Angkasa

Angkasa
Charlie & Revi


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 153


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Revi dan mamanya sampai di sebuah restoran tempat sang mama janjian dengan temannya, terlihat disana sudah ada seorang wanita bersama satu pria yang tengah duduk memunggungi mereka.


Juliana pun tersenyum lalu mengajak Revi segera maju mendekati mereka, sedangkan gadis itu tampak tidak suka setelah mengetahui niat terselubung mamanya yang ingin menjodohkan ia dengan anak dari teman sang mama itu.


"Nah, itu mereka sayang! Yuk, kita langsung maju aja samperin mereka!" ucap Juliana tersenyum.


"Eee bisa gak kalau mama aja yang ketemu sama teman mama itu? Aku mau tunggu disini aja sambil ajak temanku, gapapa kan?" ucap Revi.


"Sayang, kamu kan udah bilang tadi mau temenin mama ketemu sama teman mama. Kok sekarang malah berubah pikiran? Udah, kamu ikut aja sama mama yuk ke sana temuin teman mama! Cuma sebentar kok sayang, abis itu baru deh kita pulang barengan lagi!" bujuk Juliana.


"Tapi mah, aku kan gak kenal sama teman mama. Aku malu lah mah, mending mama aja sendiri yang temuin teman mama itu. Aku disini tunggu mama, boleh ya mah?" ujar Revi masih menolak.


Juliana tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


"Jangan begitu lah sayang! Kamu ikut mama ayo, gak ada penolakan!" paksa Juliana.


"Huft, yaudah deh iya!" ucap Revi.


Akhirnya Revi terpaksa mau ikut bersama sang mama menemui temannya itu, mereka saling merangkul sambil berjalan.


"Halo jeng Yani!" ucap Juliana menyapa temannya.


"Eh jeng Ana, udah dateng? Wah apa kabar kamu jeng Ana?" ujar wanita bernama Yani.


Yani langsung berdiri dan berpelukan dengan Juliana sambil cipika cipiki.


"Baik, Alhamdulillah! Jeng Yani sendiri gimana kabarnya?" ujar Juliana.


"Baik juga jeng!" ucap Yani.

__ADS_1


"Eh ya, ini Charlie kan jeng anak kamu?" tanya Juliana saat melihat pria tampan di samping temannya.


"Iye jeng, ini anak saya!" jawab Yani.


"Halo tante!" ucap pria bernama Charlie itu mencium tangan Juliana.


"Halo juga! Makin ganteng aja kamu Charlie! Dulu waktu terakhir tante lihat kamu tuh, kamu masih sekolah SMP kalo gak salah!" ujar Juliana.


"Ahaha makasih tante!" ucap Charlie.


"Eh yaudah, ayo duduk dulu jeng!" ucap Yani.


"Iya iya..."


Juliana pun duduk di kursi kosong yang terletak tepat berhadapan dengan Yani, begitu juga dengan Revi yang duduk di sebelah mamanya.


"Oh ya, ini anak kamu jeng?" tanya Yani.


"Iya dong jeng, ayo sayang kenalan sama teman mama!" ucap Juliana.


Revi mengangguk lalu mengenalkan diri.


"Hai tante! Namaku Revi," ucap Revi tersenyum sembari mencium tangan teman mamanya itu.


"Ohh, hai juga Revi! Waduh, kamu ini cantiknya sebelas dua belas ya sama mama kamu!" ujar Yani.


"Makasih tante!" ucap Revi tersipu.


"Hahaha..."


Disaat Juliana dan Yani asik tertawa, Charlie dan Revi justru terdiam saling pandang. Rupanya pria itu terkesima pada pandangan pertama saat melihat kecantikan Revi.


"Eh, kalian pada mau pesan apa?" tanya Yani.


"Umm, sebentar deh pilih-pilih dulu! Sayang, kamu mau pesan apa?" ucap Juliana.


"Eee aku ngikut mama aja," jawab Revi.


"Yaudah, sini mama pilihin!" ucap Juliana.


Revi hanya bisa menundukkan kepala merasa malu saat dipandang terus-menerus oleh Charlie.


"Duh, dia ngapain sih ngeliatin aku terus? Kayak yang baru pertama kali lihat cewek aja, norak!" batin Revi.


Setelah memesan, mereka pun lanjut ngobrol-ngobrol membahas mengenai hal yang tak penting sebenarnya. Biasalah emak-emak kalau sudah ketemu pasti hobinya gosip.


Bahkan Revi sampai tidak diberi kesempatan untuk bicara, karena mamanya serta Yani sibuk mengobrol tak memperdulikan kehadiran anak-anaknya lagi.


...β€’β€’β€’...

__ADS_1


Disisi lain, Radian sampai di rumah penumpang nya yang barusan memesan layanan ojeknya. Ia berhenti tepat di depan pagar rumah itu, lalu mulai memanggil nama orang yang memesannya.


"Permisi go-bek!" teriak Radian.


Tak lama, seorang wanita muncul dan membuat Radian terkejut. Ya karena wanita itu ialah Latifah yang merupakan temannya di kampus, Radian kaget karena ternyata yang memesannya adalah Latifah.


"Loh Latifah?" ujar Radian kaget.


"Eh, kak Radian?" Latifah pun ikut kaget.


"Kok lu sih yang muncul? Ini disini namanya Ratna, mukanya juga beda!" ujar Radian heran.


"Eee iya kak, itu sepupu gue yang pesan. Soalnya hp gue tadi lowbat, gak masalah kan kak kalau gue yang minta diantar? Nanti gue juga bayar kok, tenang aja!" ucap Latifah.


"Iya gapapa, tadi gue cuma kaget aja. Abis lebaran ya ke rumah sepupu?" ujar Radian.


"Iya nih, kak Zaki itu jadi driver go-bek sekarang?" tanya Latifah penasaran.


"Iya, yaudah nih helmnya!" ucap Radian.


Latifah tersenyum, kemudian memakai helm yang diberikan Radian. Gadis itu pun naik ke motor Radian karena ia memang ingin diantar.


Barulah Radian menancap gas, melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju alamat rumah Latifah. Sepanjang perjalanan mereka terus mengobrol membahas Revi.


"Oh ya Fah, kabar Revi sekarang gimana? Udah lama gue gak ketemu dia," tanya Radian.


"Eee sama sih, kak. Gue juga belum lebaran ke tempat dia, soalnya dia kan pulang kampung. Tapi, katanya sih udah pulang. Nanti kalau gue udah ketemu sama dia, gue sampein deh kalo lu nitip salam ke dia!" jawab Latifah.


"Ahaha, boleh lah!" ujar Radian malu-malu.


"Eee kak Radian ini udah lama jadi driver go-bek kayak gini?" tanya Latifah.


"Ya belum terlalu lama sih, paling baru sebulan. Pas mau deket-deket nikah," jawab Radian.


"Oh gitu, kenapa kak Radian milih jadi driver go-bek?" tanya Latifah lagi.


"Gak kenapa-napa sih, satu alasannya yaitu biar supaya gue bisa bikin Oni istri gue itu bahagia. Karena kan dia udah jadi istri gue sekarang, yakali gue mau leha-leha aja gak mikirin dia?" ujar Radian.


"Hahaha, iya sih kak. Ternyata kak Radian itu tipe cowok idaman ya! Beruntung banget kak Oni bisa dapetin lelaki kayak kak Radian!" ucap Latifah.


"Ah bisa aja lu! Gausah terlalu muji gue gitu, nanti gue malah kepedean! Lagian kan masih banyak cowok yang lebih dari gue, mereka bisa sukses di usia muda, gak kayak gue!" ucap Radian.


"Kak Radian gak perlu minder gitu! Insyaallah nanti kak Radian juga bisa sukses kok!" ucap Latifah.


"Hahaha, aamiin!" ucap Radian.


Radian terdiam sejenak mengingat kelakuan buruknya pada Oni beberapa waktu silam.


"Kalau aja lu tahu, Fah. Gue ini bukan cowok idaman, gue aja udah ngerusak Oni dan bikin dia terpaksa nikah muda sama gue!" batin Radian.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2