ngapain sih kamu pake sembunyi segala? Kenapa kamu gak temuin aja mereka biar gampang? Daripada harus ngumpet kayak gitu!" ujar Revi.
"Yaelah Rev, lu kan udah pernah gue ceritain waktu itu kalo kak Digo itu suka sama gue!" ujar Latifah.
"Jadi?"
"Ya masa lu gak bisa mikir? Gue males lah berurusan sama kak Digo! Kan gue gak suka sama dia, gue juga gak mau kasih dia harapan! Makanya gue milih buat menghindar, paham gak lu?" ucap Latifah.
"Hehe iya iya aku paham kok! Yaudah, yuk masuk!" ucap Revi terkekeh kecil.
"Gas!"
Latifah merangkul Revi dan bergegas melangkahkan kaki masuk ke dalam kampus tersebut secara bersamaan.
•
•
Singkat cerita, saat ini Latifah dan Revi sudah berada di kantin dan tengah duduk berduaan sembari menikmati minuman yang mereka pesan, tentunya sambil mengobrol tidak jelas.
"Eh Rev, denger-denger sih kak Zaki udah balik ya ke Jakarta?" tanya Latifah.
"Mana aku tau!" ucap Revi jutek.
"Yaelah kak Zaki kan pacar lu! Masa lu gak tahu sih berita kalau kak Zaki udah pulang ke Jakarta? Pacar macam apa lu?" ujar Latifah heran.
"Fah, dengar ya! Aku sama kak Zaki itu cuma pura-pura pacaran, biar supaya mama gak jodohin aku lagi dan Arsyan juga gak deketin aku lagi! Kamu kan tahu sendiri!" ucap Revi.
"Hehe iya iya, pacar pura-pura! Tapi, kalau mau beneran juga gapapa kok Rev!" ujar Latifah nyengir.
"Ish apaan sih kamu?!" cibir Revi.
"Hahaha...." Latifah tertawa puas.
Tiba-tiba saja Revi teringat pada pertanyaan Muzaki yang belum sempat ia jawab sebelumnya, yakni mengenai perasaan pria itu padanya.
"Oh iya, aku belum jawab pertanyaan kak Zaki yang waktu itu! Pasti kak Zaki nungguin deh, aku harus gimana ya sekarang? Apa benar kak Zaki udah pulang ke rumah?" gumam Revi dalam hati.
"Heh Rev! Lu ngelamunin apa sih?" tegur Latifah.
"Ah enggak kok!" elak Revi.
"Iya, aku coba telpon kak Zaki aja deh nanti pas Ifah udah masuk kelas!" batin Revi.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...