Angkasa

Angkasa
Arsyan mengancam


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 134


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Setelah selesai mandi, Revi dikejutkan dengan kemunculan pak Fadlul selaku satpam di rumahnya itu yang mengatakan kalau di depan sudah ada Muzaki ingin bertemu. Tentu Revi penasaran apa maksud Muzaki datang ke rumahnya malam-malam begini, padahal seingatnya ia tak memiliki masalah atau ada barang tertinggal lagi di kampus.


Akhirnya Revi memilih menemui Muzaki sejenak di depan sebelum makan malam, karena Revi sangat penasaran dan ingin tahu apa alasan Muzaki kali ini datang ke rumahnya. Walaupun begitu, entah kenapa Revi merasa sedikit senang saat pak Fadlul berkata bahwa ada Muzaki di depan, ya Revi tak bisa lagi menyembunyikan kesenangan itu dari dirinya.


"Kira-kira kak Zaki mau apa, ya? Tumben banget dia datang kesini malam-malam, apa ada urusan penting yang bikin kak Zaki nekat datang kesini buat temuin aku?" gumam Revi sambil berjalan.


Sesampainya di halaman depan, Revi meminta Muzaki duduk dan mereka pun berbincang disana sambil saling bertatapan. Kebetulan disana memang sudah disediakan dua buah kursi sebagai sarana untuk para tamu duduk menunggu, sehingga lebih memudahkan proses perbincangan mereka kali ini tanpa harus masuk ke dalam rumah.


"Kak Zaki, ada apa ya? Gak biasanya kak Zaki datang ke rumah aku kayak gini," tanya Revi penasaran.


"Eee begini Rev, sebelumnya maaf kalau aku ganggu waktu istirahat kamu! Aku tahu kamu pasti capek, karena kamu abis jadi bridesmaid di pernikahan Oni sama Radian tadi. Tapi, aku harus bicarakan soal ini sekarang sama kamu!" ucap Muzaki.

__ADS_1


"Oh, gapapa kok kak gak ganggu sama sekali! Aku juga baru selesai mandi, emang kak Zaki mau bicara apa sih? Kayaknya penting banget ya?" ujar Revi makin dibuat penasaran.


"Umm, ini soal mantan kamu itu!" jawab Muzaki.


"Hah? Maksud kak Zaki itu Arsyan? Emang dia kenapa kak, dia bikin masalah sama kak Zaki atau apa?" tanya Revi amat terkejut.


"Ya begitulah Rev, dia tadi cegat aku pas habis pulang dari acara nikahan Radian. Aku juga gak tahu niat dia apa, tapi dia ancam aku dan mau bikin aku terluka kalau aku masih deketin kamu!" jelas Zaki.


"Apa? Ya ampun, kok Arsyan bisa kayak gitu sih? Aku gak nyangka loh sama dia!" ujar Revi heran.


"Entahlah Rev, aku sih gak takut sama dia. Aku justru takut dia berani apa-apain kamu, karena kelihatannya dia sangat terobsesi sama kamu!" ucap Muzaki.


"Duh, terus aku harus gimana kak?" tanya Revi.


"Aku juga gak tahu sih, Rev. Mungkin ada baiknya kita sudahi saja kebohongan mengenai pacar pura-pura ini, supaya Arsyan itu gak marah lagi sama kita dan gak bertindak nekat!" jawab Muzaki.


"Tapi kak, bukannya itu malah tambah bahaya ya buat aku? Gimana kalau nanti Arsyan terus-terusan deketin aku dan bikin aku gak nyaman lagi? Aku kan udah gak ada rasa sama dia kak, tapi dia selalu paksa aku buat balikan sama dia!" ucap Revi.


"Eee ya iya juga sih, kamu benar! Yaudah, biar aku coba mikirin ini lagi nanti!" ucap Muzaki.


Disaat mereka tengah diem-dieman, tiba-tiba Marcel serta Juliana muncul dari arah depan dan terkejut melihat Revi tengah bersama Muzaki disana.


"Revi, kamu lagi ngapain?" tanya Juliana.


Sontak Revi dan Muzaki pun menoleh secara bersamaan ke arah Marcel serta Juliana, mereka tak mengira kalau orang tua Revi itu sudah pulang dan ada di dekat mereka.


...β€’β€’β€’...


Keesokan paginya, Radian dan Oni baru selesai mandi setelah mereka melakukan aktivitas malam pertama yang cukup menggairahkan bagi sepasang pengantin baru itu. Walaupun sebelum ini mereka juga sudah pernah melakukan itu dua kali, namun Radian tetap merasa puas karena Oni berhasil membuatnya tergila-gila semalaman akibat permainan yang hebat.


Oni sendiri masih merasakan perih sedikit pada area miliknya setelah semalaman bermain dengan Radian yang sedikit kasar, biarpun begitu ia juga merasa puas dan melenguh beberapa kali. Ia kini duduk di pangkuan sang suami dengan hanya memakai bathrobe milik hotel, rambut basahnya itu membuat Radian kembali merasa nikmat.

__ADS_1


"Sayang, rambut kamu wangi banget sih! Aku gak bisa berhenti ciumin rambut kamu ini, apalagi kalo basah begini, bikin tambah enak buat aku ciumin!" ucap Radian sedikit menggoda istrinya.


"Mas, hari ini rencananya kamu mau ngapain? Atau ada urusan yang harus kamu urus mungkin? Gak mungkin dong kita cuma diem-diem di apartemen aja kayak gini, yang ada anak kita ini bisa bosen loh mas!" ucap Oni.


"Oh iya kah? Yaudah deh, kalo gitu gimana kalo kita jalan-jalan aja berdua?" ujar Radian.


"Umm, mau jalan-jalan kemana sayang?" tanya Oni.


"Ya terserah kamu aja, aku sih ngikut apa kata-kata kamu. Kemanapun kamu mau pergi, aku pasti anterin sayangku!" ucap Radian.


"Tapi, aku gak tahu pengen kemana. Mending kamu aja yang cari tempatnya, terus kita jalan kesana barengan deh! Soalnya ini kan hari pertama kita jadi suami-istri, mas!" ucap Oni.


"Iya sayang, aku tahu kok! Nanti aku pikirin dulu deh, sekarang mending kita sarapan!" ucap Radian.


"Eh iya ya, suamiku yang tampan ini belum sarapan. Yaudah sebentar ya mas, aku siapin dulu sarapan buat kamu dan aku! Baru deh abis itu kita bisa sarapan berdua, kamu mau kan mas?" ucap Oni bangkit dari duduknya.


"Pasti mau dong! Aku bantuin kamu bikin sarapan, ya?" ucap Radian ikut bangkit dan memeluk Oni dari belakang sambil menautkan dagu pada pundak Oni.


"Mas, gausah deh! Kamu tunggu disini aja, kan itu tugas istri tau! Aku gak enak lah kalau kamu ikutan bantu aku bikin sarapan, nanti yang ada malah jadi gak fokus buat sarapan nya!" ucap Oni.


"Gak fokus gimana?" tanya Radian heran.


"Ya nanti kamu malah godain aku mulu kayak gini, terus makanannya bisa gosong mas kalau kita malah main dulu!" jawab Oni.


"Hahaha, kamu udah ketakutan aja! Tapi, iya juga sih kan aku gak bisa tahan lihat tubuh kamu yang seksi ini!" ucap Radian sembari menggigit daun telinga istrinya bermaksud menggoda.


"Mas, udah dulu ih! Kapan aku bisa buat sarapan kalo begini?" ucap Oni.


"Hahaha, iya iya..."


Radian pun melepaskan pelukannya dan membiarkan Oni pergi ke dapur untuk memasak.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2