Angkasa

Angkasa
46. Para Kurcaci


__ADS_3

Mesya : maaf, Sa


Mesya : gue terlalu berharap sama lo


Mesya : maaf selama ini gue suka sama lo


Mesya : gue akan coba menjauh lo nggak perlu khawatir


Mesya : gue nggak akan kembali lagi ke Jakarta. Gue akan netap disini


Mesya : moga lo bahagia sama Raya


Mesya : jangan lupain persahabatan kita ya


Mesya : **** bareng, ketawa bareng


Mesya : lo boleh hapus nomor gue kok. Tapi gue bakal simpen nomor lo jangan marah ya


Mesya : oh iya bentaragi lo ulang tahun. Gue ucapin sekarang ya


Mesya : ! 🇸 🇦 🇪 🇳 🇬 🇮 🇱 🇨 🇭 🇺 🇰 🇭 🇦 🇲 🇳 🇮 🇩 🇦 !


Mesya : :)


"Huhu sedih...," komen Ryan begitu membaca isi pesan dari Mesya di hape Angkasa. Cowok itu mengelap hidungnya sambil menghirup naas dalam membuat ingus yang ada diujung hidung naik kembali.


"Nggak usah drama," ucap Angkasa menonyor kepala Ryan.


Ryan yang sedang duduk di tempat tidurnya jadi menggerutu kesal. Hari ini Ryan sakit jadi Angkas menengoknya. Tapi begitu ditengok nggak ada tanda-tanda sakit, tuh cowok jadi makin miring otaknya.


"Btw Raya ikut?" tanya Ryan celingukan menatap keluar pintu kamar.


"Gak!"


"Ciee cembokur gue nyariin Raya!" goda Ryan mendorong-dorong Angkasa.


"Lagi latihan dia, ntar sore kan mulai acaranya," jelas Angkasa membuar Ryan membulatkan mulut sambil mengangguk-angguk.


"Udah lo nggak sakit. Gue pergi, bhay!" pamit Angkasa begitu saja balik badan lalu ingin keluar dari kamar Ryan. Tapi Ryan segera memegang lengan Angkasa menahannya membuat Angkasa berhenti dan menoleh dengan wajah lelah.


"Ciee kaya adegan pasangan ngambek!" ucap Ryan dengan dramatisnya lalu ngakak sampi terjungkal kebelakang membuat Angkasa memutar mata kesal.


"Gue ikut ya tunggu!" Ryan langsung bangkit ngacir ke kamar mandi dan dalam lima menit dia sudsh rapi dengan kemeja kotak-kotak merah dan celana jeans biru tak lupa parfum maskulin andalannya.


"Ck, pake parfum berapa botol lo? Nggak mandi juga tuh iler masih nempel," decak Angkasa kesal segera keluar dari kamar Ryan dan pergi keluar untuk menyapkan mobil yang terparkir di halaman rumah Ryan.

__ADS_1


"Oi, Keyla dateng?" tanya Ryan menyenggol Angkasa yang tengah membuka pintu mobil.


"Dateng," jawab Angkasa singkat dan masuk kedalam mobil.


"Asekkk," gumam Ryan kegirangan.


"Target baru?" tanya Angkasa sambil mulai menjalankan mobilnya.


Ryan hanya nyengir kuda dan tak menjawab sibuk menatap kanan kiri deretan ruko yang berjajar rapi disepanjang jalan.


Angkasa menatap Ryan sekilas tapi dia langsung menggeleng. Cuma fake smile, Ryan mah jagonya.


💗💗💗


"Ambilah buah apel ini, nak," ucap Kristal yang saat itu berperan sebagai nenek tua dalam kisah Putri Salju.


"Hwih keren tuh aktingnya. Kaya beneran," gumam Ryan dari balik panggung menyaksikan drama itu.


Angkasa yang berada disebelahnya hanya bisa diam memandang Raya yang tersenyum manis menerima apel itu. Senyum yang menghipnotis.


Raya menerima apel itu. Tapi sebelum ia memakan apel itu Raya terjatuh membuat Angkasa jadi mengerutkan keningnya.


Harusnya kan makan dulu baru pingsan.


Raya lupa scrip kali ya?


Mengangkat cewek itu ke atas tempat tidur kecil yang tersedia disana.


"Eh ***** Raya pingsan beneran?" tanya salah satu dari pemeran kurcaci itu.


"Nggak tau. Tapi kayanya beneran," ucap teman disebelahnya.


Wajah sumringah Ryan langsung menghilang. Dia menoleh ke arah Angkasa mengisyaratkan agar segera masuk.


Angkasa langsung saja masuk kedalam panggung diikuti suara tepuk tangan meriah dari penonton.


Angkasa langsung berjongkok dan menatap Raya tanpa berkedip melihat cewek itu bernapas teratur tapi saat ia goyangkan tak kunjung bangun.


Biasanya kan Raya langsung senyum kecil kalo Angkasa sentuh. Kok ini nggak?


"Ray," panggil Angkasa pelan membuat para penonton penasaran apa yang terjadi di panggung.


"Cium aja. Sapa tau langsung bangun," usul Ryan membuat para pemeran kurcaci lain langsung mendelik tapi kemudian mengangguk.


"Ya lo kira ini dimana main sosor-sosor aja?!" tanya Angkasa tak setuju dengan suara menggeram kecil.

__ADS_1


"Elah nggak ada guru. Udah pada pulang semua," bisik Ryan memberi tahu membuat Angkasa jadi bimbang.


Dia kan nggak mau di cap ***** sama anak Mandalika.


"Ayo, Sa, ayo," desak para kurcaci membuat Angkasa refleks memajukan tubuhnya membuat kepalanya dan Raya hanya berjarak tipis.


Angkasa menutup matanya dan mendekatkan wajahnya namun erangan kecil Raya membuat Angkasa jadi berhenti dan membuka mata.


"Aduh pusing," ucap Raya mengusap kepalanya.


Angkasa mengerjap. Ia kemudian segera mengecup pipi Raya dan dalam hitungan singkat segera menggendong Raya dengan gaya bridal style keluar dari panggung.


"Rayanya sakit. Udah end dramanya," ucap Angkasa cepat ke arah MC yang ternganga menyaksikan Angkasa menggendong Raya.


Angkasa segera berlari kecil membawa Raya ke tempat istirahat yang berada dibelakang panggung. Ia menatap wajah Raya yang mulai memucat.


"Lo kenapa Ray?"


"Eh Raya sakit ya?" tanya Keyla yang tiba-tiba saja masuk dan mendekati Raya.


Angkas hanya diam sedangkan Keyla sudah cemas. Ryan pun menatap Raya dengan harap-harap cemas.


"Maaf kemarin malem dia telponan sama gue. Curhat. Jadi kelupaan kalo besok dia harus di sekolah sampe malem," ucap Keyla membuat Angkasa mendelik.


"Curhat apa lo?" tanya Angkas jadi dingin.


"Eh, cuma anu... pokoknya gue minta maaf. Plis Ray bangun," ucap Keyla merasa bersalah.


"Lo kan bis curhat sama anak kelas nggak harus Raya," ucap Angkasa masih tak terima.


"Maaf," cicit Keyla menunduk jadi ciut melihat Angkasa yang marah seperti ini.


"Sa... dia nggak salah kok. Gue yang maksa buat dia cerita," ucap Raya dengan nada lemah membuat Angkasa jadi menghela napas.


"Ya udah. Besok besok jangan," ucap Angkasa memaafkan.


"Cium dong. Tadi nanggung banget di panggung," desak Ryan semangat membuat Angkasa dan Raya memandangnya tajam.


"Lo kira ini drama korea?!" ucap Angkasa tajam membuat Ryan jadi terkekeh pelan.


"Tapi btw... makasih lho para kurcaci udah bantuin gue buat nyium Raya di depan banyak orang walaupun cuma di pipi," sambung Angkasa membuat Raya mendelik.


"Maksud lo apaan!" omel Raya tak suka memukul lengan Angkasa membuat empat orang diruangan itu jadi terbahak melihat keduanya.


"Ya kan kalo sayang harus diungkapkan...."

__ADS_1


Dan sedetik kemudian wajah Raya sudah memerah seperti kepiting rebus.


💗💗💗


__ADS_2